The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XXIII]



'Ck, mengandalkan setatus!' Lei Hu berdecak sebal dan memutar bola matanya malas, tak sengaja pandangan mata tertuju pada Pangeran Yun Fengyin yang tengah duduk bersila. Lei Hu mengerutkan dahi dengan pikiran yang berkelana, satu hal terkadang tidak disadari oleh Lei Hu. Semakin dia membenci Pangeran Yin Fengyin, semakin besar kemungkinan Lei Hu akan menyayangi Pangeran Yun Fengyin dan takut akan kehilangan.


“Baik, lelang barang yang selanjutnya adalah pil pembersih sum-sum. Dalam wadah ini, terdapat 3 pil, mari para kultivator, pil ini seharga 50.000 koin emas!” To Mu kembali mengeluarkan suara yang memekakan telinga.


“60.000 koin emas.”


“65.000 koin emas!!!”


“67.000...”


Yue Liang Zhi mencolek tangan Pangeran Yun Fengyin, “gege, pil pembersih akan dilelang.”


Merasakan tangan halus dan suara lembut berusaha membangunkan Pangeran Yun Fengyin dari meditasi, dia lantas menggetarkan kelopak matanya sambil menghembuskan napas kasar, “baik...,” dia menormalkan posisi duduk dan menatap Yue Liang Zhi.


“70.000.”


“85.000 koin emas!!” Teriak Pangeran Yun Fengyin dari dalam kotak.


Entah sadar atau tidak, suara serak menjelang dewasa miliknya terdengar seperti dentingan lonceng bagi perempuan di dalam kotak nomor 5. Perempuan itu meletakkan kue, menegakkan punggung dan menajamkan pendengaran untuk memastikan.


“90.000 koin emas...,” teriak kotak nomor 11 yang tidak mau kalah.


“93.000,” Yue Liang Zhi berteriak nyaring. Alhasil, dia mendapatkan tatapan tajam dari kotak nomor 5.


Hanya sekali membuka mulut, pelayan kecil itu telah menyentuh titik emosi dua orang penting!


“98.000 koin emas!!”


“98.200 koin emas,” Yue Liang Zhi tersenyum kecil.


“99.000 koin emas.”


“99.200...,” Yue Liang Zhi terkekeh sambil menutup mulut dengan tangan kirinya.


“Ayolah, pil itu milikku!! Mohon mengalah karena aku sangat membutuhkan pil pembersih.“ Butuh lima belas detik keheningan yang mendalam, merasa orang lain tidak dapat diajak negosiasi, pemilik kotak nomor 11 mulai geram. “Baik, sangat baik! Berani mengacuhkan Taizi[1]... Satu kristal spirit beast tingkat rendah!!!”


^^^[1] Putra Mahkota^^^


Tapi... Itu bukanlah teriakan mendominasi dan menekan, melainakn teriakan keputusasaan yang mendalam.


Yue Liang Zhi menatap Pangeran Yun Fengyin, yang ditatap hanya tersenyum menantang. Yue Liang Zhi tersenyum percaya diri, dia mengangkat tangan kanannya dan mulai berhitung, “tiga, dua, sa—”


“1 kristal spirit beast tingkat tengah!!!” Teriak Putri Mahkota Hou Chyou saat Yue Liang Zhi hampir sampai pada hitungan ke satu.


Yue Liang Zhi menaikkan alis kirinya, sambil tersenyum menang, “mudah terpancing!!”


“Yue'er, kau sengaja melakukannya bukan?” Tanya Pangeran Yun Fengyin dengan lembut, “setelah ini aku akan keluar terlebih dahulu,” dia berdiri sambil membetulkan hanfu, “melindungi kalian agar tidak diterkam hewan buas.”


“Gege juga sengaja bukan? Mengundang Putri Mahkota Huo Chyou untuk mengikuti lelang, tidak mungkin Kekaisaran kekurangan harta sampai-sampai Putri Mahkota sepertinya mau membeli barang yang tidak berguna...,” Yue Liang Zhi mengalihkan pandangannya dari Pangeran Yun Fengyin dan menatap kotak nomor 5, “dan Fengyin gege sengaja meminta kami berganti hanfu, agar kami tidak ditangkap oleh orang-orang Kekaisaran.”


Sepasang pipi Bai Yun mengelembung, dia hanya mengamati dan menjejalkan beberapa kue osmanthus ke mulutnya.


Lei Hu mencibir, “ternyata rumor itu benar! Putri Mahkota menyukai Pangeran menyebalkan ini.”


“Yups... Aku sangat sengaja untuk membuatnya marah, agar saat pil yang dileleng harganya terlalu mahal, dia akan mau dan senang hati untuk membayarnya,” imbuh Yue Liang Zhi dengan smirk licik.


“Haha... Apa kau cemburu Lei Hu?” Pangeran Yun Fengyin menyebut nama orang lain tetapi dengan posisi menatap dan mengusap kepala Yue Liang Zhi, “beruntung, karena kelambu ini menjadikan orang yang ada di luar tidak bisa melihat kita.”


Pangeran Yun Fengyin menaikkan alis kirinya, lalu menghembuskam napas dengan pelan. Dia menatap teduh Yue Liang Zhi, “Yue'er... Sepertinya kau tidak hanya membuat Huo Chyou marah, tapi kau juga membuat orang yang menempati kotak nomor 11 marah sekaligus tertarik padamu. Aku dengar-dengar, dia adalah orang penting dari Kekaisaran Daoxing.”


Dia heran, setiap langkah yang diambil oleh pangsit putih ini pasti akan selalu menyenggol beberapa hal penting.


“Tunggu!! Aku mencium bau-bau konspirasi di sini, gege bilang Kekaisaran Daoxing? Bukanlah identitas orang-orang di dalam kotak harusnya dirahasiakan. Kecuali identitas Putri Mahkota Huo disebutkan secara gamblang dengan tujuan... Ooohhh! Aku tahu, agar nanti saat dia bersaing harga, mereka akan kalah tanpa berani melawan sedikitpun. Sangat licik!!” Tebak Yue Liang Zhi.


Bai Yun dan Lei Hu, hanya diam dan mencerna perkataan dua orang pintar yang sedang berbicara di depan mereka.


“Betul, kau sangat pintar Yue'er. Paman To Mu adalah anggota organisasi serigala putih, jadi sangatlah mudah untuk mengetahui siapa saja orang yang datang dan berkunjung kemari.” Pangeran Yun Fengyin perlahan berdiri, “akan ada pelayan yang akan membawa kalian menemui paman To Mu. Ah, ya... Jangan lupa kalian harus berkultivasi setelah mendapatkan pil itu, terutama kau Yue'er. Lepaskan segel yang ada dalam tubuhmu dengan perlahan, jika terlalu cepat, kau akan merasa terbakar seperti tadi!!”


Dua orang lain di dalam ruangan memiliki gerakan yang mematung, kue kering di tangan Lei Hu telah jatuh dan terendam dalam cangkir teh milik Bai Yun.


Kata segel dengan cepat menggema di pikiran Yue Liang Zhi, bahkan hal lain seperti alasan mengapa Putri Mahkota diundang agar menghadiri lelang terus bertumpuk di kepalanya. Dia ingin bertanya, tetapi sudah terlambat.


Pangeran Yun Fengyin telah melangkahkan kaki untuk keluar dari kotak. Tak lama setelah itu, datanglah seorang anak perempuan yang menghampirinya. Itu adalah Huo Chyou yang berniat menerobos masuk ke dalam kotak untuk mencari si penawar lelang pil pembersih yang telah berbagi kotak dengan Pangeran Yun Fengyin. Namun, dengan sigap Pangeran Yun Fengyin menghalangi dan mebisikkan kata-kata yang membuat pipi Putri Mahkota bersemu merah.


Putri Mahkota Huo Chyou bergelantung manja pada lengan kanan Pangeran Yun Fengyin, menarik keluar dari rumah lelang bangau emas. Interaksi keduanya intim dan intens, tapi hanya tiga orang yang benar-benar tahu perasaan tertekan Pangeran Yun Fengyin.


Lelang terus berlanjut, hingga tak terasa To Mu mulai mengucapkan kata-kata penutup dan membuat seluruh pelanggan keluar dari rumah lelang bangau emas.


Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu tetap berada dalam kotak. Ketiganya duduk berjejer menatap kosong pada meja, hembusan napas yang kasar saling bersahutan mengisi keheningan.


Kelambu tersibak hingga menampilkan perempuan yang tadi menuntun mereka ke dalam kotak nomor 8.


Tiga pelayan kecil mengalihkan pandangan, menatap wanita yang mengganggu konsentrasi.


Pelayan rumah lelang bangau emas yang merasa ditatap oleh tiga kucing, “......”


Untuk menghilangkan nuansa keanehan, Bai Yun mengambil cangkir teh dan menelan isinya dalam sekali teguk. “Uhuk...!!?” Dia merasa tersedak oleh hal aneh.


Pelaku yang telah menjatuhkan kue kering ke dalam cangkir, “???”


Pelayan paling muda di ruangan, “lupakan dua orang konyol itu!”


Perempuan pelayan rumah lelang mengangguk singkat, “mari ikut saya, Tuan To Mu mengundang kalian ke dalam ruangannya.”


Empat garis bayangan seorang pelayang berjalan beriringan, berbelok melalui cabang lorong tanpa diketahui oleh orang lain. Tidak butuh waktu lama. Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu kini berada di depan pintu coklat sederhana. Pelayan perempuan rumah lelang bangau emas membuka pintu dan mempersilahkan ke tiganya untuk masuk. To Mu berdiri menyambut Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu.


“Salam senior,” mereka bertiga membungkuk hormat.


To Mu tersenyum menghadapi kesopanan tiga junior anggota organisasi, “kalian terlalu sopan. Silahkan duduk, aku akan mengambil pil yang kalian butuhkan...,” dia berjalan ke arah lemari.


Yue Liang Zhi duduk di depan meja besar, Bai Yun dan Lei Hu duduk sebelah kiri dan kanan Yue Liang Zhi. To Mu kembali berjalan dengan membawa botol kecil di tangan kirinya, dia menarik kursi yang ada di depan ke tiga anak perempuan itu. “Di dalamnya ada tiga pil, masing-masing dari kalian mendapat satu,” To Mu memberikan botol tersebut pada Yue Liang Zhi.


“Terimakasih paman,” ucap Bai Yun.


“Ya, tidak perlu sungkan.” To Mu tersenyum tulus dan menganggukkan kepala, “selain anggota dari serigala putih, aku adalah mata-mata dari Pangeran. Mmmm... Aku dengar kalian adalah tawanan yang diselamatkan Pangeran Yun Fengyin, waktu perburuan serigala bukan?”


“Betul paman, tapi sebenarnya yang dari daerah rampasan hanya kak Lei Lei,” Yue Liang Zhi menunjuk Lei Hu, “aku dan Bai jiejie hanya diculik.”


“Haha... Kau ini. Jadi kau adalah Yue Liang Zhi, ini Bai Yun dan ini... Lei Hu?” To Mu menunjuk ke tiganya bergantian.


“Betul paman,” Yue Liang Zhi menunjukkan dua jempolnya, “tapi, bagaimana paman bisa tahu? Padahal yang aku tahu, paman To Mu dan Fengyin gege belum bertemu sebelum ini.”