The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter CXXXI]



Harem Kekaisaran begitu gelap dan penuh intrik!


Dua putra yang tidak mempunyai gen Kaisar diakui oleh seluruh orang sebagai Pangeran, yang satu anak terlantar dan yang lain merupakan anak hasil perselingkuhan.


Wei Shuwan sedikit ragu menyuarakan pendapat, “mungkin Kaisar Huo Linzi mengetahui kebenaran ini dan ingin membunuh Pangeran kedua”


“Bukan,” Pangeran Yun Fengyin menggeleng, “jika Kaisar sudah mengetahui hal ini maka dalam membunuh Huo Shaosheng tidak memerlukan cara serumit itu. Misalkan, Kaisar akan memberitahu aib Huo Shaosheng pada seluruh dunia dan membunuhnya tampa ragu. Juga, Kaisar tidak akan sebegitu gila menjebak Taizi Huo Jiazhen dan menggantikan posisinya dengan Huo Shing.”


Benar! Bila Kaisar memang mengetahui rahasia ini, maka semuanya tidak akan berkembang menjadi serumit sekarang. Taizi Huo Jiazhen mempunyai pemikiran yang serupa seperti Yun Fengyin, sementara Huo Shaosheng masih tetap tertawa miris.


Alis kiri Yue Liang Zhi terangkat saat memikirkan respon Huo Shaosheng yang sedikit tidak normal setelah mengetahui identitas sebagai anak palsu Kaisar.


Orang biasanya akan menangis dan depresi setelah mengetahui kenyataan pahit, namun Huo Shaosheng tidak berniat menangis dan bahkan tawa itu merupakan tawa palsu. Seakan sudah mengetahui informasi ini sebelum Huo Jiazhen memberitahu, sehingga tidak memberikan gelombang kejut bagi mentalnya.


Yue Liang Zhi mengamati raut terkejut semua orang, pandangannya terjatuh pada Liu Canghai yang terdiam sambil mengalihkan pandangan ke arah lain. Kemudian sudut bibirnya terangkat membentuk smirk iblis ketika menyadari sesuatu, “Jiazhen... Buka baju atasanmu, aku akan segera mengobatimu.” Dia berdiri sembari mengusir Xiao Bai dari pangkuan.


“Kenapa terburu-buru?” Tanya Huo Jiazhen tapi tangannya bergerak cekatan melepas sabuk di pinggang. Dari ucapannya, dia terdengar seperti orang kebingungan dan masih mampu menahan kesakitan. Tapi dari gerakannya, itu seperti orang yang tidak sabar dan antusias.


“Bukan aku yang terburu-buru, tapi orang lain!” Balas Yue Liang Zhi penuh arti dan langsung bersitatap dengan Liu Canghai.


Liu Canghai merasa dirinya akan segera dicekik mati oleh tatapan merah kecil, dia berkedip lalu berkedip kembali sampai sosok itu mengambil jarum dari udara kosong.


Huo Jiazhen, Huo Shaosheng dan Liu Canghai terkejut setelah melihat satu set jarum mendadak muncul di samping Yue Liang Zhi. Tujuh orang menampilkan kewajaran seakan kemampuan yang luar biasa itu merupakan hal lazim bila terjadi pada Yue Liang Zhi.


Jari lentik di tangan kecil Yue Liang Zhi bergerak cepat menusuk jarum ke tubuh Huo Jiazhen, hanya beberapa menit tubuh atas Taizi kini seperti landak berduri. Tangan kanannya memukul pelan sebidang punggung yang tidak ditusuk jarum, mengalirkan qi secara pelahan hingga rasa hangat menyebar keseluruh tubuh.


Sekitar sepuluh menit...


Mendadak urat di balik kulit tipis Huo Jiazhen menghitam diberbagai tempat, kemudian bergerak naik berkumpul di leher dan menjadikan urat leher menghitam. Dia mendongak dan meringis menahan sakit. Kedua tangan mengepal kuat merasakan pergerakan tak nyaman yang berpusat di leher.


Semua orang menahan napas, Wei Shuwan dan Bai Yun menggigit kuku pertanda kecemasan.


Merasa Huo Jiazhen berada di titik kritis, Yue Liang Zhi lantas berganti posisi ke depan tubuh laki-laki itu, “kamu ingin bekerjasama denganku dalam mempertahankan posisimu. Sayangnya, aku bukan hanya ingin membantumu tapi ingin membunuh Kaisar Huo Linzi.”


Tao Jianying, Wei Jun dan Wei Shuwan membelalakkan mata mendengar ambisi sosok merah. Tidak menyangka selain mempertahankan posisi Huo Jiazhen sebagai Putra Mahkita, itu masih ada niatan menggulingkan Kaisar Huo dan otomatis akan menarik Huo Jiazhen menjadi Kaisar kecil.


Huo Jiazhen menahan agar tidak segera tersedak gumpalam darah di tenggorokan.


Pernyataan itu sangat tidak tepat dengan kondisi saat ini, itu diibaratkan saat ada seseorang yang berada di ujung kematian kemudian ditawari teh pahit atau teh manis. Oleh karena itu, respon tersedak Huo Jiazhen sudah lebih baik dari mati mengenaskan.


Yue Liang Zhi bersikap santai tanpa memahami derita Huo Jiazhen, “dia yang mati atau kamu yang mati?”


Jika Huo Jiazhen menolak Yue Liang Zhi sekarang, dia akan berakhir kematian. Jika setuju, dia akan mengulur waktu agar tetap hidup namun tetap berakhir dibunuh Kaisar.


Pangeran Yun Fengyin, “setelah kematian Premaisuri Tang Nuwa, bukankah seluruh keluarga Jenderal Tang dihukum penggal dengan tuduhan berniat melakukan pemberontakan?” Dia mendekat dan mengamati mata merah Huo Jiazhen, “Kaisar Huo Linzi naik tahta berkat Jenderal Tang, tapi setelah kedudukan Kaisar seimbang tanpa goncangan dan tidak lagi mempunyai pemberontak, Kaisar dengan mudahnya membunuh tanpa ampun. Kamu sebagai putra Tang Nuwa, apa tidak ingin membalas?”


“Bu— bukan, be... begitu,” Bola mata Huo Jiazhen berputar naik dengan seluruh wajah yang merah padam.


Dia menangis meratap dalam hati, berpikir kenapa dua orang ini begitu bias?


Apa tidak lihat semenit lagi dia seperti ini, dia akan segera mati dengan jarum yang masih menusuk kulit. Dia enggan mati dengan wujud seperti landak!


Jika benar-benar mati sekarang, namanya akan masuk ke daftar kematian paling konyol sepanjang sejarah!


Huo Shaosheng mencegah penyiksaan lebih lanjut, “sepakat! Kakak Jiazhen sepakat!” Dia panik memegang lengan Yue Liang Zhi.


“Oke, janji kalian aku pegang,” Yue Liang Zhi memukul keras punggung Taizi.


“Uhukkkk...,” Huo Jiazhen memuntahkan sesuatu yang berwarna hitam. Urat hitam di leher telah menghilang seiring jarum yang ditarik satu per satu, kemudian jari telunjuknya menunjuk di depan hidung Yue Liang Zhi, 'kamu... Kamu begitu beracun.'


Huo Jiazhen mengelus leher berulang kali seakan lehernya saat ini bukanlah lehernya, Huo Shaosheng menyodorkan botol bambu berisi air padanya.


Yue Liang Zhi tersenyum puas dengan membersihkan satu set jarum, mengabaikan sepasang orang bermarga Huo yang memberikan pandangan horor. Dia menjentik ujung jarum seperti dokter di zaman moderen yang menjentik jarum suntik sebelum menyuntik pasien, hal itu tanpa disadari mendorong Liu Canghai menelan saliva kasar.


Bocah ini, apa tidak ada cara lain untuk memaksa seseorang memenuhi keinginan selain memggunakan cara brutal?


Sepasang saudara Wei dan Tao Jianying yang semula terkejut dengan ambisi Yue Liang Zhi kini telah normal, berpikir memang Kaisar Huo perlu enyah dari dunia ini. Kaisar seperti itu tidaklah dibutuhkan, buang yang lama dan ganti.


Tangan Yue Liang Zhi mengusap angin dan seketika muncul lusinan botol pil wèizhuāng, kemudian memanggil tiga perwakilan pasukan Hei Long yang masih menjaga prajurit Huo Jiazhen, “ambil pil ini! Kalian teteskan darah ke dalam botol pil dan memakan pil satu kali sehari, aku ingin kalian menyamar menjadi prajurit Kekaisaran.” Dia menatap Pangeran Yun Fengin, “gege juga harus memberikan Huo Jiazhen dan orang-orang ini batu komunikasi.”


Menyelundupkan sepuluh pasukan Hei Long ke Ibu kota Kekaisaran merupakan strategi terbaik. Selain mendapat informasi pergerakan Kaisar, itu juga bisa membantu Huo Jiazhen dan Huo Shaosheng keluar dari kecurigaan Kaisar lantaran masih bisa keluar dari hutan timur hidup-hidup.


Bai Yun mengingat pertanyaan yang telah terkubur selama beberapa hari, “Yue'er, siapa mereka? Kenapa mereka bisa ada di sini? Dan juga bukankah Xiao Bai seharusnya berada di tenda Yue'er?”


Bola mata Yue Liang Zhi berputar malas karena kakaknya mulai mencecarnya dengan pertanyaan yang tiada akhir, “mereka orangku dan datang bersama Xiao Bai.”


Bibir Bai Yun bungkam, dia paham bila adiknya menjawab dengan kalimat yang terkesan menutupi itu berarti tidak ingin menjelaskan lebih rinci padanya. Dia mengangguk dan tidak lagi bertanya, berpikir biarlah Yue Liang Zhi mempunyai rahasia pribadi. Lagipula, dia tidak mewajibkan semua rahasia adiknya perlu diberitahukan padanya.