The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirth Of The God Of War [Chapter CXXVI]



Lei Hu mengelus pundak Wei Shuwan, dia menguatkan dalam diam melalui tindakan. Takdir keluarganya pahit, namun dia masih menemui kepahitan lagi dikehidupan orang lain.


“Takdir langit memang tidak bisa ditebak, tapi takdir biasa masih bisa diubah,” kata Yue Liang Zhi mengingatkan.


Itu tersiat makna yaitu manusia tidak bisa membaca buku takdir langit dan tidak akan mampu menebak isinya. Tapi, takdir biasa masih bisa diubah seperti kesedihan dapat diubah menjadi kebahagiaan, kebodohan dapat diubah menjadi kepintaran dan kelemahan dapat diubah menjadi kekuatan.


Wei Jun dan Wei Shuwan mengangguk, tidak mau berlarut dalam masa lalu yang menyedihkan.


Duarr!


Suasana kesedihan terganggu akan suara ledakan, semua orang segera menatap ke arah lain. Cahaya hijau berkelip tajam, itu merupakan cahaya pedang milik seseorang.


“Pedang Zhuang?” Beo Tao Jianying dan segera membelalakkan mata, “itu senior Liu Canghai! Cepat, kita harus membantunya!”


Sepersekian detik delapan garis bayangan berlari menghampiri tempat terjadinya ledakan.


Hutan timur di titik utara...


Sepuluh prajurit berdiri mengawasi sekitar meneliti setiap sudut hutan bilamana ada kejanggalan, masing-masing membawa senjata tajam bersiap membunuh penyusup baik hewan maupun manusia. Mereka berjalan berkeliling menjaga dua sosok penting yang duduk malas di atas batu.


Dua sosok penting itu adalah putra Kaisar Huo.


Huo Shaosheng menatap sisa prajurit yang masih berjaga, kemudian bertanya pada Taizi dengan nada kesabaran, “apa prajurit yang lain masih belum kembali?”


“Belum,” Huo Jiazhen menggeleng, “mereka bilang ingin mencari informasi tentang letak barang yang ayah inginkan.”


“Lalu, apa teman yang ingin kamu perkenalkan padaku masih belum menghubungimu?”


Huo Jiazhen kembali menggeleng. Dia mengadah menatap langit dan menghela napas berat, berandai dia mempunyai batu komunikasi seperti anggota serigala putih.


Organisasi serigala putih datang secara mendadak dan mampu menarik ambisi Kaisar Huo, mendominasi dalam memobilisasi pertahanan Kerajaan Yun barat sehingga Kerajaan itu mampu keluar dari peraturan pemerintahan Kaisar Huo, juga dibebaskan beroperasi dalam mengatur kehidupan warganya.


Duarr!


Lamuan itu pecah setelah terganggu bunyi ledakan.


Taizi dan Pangeran kedua tersentak menoleh keasal suara, saling memandang beberapa detik dan berdiri menghampiri prajurit.


Taizi Huo Jiazhen, “mari pegi dan lihat siapa yang bertarung.”


Di muka lain tempat terjadinya pertarungan...


Murid sekte Jianlong berkumpul menyerang Liu Canghai, perbedaan jumlah antara keduanya begitu mencolok. Sekte ortodoks menyerang satu orang secara bersamaan akan menjadi bahan tertawaan bagi penganut ajaran iblis, harga diri sekte terkemuka akan segera merosot jatuh ke titik terendah.


Lima diantaranya memakai pakaian hitam dengan disertai penutup hitam, seperti penyerang rahasia yang tidak mau menunjukkan identitas diri terhadap orang yang sedang diserang. Bahkan, kelima orang tampaknya kurang akrab dengan murid sekte Jianlong dan mempunyai perbedaan gerakan dalam mengayunkan pedang.


Salah seorang dari mereka menerbangkan jarum kecil dan menusuk paha Liu Canghai.


Liu Canghai mendesis, “kalian begitu ingin membunuhku.”


“Salah, kali ini kami hanya ingin menangkapmu,” seorang murid sekte Jianlong membantah tegas.


“Menangkap?” Liu Canghai mengernyit mendengar jawaban itu lantaran orang suruhan Kaisar biasanya paling sering berambisi untuk membunuhnya, dan sekarang hanya ingin menangkapnya? Pembual, dia yakin itu merupakan konspirasi tersembunyi, “jangan harap bisa menangkapku hidup-hidup.”


Tangannya kian mengerat pada gagang pedang Zhuang, cahaya hijau pedang berkilat tajam mengkontaminasi penglihatan dan memaksa semua orang menyipitkan mata.


Ledakan kembali terdengar, pohon terpotong dan roboh menimpa pohon lain.


Punggung masih tetap lurus, pedang masih tetap tajam dan tekad tetap masih kuat. Jika tidak bersalah, teruslah bertahan dan jangan menyerah sekalipun kematian telah mendekat. Liu Canghai tertawa mengejek, “cih, bermain cara kotor!”


“Tidak perduli omonganmu,” pemimpin murid sekte Jianlong melambaikan tangan ke depan, “tangkap dia.”


Tiga orang berjalan mendekat mengulurkan tangan berniat memapah tubuh Liu Canghai.


“Kalian pikir murid sekte Qinglong begitu mudah diintimidasi?”


Suara itu terdengar lembut menggelitik telinga tetapi entah bagaimana bisa menindas semua orang untuk segera berlutut, pemilik suara masihlah seorang anak cantik berpakaian serba merah. Senyum miring itu memberi kesan agar setiap orang segera waspada, seakan iblis besar akan segera melahap jiwa-jiwa tak bersalah.


Tao Jianying memukul mundur tiga orang sekte Jianlong dan memapah lewat lengan kanan Liu Canghai, “senior?”


“Aku baik, ototku lemas setelah terkena jarum dari orang berbaju hitam,” Liu Canghai bersuara rendah dan lemah.


Yue Liang Zhi dapat mendengar jawaban itu secara jelas seperti pihak lain tengah berbicara tepat di depan wajahnya, dia kemudian mengambil banyak jarum kecil lalu menerbangkan hingga mengenai seluruh murid sekte Jianlong.


Mereka berseru secara bersamaan, “apa ini?!!”


Lima sosok berpakaian merah mengecek nadi murid sekte Jianlong, “itu bukan pelemah otot,” ucapnya memberikan identitas pada semua orang bahwa itu seorang laki-laki dewasa.


“Itu racun,” respon Yue Liang Zhi terlewat santai seakan dia hanya memberikan informasi: "kalian telah meminum obat tidur dan akan tidur sebentar."


Semua murid sekte Jianlong ingin muntah darah setelah mendapati kenyataan, mereka hanya berniat membawa Liu Canghai sesuai perintah Patriark dan bukan untuk mengantarkan nyawa secara sukarela.


“Kamu begitu kejam!!” Pemimpin murid berteriak keras menyuarakan rasa keputusasaan, tentunya masih berpikir apa lagi yang bisa dia lakukan setelah diracun oleh pihak lawan selain berteriak.


Mengancam? Dia tidak mampu karena nyawa mereka juga terancam.


Menyerang? Dewa tahu seberapa takutnya dia ketika mengemban tugas membawa paksa si nomor satu kultivator muda, terlebih sekarang ada kehadiran Tao Jianying dan beberapa kawannya, kemenangan di pihaknya adalah suatu kemustahilan bila mereka saling menyerang.


Mereka semua menangis tanpa air mata dan mengeluarkan ingus pertanda kesedihan, menahan wajah berani demi membawa kewibawaan dan kesan berani.


Kelima sosok berpakaian hitam berlari menyerang, Yue Liang Zhi menarik pedang sembarang yang ada di Dunia lotus guna menangkis serangan. Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun, Wei Jun dan Ruan Xulei tidak tinggal diam dan ikut melakukan pertahanan bersama merah kecil.


Bunga api timbul setelah dua pedang saling bergesekan kuat, kedua belah pihak tampak seimbang.


Hanya sekitar sepuluh menit, lawan Yue Liang Zhi terpukul mundur dengan tidak sengaja menjatuhkan plakat prajurit. Lawannya bergegas menyembunyikan barang di balik lengan penuh kepanikan.


Saat jatuhnya plakat, benda itu tidak hanya dilihat oleh Yue Liang Zhi seorang tapi Pangeran Yun Fengyin juga ikut melihat dari sela pertarungan. Keduanya memiliki wajah mencibir dan saling mengangguk satu sama lain.


“Mundur,” titah Yue Liang Zhi berjalan mundur setelah memastikan lima orang lain telah kalah, dia menatap semua murid sekte Jianlong, “kalian semua masih diam dan tidak pergi? Apa menunggu mati di sini tanpa pengobatan?”


Belum ada jawaban dari mereka, tapi detik berikutnya mereka bersujud membenturkan kepala ke tanah. Lima berpakaian hitam berlutut sambil memegangi anggota tubuh yang terasa nyeri.


Yue Liang Zhi menoleh ke belakang mendapati Taizi dan Pangeran kedua berjalan ke arah sini, dia tidak perlu melakukan pernghormatan dan kembali membuka mulut, “masih tidak pergi?!”


Semua murid sekte Jianlong tersentak mengangkat kepala.


Huo Jiazhen melirik mereka yang masih di tanah, “kalian semua pergi!”


Tidak ada bantahan, mereka berdiri dan berlari mundur tanpa menoleh ke belakang.


Hanya dengan satu perintah Huo Jiazhen mereka menurut tanpa berpikir dua kali, tetapi dengan perintah Yue Liang Zhi mereka semua ragu. Ini seperti mereka lebih takut domba gemuk daripada serigala!