The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter L]



Entah keberuntungan apa lagi yang memihak Yue Liang Zhi, dia merasa dipermudah secara sukarela oleh tetua sekte hitam. Kakinya melangkah tegas, berlaga seperti seorang penjaga garang yang hanya mengetahui cara bertarung dan menindas. Jika Bai Yun melihatnya sudah pasti akan bersorak memuji akting dan bahkan menirukan gerakannya, berpura-pura menjadi perompak dengan satu mata yang ditutup menyerupai Captain Jack Sparrow[1].


^^^[1] Jack Sparrow adalah seorang bajak laut fiksi dan tokoh utama dalam film trilogi Pirates of the Caribbean.^^^


Dia melangkah menuju tenda penyimpanan makanan, otak liciknya sangat bekerja untuk saat-saat tertentu. Tersenyum devil tatangkala netra hitamnya menangkap beberapa sosok anggota sekte hitam, langkah kakinya berbelok arah menuju pohon besar, sosoknya menghilang di udara.


“Liang Zhi...,” sapa Qiao Qiao yang tengah memberi makan singa kecil, “ingin mengambil sesuatu?”


“Ya,” jawab Yue Liang Zhi singkat sambil melangkah mendekati tanaman herbal, “kau sudah menanam beberapa tanaman beracun yang aku minta?”


“Sudah... Tuan perlu berterimakasih padaku, tanaman herbal Dú yālì sangat sulit untuk ditanam. Aku bahkan menanamnya hingga puluhan kali,” rengek Qiao Qiao seperti anak kecil, “tuan berikan aku hadiah kebebasan, aku bosan merawat singa kecil.”


Bukannya mengabulkan permintaan Qiao Qiao, Yue Liang Zhi tiba-tiba memiliki ide kreatif namun merugikan bawahan, “Qiao Qiao sangat bekerja keras, aku akan memberikan hadiah kecil.”


“Ah, tuan tidak perlu repot,” Qiao Qiao mengelengkan kepala dengas selaras.


“Apanya yang repot?”


Senyum tapi bukan senyum memaksa bulu kuduk meremang. Samakan ekspresi roh sistem dengan kucing polos yang terkejut kala melihat mentimun hijau, dengan bulu yang berdiri beserta ekor yang seperti antena pencari sinyal, mata bulat membelalak dan bergumam "meong~~~!!!" Tampak lucu dan mengenaskan secara bersamaan.


Qiao Qiao tergagap, dia merasakan akan terjadi sesuatu yang buruk pada dirinya, “ap— apanya?”


Senyum manis menghiasi bibir Yue Liang Zhi, “tuanmu ini berniat menambah anggota baru, bukan masalah besar,” tangan kecilnya memetik beberapa tanaman dengan cepat. “Menambah tali persaudaraan adalah hal baik,” dia kembali tersenyum penuh arti.


Mengabaikan wajah Qiao Qiao yang diremas buruk, Yue Liang Zhi segera menghilang dari dunia lotus.


Mata Qiao Qiao menunjukkan keluhan atas tindakan menindas tuannya, semakin merinding memahami kalimat itu dan kemudian berteriak, “LIANG ZHII!!!” Dia yakin betul, tuannya akan membawa masuk hal-hal aneh yang merepotkan dan membuatnya frustrasi berat. Misalnya sekarang tengah mencari rubah ekor sembilan, bila berhasil ditemukan maka kemungkinan besar rubah itu akan diungsikan ke dalam Dunia lotus.


Setelah berhasil kabur dari triakan nyaring Qiao Qiao, Yue Liang Zhi segera muncul di dalam tenda penyimpanan makanan. Kakinya berjalan pelan menuju seorang pria di depanya, memajukan tangan dan menotok beberapa syaraf, gerakannya sangat gesit bahkan nyaris tak terdeteksi. Saat berhasil membuat pria itu pingsan, dia berjalan mendekati beberapa kendi arak dan segera menaburkan bubuk aneh seperti orang kesetanan.


Kemudian menghela napas lega, “permainan akan semakin menarik, sangat mengasyikkan bermain dengan mereka.”


Baik, Qiao Qiao akan menyalakan lilin untuk mengenang nasib sial anggota sekte hitam. Walau dia tengah sengsara, bisa melihat orang-orang lebih sengsara dari kondisinya saat ini adalah kebahagiaan tersendiri, dan mewajibkan dirinya sendiri agar tertawa terbahak.


...****************...


Kondisi Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying sangat berbeda, jika Yue Liang Zhi mendapat keberuntungan baik, maka mereka sekarang sedang mendapat hal buruk. Bagaimana tidak buruk! Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying kembali menabrak pohon, tersandung akar pohon, tersangkut ranting dan saling bertabrakan. Itu bahkan lebih buruk dari kondisi sebelumnya, jika semula seperti pengemis, sekarang mereka seperti budak tawanan luntang lantung mencari sesuap nasi penganjal perut.


Tao Jianying bertanya-tanya dalam hati, untuk sekarang, pantaskah dirinya menangis darah? Haruskah dia membaca ramalan bintangnya sebelum keluar di pagi hari?


Mereka berdua sangat asyik mendalami kesialan yang tengah dilalui, sangat hikmat dan menjiwai.


“Ehh.. Kau menginjak kakiku,” bisik Pangeran Yun Fengyin, dia mendorong si penginjak dengan berlawanan arah.


Tao Jianying berjalan lurus dan menabrak pohon, “sial siapa yang menaruh pohon di sini?”


“Ayaa... Aku merasa zhaoshanku sobek.”


“Wajahku tersangkut ranting!!!”


Pangeran Yun Fengyin melangkah maju sambil membungkuk, dia hampir tersungkur karena tersandung akar pohon, “kabut pembawa bencana,” upatnya menahan emosi. Walaupun mengumpat, mimik wajahnya masih datar dan anggun tanpa jejak kegalakan.


Mereka saat ini masih tertimpa sial, namun masih bertambah sial saat batu kecil menimpuk pundak Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying. Mereka ingin meratapi kesialan, bahkan tersirat pertanyaan, apakah salah satu di anatara keduanya pernah melakukan dosa besar dikehidupan sebelumnya?


Terdengar bunyi siulan memenuhi pendengaran Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying, “sepertinya kalian sedang sial, perlu bantuan?”


Tao Jianying ingin bersujud, dia sangat senang mendengar suara itu. Penderitaan yang dipikul seakan meringan, “saudara Yue... Tolong aku, kondisi ini membuatku hidup segan matipun tak mau,” dia memajukan kedua tangan seakan sedang meraba-raba.


“Tidak usah melebih-lebihkan, sangat tidak cocok dengan tempramenmu,” Pangeran Yun Fengyin melirik sambil menahan rasa jijik. “Saat menghadapi spirit beast kau sangat pantang mundur, sekarang hanya karena kabut, kau akan merengek bagaikan anak kucing?”


“Aku seperti anak kucing,” beo Tao Jinying mengulangi perkataan Pangeran Yun Fengyin. Dia merasakan ada sesuatu yang menganjal, “ah, pendekar ini tidak berani menyinggung. Benar-benar tidak berani...,” telapak tangannya bergerak dari kiri ke kanan secara selaras.


Hati Tao Jianying berteriak nyawa, nyawa... Dia masih ingin hidup dan berumur panjang!


Yue Liang Zhi menggeleng ringan, tubuhnya melesat turun sambil membawa beberapa tanaman, “tidak perlu meributkan hal sepele!” Dia mengambil botol obat dari dalam hanfunya, “minumlah beberapa pil, sebentar lagi kalian akan keracunan.”


Tanpa keraguan, Pangeran Yun Fenyin segera melaksanakan perintah Yue Liang Zhi. “Nona, aku sudah meminumnya,” ucapnya sambil memberikan botol obat pada Tao Jianying.


“Baik, berhati-hatilah! Nikmati kesenangan kalian,” Yue Liang Zhi segera melesat pergi, dia masih memiliki beberapa kesibukan.


Aroma wangi merebak dengan radius puluhan meter, aroma khas itu semakin terasa tatangkala sosok kecil menghilang dan muncul berkali-kali dari pohon satu ke pohon lainnya. Pemandangan itu seperti bintang yang berkelap kelip! Tangan Yue Liang Zhi mengeluarkan api kecil membakar beberapa daun, inilah yang mendasari keluarnya wewangian aneh tersebut. Dia menggunakan dunia lotus sebagai teleportasi, Qiao Qiao yang melihat tuannya hanya bisa mendesah pasrah.


Ya, Yue Liang Zhi akan melakukan trik kecil untuk membuat kerusuhan. Dia berencana membuat anggota sekte hitam menggila dangan tanaman Dú yālì, tanaman ini pernah ia gunakan sebagai bahan campuran pembuat dupa dengan menghasilkan efek gila, dan Chen Bai Mo pernah menjadi kelinci percobaan Yue Liang Zhi. Tidak salah lagi, kegilaan tuan muda klan Chen terjadi akibat tanaman Dú yālì. Sekarang, Yue Liang Zhi akan menggunakan tanaman menggila agar anggota sekte hitam saling serang. Sangat tidak mungkin jika dia, Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying harus membasmi sekte hitam dengan kekuatan yang sekarang mereka miliki bukan? Sama saja bunuh diri! Membuat mereka menggila dan saling bunuh akan mempermudah pemusnahan, sangat irit tenaga dan sangat efisien. Ditambah, puluhan arak telah tercampur bubuk tanaman Dú yālì, sedikit kemungkinan anggota sekte hitan akan kembali hidup-hidup.


“Penyusup, penyusup, ada penyusup!!!”


Ketenangan Yue Liang Zhi terganggu karena teriakan anggota sekte hitam, tubuh santai yang tidur di pohon mulai berganti menjadi posisi duduk, mendadak memikirkan Pangeran Yun Fengyin. Detik berikutnya merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya, tubuhnya perlahan kembali berubah seperti semula. Rupanya khasiat pil wèizhuāng telah berkurang, tanpa pikir panjang segera melompat turun dan berlari menggunakan teknik qing gong.


Begitu tiba di tengah hutan, dia disuguhkan dengan puluhan anggota sekte yang tengah mengepung Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianyin. Dua orang masih memakai pakaian anggota sekte hitam, bentuk wajah dan tubuh telah kembali menampilkan pahatan halus. Lebam biru menodai sudut mata maupun bibir dua orang itu.


Dua orang anggota sekte hitam asli tengah memajukan pedang ke leher sabil mengancam, “katakan, kenapa kalian memasuki hutan ini?”


“Hahaha...,” Pangeran Yun Fenyin terkekeh ringan, “kami hanya pendekar biasa yang ingin melewati hutan, harusnya aku yang bertanya, kenapa sekte hitam berada di hutan?” Lebam di sudut mulutnya mengeluarkan darah segar.


Tao Jianying membrontak kecil, lebam di susut mata kiri membuatnya sedikit menyipit dan meringis, “mengalami kebangkrutan?” Dia memiringkan kepala ke kiri, cibiran dari mulutnya termasuk kategori pedas.


“Kurang ajar!!!”


Bunggghh...


Pukulan mendarat di wajah tampan Tao Jianying, siapapun dapat melihat sudut bibirnya mengeluarkan setetes darah. Sangat mengotori pemandangan! Wajah tampannya sekarang mempunyai dua noda. Dia tersenyum miring, ibu jari tangan kannya terulur untuk mengelap darah di bibirnya, “hanya seperti ini kemampuan kalian? Tidak seperti rumor!”


“Kalian menjadi momok mengerikan bagi para warga,” Pangeran Yun Fengyin menambah bara api. “Tapi, kedua mataku melihat dengan jelas bahwa kemampuan kalian rupanya bukan apa-apa. Kami sudah menyusup dari kemarin, kalian baru mengetahui sekarang, sangat membuktikan bahwa kalian lemah!”


“Sangat berani, kau berlaga seperti memiliki seribu nyawa,” penodong pedang rupanya pria yang memiliki luka gores di wajah. Dia segera menghadap tetua, “tetua...”


“Musnahkan!” Ucap tetua sekte hitam menggunakan nada malas sambil berlalu pergi.


Mendapat perintah mutlak, pria tersebut segera mengambil ancang-ancang untuk menebas leher Pangeran Yun Fengyin.