The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XLVIII]



Wei Jun berlari sambil membawa tali tambang di tangan kanannya, dia berhenti mendadak tatangkala merasa kakinya tidak memiliki rem, entah telah menyinggung dewa mana hingga membuat dirinya hampir menabrak bokong kuda. Melihat kesialan yang terpampang nyata, mereka semua segera mengamati dengan seksama tanpa ingin melewatkan adegan. Wei Jun menyengir konyol saat merasa diawasi oleh beberapa pasang mata, dia segera menyerahkan tali tambang kepada Yue Liang Zhi sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


Saat ditanya dari mana Wei Jun mendapatkan tali tambang, dia akan menjawab bahwa dirinya mencuri tambang milik warga, dia sangat pantas mendapatkan karma.


Tidak inggin melanjutan pembullyan dengan tatapan mata, Yue Liang Zhi segera membagi beberapa tugas. Bai Yun, Lei Hu, Wei Jun dan Wei Shuwan bertugas menjaga kuda, agar nanti jika terjadi hal-hal yang mengharuskan mereka pergi dengan cepat, mereka bisa menyelematkan diri tanpa hambatan sedikit pun. Dia, Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying akan memasuki hutan untuk melihat kondisi. Kenapa harus mereka bertiga? Karena mereka memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi ketimbang anak seusianya, terlebih, mereka tidak ingin menarik perhatian musuh.


Akan sangat tidak etis, bila ketiganya baru memasuki hutan langsung ditangkap anggota sekte hitam!


Tiga orang memasuki hutan...


Yue Liang Zhi memiliki pengelihatan yang tajam walau dalam kondisi gelap sekalipun, ini menjadikan kabut biasa bukan masalah besar baginya, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa kabut sihir dalam hutan bisa menutup sebagian kemampuan penglihatannya. Dia mengikat tambang di pergelangan tangan kirinya, berlanjut dengan pergelangan tangan kiri Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying. Hal tersebut dilakukan agar mereka tidak berpencar, kalaupun akan ada hal buruk yang terjadi, mereka bertiga akan lebih mudah memotong tambang dengan pedang.


Kabut menutupi pandangan Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying, mereka berdua bahkan berkali-kali meraba batang pohon.


Anak itu dengan santai menghindar dari beberapa ranting yang akan menyangkut di hanfu, “hutan ini terlihat masih dalam,” ucapnya terdengar berbisik. “Untung saja bukan kabut beracun, aku tidak ingin mati konyol dengan cara itu.”


“Yah, saudara Yue benar, rombongan kami bahkan memakan waktu dua hari untuk bisa keluar dari hutan ini,” Tao Jianying ikut berbisik.


Pangeran Yun Fengyin hanya diam tak bersuara, dia terlalu fokus dengan keadaan di sekitarnya. Berjaga sambil mengeratkan tangannya pada sarung pedang.


“Tidak terlihat perbedaan siang ataupun malam, kondisi hutan sangat berbeda dari sebelumnya.” Tao Jianying hampir tersandung akar pohon, “ck, bajingan sekte hitam benar-benar merepotkan!”


Pangeran Yun Fengyin merentangkan tangan kanan berusaha menghalangi saat Tao Jianying hampir menabrak pohon, “lebih merepotkan lagi ras iblis Ashura, mereka memberikan kekuatan dengan imbalan nyawa kultivator. Berkerjasama dengan mereka, sama saja dengan kontrak kematian.”


Ya! Seorang kultivator yang bekerjasama dengan iblis Ashura harus rela memberikan hidup dan mengabdi pada ras iblis, lebih tepatnya kontrak kematian, tak jarang jiwa para kultivator akan lenyap berganti dengan jiwa iblis. Seakan kekuatan besar akan merasuki tubuh kultivator, namun itu semua tidak akan bertahan lama. Setelah kekuatan perlahan melemah, ras iblis Ashura akan menawarkan dengan kekuatan yang lebih kuat dibanding sebelumnya, tentu kultivator akan tergoda dengan rayuan. Hal yang tidak disadari, setelah melakukan kontrak lebih lanjut, jiwa akan perlahan berubah dan sepenuhnya dikuasai oleh iblis.


Menjadi boneka dalam menguasai dunia bawah.


Dari luar hutan, langit terlihat berubah warna menjadi gelap. Bai Yun dan Lei Hu menyalakan api unggun, Wei Jun asik membakar beberapa umbi, sedangkan Wei Shuwan sibuk mondar mandir bagaikan setrika.


“Meimei, makanlah beberapa umbi yang telah matang,” Wei Juan menasehati adiknya, dia merasa matanya sedikit terganggu dengan gerakan monoton Wei Shuwan.


“Nanti saja...”


“Kau tidak perlu terlalu khawatir!” Lei Hu berucap malas, “nona Yue pasti akan menjaga penjaga Feng dan pendekar Jianying dengan baik,” dia sangat paham dengan karakter Yue Liang Zhi, anak itu pasti memiliki kejutan-kejutan yang akan ditampilkan pada saat mendesak.


Lei Hu mengangguk membenarkan, walau sedikit tersiat perasaan lucu. Adiknya sangat muda namun menjadi pelindung bagi mereka yang lebih tua, “ya, penjaga Lei sangat benar. Nona Yue lebih kuat di antara kami bertiga, bahkan lebih kuat dari pendekar Jianying, nona Wei tidak perlu terlalu resah, duduk dan makanlah bersama kami!”


Yue Liang Zhi mendengar beberapa ranting terpijak, dia segera menduga beberapa anggota sekte hitam tengan berada tidak jauh darinya, “saudara, aku harus pergi memastikan sesuatu, kalian harus tetap berada di sini!” Dia membuka ikatan tali pada tangannya.


Tao Jian Ying segera mendongak menatap kanan, “saudara Yue—??”


Itu arah yang salah!


Yue Liang Zhi mendesah pasrah, “aku ada di kirimu.”


“Ayaa...,” Tao Jianying berganti arah, “mau kemana? Ini sangat tidak nyaman, kenapa ingin pergi?”


Yue Liang Zhi mengikat ujung tambang pada pohon, dia hanya menatap malas, “segera periksakan telingamu!! Belilah beberapa bungkus korek kuping!!!” Anak itu melesat menggunakan qing gong meninggalkan keduanya, dia malas mendengar ocehan tak berbobot dari Tao Jianying.


“Apa?”


“Nona Yue akan memeriksa sesuatu, dia merasakan ada hal yang janggal. Benar, lain kali periksakan telingamu,” ucap Pangeran Yun Fengyin menegaskan perkataan Yue Liang Zhi.


“...” Tao Jianying merasa tersudutkan, dia merasa kepribadian Yue Liang Zhi dan penjaga Feng sangat mirip. Tidak tahu harus menangis atau tertawa.


Di sisi lain.


Tebalnya kabut sihir sedikit mengahalangi pengelihatan Yue Liang Zhi, dia melompat dari pohon satu ke pohon lainnya. Terdengar beberapa langkah seseorang yang tengah mendekat ke arahnya, dia segera tersenyum penuh kemenangan. Tidak perlu mencari terlalu jauh, pada akhirnya ikan pasti akan mendekati umpan.


Qiao Qiao yang segera menggeleng pelan mendapati keberuntungan tuannya, [tiga orang mendekat, apa rencanamu?]


“Mudah, mereka sangat licik dengan menutupi hutan dengan kabut, maka aku juga akan lebih licik,” Yue Liang Zhi mengambil beberapa bola kecil dari dulia lotus, “kalian jual, aku beli.”


Yue Liang Zhi bersiul menarik perhatian.


“Siapa?” Tanpa menunggu lama, mereka segera berlari mendekat ke arah Yue Liang Zhi. Tiga buah bola kecil melesat ke arah tiga anggota sekte hitam, beberapa menit kemudian terdengar tarikan napas bak orang tengah sesak napas.


Sang pelempar bola tengah duduk sambil menyilangkan kaki di atas pohon, bola kecil yang Yue Liang Zhi lempar bukan bola sembaranagan. Bola kecil itu berisi bubuk racun yang dapat membuat si penghirup sesak napas dan berujung kematian, menurutnya, mati dengan sesak napas adalah hukuman ringan karena telah membuat perjalanannya terhambat.


Merasa tidak adak ada jejak kehidupan dari ketiganya, dia segera melompat turun. Tangan kecil bertenaga besar miliknya dengan kasar melempar mayat pada salah satu pohon, kemudian memiringkan kepala ke kanan sambil berdecih.


Hantu di kepala Yue Liang Zhi semakin meraja lela, bukan salahnya jika memiliki otak yang dapat berpikir mencari keuntungan saja di waktu-waktu seperti ini. Dia tersenyum senang dan segera berbalik menuju Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying, bukan masalah sulit untuk menemukan jalan kembali.