The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter CXXX]



Lei Hu menyuarakan kebingungan, “tunggu, tunggu... Jadi semua ini permainan Kaisar Huo Linzi?”


Melenyapkan dua keturunan sekaligus?


Otak Kaisar Huo benar-benar gila ketaraf mengkhawatirkan!


(╯°□°) ╯﹏┻━┻


Kaisar Huo telah melihat tumbuh kembang Huo Jiazhen dan Huo Shaosheng, sekalipun tidak menyukai keduanya dia seharusnya masih mempunyai sedikit hati nurani kebajikan. Tapi jangankan hati nurani, pikiran busuknya bahkan tega mengorbankan keduanya sebagai bidak pengorbanan dalam menghancurkan Liu Canghai.


Dengan kejadian ini, mereka semua telah merasakan kebengisan Kaisar dalam menjatuhkan orang yang tidak disukai. Pangeran Yun Fengyin dan Lei Hu menambah rekor mengalami percobaan pembunuhan untuk yang kedua kalinya, dan masih mengalami pukulan keras akan ketidakmanusiaan ini. Sementara Liu Canghai telah kebal dengan setiap strategi kebusukan kaisar, itu seperti makanan aneh namun masih harus ditelan secara paksa.


Wajah Taizi Huo Jiazhen diremas buruk setelah terjepit dan akhirnya mengakui, “benar. Sebelum turnamen berlangsung, aku mendapat surat tanpa nama yang dikirimkan entah darimana. Itu berisikan rahasia besar di harem Kaisar Huo yang gelap dan suram, sejak itu pula aku mengetahui ambisi Kaisar untuk melenyapkan kami berdua.”


Pangeran kedua tidak memiliki tanda keabnormalan setelah mendengar penjelasan Taizi, dia masih tenang dan pendiam seperti sebelumnya.


“Aku berpikir tentang Kaisar yang ingin merekrutmu menjadi orangnya, dan mengambil inisiatif menyenangkanmu dengan maksud agar kamu menolakknya dan bersedia berada dipihakku,” Huo Jiazhen menatap lekat setiap rekahan jari yang menyisir bulu putih Xiao Bai. Dia kemudian melanjutkan, “siapa yang tidak tergoda menyenangkan murid Patriark Wen Hua, kamu kira aku begitu bodoh sehingga tidak melihat naga jongkok bersembunyi?”


Yue Liang Zhi berhenti mengelus, menatap semua orang sambil membuka mulut kecilnya, “aku bukan muridnya.”


Bai Yun hampir terjungkal setelah mendengar pengakuan adikknya. Semua murid sekte Qinglong sangat menginginkan menjadi murid pribadi Patriark Wen Hua, dan sekarang adiknya mengakui bukan muridnya setelah bergaul dalam waktu dua bulan. Reaksi ini sangat membuatnya ingin berteriak.


Wei Shuwan menghentikan tangannya menambah ranting ke dalam bara api, “bukankah saudara telah bersama Patriak setiap hari?”


“Saudara juga berlatih jurus tingkat dewa dari Patriarak Wen Hua,” imbuh Wei Jun.


Bibir Yue Liang Zhi mengerucut mengingat kedekatannya, dia akui telah mempelajari buku di kediaman Patriark sehingga mengalami pengembangan jurus seratus ribu yuan, tapi itu semua atas dasar kesepakatan antar kedua belah pihak.


Tapi dia sadar...


Interaksinya dengan Patriark Wen Hua memang seperti sepasang guru dan murid, dia tidak bisa menyalahkan pemikiran melenceng semua orang tentang kebenaran hubungan keduanya, hanya bisa menghela napas pasrah. Dari kesalahpahaman itu, dia juga mendapat perlindungan dari pengaruh orang-orang Kaisar yang tersebar di sekte Qinglong.


“Oh, aku sedikit ragu tentang itu. Mungkinkah kelompok penggemar Yue'er akan segera bubar?” Bahu Bai Yun turun karena lemas.


Ruan Xulei: “Aku harap nona Yue memang murid Patriark, jika tidak... Aku sebagai ketua penggemar nona Yue akan didemo dan hajar oleh masal.”


Telinga Yue Liang Zhi berkedut mendengar kata "penggemar", dia kemudian meraup wajah frustasi dan alisnya berkerut menurun.


Apalagi mendapati murid langka seperti Yue Liang Zhi, mereka semua dijamin akan berlomba menariknya seperti menarik banteng yang kokoh berdiri diam. Sebelum bergerak sesuai keinginan, mereka tidak akan berhenti dan menyerah.


“Lupakan semua itu, anggap saja aku sebagai murid pribadi sungguhan,” Yue Liang Zhi dipaksa mengakui kesesatan. Dia masih cemberut dikala melakukan negosiasi, “Huo Jiazhen... Bila kamu ingin aku dan teman-temanku menjadi sekutumu, kamu harus terlebih dulu memberitahuku apa isi surat yang kamu dapatkan waktu itu.”


Huo Jiazhen berbatuk sekali setelah menyadari lirikan Huo Shaosheng yang ada di sampingnya, dia merasa tidak nyaman, “aku tidak bisa memberitahu kalian karena isi surat akan menyinggung perasaan seseorang.”


Mereka semua serentak mengalihkan pandangan pada Huo Shaosheng yang duduk santai. Dari yang dikatakan Taizi isi surat akan menyinggung seseorang yang ada di sini, di antara semuanya, identitas yang berpeluang besar mengganjal di hati Taizi adalah Huo Shaosheng.


Bulu mata keriting Huo Shaosheng bergetar, dia berdiam diri untuk beberapa saat dan itu menimbulkan gejolak jungkir balik di hati Huo Jiazhen. Kemudian baru berbicara setelah merasakan perasaan kusut kakaknya, “untuk apa kamu bimbang? Kaisar telah menargetkan kita berdua, bila kamu menolak permintaan nona Yue maka dengan siapa lagi kamu bisa meminta dukungan?”


Benar, dengan siapa lagi keduanya mendapat dukungan?


Abdi Kaisar tersebar di seluruh wilayah, yang tersisa hanyalah orang sekte Qinglong dan warga terlantar. Negosiasi hanya memerlukan pertukaran informasi dan mereka akan bersedia berkerjasama.


“Dua surat. Surat pertama berisi identitas Huo Shaosheng yang bukan anak kandung Kaisar Huo tetapi anak terlantar dari Klan Lu, dan surat kedua berisi perselingkuhan Permaisuri Lu Qiaofeng dengan Menteri Penasihat,” mata Huo Jiazhen terpejam seakan tidak ingin melihat wajah setiap orang.


Semua orang menahan napas mendengar kenyataan itu. Terlebih ketika Huo Jiazhen memberikan dua surat untuk dibaca, respon mereka bertambah kaku merasa hati telah dipelintir sedemikian jelek.


Surat pertama ditulis pada kertas usang dengan tulisan indah dan lemah lembut. Itu berisi tentang: setelah Kaisar naik tahta, yang dilakukan selanjutnya adalah pengangkatan Huanghou Tang Nuwa yang seorang putri Jenderal Tang dan Huang Guifei Lu Qiaofeng dari Klan Lu. Sekitar satu tahun keduanya melahirkan seorang putra, Kaisar yang saat itu menjadi penjilat Jenderal Tang lebih mementingkan putra Tang Nuwa dan mengabaikan putra lain.


Nyatanya, putra pertama Lu Qiaofeng meninggal setelah lahir tanpa sepengetahuan Kaisar. Demi menjaga posisi sebagai Huang Guifei, dia berinisiatif mengangkat putra haram sampah Klan sekaligus menjadikan ibu kandung Huo Shaosheng sebagai pelayan kediamannya. Dia membesarkan Huo Shaosheng penuh kelembutan menjadi Pangeran cerdas dan berwibawa untuk menyenangkan kaisar, dengan satu putra yang menonjol, begitu Permaisuri meninggal dia segera diangkat menjadi Permaisuri baru.


Surat kedua berisi tentang: peselingkuhan Lu Qiaofeng yang berselingkuh dengan Menteri Penasihat ketika kesepian dikarenakan Kaisar telah mengambil kesukaan baru menjadi selir, dari perselingkuhannya itu berhasil menghasilkan benih bayi. Tidak ada seorangpun di Istana Kekaisaran yang mengetahui kehamilan Permaisuri, kecuali Menteri Penasihat dan orang Lu Qiaofeng sendiri.


Selir kesayangan Kaisar di sisi lain juga mengandung anak Kaisar dan mendapat kasih sayang penuh dari Kaisar Huo Linzi. Namun ketika hari persalinan, Kaisar dihadapkan dengan urusan Negara yang menjadikan selir itu melakukan proses persalinan tanpa ditemani suaminya.


Begitu kembali dari persidangan, Kaisar terpukul akan berita kematian wanita kesayangannya dan memberikan tugas mengasuh Pangeran ketiga kepada Permaisuri.


Nyatanya kematian selir kesayangan Kaisar sebenarnya masih ada sangkut paut dengan Permaisuri, itu sengaja dilakukan dengan tujuan melenyapkan penghalang Permaisuri dan menukar identitas bayi keduanya. Pangeran ketiga yang asli dibunuh, diganti dengan putra haram Lu Qiaofeng bersama Menteri Penasihat.


“Hahaha... Begitu lebih baik! Aku lebih suka menjadi anak haram daripada menjadi anak kandung Kaisar Huo,” Huo Shaosheng tertawa dengan sedikit manik bening menggenang. Dia terlihat menyedihkan, teramat menyediakan sehingga lebih memilih tertawa gila setelah menerima semuanya, “rupanya begitu. Aku berubah menjadi Pangeran pendiam setelah merasakan rasa sinis Permaisuri padaku, rasa sayangnya padaku di watu itu adalah kepura-puraan demi kepentingan pribadi.”


Pikiran Huo Jiazhen mengambang seperti orang linglung, “pantas saat itu aku tertahan di pintu kediaman Permaisuri. Mereka bilang bahwa Permaisuri Lu Qiaofeng sedang menyendiri karena sakit hati pada perlakuan Kaisar, berdiam diri selama sembilan bulan tanpa mengizinkan siapapun mengunjungi kediamannya.”