The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XLVII]



Tidak salah lagi, Xiu Juan adalah tunangan Chen Bai Mo. Mereka dijodohkan oleh kedua klan, membentuk aliansi pernikahan untuk lebih menyatukan hubungan kedua Klan. Semula Chen Bai Mo menolak perjodohan tersebut, namun mata keranjang terpana melihat paras Xiu Juan, segera menyetujui perintah pemimpin Klan.


Sementara Xiu Juan, sebagai nona muda yang dimanjakan di Klan Xiu. Saat mengetahui perjodohan dengan Chen Bai Mo yang namanya tersohor sebagai kultivator yang mumpuni, tuan muda tampan dan didambakan, tuan muda yang digadang-gadang menjadi pemimpin Klan Chen dalam menguasai perdagangan di Kekaisaran Huo. Segera menerima tanpa penolakan, walaupun telah mengetahui karakter buruk Chen Bai Mo yang mengagumi wajah para perempuan berparas sempurna dan suka mengumpulkan persik cantik ke kediaman belakang Klan Chen (harem).


Mungkin saat ini Xiu Juan tengah tertimpa sial yang berlapis-lapis, pasalnya Chen Bai Mo sedikit mengabaikannya karena telah melihat paras halus Yue Liang Zhi.


Rumput tetangga terlihat lebih menggoda!


Menambah koleksi wanita cantik adalah yang utama bagi Chen Bai Mo!


“Aku memang hanya memiliki sepasang telinga, tapi tidak menutup kemungkinan dapat mendengar berita dengan radius puluhan kilo meter.” Yue Liamg Zhi menaikkan alis kirinya, “bahkan bila itu dari Kerajaan lain sekalipun,” dia seperti mengisyaratkan bahwa memiliki mata-mata yang tersebar untuk memberikan informasi apapun.


“Ooo...,” Wei Jun melanjutkan laju kuda miliknya, dia begitu percaya dengan ucapan Yue Liang Zhi, bahkan di dalam hatinya tidak terbesit secuil keraguan. Menganggap mata-mata pencari informasi dari Klan Yue berkerja dengan sangat baik.


Pangeran Yun Fengyin tentu berbeda dengan Wei Juan dan Wei Shuwan, dia bahkan memutar bola matanya jengah, hatinya sangat yakin bahwa kesialan Chen Bai Mo hari ini adalah buah dari kenakalan Yue Liang Zhi.


Anak itu terlihat benar-benar menikmati kesialan Chen Bai Mo. Dia menundukkan kepala dan menatap intens, sempat melihat senyum tipis dari anak itu, “nona Yue tadi malam melihat bulan, sangat senggang rupanya! Bahkan membasmi sedikit serangga kecil, aku sangat yakin, nona pasti masih memiliki kejutan lain yang tersembunyi.”


“Penjaga Feng sangat paham rupanya.”


Kuda meringik keras dan berhenti melangkah, merasa ada kejanggalan, Yue Liang Zhi segera menajamkan pengelihatan. Dia mengerutkan alis hingga terlihat seperti garis sejajar, tangan kanannya terangkat sebagai tanda agar rombongannya berhenti, “ada yang tidak beres!” Ucapnya saat pandangan matanya tertutup kabut tebal dibagian terdalam hutan.


Tao Jianyin mendekatkan kuda ke arah kuda milik Pangeran Yun Fengyin, “ya, sangat aneh. Beberapa bulan lalu saat kami melewati hutan ini, tidak ada kabut putih setebal ini, tapi sekarang...”


“Kenapa tiba-tiba berubah dengan cepat?” Cletuk Tao Jianying dan Wei Jun bersamaan.


Yue Liang Zhi masih sibuk mengamati ke dalam hutan, berpikir beberapa kemungkinan yang mendasari adanya kabut tersebut. Kabut terbentuk dari uap air yang berada di dekat permukaan tanah, membentuk gumpalan, hampir mirip seperti awan. Uap tersebut harus meninggalkan udara serta melakukan proses mengembun, saat udara didinginkan, kabut baru mulai akan terbentuk.


Tubuh kecil di boncengan depan Pangeran Yun barat melompat turun dengan lincah, “ini siang hari, cuaca bahkan sangat panas! Kabut apa yang bisa terbentuk di bawah panas matahari?”


Pangeran Yun Fengyin ikut melompat turun, dia lantas mengikat tali kekang pada pohon besar yang rantingya telah dipotong gundul, “apa mungkin kabut sihir?”


“Jika benar itu sihir, orang yang membuat berarti sangat luar biasa.” Tao Jianying ikut menerawang ke depan.


Bai Yun, Lei Hu, Wei Jun dan Wei Shuwan hanya diam mencoba mencermati ucapan dari ke tiga orang tersebut. Mencerna kalimat hingga membentuk garis pandang srbagai pengamat, beranggapan terbentuknya kabut sebagai hal yang kurang wajar.


Tao Jianying menyilangkan tangannya di dada, “mungkin kita harus mencari jalan lain, walaupun lebih lama sampai tempat tujuan, tapi kita memang tidak punya cara lagi untuk melewati hutan.”


Qiao Qiao mengamati dari dunia lotus, dia sedikit menendang singa kecil dengan sekuat tenaga, terbesit rasa kecewa saat kakinya menembus tanpa membuahkan hasil. [Liang Zhi, aku hanya bisa memperkirakan bahwa pebuat kabut bukan seorang kultivator biasa. Sihir yang di keluarkan lumayan besar, tidak sembarangan orang mampu melakukannya, apalagi orang-orang dunia bawah.]


'Apa kelakuan? Ah tidak, untuk apa mereka menginginkan dunia bawah, kecuali... Ras iblis Asura!!!' Yue Liang Zhi mengubah raut wajahnya, matanya menajam bak elang, atmosfer di sekitar tubuhnya tetasa berubah derastis.


Merasa suhu di sekitar mulai menurun, semua orang meremang, berpikir akan gambaran apa yang telah ditangkap oleh Yue Liang Zhi. Hening dalam lima menit, menerka-nerka kemungkinan terburuk.


“Non... Nona Yue?” Panggil Bai Yun merasa tengkuk lehernya merinding.


Tao Jianyin, Wei Juan dan Wei Shuwan: “saudara?”


Pangeran Yun Fengyin memegang pundak kecil Yue Liang Zhi, “nona?”


“Ya,” Yue Liang Zhi segera menormalkan ekspresinya, “kalian tahu sekte hitam bukan?” Tanyanya sambil menghela napas kasar, “aku tidak perlu menjelaskan ini dengan rinci, kalian dengarkan baik-baik! Di dalam hutan itu terdapat puluhan kultivator dari sekte hitam.”


Mereka segera terkejut dan membulatkan mata dengan sempurna.


“Kalian pikir saja, kultivator mana yang mampu dan memiliki sihir seperti ini? Tidak ada! Sekalipun ada pasti sudah berada dipihak Kaisar, Kekaisaran Yin tidak mungkin membuat rusuh di sini karena wilayahnya saja tengah mendapat serangan dari Kaisar Huo, jika berani, maka berarti cari mati,” dia menjelaskan sambil menatap serius. “Kaisar Huo Linzi juga tidak mungkin mengacaukan wilayahnya sendiri, dia pasti akan lebih fokus memikirkan peluasan wilayah.”


Tao Jianying sedikit nengalami krisis, dia segera menggeser tubuhnya mendekat kearah Yue Liang Zhi, “apa yang saudara Yue katakan bisa saja terjadi.”


Wei Shuwan sedikit berteriak dan sukses menaik perhatian, “bukankan pernah ada rumor bahwa hutan itu,” dia memberi kode dengan menolehkan wajah seakan menunjuk hutan, “terdapat rubah ekor sembilan yang hidup di dalamnya.”


Para warga percaya bahwa di dalam hutan terdapat rubah berekor sembilan, hal tersebut membuat warga berpikir dua kali sebelum melintasi hutan, tidak jarang dari mereka lebih memilih jalan lain. Karena adanya rumor ini, para kultivator banyak yang berlomba-lomba ingin menangkap rubah tersebut. Rubah memiliki kelicikan tersendiri, sebanyak apapun para kultivator berusaha, hasilnya akan tetap sama. Masih beruntung bisa keluar hidup-hidup, tak jarang para pemburu berganti posisi menjadi diburu dan berakhir menjadi makanan lezat sang rubah ekor sembilan.


Rombongan Tao Jianying sepertinya memiliki keberuntungan tersendiri, mereka dapat melewati hutan dengan nyawa yang masih utuh. Tentu, hal ini terjadi karena penatua sekte Qinglong Yuwen Yue, sang kultivator peringkat tujuh dari Kekaisaran Huo. Yuwen Yue merupakan kultivator muda dengan tingkat golden core tengah level 2, dia menjadi satu-satunya kultivator dalam peringkat sepuluh besar Kekaisaran Huo yang tidak tertarik menjadi abdi setia Kaisar Huo Linzi. Bahkan lebih memilih menjadi penatua sekte Qinglong, bukankah ini tamparan keras bagi harga diri sang Kaisar?


Tentang misi murid sekte Qinglong, itu semua bermula dari rombongan Tao Jianying dan Chen Bai Mo yang berada di bawah pengawasan Yuwen Yue. Saat di tengah jalan, penatua itu memiliki urusan mendadak dan mengharuskan dirinya meninggalkan murid sekte Qinglong. Yuwen Yue meminta mereka agar tetap menyelesaikan misi membunuh spirit beast yang tengah mengacau di Desa Shen, desa itu berjarak lima belas meter dari hutan yang menjadi tempat pertemuan pertama rombongan Tao Jianying dengan rombongan Yue Liang Zhi.


“Mungkin, sekte hitam memiliki keinginan untuk menaklukan rubah ekor sembilan,” Bai Yun berkomentar dengan suara berat.


“Jadi, apa yang akan kita lakukan?” Tanya Lei Hu sambil menopang dagu.


Dua kelompok penjelajah yang kurang pengalaman menunduk dan duduk membentuk lingkaran, masing-masing dari mereka mengeluarkan bermacam ekspresi setelah memeras otak hingga menemui jalan buntu.


Yue Liang Zhi mengangkat dagu sambil tersenyum miring, “aku memiliki rencana, kalian tidak perlu khawatir!”