The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XV]



Terlihat mata teduh dan penuh kasih sayang dari Raja Kangjian Yun, “Fengyin, kau masih bersikeras untuk mengetahui kematian ibundamu?”


“Ayah, aku sangat yakin bahwa pihak Kekaisaran Huo dan Kerajaan Yun bagian timur bekerjasama,” Pangeran Yun Fengyin masih teguh dalam pemikirannya, perlahan dia mengambil sebuah kertas dari atas meja. “Jika mereka tidak bekerjasama, bagaimana mungkin surat ini bisa ada?” Tanyanya sambil memberikan kertas itu pada Raja Kangjian Yun.


Bait pertama berisi 'Bunuh putranya, seperti kita membunuh ibunya.'


Raja Kangjian Yun kini mengerutkan kening, dia merasa janggal hingga mata tuanya membaca baris terakhir yang berisi 'jangan biarkan Yun Fengyin lolos.'


Seperti tersambar petir, Raja Kangjian Yun langsung saja meremas kertas yang ada di gengamannya, lalu melempar kertas tersebut ke pojok ruangan. Seketika, matanya memancarkan kebencian api yang bersiap membakar seseorang hingga menjadi abu. Terdengar geraman dari mulutnya dan gebrakan pada kursi kebesarannya, “mereka yang telah membunuh istriku? Adikku dan Kekaisaran, telah merencanakan semua penderitaanku dari awal!! Bahkan mereka ingin membunuh putraku, putra yang aku besarkan dengan segenap kasih sayangku!! Benar-benar bejat!!”


“Dua hari yang lalu, aku melihat merpati yang terbang di belakang kediamanku. Sebenarnya dari awal aku tidak mencurigai merpati itu, namun aku berubah pikiran saat melihat lambang Kekaisaran yang tergambar di dada merpati,” jelas Pangeran Yun Fengyin.


Raja Kangjian Yun menoleh ke arah Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu yang berada di luar ruangan. “Klian aku terima menjadi bagian dari organisasi serigala putih, kalian bebas di sini. Lakukan apapun yang kalian mau, preoritas utama kita adalah menghancurkan Kaisar Huo Linzi!!!”


Yang dibutuhkan adalah merekrut anggota dan memperkuat organisasi serigala putih, menyusun rencana dan menghancurkan pemerintahan Kaisar Huo.


Saat melihat tangan Raja Kangjian Yun yang memberikan kode, mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam ruangan dan mendekat ke arah kursi kebesaran milik Raja.


Bai Yun segera membungkuk hormat, namun saat dia tidak merasakan adiknya dan Lei Hu melakukan hal yang sama. Dia segera menegakkan tubuh, kedua tangannya terangkat memegang kepala keduanya. Tanpa sepatah kata, Bai Yun membuat keduanya membungkuk ke depan, “hormat kami Raja Kangjian Yun...,” Bai Yun bersuara tegas.


“Aku terima hormat dari kalian,” Raja Kangjian Yun mengangkat tangan kanannya, “berdirilah!”


Mereka bertiga kembali pada posisi semula, terlihat Yue Liang Zhi yang mendengus dingin dan menatap tajam kakaknya. Dia penuh akan keluhan!


Bai Yun yang merasa tatapan tajam adiknya langsung merinding pada sekujur tubuh.


Pangeran Yun Fengyin yang melihat tingkah lucu Yue Liang Zhi mulai menyuarakan terkekeh geli, tangan kanannya menutup mulut agar tidak terdengar kikikan, “Yue'er... Kemari, ikuti aku. Aku mempunyai obat yang mujarap untuk menyembuhkan lukamu.” Pangeran Yun Fengying menarik pelan lengan Yue Luang Zhi yang tidak terluka.


“Mmm...,” Yue Liang Zhi mengangguk sambil mengembungkan pipi lemak susunya, dia dan Pangeran Yun Fengyin kini telah sampai pada suatu ruangan, obor-obor menerangi semua sisi ruangan. Tidak ada kegelapan yang mencekam, terlihat dua peta besar yang terpampang pada dinding.



“Ini adalah peta Benua Ziang...,” Pangeran Yun Fengyin memecah keheningan sambil menunjuk peta sebelah kiri, “terdapat beberapa kekaisaran, Kekaisaran terbesar adalah Kekaisaran Shan, dengan lalu lintas perdagangan terbesar dan memiliki militer yang tangguh di bawah pimpinan seorang Jendral muda.”


Yue Liang zhi mendekat ke arah peta, terlihat senyum miris yang terbit dari bibir mungilnya, “aku yakin, daerah yang paling besar kedua adalah Kekaisaran Huo... Daerah kekuasaannya sudah sangat luas, namun masih merasa belum cukup.”


Pangeran Yun Fengyin mengiyakan perkataan Yue Liang Zhi.


“Wilayah Kekaisaran Shan dapat di rampas oleh Kekaisaran Huo tanpa ketahuan, ah... Penghianat, aku yakin ada penghianat. Kemungkinan besar penghianat itu memikiki kedukan yang tinggi,”Yue Liang Zhi mengalihkan perhatiannya dari peta sebelah kiri, dia bingung sambil menunjuk peta sebelah kanan, “peta apa ini? Kenapa yang terlihat hanya titik-titik.”


“Belum saatnya kau tahu, suatu saat.... Suatu saat nanti, peta ini pasti akan sangat di butuhkan.”


“Ingin tahu hal yang lebih memalukan tentang Kekaisaran Huo?” Pangeran Yun Fengyin mendekati rak buku, dia mengambil buku yang sampulnya telah usang, perlahan dia berbalik dan mendekat ke arah meja yang berada di tengah ruangan tersebut, “Kekaisaran Huo sedang memerangi Kekaisaran Yin!!”


“Terkadang, seseorang selalu melirik dan memandang lebih apa yang dimiliki orang lain, tanpa merasa cukup dengan apa yang telah di miliki...” Yue Liang Zhi memalingkan pandangannya dari peta, dia menatap Pangeran Yun Fengyin yang tengah membaca buku, “mmmm... Pa—”


“Jangan panggil aku Pangeran! Telingaku merasa bosan mendengar sebutan itu, apa lagi saat mendengarnya dari mulut temanku sendiri,” tanpa mengalihkan pandangannya dari buku. Dia menunjuk satu meja yang berada di bawah obor, “lurus saja dan lihat di atas meja, ada obat untukmu, berikan juga pada kakak dan temanmu.”


Anak perempuan itu mendekat ke arah meja yang ditunjuk Pangeran Yun Fengyin. Ada beberapa botol obat yang berjejer rapih. Belum sempat Yue Liang Zhi membuka mulut, terdengar suara halus disertai ketegasan dari Pangeran Yun Fengyin, “ah, aku lupa. Yue'er, kau harus mengambil obat yang memiliki tutup yang terbuat dari kayu. Ingat! Jangan salah ambil, nanti bukan hanya tidak sembuh, bisa-bisa luka kalian menjadi membusuk.”


Tangan Yue Liang Zhi terulur mengambil obat, bibirnya mengerucut sebal. Dia merasa diperlakukan seperti anak kecil, tapi... Detik itu juga dia menyadari bahwa dia memang seorang anak kecil!


Pikiran Yue Liang Zhi mengambang dengan tangan yang memegang dagu, matanya memantulkan cahaya obor yang tengah menari-nari, dia terlihat seperti kelinci putih yang menggemaskan.


Kini mereka berdua duduk pada meja yang sama, namun dengan kegiatan yang berbeda. Pangeran Yun Fengyin duduk sambil membaca buku dengan serius, sedangkan Yue Liang Zhi fokus mengobati luka-luka yang ada di tubuhnya.


“Terimakasih Fengyin gege.”


Pangeran Yun Fengyin secara spontan menolehkan kepala, dia langsung saja menatap manik mata Yue Liang Zhi. Terlihat senyum manis yang mengembang dari mulut Pangeran Yun Femgyin, dia segera menutup buku yang tengah di bacanya, “aku yang harusnya berterimakasih.”


“??” Yue Liang Zhi menaikkan alis kirinya, “kenapa gege yang berterimakasih?”


“Selama ini, aku menjadi Pangeran yang tidak pernah memiliki teman. Para Pangeran dan Putri lainnya selalu memandangku sinis, mungkin karena Kerajaan Yun bagian barat tidak berpihak pada Kekaisaran Huo.” Terlihat tatapan merawang dari mata Pangeran Yun Fengyin, “memang aku pernah memiliki teman, tapi kenyataannya dia sering membicarakanku di belakang.”


“Tenang Fengyin gege... Masih ada aku, Bai jiejie, dan Lei jiejie. Kau tak perlu menangisi teman yang bermuka dua, tak perlu tangisi mereka yang hanya mendekat saat butuh saja. Yang Fengyin gege butuhkan adalah teman yang nyata, jangan perdulikan teman palsu seperti mereka...,” Yue Liang Zhi berbicara semangat sambil membusungkan dada, terlihat tanggannya yang menepuk dada berulang kali.


“Haha... Kau ini! Kau masih kecil tapi berperilaku seperti orang dewasa,” Pangeran Yun Fengyin mengelengkan kepala.


“Lebih baik aku berperilaku seperti orang dewasa, tapi pintar. Dari pada sudah dewasa tapi berperilaku anak kecil, seperti Kaisar Huo Linzi yang selalu iri dengan kepunyaan orang lain, ups—” dengan reflek Yue Liang Zhi menutup mulut dengan tangan.


“...” Pangeran Yun Fengyin terkekeh geli, namun seketika berhenti tatangkala melihat ekspresi Yue Liang Zhi yang berubah sangat cepat.


Ekspresi itu berubah sangat cepat bagai orang yang membalik kertas di buku tebal.


.


.


Catatan penulis:


Penulis menambahkan gambar peta Benua Ziang agar memudahkan para pembaca mengetahui batas wilayah Kekaisaran.