The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XIII]



Seorang prajurit mendekat ke arah Yue Liang Zhi, prajurit itu menyelipkan tangan kirinya ke arah tangan kiri Yue Liang Zhi. Sebuah surat kecil terselip di sela-sela jari tanggannya, paham akan kode pemberian surat, dia segera meremas dan menyimpan surat itu.


Mata cantik Yue Liang Zhi segera terarah pada tubuh Pangeran Yun Fengyin, terlihat senyum rahasia yang Pangeran itu tunjukkan, dengan perlahan, dia menganggukan kepalanya singkat.


Tidak ada penyambutan ataupun tatapan penasaran, seolah kedatangan tiga orang pelayan baru merupakan hal wajar.


Mereka bertiga kini berada di depan kediaman para pelayan, pintu terbuka dengan lebar saat salah satu pelayan melangkah keluar, tanpa menunggu dipersilahkan, Yue Liang Zhi masuk ke dalam kediaman diikuti dua orang yang sudah seharian mengekorinya.


Terlihat ruangan yang tidak terlalu besar, terdapat beberapa ranjang dan lemari pakaian kecil yang berjejer di sisi kiri dan kanan, mereka melangkahkan kaki mencari ranjang yang belum ditempati. Namuh hasilnya, semua ranjang sudah berpemilik, para pelayan lain yang melihat kejadian itu tertawa mencibir. Kilatan kesombongan terpancar dengan panas, seperti kobaran api yang siap membakar ketiganya hidup-hidup.


Pelayan 1: “Kalian itu seharusnya menjadi tawanan!! Bukan pelayan!!”


Pelayan 2: “Mereka hanya pelayan baru yang ingin diperlakukan sepesial... Hahahahahaha...”


Pelayan 3: “Berita dari kediaman anggrek putih benar!! Ada seorang Putri yang setatusnya turun menjadi pelayan...”


Pelayan 4: “Semua teman mereka pasti telah menjadi budak Kekaisaran.”


Kalimat mengejek dilontarkan dari mulut para pelayan lainnya, Lei Hu menunjuk mereka dengan wajah yang sudah memerah karena marah, kulit kepalanya akan terkelupas menahan gejolak emosi. Saat ingin mengucapkan kalimat sumpah serapah, dia dihentikan oleh Yue Liang Zhi.


“Lei jiejie... Tidak perlu mengubris mereka!! Mereka hanya berkata dengan mudah tanpa bercermin terlebih dahulu. Status mereka bahkan sangat rendah dibandingkan jiejie, Lei jiejie adalah seorang Putri dan tetap akan menjadi seorang Putri di hati para warga Kerajan Lei, sementara mereka... Mereka hanya seorang warga yang diangkat menjadi pelayan, mereka bahkan tidak dianggap penting oleh banyak orang, apa kau ingin mengretak kucing yang berpura-pura menjadi singa?” Yue Liang Zhi tersenyum miring.


“Hahahaha... Saudara Lei, kenapa kau mau menikmati dan mendendengar bunyi kentut?” Teriak Bai Yun sambil merangkul pundak Lei Hu.


Dua orang berkata santai, suara pelayan lain hanya masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan.


Lei Hu tersenyum cerah sambil menarik Yue Liang Zhi dan Bai Yun keluar dari kediaman pelayan, “benar saudaraku, mereka bukan hanya seperti kentut, lebih tepatnya, mereka seperti remahan kerupuk...,” teriak Lei Hu tak kalah nyaring.


Beberapa pelayan mulai berteriak marah, tanpa mau mendengar ocehan sampah yang dimutahkan oleh para pelayan, mereka bertiga pergi mengelilingi Istana Kerajaan Yun bagian barat.


Ah, ketiganya merasa kaki mereka bukanlah milik mereka.


Saat kaki ketiganya digunakan untuk berlari menghindari serigala, itu sudah terasa lelah. Sekarang, harus mencari tempat tinggal dari sudut Kerajaan Yun barat, kaki mereka sudah mati rasa!


Merasa tak sanggup untuk melanglah lebih jauh, mereka melihat sebuah bangunan bobrok, kosong, usang, tak terawat dan mengenaskan. Seakan, bila angin kencang tertiup secara tiba-tiba, maka bangunan itu akan seketika roboh .


Ketiganya saling memandang penuh arti, dan berpikir kata 'gudang' secara bersama-sama. Seperti menemukan oasis di tengah gurun, rasa letih seketika hilang bagai terbawa angin.


Tanpa kode dan perintah, mereka langsung membuka pintu keropos hingga berderit ringan, tumpukan jerami membuat mereka bergumam serempak. Mereka merapihkan tempat itu, Bai Yun menumpuk jerami dan membaginya menjadi tiga bagian sama rata, Lei Hu mencari kain yang akan digunakan sebagai alas tidur dan selimut, Yue Liang Zhi hanya duduk dikarenakan lengannya yang masih terluka. Terakhir, mereka berdua menyapu dan mengepel ruangan.


“Huuuhhh... Lelahnya...,” Lei Hu merengangkan otot tubuhnya yang kaku, pinggangnya terasa patah.


“Ini bahkan lebih baik dari kediaman para pelayan, di sini terasa lebih tenang dan damai,” Bai Yun menghela napas kasar.


Yue Liang Zhi menemukan gulungan kertas kecil yang mengelinding dari arah bajunya, dia langsung saja membuka gulungan itu tepat di depan Bai Yun dan Lei Hu. Dia terdiam sesaat dan kemudian menaikkan alis kirinya, 'kenapa aku merasa familiar dengan huruf ini?'


Bai Yun: “?!”


Lei Hu: “......”


“Ada apa?” Bai Yun bertanya sambil mengambil kertas dari tangan Yue Liang Zhi.


“Pangeran meminta kita untuk menemuinya,” jawab Yue Liang Zhi santai.


“Tulisan apa ini? Ini terlihat seperti cacing yang meliuk-liuk, bagaimana kau bisa membacanya? Bukankah kita tidak pernah belajar membaca, kan?” Bai Yun semakin binggung, dia bahkan sampai tidak menyadari kertas yang dia pegang sudah berpindah tangan.


“Hei kecil! Datanglah bersama ke dua temanmu itu, aku menunggu kalian di dalam kediamanku?” Lei Hu membaca surat dengan suara keras, namun suaranya perlahan mengecil saat membaca kalimat terakhir, “apa-apaan ini? Dia seperti orang mesum!” Beo Lei Hu nyaring.


Sepertinya mantan tuan Putri telah salah paham.


Yue Liang Zhi mengedikkan kedua bahunya, “kau masih memiliki mata bukan? Sudah jelas-jelas kau membacanya tadi, kenapa masih saja bertanya?”


Benar-benar tamparan yang sangat keras!


Sudut bibir Bai Yun dan Lei Hu bergerak liar, “...?”


Saat mereka sedang bersantai-santai dan memulihkan tenaga, pintu masuk dibuka secara paksa tanpa memperdulikan jantung lemah atau tidakya milik Bai Yun dan Lei Hu. Yue Liang Zhi mengernyit, berharap pintu dan rumah mereka tidak roboh hingga mengakibatkan penguburan hidup-hidup.


Terlihat seorang perempuan paruh baya, wajahnya dirias tebal, memakai hanfu berwarna merah muda dengan belahan dada turun dan akan segera menampilkan dua bulatan yang masih kencang di tubuhnya. Perempuan itu tengah bersedekap, terdengar decihan dari mulutnya, dia kini berada di depan mereka, “kalian pelayan baru masih berani istirahat tanpa bekerja! Kalian pikir, istana ini milik kalian, ha?”


Ketiga anak itu bersumpah bahwa wajah mereka kini tertimpa bedak yang meloncat ganas saat wanita itu membuka mulut, beberapa bedak seperti tepung mulai menjadikan tiga pasang mata menjadi perih.


Saat melihat perempuan itu, mereka menunjukkan ekspresi yang berbeda, Yue Liang Zhi memutar bola matanya jengah, Bai Yun meninggikan bibir kirinya yang berkedut ringan dan Lei Hu menatap kaget, 'perempuan aneh dari mana dia?'


Lei Hu bejalan menghampiri perempuan itu, “bibi, kenapa bibi marah-marah? Nanti cepat tua...”


“Bibi?” Yenny berteriak nyaring, “aku ini kepala pelayan!!”


'Salah lagi?' Lei Hu mendesah pasrah, matanya membulat tatangkala kepala pelayan mengangkat cambuk dengan tangan kananya.


Cetarrrr...


“Ahhh...,” tangan kanan Lei Hu terkena cambuk, saat kepala pelayan hendak mencambuk kembali, tiba-tiba sebuah tangan kecil menangkap ujug cambuk yang siap mendarat, tangan kecil Yue Liang Zhi perlahan mengeluarkan darah segar.


Tatapan mata Yue Liang Zhi menajam, dengan suara berat dia berbicara menusuk, “kepala pelayan!! Setatusmu memang lebih tinggi satu tingkat dari kami, namun, rasa kemanusiaanmu lebih rendah dari hewan. Apa kau pernah melihat hewan kera menolong ayam yang tengah terjebak? Kenapa kau malah mau menyiksa sesama manusia?”


“Dian kau!!” Kepala pelayan lantas mencambuk tubuh Yue Liang Zhi, saat cambuk mendarat, Bai Yun dan Lei Hu lantas menjadikan tubuh mereka perisai agar Yue Liang Zhi tidak terkena cambukan tersebut.


“...” Yue Liang Zhi mendengar teriakan dari kakaknya dan Lei Hu, perlahan tangannya mengepal geram, 'aku, Yue Liang Zhi bersumpah, akan menghancurkan Kekaisaran Huo, beserta Kerajaan yang berperilaku bejat terhadap warganya!!'


Tidak bisakah mereka menjadi orang normal? Kenapa orang-orang selalu menggrtak dan menggrtak?


Mulai dari menjajah Kerajaan Lei, menangkap dan memainkan hidup para tawanan, menjadikan anak di bawah sepuluh tahun menjadi budak dan sekarang... Kepala pelayan aneh tengah mencambuk galak.


“HENTIKAN!!” Teriak Pangeran Yun Fengyin dari luar, dengan langkah tegas dia melangkah masuk dengan tangan yang bersiap-siap untuk menampar.


Plak...


Tamparan mendarat di pipi kanan kepala pelayan, “apa hakmu untuk mencabuk mereka, ha?” Pangeran Yun Fengyin membentak sambil menunjuk kepala pelayan.


Kepala pelayan yang bernama Yenny memegang pipi yang telah ditampar sambil menunduk, matanya perlahan mengembun, “aku kepala pelayan dari kediaman anggrek putih Pangeran, aku memiliki hak untuk mendisiplinkan mereka bertiga,” saat Pangeran Yun Fengyin mendengar jawaban kepala pelayan, dia membalikkan muka sambil berdecih pelan.


Tangan kiri Pangeran Yun Fengyin perlahan terangkat, dia menunjuk ke arah pintu, “keluar!!!” Tanpa menunggu tindak lanjut dari Pangeran dingin Kerajaaan Yun, kepala pelayan bergegas pergi meninggalkan gudang yang telah dirubah menjadi kamar kumuh.