The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter IV]



Ruang bawah tanah yang gelap hanya ada cahaya remang-remang, seorang pria yang kedua tangannya terkunci borgol mulai mengerjap-ngerjapkan mata, “sudah selesai tidur siang?” Tanya Arista sambil melempar tangkapkan bola.


Saat melihat gadis itu, akan ada dua kata yang menggela di otak yaitu 'terlalu santai!'


“Kkk... Kkkau... Ke... Kenapa disini?” Leon tergagap dan segera mengerak-gerakan tangan dengan beringas, suara kursi berderit keras menghiasi keheningan di ruangan bawah tanah.


“Pertanyaanmu salah, bukan kenapa kau di sini. Harusnya kenapa aku disini!!” Arista yang mulai sebal mencebikkan bibirnya, “kenapa akhir-akhir ini aku bertemu orang bodoh?”


“Ap... Appp... Apa ma—” Leon semakin gemetar.


“Stopp! Apa kau mengidap disartria[1]?” Tanya Arista sambil menodongkan pisau, “kau bekerja sama dengan Luo Feng?”


^^^[1] Disartria adalah kondisi yang terjadi saat otot-otot yang kamu gunakan untuk berbicara terlalu lemah atau kamu kesulitan mengendalikannya. Alhasil, kondisi ini sering menyebabkan pengidapnya mengalami cadel atau berbicara terlalu lambat sehingga sulit dipahami.^^^


“...” tidak ada jawaban dari Leon.


“Hemmm?” Arista menunggu jawaban dari Leon, dia menaikkan kedua alisnya. Tangannya meremas bola berusaha sabar, “jika aku bertanya itu seharusnya kau segera menjawab, mungkin aku bisa meringankan hukumanmu.”


“......”


“Tadi gagap sekarang bisu, atau setelah ini kau akan menjadi buta?” Bentak Arista. “Baik, jika tetap tidak mau menjawab... Aku akan membuatmu lumpuh, bisu dan buta selamanya!” Arista memutari kursi sebanyak dua kali dengan aura yang mengintimidasi, dia semakin membuat Leon mengalami senam jantung.


Leon merasa bahwa dirinya akan mati tercekik oleh aura, sayangnya, kenyataan berkata lain...


Kraakkk...


Terdengar bunyi nyaring dari tulang jari kelingking yang dipatahkan, pemanasan untuk penyiksaan telah dimulai.


“Aaaaaaagggg...”


Kraaakkk... Kretakkkk...


Empat jari yang ada di tangan kiri dipatahkan secara langsung, ekspresi gadis itu masih datar, seakan yang dia patahkan bukanlah jari melainkan coklat batangan.


“Aaaaaagggghhhhh... Bunuh saja aku...”


“Ah jika membunuhmu secara langsung itu tidaklah seru, anak buahku sedang kekurangam tontonan. Kau itu akan menjadi tontonan gratis di markasku, paham?” Tanya Arista semakin membuat Leon bergidik ketakutan, “oke tahan, masih memiliki lima belas jari milikmu yang masih utuh. Langsung lanjut tangan kanan, oke? Satu, dua...”


Leon segera paham dengan model introgasi Arista yang seperti psikopat, langsung saja dia berteriak lantang. “aku bekerja sama dengan Luo Feng!”


“Kya... Aku memintamu untuk mengakui bukan berteriak seperti di hutan!” Gretak Arista, “baik, baik, ini hukuman untukmu.”


Pisau menancap di paha Leon dengan cepat dan akurat, seringai kejam mucul di wajah Arista. Darah memercik mengotori pakaian kedua belah pihak, lengkingan tajam Leon menggema panjang. Disusul dengan asap yang memberikan efek halusinasi.


...****************...


Baili Enterprise menjulang tinggi di kota A, perusahaan dengan kedudukan tertinggi dan pemegang kendali pasar ekonomi, siapapun tahu siapa pemimpinnya, ya! Perusaah besar berada di bawah kepemimpinan tuan muda Baili Jiangxuan, seorang tuan muda dengan pesona luar biasa, para lawan bahkan akan tunduk tanpa berani membalasnya sedikitpun. Bahkan, Baili Enterpris kini berhasil berada dipuncak kejayaan, kerja keras Jiangxuan membuatnya memperoleh pandangan hormat.


Seorang pria memasuki perusahaan dengan tampang dingin dan tak tersentuh, semua karyawan menunduk hormat kepada sang pemimpin, tanpa membalas, pria itu langsung menuju ruang CEO.


“Apa saja yang kau tahu tentang Arista Efret?” Tanya Jiangxuan sambil melihat ke arah laptop, dia ingin mengetes kepekaan bawahanya dalam mencari informasi.


“Arista Efret, nona muda pertama keluarga Efret, berumur sembilam belas tahun, putus sekolah semenjak bangku SMP. Ibu kandungnya bernama Soraya Elzata Zhi, meninggal pada saat Arista berumur delapan tahun. Ayahnya Marcues Efret juga telah meninggal dua bulan yang lalu, semua harta warisan dititipkan pada nyonya Efret—” perkataan Xiao Cen terpotong saat Jiangxuan mengangkat tangan.


“Imelda!!!”


“Harta yang dititipkan pada nyoya imelda akan diserahkan pada nona Arista pada saat umurnya menginjak dua pulih tahun, hubungan nona Arista tidak begitu baik dengan nyonya Imelda dan nona Elisa. Namun, saya dengar-dengar, nona Arista berhubungan baik dengan adiknya, Lux Efret, tuan muda Lux bahkan memiliki latar belakang yang kurang pasti, karena dirinya dikabarkan bukan saudara sedarah nona Arista, selebihnya mungkin tuan sudah tahu.”


Hanya itu yang informasi yang mampu Xiao Cen dapatkan?


Baili Jiangxuan memainkan pulpen di tangannya sambil berpikir perlukah dia melempar Xiao Cen kepelatihan agar lebih mampu menjalankan tugas, tapi kemudian dia tersadar, Arista sangat pandai menyembunyikan identitas hingga ke titik dimana itu akan sulit digali. Jadi, dia hanya mampu pasrah akan kenyataan bawahannya memang lemah bila dihadapkan dengan gadis itu.


“Aku dengan Jingxian incaran baru si ja*lang itu...”


“Betul tuan, namun nona Elisa ditolak mentah-mentah oleh tuan muda Jingxian, tuan juga sudah tahu, bahwa nona Elisa sempat memiliki niatan untuk mencelakai tuan muda kedua... Beruntung, semua rencana itu gagal saat kedatangan nona pertama.”


“Baik tuan...”


...****************...


Burung bernyayi membuat halaman menjadi lebih hidup, seorang gadis tengan bersandar di bawah pohon karena kelelahan berolahraga, pakaian ketat yang dia gunakan menimbulkan lekukan tubuhnya tercetak sangat jelas. Tangan kanannya tengah memegang minuman botol, dalam sepuluh kali tegukan air minum itu tandas tanpa tersisa, “tak bosan mengamatiku dari jauh?” Arista dengan santai melempar botol ke tempat sampah yang berada dekat dengan pria berkemeja hitam, “ayolah keluar! Dengan begitu malaikat mautmu juga akan segera tiba...”


Sosok pria berkemeja hitam mulai berjalan mendekat, Arista dengan sigap mengapai tangan tanpa belas kasihan dan memelintir tangan lawannya ke belakang tubuh, tulang yang semula keras menjadi lentur seperti jelly, “ah... Ternyata kau mau aku berkunjung!” dia berteriak melalui earphon di telinga pria itu, hanya sekali pandang, dia langsung mengetahui siapa yang berada di balik layar.


Tidak lama setelah itu, gadis kecil bercelana jins dan berkaos putih tengah berjalan di pintu masuk Baili Enterprise, dia menenteng kardus di kedua tangannya, sangat imut! Itulah kesan saat pertama kali melihat gadis kecil betubuh minimalis.


Pintu masuk menjulang tinggi dengan kemegahan yang dapat menghipnotis siapapun, dua penjaga berada di kiri dan kanan pintu masuk. Keduanya segera menghalangi Arista, helaan napas kasar keluar dari bibir sexynya, “jika paman bertubuh kekar seperti pohon ingin tetap hidup, tolong jangan halangi jalanku!”


“Orang asing dilarang masuk!” Cegah penjaga itu.


“Kalau aku memaksa?”


Penjaga lain segera meninggikan volume suara, “sombong!”


Seorang resepsionis mendengar keributan, merasakan kehadiran tamu tak diundang, dia segera menghampiri Arista dengan pandangan mengejek dan merendahkan, “kenapa gembel sepertimu ingin masuk? Ingin minta-minta kah?” Ejek karyawan berbaju kurang bahan.


Arista memutar bola matanya jengah, bersiap menghadapi ketiga orang di depannya. “Ah betul nona, betul sekali, kau juga lihat bukan? Aku membawa kardus, sudah pasti untuk memita sumbangan.”


“Disini bukan tempat pengemis sepertimu!”


“Di sini juga bukan tempat pegawai minus dan berwajah plastik sepertimu, berniat menggoda kah? Ini bukan tempat yang seharusnya, kau hatusnya memasuki bar dan menggoda para pria kaya,” timpal Arista.


“Lancang!!!” Karyawan itu sadar akan sindiran keras dari gadis itu.


“Aku memang lancang, ada masalah?”


Keributan yang gadis kecil itu buat ternyata sampai mengundang karyawan yang lainnya berkerumun, tempat ramai kian bertambah ramai.


Pemilik mobil putih dari kejauhan datang menghampiri, itu adalah Jingxian. Dengan tiba-tiba suasana berubah menjadi lebih dingin, pria itu lantas berdehem ringan mengacaukan konsentrasi semua orang. Senyum di wajah Arista merkah melihat pria tampan yang ada di depannya, dengan cepat, semua karyawan dan penjaga pintu menunduk dengan penuh rasa hormat. Jingxian menghiraukan semua orang karena perhatiannya telah terfokus pada gadis yang tengah membawa kotak.


“Tuan muda, lihat... Ada pengemis yang ingin masuk,” pegawai mengadu dengan bumbu kemanjaan dan de*sahan. Jingxian hanya tersenyum manis sebagai jawaban, melihat tuan muda yang tersenyum, hati karyawan itu berbunga-bunga dan semakin merendahkan Arista, “kotak—”


“Kenapa nona Arista Efret, nona pertama dan sah dari keluarga Efret ingin bertemu?” Jiangxian mendekat ke arah Arista, kalimatnya tegas seakan menyadarkan pikiran semua orang.


“Tentu ingin mengembalikan paket secara langsung kepada kakakmu...”


“Ah, kukira apa. Mari aku antar... Dan satu lagi, kalian bertiga di PECAT,” tunjuk Jiangxian tanpa berperasaan kepada karyawan dan penjaga pintu. Dia sengaja menekan kata pecat dan itu sukses menusuk jantung, benar-benar definisi sakit tak berdarah!


Jingxian yang tengah berada di samping Arista merasa penasaran, tingginya yang kontras memgharuskan dirinya untuk menunduk. Dia melihat gadis itu memasukkan tangannya kedalam kotak, karyawan lainnya juga merasakan kebigungan.


“Aku memiliki sedikit pesangon untukmu...,” Arista dengan santai memberikan masing-masing satu jari pada mantan karyawan dan pengawal.


Dengan bodohnya mereka juga menangkupkan tangan, seketika para karyawan berubah pusat pasi, bahkan terdengar bunyi orang yang muntah saling bersahutan. Jangan tanya nasib ke dua orang itu, mereka bahkan sampai pingsan tanpa ada satu orangpun yang menolong. Ini tentu saja bukan hanya definisi sudah jatuh tertimpa tangga, tapi ini adalah definisi sudah dipecat nyawapun terancam.


'Gila, gila... Ini benar-benar gila. Apa yang di lakukan kakak sampai Arista membawa potongan mayat!!' Jingxian merinding sampai menghitung jarinya


'Satu, dua, tiga, empat, ..., sepuluh? Ah! Syukur, masih aman...,' melihat jumlahnya pas, Jingxian menghela nafas lega sambil mengusap dada, namun seketika ia menegang kembali saat mendengar kata-kata Arista.


“Ingat, jika aku suatu saat kemari... Medapatkan sambutan mewah seperti ini, dengan senang hati, pesangon yang aku berikan adalah bola mata, mengerti? Dan satu hal lagi, tutup mulut akan lebih baik. Kalau tidak! Nasib kalian akan sama seperti orang, ah salah... Sama seperti mayat cincang yang ada di kotak ini... MENGERTI?” Seketika semua orang menganguk tak terkecuali Jingxian.


Orang yang bisa membunuh sesuka hati tanpa belas kasihan adalah orang yang paling tidak bisa untuk diprovokasi.


Setelah acara pertunjukan dan penindasan selesai, Arista pergi menuju ruang CEO bersama Jingxian. Pria itu masih menatap horor gadis di depannya, tangan kekarnya bahkan masih sedikit bergetar.


“Ini—” perkataan Jingxian terpotong saat Arista dengan kasar menendang pintu ruangan Baili Jiangxuan.


Brakkk...


“Aku tidak perlu sopan santun pada seorang penguntit sepertimu!” Teriak Arista.