
Yue Liang Zhi sedikit tersenyum dan mengangguk ringan, sedari awal telah meprediksi akan datang keuntungan terselubung. “Aku ingin menuju Kekaisaran Yin,” dia menaikkan alis kirinya, “memang kenapa tuan pendekar bertanya demikian? Apa kalian memiliki arah perjalanan kesana juga?”
“Wah...,” Wei Jun memiki sedikit jejak kebahagiaan, “itu bagus, kami juga akan menuju kesana.”
Sekte Qinglong terletak di Kekaisaran Huo, tepatnya dua puluh delapan kilometer dari perbatasan Kekaisaran Huo dengan Kekaisaran Yin. Dua rombongan itu memiliki perjalanan dalam rute yang sejalur, Wei Jun percaya akan takdir langit yang telah mempertemukan mereka dengan Yue Liang Zhi. Mengenal kultivator kuat dan masih muda adalah berkat terbaik dari para Dewa.
Tao Jianying menyimak sambil membenarkan dalam hati, “kami dalam perjalanan kembali dari misi sekte Qinglong, tidak disangka tiba-tiba mendapatkan musibah di tengah perjalanan.” Dia menghela napas kasar, “beruntung dermawan Yue menyelamatkan kami tepat waktu.”
“Cih, ini semua gara-gara kelakuan tuan muda klan Chen! Mereka mengambil anak spirit beast yang tadi dermawan Yue bunuh, melimpahkan kesalahan kepada kami...,” Wei Shuwan mengerutu sebal.
Di Kekaisaran Huo terdapat beberapa Kerajaan besar yaitu Kerajaan Yun yang dibagi menjadi Yun barat dan Yun timur, Kerajaan Lan, Kerajaan Xuan dan Kerajaan Bei. Klan terbesar adalah Klan Chen, Klan Xiu dan Klan Wei.
Klan Chen menjadi penguasa dalam perdagangan di Kekaisaran Huo, mempunyai hubungan baik dengan Klan Xiu melalui aliansi pernikahan antara tuan muda dan nona muda. Klan Chen juga menjadi sekutu Kaisar, bahkan pemimpin Klan menjadi salah satu orang kepercayaan Kaisar Huo. Dua anak pemimpin Klan diterima menjadi murid dalam di sekte Qinglong, selalu menekan para murid terutama murid dari Klan Wei.
Wei Jun segera menegur adiknya, “meimei tidak boleh mengerutu di depan dermawan Yue!” Dia sedikit mengaruk tengkuk leher, “maaf Shuwan'er masih sangat labil dalam bertindak.”
Yue Liang Zhi menatap Pangeran Yun Fengyin penuh tanda tersembunyi, menemukan sekutu di jalan sempit sedikit membuatnya merasa senang. “Aku tidak mengambil hati perkataan nona Wei,” melambaikan telapak tangan kanannya dengan selaras, “mmmm... Klan Chen? Bukankah klan ini sangat berpengaruh dalam bidang ekonomi Kekairan Huo, kalian tertimpa kesialan karena telah menyinggung klan Chen.”
“Ini...,” Wei Jun merasa sedikit ragu.
“Hanya konflik kecil antar anggota sekte, tidak perlu dermawan Yue pikirkan,” ucap Tao Jianying.
Menangkap arti terselubung di kalimat Tao Jianying, Yue Liang Zhi tidak tersindir maupun terpukul. Bisnis orang lain, dia sama sekali tidak perduli! Dia yakin Tao Jianying tidak berniat menolaknya untuk menjelaskan dan mempermalukannya, lagi pula konflik antara dua Klan tidak akan sampai ke matanya, itu terlalu... Tidak penting.
“Nona Yue, mari melanjutkan perjalanan bersama kami!” Cletuk Wei Shuwan antusias sambil mengandeng lengan Yue Liang Zhi, tampak akrab seperti teman yang bertemu kawan lamanya.
“Shuwan'er—”
Mendapat ajakan menguntungkan, Yue Liang Zhi tidak mampu mengatakan tidak. Dia mengangkat tangan kanan untuk memotong pecegahan Wei Jun, “tidak perlu terlalu sopan, umurku masih muda, bahkan seumuran dengan nona Wei.” Mata indah melirik Pangeran Yun Fengyin, “mari kita lanjutkan perjalanan, aku berharap kalian tidak keberatan dengan empat orang tambahan.”
Tiga murid sekte Qinglong segera mengangguk serempak sebagai jawaban, tidak mempermasalahkan tambahan orang di kelompok.
Empat sosok berubah menjadi tujuh sosok, penjaga bayangan masih bersembunyi dan mengurangi napas keberadaan. Yue Liang Zhi mengamati murid sekte Qinglong, sedetikpun matanya sama sekali tidak pernah teralihkan, diam-diam meneliti cara menggunakan teknik qing gong[1]. Merasakan tatapan intens Pangeran Yun Fengyin terarah padanya, dia segera mendongakkan wajah penuh tanda tanya.
^^^[1] Qing Gong adalah teknik qigong atau seni bela diri untuk membuat tubuh sangat ringan, dengan cara mengubah distribusi dan aliran qi.^^^
“Qing gong milikku tidak terlalu bagus, jadi—”
“Aku tahu,” potong Yue Liang Zhi tanpa berperasaan, “jika teknik gege bagus, sudah pasti akan mengajari kami tanpa diminta.”
Pangeran Yun Fengyin segera merasa jiwanya tertampar dan tersesat di dasar jurang.
Dua kuda spirit beast melaju dengan diiringi Tao Jianying, Wei Jun dan Wei Shuwan yang berlari ringan. Langit perlahan berubah warna menjadi orange, dari kejauhan terlihat pintu Kerajaan Lan dengan penjaga dibagian kiri dan kanan. Merasa sudah waktunya beristirahat, mereka segera memutuskan untuk menginap dan mencari penginapan terdekat. Antrian di pintu masuk tidak terlalu panjang, hanya sediki warga yang berlalu lalang, pengungsi dan pedagang dari wilayah lain.
Tiba giliran rombongan Yue Liang Zhi, biaya masuk perorang adalah sepuluh puluh koin emas. Saat dia merogoh tas qiankun dan berniat membayar sejumlah empat orang, Tao Jianying terlebih dahulu menyodorkan sejumlah uang sebagai biaya masuk untuk tujuh orang.
“Nona Yue, aku yang akan membayarnya.”
Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu terkejut ringan, “......”
“Eh?” Yue Liang Zhi berkedip polos, “baiklah, aku harap ini tidak merepotkan pendekar,” dia tersenyum ke arah Pangeran Yun Fengyin.
'Licik!!!' Pangeran Yun Fengyin menahan tawa sambil mengalihkan pandangannya. Ingin menyalakan lilin sebagai bentuk keprihatinan.
Rombongan perlahan memasuki Kerajaan Lan. Tentu! Yue Liang Zhi, Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu tidak menggunakan kuda sebagai tungangan. Mereka nemilih berjalan pelan sembari memandangi hiruk pikuk, tugas menarik tali kekang dilimpahkan pada Bai Yun dan Lei Hu. Menurut Yun Fengyin, menunggangi kuda akan terlalu menarik pusat perhatian.
Situasi dua garis bayangan yang tertinggal di belakang rombongan.
“Hanya beberapa keuntungan kecil,” Yue Liang Zhi balas berbisik, “mendapat penginapan gratis mungkin, atau beberapa makanan gratis,” dia mengedikkan bahu tanda tidak perduli.
Pangeran Yun Fengyin menganggap metode itu mirip seperti bandit, kemudian merasa si korban dengan bodoh dan sukarela memberikan harta benda tanpa diancam terlebih dulu.
Sejak mereka bertemu dengan rombongan Tao Jianying, mereka tidak buta untuk mengenali rombongan itu sebagai murid disuatu sekte. Yue Liang Zhi yang berpikiran jernih berspekulasi melalui pakaian tiga orang, bahan dasar pakaian itu terbuat dari benang sutra yang halus dan mahal. Menarik kesimpulan identitas ketiganya sebagai orang kaya dan royal, terlebih saat tatapan enggan menerima terpancar dikala dia memberikan pil penyebuh luka dalam darinya.
Pangeran Yun Fengyin dapat merasakan hantu liar di pikiran anak itu mengambang terbang hingga membuatnya meremang, “biar aku tebak, otakmu sedang merencanakan sesuatu lagi.”
“Bukan salahku,” Yue Liang Zhi tampak seperti anak kecil yang terpojok dengan tuduhan yang tidak berdasar. “Salahkan Wei Shuwan, dia telah mengungkapkan konflik mereka dengan Klan Chen. Aku hanya berusaha menjadi orang yang fleksibel.”
Fleksibilitas maca apa yang mengakibatkan orang lain merugi?
Sudut bibir Pangeran Yun Fengyin tertarik membentuk senyuman tapi bukan senyuman, mengerti arah pembicaraan anak itu.
Sepasang alis Yue Liang Zhi turun kala dia mencebikkan bibir, dia terfitnah setelah melihat ekspresi lawan bicaranya. Ayolah, dimana letak kesalahannya? Dia hanya mendapat sekutu kecil, oke?
Dari dunia lotus Qiao Qiao sedikit meradang, [tuan, kau benar-benar master pencari keuntungan.]
Baik, lupakan sekutu! Lupakan keuntungan! Yue Liang Zhi hanya mengambil peluang dari jalan pintas!
Dia membuang muka dan mendengus dingin, berlari ketika merasakan rombongan di depannya hampir menghilang dari pandangan.
“Ck, Liang Zhi!!!” Pangeran Yun Fengyin berlari menyusul.
Mereka berhenti tepat di depan penginapan, bangunan itu luas dan besar. Memiliki beberapa lantai yang membentuk bangunan menjadi memiliki ketinggian yang relatif di atas rata-rata, membuat mereka harus mengadah agar dapat melihat ujung bangunan. Terdapat plakat besar yang tergantung dengan kalimat "penginapan mawar hitam."
Bai Yun dan Lei Hu menyerahkan tali kekang dua kuda pada pelayan, meminta pelayanan merawat kuda spirit beast dengan pelayanan ekstra apel segar sebagai makanan. Bai Yun lantas memberi upah beberapa koin emas, membuat pelayan sumringah dan penuh semangat dalam menjalani tugas
Begitu memasuki penginapan, mereka disuguhkan puluhan meja dan kursi yang tertata rapih. Perabotan di lantai satu mirip seperti kedai makanan, beberapa kultivator dan orang awam sedang sibuk menyantap hidangan, belasan pelayan berusaha melayani pelanggan dengan sebaik mungkin.
Yue Liang Zhi mendahului rombongan tersebut, mendongak saat sampai di meja resepsionis sambil mengeluarkan suara khas anak kecil, “paman, aku ingin memesan dua kamar terbaik dari penginapan ini.”
“...” seorang pria menundukkan kepala melihat ke asal suara, “nona kecil ingin memesan kamar?” Dia tersenyum ramah, tidak menyepelekan lawan bicara walaupun itu adalah seorang anak kecil.
Merasakan keramahan ini, Yue Liang Zhi segera mempunyai kesan baik pada penginapan mawar hitam.
Tao Jianying segera tertawa kecil melihat kelakuan Yue Liang Zhi, dia sangat yakin, semua orang akan menganggap dermawannya sebagai anak kecil rapuh dan sangat lemah lembut, “paman... Kami akan memesan empat kamar terbaik, berapa biayanya?”
'Benar-benar menjadi kenyataan?' Sudut bibir Pangeran Yun Fengyin berkedut ringan. Pancingan kecil Yue Liang Zhi mampu menarik ikan besar yang segar dan empuk, dia diam-diam memaku metode ini di pikirannya, berharap lain waktu dia bisa mencoba.
“1.000 koin emas per kamar.”
“Baik...,” sebelum Tao Jianying menyerahkan tas kecil berisi koin, dia di dahului oleh seorang laki-laki.
“Kami ingin memesan kamar terbaik!!!” Nadanya terdengar seperti seseorang yang tidak pernah belajar etika dan kesopanan.
Terlihat laki-laki dengan gaya angkuh, tatapan merendahkan sangat menghiasi disetiap pergerakannya. Masih terlihat muda seperti Tao Jianyang! Itulah kalimat yang terbesit dalam benak kelompok Yue Liang Zhi yang berisi empat orang.
Pelayan pria segera membungkukkan sedikit tubuhnya, “maaf tuan muda, kamar terbaik di penginapan mawar hitam telah habis, kamar terakhir barusan telah dipesan oleh tuan muda ini,”
“Aku tidak perduli,” wajahnya menampilkan ekspresi mengejek, “dia mengambil kamar terakhir bukan? Jika iya maka bagus, aku akan mengambil kamar yang dia pesan.” Laki-laki itu melemparkan tatapan provokasi, mengangkat dagu sebagai kode menantang. Di sebelahnya, terdapat anak perempuan tengah memegang kandang berisi singa kecil yang menggulung cakar kecil dan ekor di sudut kandang, terlihat sangat jelas jika singa tersebut sangat tertekan.
Jangan lupakan beberapa penjaga berbaju abu-abu, mereka sedikit mengambil posisi menyebar dan menampilkan tampang datar sebagai hiasan. Di sudut baju terdapat sulaman huruf 陈 (Chen).
Yue Liang Zhi memeiringkan kepalanya ke kanan, “tuan muda Chen, apa kau memiliki hobi merebut milik orang lain?” Dia maju beberapa langkah saat melihat laki-laki itu memiliki jejak kebingungan.