The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
TQOTD Chapter XCIII [Gua zengqiang dan penatua sekte]



Mata penatua Tuoli memiliki getaran bagai riak air di permukaan danau, bibirnya kelu akan bagaimana menyikapi perilaku kedua murid barunya. Dia menghela napas berat, “gua zengqiang telah di buka, murid dari keempat kelas sekte diperbolehkan melakukan kultivasi di sana.”


Kelas kembali ricuh, mereka merasa di naikkan setelah mendapat serangan kaku dari Yue Liang Zhi.


Di sekte Qinglong, gua zengqiang menjadi tempat paling bagus untuk meningkatkan tingkat kultivasi, bebatuan stalagmit dan stalaktit memiliki fungsi yang hampir sama seperti kristal spirit beast. Namun, di bagian dalam gua masih terdapat danau yang libih efisien untuk meningkatkan kultivasi. Kultivator yang berendam di dalam danau bisa menyerap dua kali lipat energi langit dan bumi, bahkan bisa tiga kali lipat, itu semua tergantung dengan bakat bawaan.


Seluruh murid dalam bisa berkultivasi di gua, tidak ada batasan jumlah dan tingkatan. Tapi untuk bebas berkultivasi di dalam danau tanpa batasan waktu, seorang murid harus memiliki izin dari penatua atau menjadi peringkat 30 besar sekte Qinglong. Hal yang membuat antusias adalah setiap enam bulan sekali, tempat ini akan di buka untuk seluruh murid dari empat kelas.


Murid kelas Dan jian berbondong-bondong berjalan keluar kelas, hujan salju telah berhenti. Kini tersisa hanya hamparan salju yang lumayan tebal, kaki mereka sedikit terpelosok hingga mengakibatkan banyak jejak kaki dengan ukuran yang berbeda-beda.


Ketinggian mulut gua mencapai empat meter, Bai Yun dan Lei Hu mendongak. Bukan karena ketinggian gua, keduanya merasa mulut gua seperti membentuk kepala naga dengan gigi runcing serta pandangan mata tajam.


Wei Jun mengikuti arah pandang kedua perempuan yang tengah berjalan di depannya, “gua zengqiang memang berbentuk seperti naga, yang paling menonjol dari bentuk naga yaitu bagian mulut gua.”


“Gua ini ada sejak kapan?” Tanya Yue Liang Zhi sambil meletakkan kedua tangannya ke belakang, dia merasa penasaran dengan semua hal yang berbau naga.


Tao Jianying mengusap dagu mencoba mengingat, “sudah ada sejak berdirinya sekte Qinglong, 98 tahun yang lalu.”


Sekte Qinglong berdiri sekitar 98 tahun yang lalu, tepatnya saat Patriark Wen Hua berusia 26 tahun. Sepak terjang murid sekte ini telah tersohor hingga kepenjuru Kekaisaran Huo, Wen Hua juga memiliki hubungan baik dengan pemimpin sekte Tianshang generasi pertama. Setiap satu generasi terdiri dari tahun ke tahun hingga mencapai 30 tahun, setelah lebih dari itu akan termasuk generasi kedua dan seterusnya.


38 tahun yang lalu, Tao Hong Li merupakan murid sekte Qinglong generasi kedua. Dia diangkat menjadi penatua diusia 25 tahun, kala itu dia menjadi penatua yang termuda.


Tahun demi tahun berlalu, Touli yang berusia 23 tahun dijadikan penatua pada 12 tahun yang lalu. Setelah dua tahun kemudian, dia mengambil Liu Changhai sebagai murid pribadi. Tahun ini menjadi tahun kematian para penatua terdahulu, sekte Qinglong berada diambang kehancuran karena keserakahan Kaisar Huo Linzi.


Pasca peperangan, Meng Yanli menjadi penatua diusia 21 tahun. Hingga sekarang, sekte Qinglong memiliki empat penatua termasuk Yuwen Yue.


Yue Liang Zhi kembali berjalan, tiga orang dari anggota kelompoknya mengekori bersama kelompok Tao Jianying, “ah... Aku sekarang paham apa motif Kaisar ingin menguasai sekte Qinglong,” sosok kecantikan merah tertawa kecil.


“Kaisar ingin mendapatkan dukungan, tapi di sisi lain secara tidak langsung ingin memeras lebih parah dari seorang bandit,” sudut bibir kiri Pangeran Yun Fengyin terangkat mencibir.


Senior Shu Ming mengangguk membenarkan, dia tidak munafik tentang rasa ketidaksukaan pada para murid yang berada di pihak Kekaisaran, “dan sampai sekarang kami telah memperlakukan mata-mata dengan sangat sopan.” Ucapnya sembari menatap murid dari klan Xiu dan klan Chen.


“...” Yue Liang Zhi menaikkan alis kirinya, dia memberikan pandangan seakan menindas kedua klan merupakan hal menarik.


Pintu megah menjulang tinggi, rupanya terdapat pintu pemisah antara bebatuan dan bagian danau.


Dua kelompok kini berdiri di depan pintu, mereka melangkah masuk dan melihat puluhan kultivator yang tengah berendam. Di pinggir danau, dua bersaudara Xiu dan Chen Bai Mo melirik sinis ke arah kelompok Yue Liang Zhi. Xiu Juan merasa iri dengan seluruh hal yang melekat pada kecantikan berbaju merah, Xiu Zhuting mengeram mengingat tangannya dan beberapa bagian tubuh lain yang tengah dililit perban. Chen Bai Mo berbeda, laki-laki itu menyiratkan tatapan keserakahan.


Yang ditatap masih acuh tak perduli, Yue Liang Zhi hanya berfokus melepas mantel yang sedari tadi melekat di tubuh. Bai Yun dan Lei Hu mengikuti, Pangeran Yun Fengyin membekap mantel putih dengan mata bergerak-gerak menatap keramaian.


Zhaoshan merah sedikit mengambang saat Yue Liang Zhi memasuki danau, dia seperti kecantikan bunga mawar berduri yang tumbuh di tengah hutan. Cantik, langka dan tak tersentuh. “Ge, kemarilah! Ini tidak dingin.”


“Benar, jangan hanya berdiri diam di situ,” tangan Tao Jianying melambai ke depan dan ke belakang.


Pangeran Yun Fengyin sadar dari rasa linglung, dia lantas tersenyum dan otomatis senyumannya memikat banyak pasang mata. Mulanya dia ragu bergabung dengan kerumunan, dia merasa tidak nyaman bersama orang-orang baru. Tapi, itu sekarang bukanlah masalah besar, dirinya kini diterima dengan tulus tanpa dimanfaatkan. Mendapat kawan baru adalah hal yang menyenangkan.


Empat fitur halus berendam, kulit putih susu Yue Liang Zhi seperti bersinar saat terkena air. Surai hitamnya kontras dengan kulit, namun warnanya wasih senada dengan warna kombinasi hanfu yang dia kenakan.


Pandangan kelompok Tao Jianying dan dua senior terpaku ke arah pahatan surgawi, mereka bisa merasakan energi langit dan bumi di sekitar secara mendadak mulai menipis.


Cahaya biru berputar di sekitar tubuh Yue Liang Zhi, 80 titik meridiannya menjarah seluruh energi yang ada di danau.


Semua orang menghentikan penyerapan, mereka menatap Yue Liang Zhi dan segera membandingkan warna air danau. Di sekitar murid biasa air hanya akan berwarna jernih normal, tapi di sekitar anak itu warna air danau akan berubah menjadi biru. Catat biru!


Ini tidak pernah terjadi sebelumnya, bahkan dua generasi sebelumnya tidak menjumpai keanehan ini.


Cahaya biru masih berputar seperti tersedot oleh pusaran angin, warna tubuh Yue Liang Zhi memucat. Keringat enggan turun dan tetap berada di pelipis, kedua alisnya merengut hingga membentuk garis sejajar. Sepuluh menit kemudian, dinding penghalang mulai pecah, aura qi fundation tengah level 2 menyeruak menekan kultivator yang memiliki tingkatan di bawahnya. Itu masih berlanjut, energi langit dan bumi masih dijarah berkali lipat dari sebelumnya.


Mata hitam Yue Liang Zhi terbuka, tiga detik lalu dia memiliki kilatan emas. Aura tubuhnya kian memberat, jika energi di danau masih berfungsi pada tubuhnya seperti tadi, bisa dijamin dia akan kembali menerobos hingga level 3.


Semua orang menghela napas dingin, bagaimana bisa ada monster kecil seperti itu?