
Murid, calon murid dan panatua sekte Qinglong kini berada di depan pintu masuk Kekaisaran Huo. Sembilan kereta kuda berjejer rapih, kereta pertama akan digunakan oleh penatua Yuwen Yue beserta dua murid senior, kereta kedua digunakan kelompok Yue Liang Zhi dan tentunya kelompok mereka bertambah dengan kehadiran Ruan Xulei, keteta ketiga berisikan kelompok Tao Jianying dengan tambahan Chen Bai Mo dan Xiu Juan, kereta keempat untuk rombongan murid sekte Qinglong, kereta kelima sampai sembilan berisikan calon murid sekte Qinglong.
Aura permusuhan di dalam kereta keempat terasa begitu kental, dua kelompok tersebut terpaksa harus berbagi kereta, ini merupakan hukuman dari Yuwen Yue lantaran kemarin kelompok Chen Bai Mo telah membuat kerusuhan.
Rombongan Yue Liang Zhi masih berada diluar kereta kuda, mereka semua ingin mengucapkan perpisahan pada Raja Kangjian Yun dan To Mu. Pangeran Yun Fengyin memberikan pelukan perpisahan pada ayahnya, dinginya salju tak melunturkan perasaan hangat dari keluarga kecil yang beranggotakan dua orang.
Raja Kangjian Yun memberikan tas qiankun tambahan, “Xiao Feng harus belajar dengan giat, ambillah... Ayah telah menyiapkan beberapa barang tambahan yang berguna, tunggu kedatangan kami di Kerajaan Lei untuk mengirimkan pesanan Yue'er.”
Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun, Lei Hu dan Ruan Xulei memiliki pandangan bingung.
Yue Liang Zhi mengangguk ringan, “kami akan menunggu kehadiran paman.” Rupanya To Mu telah memberitahu Raja Kangjian Yun tentang permintaanya, To Mu hanya tidak meberitahukan hal itu pada teman dan kakaknya.
Sembilan kereta kuda berjalan beriringan, roda kuda menyisakan garis lurus di sepanjang jalan. Permukaan sungai telah memadat, tidak ada pemandangan kiambang dan ikan yang melompat riang, hanya ada pohon willow tinggal ranting kusut yang berdiri congak menantang langit biru.
Aglo sedikit memercikan api menghangatkan rasa dingin yang telah menusuk tulang, Bai Yun menambahkan arang agar panas anglo tetap setabil. Kereta paling depan berhenti hingga mengakibatkan kereta selanjutnya ikut berhenti, beberapa orang perlahan menjulurkan kepala mengamati.
Telihat Desa Leng Xue yang tidak terlalu ramai oleh hiruk priuk aktifitas manusia, di Kekaisaran Huo hanya desa ini saja yang memiliki suhu paling rendah saat musim dingin. Suhu rendahnya setara dengan suhu musim dingin di Kekaisaran Yin.
Kekaisaran Yin dinamakan Yin karena di musim apapun, suhu di sana selalu lebih rendah dibandingkan tempat yang lain.
Senyum tipis terbit di bibir Lei Hu, dia akhirnya dapat beristirahat dengan nyaman dan tenang setelah berhari-hari tidur dengan posisi duduk.
Penatua Yuwen Yue memesan sekitar lima belas kamar, itu sudah lebih dari cukup untuk menampung seluruh jumlah anggota rombongan.
...****************...
Rombongan sekte Qinglong telah memasuki wilayah Kerajaan Lan, hanya butuh satu hari agar mereka sampai di sekte. Lentera menggantung menerangi jalan, kereta kuda terkadang bergoncang karena tersandung batu, tebalnya salju di tanah menjadikan sang kusir hanya mampu mengira-ngira jalan setapak yang memang dapat dilalui.
Malam telah berganti menjadi siang, perjalanan kali ini adalah perjalanan termulus yang pernah kelompok Yue Liang Zhi alami. Biasanya, mereka akan mendapatkan cegatan dan hambatan tak penting. Mungkin karena bendera sekte Qinglong berkibar di kereta yang paling depan, sehingga para penganggu berpikir dua kali sebelum merusuh.
Semua orang kini berdiri di depan gundukan salju, timbunan salju telah menghilangkan ratusan hektar tanah lapang yang diyakini sangat amat luas. Yuwen Yue menepuk kedua tangannya, “kita sudah sampai.”
Seluruh calon murid membuka mulut lebar, mereka menyiratkan pandangan bingung dengan kehancuran mimik wajah yang hampir serupa.
Salah satu calon murid: “Kita sampai? Ini hanya tanah luas, apa bangunan sekte Qinglong telah tersapu badai sehingga menjadi rata?”
Yue Liang Zhi bersedekap, kepalanya sedikit miring ke kiri, “teknik ilusi dan formasi Feng shui.”
Senior Shu Ming menatap gestur santai Yue Liang Zhi, “nona terlalu santai... Formasi perlindungan sekte Qinglong hanya diketahui oleh murid dan anggota pengurus sekte saja, orang dalam akan berangapan kalau nona Yue adalah mata-mata.”
“Jika begitu, berarti kalian berpikiran sempit. Aku hanya asal tebak dan kebetulan tebakanku benar.”
Itu terlalu cangung, bagaimana bisa seseorang kultivator muda dengan latar belakang tidak jelas bisa mengetahui tentang teknik ilusi dan formasi Feng shui?
Wajah murid sekte kian bertambah kaku, kelompok Tao Jianying sudah terbiasa akan kejutan dari Yue Liang Zhi.
Usai beberapa detik kecangungan, Yuwen Yue berjalan ke sisi lain, “kami menamainya formasi bintang...,” chaos tianli memadat membentuk gumpalan air. Gumpalan itu muncul di kedua tangannya, “zhen menyambung di bawah, qian tiga garis panjang, gen menyambung di atas, dui terputus di atas, xun terputus di bawah dan kembali ke zhen.” Gumpalan air mendarat diberbagai titik mulai dari timur laut, selatan, barat laut, tenggara, barat daya dan kembali ke timur laut.
Ilusi mulai menghilang hingga menyisakan kabut tipis, pemandangan bangunan besar menjulang tinggi tertangkap oleh pandangan. Hanya ada satu kata yaitu megah, calon murid sekte kembali tercengang. Gerbang besi terbuka secara perlahan, sekitar seratus kultivator tengah berlatih di tengah lapangan.
Murid sekte Qinglong membungkukkan badan menyambut kedatangan penatua Yuwen Yue, rombongan calon murid ikut membungkuk pada murid senior. Yuwen Yue mengangguk melihat keharmonisan, “lanjutkan latihan kalian, oh... Jianying , pimpinlah jalan untuk calon murid junior.”
“Baik,” Tao Jianying membungkuk, tubuhnya kembali berdiri tegak setelah sosok Yuwen Yue menghilang dari pandangan.
Murid senior kembali melanjutkan latihan, kelompok Yue Liang Zhi diarahkan menuju kediaman gardenia.
Tao Jianying berjalan santai menuntun calon juniornya, “kediaman gardenia menjadi kediaman untuk murid luar maupun murid baru, kediaman ini terdiri dari ratusan bangunan. Ukuran masing-masing kamar berukuran sedang, setiap kultivator akan mendapatkan satu kamar pribadi,” ucapnya dalam satu tarikan napas.
Tiga kecantikan dan satu ketampanan paling menonjol berjalan beriringan di belakang kelompok Tao Jianying , seluruh murid sekte segera menatap ke arah kelompok Yue Liang Zhi. Pahatan sempurna bak Dewa dan Dewi membuat siapapun mendambakan sosok keempatnya, fitur halus meberikan kesan tidak dapat disentuh oleh makhluk fana.
Mantel merah menjadi yang paling sering dieluh-eluhkan, kecantikan kecil bak peri berbusana merah centil meberikan efek garukan gatal di hati para laki-laki. Surai hitam bergerak liar lantaran tertiup hembusan angin, kulitnya seputih kepingan salju di musim dingin, tubuh ramping seperti porselin rapuh. Bulu matanya bergetar menampilkan netra hitam sedalam samudra yang memiliki kedinginan menusuk, alis tebal melengkung seperti daun willow, bibir penuh namun tipis berwarna cherry mengoda setiap orang untuk memberikan kecupan capung. Melihat pipi lemak susu yang memiliki rona merah, semua orang kembali sadar akan umur kecantikan si mantel merah.
Telinga Xiu Juan memerah panas, dia bahkan melihat Chen Bai Mo sedikit linglung, “Jangan terlalu sombong dengan kecantikan kecilmu itu.”
Kaki Yue Liang Zhi berhenti melangkah, badanya berbalik menghadap Xiu Juan, “aku mengikuti ujian masuk dengan mengandalkan kekuatanku, bukan wajah maupun tubuhku,” suaranya terdengar merdu.
Chen Bai Mo kembali linglung, “Juan'er jangan merendahkan nona Yue, walaupun nona Yue memang sangat cantik. Tapi, kita semua memang melihat kualifikasinya saat memenangkan rangking satu,” sedetik kemudian dia tersentak menyadari ucapannya sendiri.
Xiu Juan seperti ingin mati tercekik, dia segera pergi dengan langkah besar meninggalkan rombongan. Hatinya panas, telinganya terbakar dan tunangan tak berperasaan miliknya berani mengunggulkan perempuan lain di depan umum.