The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
TQOTD Chapter XCIV [Gangguan Xiu Juan dan mengunjungi Patriark]



Semua murid yang melihat ketidak normalan itu mulai berbisik. Namun, mereka teralihkan akan suguhan pahatan halus di depan mata.


Sorot mata Yue Liang Zhi masih menajam, Kulit putihnya kian bertambah halus, bibirnya semerah dari bentuk lahan danxia[1]. Dia melangkahkan kaki menuju tepian danau, tetesan air dari tubuhnya tidak mengurangi wujud kecantikan surgawi.


Xiu Juan seperti menumbuhkan akar yang membelit, mencekik dan menusuk tenggorokannya. Dia iri, dia benci hingga ingin menghancurkan kecantikan merah kecil. Dia maju ke depan, “junior Yue sepertinya berusaha menguasai tempat ini.”


“Aku setuju dengan Juan'er, kita semua melihat secara jelas saat Yue Liang Zhi menjarah energi di danau. Murid baru ini sengaja tidak ingin menyisakan tempat untuk kita!” Xiu Zhuting ikut berkicau.


Yue Liang Zhi menanggapi dengan senyum miring.


Tubuh Xiu Juan berbalik menghadap murid lain, dia berjalan sambil menujuk sosok merah, “benar! Kalian jangan mudah terkecoh dengan kecantikkannya, dia sebenarnya ingin menarik simpati dan pelan-pelan menjatuhkan kalian satu persatu.”


Semua murid mulai terprovokasi, mereka mulai terlihat goyah.


Chen Bai Mo ingin mencegah, tapi sekali lagi dia masih memikirkan nasib klan Chen.


Tawa tanpa minat mengiringi gerakan Yue Liang Zhi yang tengah menyibak rambut, “untuk apa aku melakukannya? Aku bahkan tidak mengenal mereka, jika aku berniat menjatuhkan mereka, aku pasti akan menggunakan kemampuanku bukan wajahku.”


“Kau itu menjijih—”


“Menjijihkan, kan?” Yue Liang Zhi mengeluarkan ekspresi mencibir sambil bersedekap, “selalu mengulangi umpatan yang sama, itu terlalu membosankan!”


Xiu Zhuting berjalan dengan kaki kanan yang menyapu lantai, perban yang membelit tangannya terlihat bergerak liar seiring gerakannya yang kian membabi buta. “Tidak usah merasa paling tinggi, lihat saja nanti! Setelah Liu Canghai selesai retret, kesombonganmu akan terjatuh hingga seperti sampah kotor.”


Sejak kapan Yue Liang Zhi pernah berkata kalau dirinya paling hebat? Sepertinya, murid klan Xiu telah naik tingkat dalam hal membuat kekacauan.


“Kami perlu menjelaskan siapa yang menjadi sampah di sini,” Bai Yun membuka mulut untuk menyindir, pandangan matanya menatap kondisi miris Xiu Zhuting.


Senior Shu Ming mengangguk, “yang menjadi sampah adalah seorang penantang duel yang dikalahkan tanpa diberi muka.”


Napas Xiu Zhuting tercekat, dia kembali diingatkan dengan kejadian memalukan!


Wei Shuwan tertawa lebar, “kau perlu berkaca sebelum menghina orang lain.”


Kedua tangan Chen Bai Mo memeluk tubuh tunangannya, dia yakin betul setelah ini Xiu Juan akan mengamuk.


Murid lain memilih bungkam dan mengamati perseteruan, menjadi penonton yang baik adalah pilihan paling bagus.


Emosi Xiu Juan meledak, dia berteriak bagaikan orang gila, “kakaku menjadi begini karena kelakuan pelayan rendahan ini!”


“Yue'er bukan lagi seorang pelayan, dia kini menjadi murid dalam. Perlu kau ingat, empat penatua sekte Qinglong mengakui bakat orang yang kau sebut sebagai pelayan rendahan,” Pangeran Yun Fengyin berucap penuh dengan aura kedinginan yang menusuk.


Itu merupakan tamparan kenyataan yang sangat cepat.


“Aku memang pelayan, tapi apa kau sendiri pernah mendapat tawaran dari empat penatua sekaligus?” Mata Yue Liang Zhi penuh kobaran kelicikan, suaranya berat dengan bumbu kedinginan. “Sayangnya tidak, karena kita berdua itu tidak sebanding. Oh, satu lagi. Jika aku jadi kau, aku tidak akan pernah menggunakan alasan tidak logis untuk menjatuhkan nama baik orang lain.”


Tidak sebanding? Tidak logis? Hati Xiu Juan kali ini seperti tertusuk ribuan jarum, dia ingin muntah darah mendengar nada dingin dari anak itu.


Kedua senior, tiga anggota kelompok Yue Liang Zhi dan anggota kelompok Tao Jianying diam-diam bertepuk tangan. Mulut pedas Yue Liang Zhi memang yang paling menusuk.


Melihat itu, Lei Hu segera bertanya memastikan kemana tempat yang akan Yue Liang Zhi datangi, “Yue'er akan kemana?”


“Bersiap pergi ke Kerajaan Lan,” jawab Yue Liang Zhi kembali melangkah, “kita akan bertemu lagi di gerbang sekte.”


Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu ingat akan kunjungan dari Raja Kangjian Yun.


Tao Jianying mengingat sesuatu, dia berteriak lantang berusaha memberitahu Yue Liang Zhi, “kalian butuh izin dari Patriark atau salah satu penatua.”


Yue Liang Zhi hanya menjawab dengan lambaian seakan mengisyaratkan itu merupakan perkara yang mudah, 'hanya meminta izin dari Patriark? Baik, takdir memang mengharuskan kita berdua untuk segera bertemu.'


****


Mata Yue Liang Zhi memangkap wujud kediaman besar dan luas, dari kejauhan, bau tanaman herbal menyeruak memenuhi indra penciuman. Di samping kediaman terdapat puluhan jenis tanaman, itu tumbuh dengan subur dan terawat walaupun di musim dingin. Kakinya melangkah di atas jembatan, tidak ada pemandangan kiambang, hanya ada padatan es di permukaan danau.


Terdengar teriakan, tampak asap mengepul dan diiringi suara batuk seorang pria tua. Mulut Yue Liang Zhi terbuka lebar melihat Patriark Wen Hua tengah mengibas-ngibaskan tangan di depan tungku, dia menduga bahwa pria itu telah gagal saat memurnikan pil.


“Junior telah melihat Patriark,” Yue Liang Zhi mengepalkan tangan kanan yang ditangkupkan dengan tangan kiri, dia membungkukkan sedikit tubuhnya.


“Ayaa...,” Wen Hua mengelus dada sambil memutar tubuh 180°, dia terkejut dengan kehadiran tamu tak diundang. Ekspresinya menjadi normal dengan sedikit bumbu senyuman, dia tidak menyangka Yue Liang Zhi akan mendatangi kediamannya. Dia mengeluarkan qi dan mendorong kursi, “duduklah, aku memiliki sesuatu yang harus ditanyakan.”


Kaki Yue Liang Zhi berjalan mendekat, dia lantas mendaratkan bokongnya di kursi. Tingginya yang minimalis mengakibatkan Wen Hua hanya dapat melihat bagian kepala dan pundaknya saja.


Tungku dan tanaman herbal menghilang seiring tangan Patriark Wen Hua yang menyapu udara kosong, cincin ruang yang melingkar di jari tengah tangan kanannya sedikit bersinar. “Pria tua ini memiliki pertanyaan, aku harap junior Yue menjawab dengan jujur.”


“Baik,” seperti biasa, Yue Liang Zhi hanya menjawab dengan singkat.


Patriark Wen Hua memiliki ekspresi tegang, “apa bayangan naga biru yang keluar sewaktu kau berduel dengan Xiu Zhuting adalah seekor roh naga asli?”


Yue Liang Zhi termenung, dia ingin menjawab tidak. Namun, di sisi lain dia mengingat tentang pria muda yang menjadi guru Patriark Wen Hua. “Ya...”


“Apa roh naga biru berasal dari Kekaisaran Yin?” Raut wajah Patriark Wen Hua bertambah serius, dia menggunakan nada seperti menuntut jawaban iya keluar dari mulut Yue Liang Zhi.


“Ya,” Yang menjawab memiliki jejak keterkejutan.


Tangan kiri Patriark menepuk meja dengan semangat, “hahahahaha... Aku menemukanmu, aku menemukanmu. Tidak sia-sia pria tua ini hidup dengan lama, hahahaha... Uhuk, uhuk...,” tawanya di akhiri oleh suara batuk yang berkepanjangan.


Kedua alis Yue Liang Zhi membentuk garis bergelombang, bagaimana bisa pria tua di depannya merasa begitu senang setelah mendengar jawaban satu kata darinya? Jika kedua kakaknya melihat ini, sudah pasti keduanya akan berpikir perlu memeriksakan pria tua itu.


Setelah suara batuk Patriark Wen Hua mereda, kini Yue Liang Zhi balik bertanya, “Patriark sendiri, apa memiliki guru muda dari dunia atas?”


.


.


[1] Bentuk lahan Danxia (Hanzi: 丹霞地貌; Pinyin: dānxiá dìmào) mengacu kepada berbagai lanskap yang ditemukan di tenggara, barat daya dan barat laut Tiongkok berupa "adanya lapisan merah pada tebing curam"