
Pipi lemak susu Yue Liang Zhi kian bertambah bulat, dia bahkan menguyah tanghulu yang ada di mulutnya dengan susah payah. Kedua tanggannya terangkat, paham akan isyarat darinya, Pangeran Yun Fengyin mengangkat tubuh kecilnya ke dalam gendongan. Terlihat senyum menantang dari bibir Yue Liang Zhi, matanya melirik ke arah bangunan yang terletak tidak jauh dari posisi keduanya saat ini.
Dia terkikik geli menghadapi kemudahan menarik emosi ja*lang busuk.
Pangeran Yun Fengyin tersenyum manis, dia menggendong Yue Liang Zhi di tangan kirinya, sementara tangan kanannya memasukkan tanghulu kemulutnya. Terdengar tawa renyah dari mulut Pangeran Yin Fengyin saat mendengar Yue Liang Zhi berbicara, hal itu membuat seorang wanita yang sedari tadi mengawasi mereka menggeram marah.
Tidak salah lagi, orang itu adalah Putri Mahkota Huo Chyou!
Putri Mahkota Huo Chyou mengepalkan tanggan kanan, dia membalikkan badannya dan melangkah meninggalkan kejadian yang menurutnya sangat menjengkelkan.
“Fengyin gege, turunkan aku! Ulat itu sudah pergi, jadi tidak usah menggendongku...,” Yue Liang Zhi Melompat turun, dia membuang tusuk tanghulu ke tanah.
Pangeran Yun Fengyin menekuk lututnya, dia mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Yue Liang Zhi. Perlahan, tangan Pangeran Yun Fengyin terulur untuk mengusap kepala Yue Liang Zhi, “Yue'er tidak takut? Bisa saja Putri Mahkota Huo Chyou mengincarmu nanti, jangan lupakan Kaisar Huo Linzi!”
Yue Liang Zhi menekuk tedua tangannya ke dada, dia tersenyum licik sambil menatap serius Pangeran Yun Fengyin, “kenapa harus takut? Dari awal aku sudah menebak perempuan sepertinya, saat terobsesi dengan gege pasti tidak akan melepaskan gege begitu saja. Dia memang cemburu saat mendenar suara wanita dari kotak yang sama, makannya dia menarik gege keluar dari rumah lelang bangau emas dan membiarkan gege pulang begitu saja. Tapi, dia itu bodoh!” Cibir Yue Liang Zhi, “dia pikir, aku tidak tahu. Dia selalu mengawasi dari luar rumah, dari pada Bai jiejie dan Lei jiejie yang diincar, lebih baik aku saja yang terlihat dan menjadi incarannya.”
Terdengar helaan napas dari mulut Pangeran Yun Fengyin, dia berdiri dan menepuk-nepuk hanfunya yang terkena noda tanah, “hari ini, kau sangat mengejutkanku Yue Liang Zhi.”
“Aku yang seharusnya terkejut, Pangeran Yun Fengyin terlalu banyak menyimpan rahasia!” Yue Liang Zhi saling tatap dengan Pangeran Yun Fengyin, tatapan yang mereka berdua lemparkan tentu saja bukan tatapan orang yang sedang jatuh cinta, tapi itu adalah tatapan mengintimidasi. “Ck, pantas saja gege tidak bisa mencuri hati Lei jie jie, terlalu datar!!”
Ucapan Yue Liang Zhi mirip belati, sangat tajam hingga mampu menusuk ke jantung. Bahkan, jika orang lain yang hadir mendengar nada bicaranya, mereka pasti akan ikut terluka.
Setelah mendengar ucapan Yue Liang Zhi, pipi Pangeran Yun Fengyin bersemu merah. Dia tidak bisa membantu selain mengeluarkan tatapan tajamnya.
Yue Liang Zhi segera sadar akan kemurkaan dari raut wajah Pangeran Yun Fengyin, segera membalikkan tubuhnya dan berlari-lari kecil menghindari, “haha... Gege~”
“Awas Yue'er...,” cegah Pangeran Yun Fengyin.
Terlambat! Anak perempuan yang dia cegah kini sudah menabrak seseorang.
Brrukkk...
Yue Liang Zhi meringis, dia mengusap keningnya yang berdenyut ringan karena menabrak sesuatu, “hei! Apa kau tidak melihat? Aku ini anak kecil, bisa-bisanya kau menabrak sesuka hati.”
[Wah, ini akan menarik,] Qiao Qiao merasakan orang di depan Yue Liang Zhi bukan manusia biasa, tentu saja Yue Liang Zhi juga memiliki pemikiran demikian.
“Dasar, aku yang seharusnya marah padamu. Lagi pula, kau itu yang mencuri pil pembersih milikku!”
...****************...
Seorang anak laki-laki mendengus kesal tatangkala pil yang ingin dia beli sudah diambil oleh Putri Mahkota Hou Chyou. Apalagi saat menawar pil itu, kotak nomor 5 selalu menyanggah tawaran dengannya. Hal yang lebih menjengkelkan adalah dia kalah berdebat dari seorang anak perempuan.
Dao Minghao itulah nama anak laki-laki yang menempati kotak nomor 11, dia melangkahkan kaki untuk keluar dari rumah lelang bangau emas. Matanya kian tertuju pada seorang anak laki-laki yang di sebelahnya terdapat sosok Putri Mahkota Huo Chyou. Dari awal, Dao Minghao berniat mengabaikan keberadaan mereka berdua, namun, saat mendengar Putri Mahkota Huo Chyou memanggil anak laki-laki tersebut, dia serasa familiar.
“Fengyin Gege, ayo ikut aku menemui Kaisar Huo...,” ajak Putri Mahkota Huo Chyou, dia bergelantung manja di lengan anak laki-laki.
“Tidak bisa Putri, aku memiliki banyak urusan,” Pangeran Yun Fengyin berusaha melepaskan lengannya dari belitan tangan Puti Mahkota Huo Chyou.
'Tunggu aku merasa kenal dengan suara ini,' Dao Minghao memejamkan matanya dan menajamkan pendengaran, hingga beberapa saat kemudian, matanya kembali terbuka seiring senyum miring dari bibirnya. 'Anak perempuan pencuri pil! Tidak salah lagi, dia orang yang bersama dengan anak perempuan itu.' Dao Minghao mengamati interaksi antara Pangeran Yun Fengyin dan Putri Mahkota Huo Chyou. Dia terkekeh saat melihat drama yang disuguhkan oleh Putri Mahkota Huo Chyou, benar-benar drama murahan!
Putri Mahkota Huo Chyou, memang seorang puti yang anggun, berwibawa, penyayang dan lemah lembut. Tapi sayang, dia menyukai seseorang yang terlihat tidak menyukainya, itu semua bisa terlihat dari tatapan jijik dari Pangeran Yun Fengyin.
Lamuan Dao Minghao terganggu saat seseorang berbaju hitam meng hampirinya, “hormat hamba Putra Mahkota...,” lirihnya sambil menunduk.
“Aku terima hormatmu, ada apa kau menyusulku kemari?”
“Hamba diminta oleh Kaisar Daoxing, untuk menjemput Putra Mahkota,” suara orang berbaju hitam semakin lirih. Bisa diyakini orang itu adalah pria, semua terlihat dari tubuh kekar dan tegapnya yang kokoh.
Dao Minghao menghela napas kasar, dia mengangkat tangan kirinnya dan membuat kode untuk mengusir pria yang ada di hadapannya, “pergilah, Taizi akan segera pulang.”
Pria berbaju hitam segera pergi setelah menerima perintah dari junjungannya, Dao Minghao kembali mengalihkan pandangan, dia semakin terhibur saat melihat Pangeran Yun Fengyin melangkah pergi.
Dao Minghao berniat mengikutinya, namun, hal yang tidak dia sangka, Putri Mahkota Huo Chyou telah terlebih dahulu mengikuti Pangeran Yun Fengyin.
Yun Fengyin memasuki sebuah rumah seserhana, di luar rumah, Putri Mahkota Huo Chyou dengan setia menunggu pujaan hatinya. Posisi Dao Minghao saat ini sudah pasti berada tidak jauh dari rumah itu. Setelah lama menunggu, terlihat pintu rumah yang kembali terbuka, Pangeran Yun Fengyin membawa seorang anak perempuan di gendongan, anak itu memiliki wajah yang terlalu... imut.
Ekspresi Putri Mahkota Huo Chyou berbanding terbalik dengannya, tampak buruk dan berkerut jelek.
Mereka melihat Pangeran Yun Fengyin berjalan menuju pasar yang ada di tengah kota. Tanpa sepatah kata, Putri Huo Chyou selalu mengikuti keduanya dengan menjaga jarak beberapa meter. Dia sedikit menggerutu karena disetiap jalan selalu ada warga yang menunduk hormat dan bahkan bersujud.
Putri Mahkota Huo Chyou menggeretakkan deretan giginya hingga terasa kebas. Dia terbakar emosi melihat Pangeran Yun barat mengeluarkan senyum indah yang dia sendiri tak pernah melihatnya secara langsung, bahkan saat Pangeran Yun barat bersamanya, Pangeran hanya tersenyum penuh paksaan! Dia benci melihat semua ini, dia iri, dia muak. Semua rasa itu metambat seperti akar berduri yang menjerat dan mencekiknya.
Merasa sudah tidak kuat lagi melihat kejadian yang menurutnya menyebalkan, dia segera melangkah gontai melupakan niat aslinya saat mengikuti Pangeran Yun Fengyin.
Yang menjadi kejutan kedua bagi Putri Mahkota Huo Chyou yaitu, setelah dia memasuki istana Kekaisaran, Kaisar Huo secara pribadi memberi titah larangan keras untuknya agar tidak lagi menemui Pangeran Yun Fengyin. Jika dia tetap bersikeras, Kaisar Huo Linzi akan segera menarik semua pelayan di kediamannya dan memberikan hukuman kurungan selama setahun penuh.