
Api semula berukuran kecil kini kian merambat memenuhi lubang galian, teriakan yang tadinya sudah berkurang kini bertambah nyaring. Prajurit Kekaisaran Huo serentak mundur ke belakang, beberapa dari mereka sedikit memandang api dan diam-diam menghela napas lega. Yue Liang Zhi bahkan melihat salah satu prajurit tengah menepuk kedua pipi, itu terlihat seakan ingin menyadarkan diri bahwa dirinya masih hidup.
Pemimpin pasukan Kekaisaran Huo menggeram marah, dia melambaikan tangannya ledepan, “para kultivator segera bereskan yang terkuat di antara mereka... Dan untuk prajurit, ambil beberapa batang pohon! Kita harus segera memusnahkan Kekaisaran Yin!”
Kultivator Kekaisaran Huo mengenggam kuat senjata masing-masing, mereka bergegas berlari menggunakan qing gong. Seorang kultivator pasti dapat dengan mudah melopat tinggi, Yue Liang Zhi sangat paham dengan hal ini, fungsi lubang galian bukan untuk menghalau kutivator, tapi berfungsi untuk mengurangi jumlah pasukan yang bukan kultivator dari Kekaisaran Huo.
“Para kultivator!” Teriak Yue Liang Zhi sambil memutar tubuh ke belakang, “saatnya kita berjuang memepertahankan Kekaisaran Yin... Percayalah, mati dimedan pertempuran akan terhormat dari pada mati menjadi seorang pengecut!” Dia membalikkan tubuh ke posisi semula, “sseraanggg...”
Prajurit terdepan Kekaisaran Yin membuka sedikit jalan, Yue Liang Zhi dan Pangeran Yun Fengyin memimpin para kultivator untuk menyerang, Bai Yun dan Lei Hu segera menyusul Yue Liang Zhi.
“Long Huo,” tubuh Yue Liang Zhi bersinar berwarna biru dengan percikan api di tangan kanannya, api tersebut membentuk pedang bergagang kepala naga. Aura penindasan memberikan bebeban pada setiap orang, zhaoshan hitam berkibar tertiup angin, penekanan kian bertambah saat dia mengeluarkan aura qi fundation awal level 1.
Itu adalah penekanan mutlak!
Zhaoshan hitam lainnya juga ikut berkibar, topeng perak menutupi wajah tampan Paneran Yun Fengyin, dia mengeluarkan momentum qi condensation puncak level 3.
Bai Yun dan Lei Hu berada di belakang Yue Liang Zhi, mereka berdua menggunakan topeng rubah.
Bunyi pedang saling bergesekan, percikan-percikan bunga api menambah kesan berdarah. Yue Liang Zhi mengibas kasar pedang Long Huo, api biru membelah beberapa bagain tubuh kultivaror Kekaisaran Huo. Mereka mati dengan keadaan linglung, pasalnya hanya terdengar suara angin dan detik berikutnya tiba-tiba mati mendadak?
Prajurit Kekaisaran Yin yang melihat kematian tersebut segera bergidik ngeri, mereka sangat yakin bahwa jiwa kultivator Kekaisaran Huo akan menjadi arwah penasaran nantinya. Serentak ingin menyalakan dupa untuk menenangkan hatu penasaran, membakar uang dan memberikan persembahan.
Api dari lubang galian sudah tidak terlalu membumbung tinggi, beberapa prajurit Kekaisaran Huo membawa batang pohon yang digunakan sebagai jembatan. Peperangan dari kedua kubu sudah tidak dapat terhindarkan, tentu, prajurit Kekaisaran Yin lebih unggul karena strategi trisula. Karena jumlah prajurit Kekaisaran Huo telah berkurang, kini jumlah kedua belah pihak telah seimbang. Pedang bertabrakan dengan tameng, prajurit Kekaisaran Huo perlahan tumbang terkena tusukan trisula.
Yue Liang Zhi dan Pangeran Yun Fengyin melawan enam kultivator sekaligus, sementara Bai Yun dan Lei Hu melawan dua. Jumlah tidak berpengaruh bagi Yue Liang Zhi, tangan kanan menebas dengan pedang dan tangan kiri mengepal untuk memukul kepala kultivator. Kekuatan pukulan darinya berhasil memecahkan kepala kultivator Kekaisaran Huo, hal itu terus saja berlangsung hingga terdengar geraman frustasi dari mereka.
Anak kecil itu terlalu galak!
Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun, Lei Hu dan beberapa kultivator yang tersisa dari Kekaisaran Yin segera termotivasi. Mereka semua bertarung dengan brutal, menebas, menebas dan menebas. Tubuh kultivator Kekaisaran Huo diperlakukan seperti potongan roti, hanya ada satu kata yaitu kerasukan!
Merasa tingkat kultivasi mereka tidak mampu mengimbangi Yue Liang Zhi, beberapa kultivator Kekaisaran Huo perlahan menyingkir dari hadapannya, sedetik kemudian sudah ada dua pria dan satu wanita menghentikan kebrutalannya.
“Kekaisaran Yin memiliki monster kecil,” ucap pria bertubuh kekar sambil membawa senjata kapak.
“Hanmo, kau menakutinya,” Fen Li sedikit terkikik, “aku menginginkan senjata bocah ini.”
“Sayang sekali, bakat langka sepertinya akan musnah sebentar lagi,” Yu Pei mengelus kasar janggutnya, “tentu kau akan selamat jika mau bekerjasama dengan kami.”
Apakah ketiga orang ini sudah bosan hidup?
Yue Liang Zhi memutar bola matanya jengah, “hei... Apa kalian sudah selesai bicara?” Dia segera melempar pedang ke arah langit, pedang Long Huo tiba-tiba menjadi seratus pedang dan perlahan melayang di belakang punggung Yue Liang Zhi, angin meniup debu-debu untuk menjauhi tubuhnya, “jurus seratus pedang.”
“Cambuk harimau petir,” Cambuk merah Fen Li berayun bergerak menuju Yue Liang Zhi, sebelum cambuk tersebut mengenai hanfu hitam, pedang Long Huo terlebih dulu menangkis dengan serangan abnormal.
Cambuk merah dan pedang saling melilit, tangan kiri Yue Liang terangkat kedepan seakan mengisyaratkan pedang untuk bergerak maju. Lengan kanan Fen Li terkoyak oleh pedang, dia segera tersentak mundur beberapa langkah.
“Fen Li...,” Hanmo dan Yu Pei menangkap tubub Fen Li.
“Iblis!” Geram Hanmo melihat sayatan pedang dengan darah segar yang masih menetes.
Yue Liang Zhi tersenyum meprovokasi, “oh, ternyata lemah!” Dia memiliki pandangan mata yang merendahkan lawan, “mari bertaruh.”
“Untuk apa bertaruh? Kau sebentar lagi akan mati!” Kedua bola mata Fen Li memerah marah.
“Betul, karena akan mati mari kita bertaruh,” Yue Liang Zhi memberi tekanan dengan sedikit aura naga, “siapa yang bisa bertahan dari dua serangan itulah pemenangnya. Kareba kalian diam, aku anggap kalian setuju.”
Tanpa menjawab, Hanmo, Yu Pei dan Fen Li segera mendempetkan punggung hingga menempel, aura kultivator dengan tingkat kultivasi qi fundation awal level 1 memberi tekanan. Hanmo membuat kapak melayang di depan dadanya, “kau akan mati...”
Tiga serigala berniat memangsa domba imut.
Yun Pei memegang gagang pedang dan menempelkan ujung pedang ke kening, cahaya ungu bersinar menerangi wajahnya, Fen Li membuat beberapa gerakan ringan.
Yue Liang Zhi mengeluarkan aura qi fundation awal level 1, hal itu sukses membuat ketiganya kembali terkejut, benar-benar bakat muda yang menentang langit.
“Hah! Kau hanya sendiri, kami pasti akan menang...,” Fen Li melirik pedang Long Huo penuh minat, “pendang itu sama sekali tidak cocok denganmu.”
“Oh, akan aku tunjukkan bagaimana iblis yang sebenarnya,” Yue Liang Zhi menempelkan kedua telapak tangannya, api biru berkobar saat dia membuka kedua telapak tangan. Pedang Long Huo berderit menyatu, saat berikutnya, pedang tersebut berputar di tengah kedua telapak tangan, “jurus perisai naga,” perisai biru membungkus tubuh kecil Yue Liang Zhi.
“Jurus raja harimau...”
Kedua energi saling berbenturan, ledakan besar mengejutkan kedua kubu pasukan, serangan tersebut juga melukai puluhan prajurit yang berada di sekitar Yue Liang Zhi. Asap membumbung tinggi disertai debu yang berterbangan, lubang berukuran sedang terbentuk melingkari posisi Yue Liang Zhi, percikan bunga api menyertai hilangnya perisai biru.
Hanmo, Yu Pei dan Fen Li memiliki wajah pucat namun disertai senyuman, serangan gabungan dari ketiganya benar-benar memberikan efek kepuasan bagi pasukan Kekaisaran Huo. Hanmo hendak melangkah maju untuk menyerang pasukan Kekaisaran Yin, dia tiba-tiba berhenti saat suara halus memasuki gendang telinganya.
“Pertarungan kita belum selesai...,” sosok Yue Liang Zhi perlahan terlihat, tubuhnya masih berdiri tegak tanpa goyah. Jika dilihat dengan teliti, terdapat darah segar yang berada di sudut bibirnya.