The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter CXXVII]



Raut keseriusan pudar berganti dengan seutas senyum dan suara "hehe~" yang konyol dari Huo Jiazhen, itu sukses menampar keras wajah kaku sepuluh prajurit.


Huo Shaosheng menggeleng tak berdaya, sebagai Pangeran yang terkenal akan sifat pendiam dia hanya dekat dengan Huo Jiazhen di Istana Kekaisaran. Dia paham dengan sifat Taizi bila merasa nyaman bersama seseorang dipastikan akan selalu menunjukkan senyum konyol yang tidak mencerminkan keagungan, “kak tahan dirimu.”


Huo Jiazhen menempelkan telapak tangan kanan yang mengepal ke permukaan bibir, berbatuk ringan dan kembali terkondisi. “Nona Yue, kita bertemu lagi.”


“Ya,” jawaban Yue Liang Zhi mulai normal tidak seperti sebelumnya ketika keduanya bertemu pertama kali.


“Kalian juga tampak baik,” Taizi Huo Jiazhen menatap semua anggota kelompok Yue Liang Zhi dan terpaku pada Liu Canghai, “ini bukankah?”


Liu Canghai masih ditopang Tao Jianying mengangguk samar dan berucap, “Liu Canghai...”


“Ah, kamu rupanya Liu Canghai. Kamu sangat terkenal dikalangan anak muda, Kaisar juga sering menyebut namamu dalam beberapa kali pertemuan antar pejabat.”


Yue Liang Zhi dan Pangeran Yun Fengyin meyakini penyebutan nama itu bukanlah sesuatu yang positif. Tapi mengandung sesuatu tersembunyi dan berhubungan dengan ambisi Kaisar Huo, seperti keberadaan Liu Canghai mampu membuat Kaisar merasa tidak aman ataupun mengancam posisi Kaisar.


Hal itu jelas didukung dengan kegigihan Kaisar dalam menarik Liu Canghai secara paksa walau harus memerangi sekte Qinglong yang notabenya menjadi sekte nomor satu di Kekaisaran Huo, tidak ragu mengirimkan banyak ahli bela diri untuk melenyapkan Liu Canghai.


“Apa yang kamu lakukan di sekitaran sini?” Tanya Yue Liang Zhi melirik sekilas sepuluh prajurit.


Pandangan Huo Jiazhen teralihkan, “aku tengah menunggu lima prajuritku, mereka masih mencari informasi barang yang diinginkan Kaisar.”


Lima?


Jumlah ini begitu pas dengan jumlah laki-laki berpakaian serba hitam yang mengikuti murid sekte Jianlong, apalagi sekte itu juga menjadi pendukung Kaisar.


Tapi...


Mereka sepertinya tidak ingin membunuh Liu Canghai, mereka hanya memberi pelumpuh otot agar dia lemah dalam melakukan perlawanan dan seperti berniat membawanya kesuatu tempat. Jika mereka kali ini benar-benar ingin membunuhnya, semua kerumitan tidaklah diperlukan.


Kecuali kehadirannya memang diperlukan untuk menjadi kambing hitam setelah Kaisar melakukan kejahatan lain, tuduhan skandal itu berguna mencemarkan nama baiknya sekaligus nama sekte Qinglong agar jatuh di mata umum.


Dari semuanya, siasat Kaisar Huo Linzi telah berkembang menjadi lebih kompleks seakan bukan hanya satu orang yang ingin dihancurkan tapi beberapa orang.


Untuk mengetahui rencana jahatnya, sepertinya Yue Liang Zhi perlu bergaul dengan Taizi dan Pangeran kedua dalam beberapa hari kedepan.


“Sebaiknya kita beristirahat terlebih dulu, senior Liu Canghai juga perlu menunggu keefektifan obat pelumpuh otot memudar,” usul Pangeran Yun Fengyin yang juga memahami kejanggalan prajurit di sekitar Taizi.


Semua orang setuju akan ide tersebut.


Pada sekitar jam chu wei[1], sekelompok orang duduk melingkar menikmati dendeng daging kering sembari mendengar perdebatan kecil antara sepasang saudara Wei. Bai Yun, Lei Hu dan Ruan Xulei menjadi yang paling sering tertawa. Taizi Huo Jiazhen sesekali memanasi perdebatan dan terkekeh seperti anggota yang lain, dia juga menggoda Pangeran kedua sampai alis di wajah itu bergelombang kuat menahan godaan. Mereka semua telah berkenalan hingga mengurangi rasa ketidak kenalan pada Huo Shaosheng.


^^^[1] Sistem Jam menurut hanyu pinyin yang menunjukkan jam 1-2 siang.^^^


Tao Jianying menenggak air minum sambil mengawasi Liu Canghai yang tengah mengambil posisi bermeditasi, Pangeran Yun Fengyin memutar-mutar daun kering.


Yue Liang Zhi sibuk memandang burung yang berkicau di atasnya, dia tenang dan menyendiri seakan keributan itu merupakan keributan di alam lain. Kemudian duduk bersandar dengan mata terpejam.


“Lapor!!” Salah satu prajurit berlutut pada Taizi Huo Jiazhen, dia segera melanjutkan laporan setelah mendapat kode dari junjungannya, “kami telah menemukan informasi lokasi bunga keabadian, itu berada di sekitar rawa hitam.”


Mata terkulai Yue Liang Zhi kini terbuka, tersenyum sinis dan berdicih tajam. Bunga keabadian hanya akan tubuh di lereng gunung dan tempat-tempat kering, prajurit itu berani memberitahukan bunga keabadian tumbuh di daerah rawa?


Kekonyolan yang tidak tertandingi!


“Kalau begitu mari pergi mengeceknya,” balas Liu Canghai yang mendadak berdiri.


Semua orang menenggok cepat menatap ke arahnya, sedikit terkejut mengetahui pengaruh obat telah menghilang.


Alam bawah sadar Yue Liang Zhi dan Liu Canghai selaras seingga menjadikan keduanya saling bertukar pandang. Yue Liang Zhi nemutus pandangan beralih pada Huo Jiazhen, “aku juga akan ikut bersamamu.”


“Jika Yue'er pergi, maka kami semua akan ikut pergi,” Bai Yun menambahkan.


Huo Jiazhen tersentuh akan perasaan persahabatan kelompok Yue Liang Zhi, “oke... Kita semua pergi bersama.”


Membutuhkan perjalanan sekitar setengah jam agar meraka sampai di pinggiran rawa hitam. Pada peta, daerah itu merupakan daerah dengan spirit beast tingkat tengah alam kuning, dan otomatis bukanlah tempat terlarang.


Nama rawa ini memang cocok dengan kondisi air rawa yang berwarna hitam legam sehingga sulit untuk mengetahui kedalaman rawa tersebut, tidak ada keindahan daun enceng gondok yang mengambang, tidak ada katak yang melompat dan ikan yang berenang. Semuanya hitam begitupun dengan lumpur hidup yang tersebar dimana-mana sehingga mengharuskan mereka semua ekstra hati-hati.


Semua pohon menggering dengan ranting bercabang tanpa daun, kulit pohon pecah disertai getah pohon yang melekat kuat.


Tempat ini seharusnya menjadi sarang spirit beast tingkat tengah alam kuning, namun sepanjang mata memandang itu terlihat sepi tanpa kehidupan lain.


Mata Pangeran Yun Fengyin menyipit, “ini terlalu sepi.”


Tao Jianying yang berada di samping Pangeran kedua merespon, “walaupun peta kulit hewan dibuat oleh Patriak dan penatua bertahun-tahun yang lalu, tapi seharusnya kondisi tempat tidak akan terlalu berbeda dari peta.”


“Seperti tidak ada kehidupan di sini,” Wei Shuwan meringkuk di gendongan Wei Jun.


“Bukan,” Yue Liang Zhi menyela pemikiran semua orang, “alam juga mempunyai hukum sebab dan akibat. Tempat ini sepi tak dihuni spirit beast, hanya ada kemungkinan... Ada spirit beast lain yang lebih kuat dan mampu mengusir yang berada di alam kuning.”


Setelah dia berucap, genangan rawa disebelah kiri mengeluarkan gelembung kecil.


Jantung Huo Jiazhen berdebar merasa takut, “apa informasi yang kalian dapat akurat?” Tanyanya pada sepuluh prajurit di depannya.


“Sangat akurat,” tegas salah satu prajurit.


Gerakan lain terjadi di belakang kelompok tersebut, bunyi sisik bergesekan menerpa pendengaran.


Wei Jun mengeratkan pelukan pada adiknya, menelan saliva secara paksa dan bertanya berbisik, “apa kalian mendengar pergerakan?”


Sssssstttt...


Tubuh Wei Jun semakin bergetar setelah mendengar desisan dan kemudian bertanya lagi dengan lebih pelan, “apa kalian mendengar desisan?”


Dia ingin menangis sekarang juga,“apa kalian—”


“Diamlah! Kami tidak tuli,” jawab Ruan Xulei menggunakan suara berat.


Goaarrr!


Wei Jun dan Ruan Xulei: (╮°-°)╮


Sosok tinggi menyahut percakapan keduanya menggunakan suara besar tepat di depan wajah. Itu adalah hewan bertubuh tinggi besar dan mempunyai panjang lima meter, berwujud ular dengan lidah panjang dan gigi runcing, sisik hitamnya mengkilat keras memantulkan sinar matahari. Sepasang tanduk belum sempurna menambah kesan menakutkan.


“Keparat!” Huo Shaosheng mengumpat keras.


Semua orang: “.........?”


Pangeran pendiam juga bisa menumpat?


Huo Shaosheng yang mendapat tatapan aneh ingin segera kembali mengumpat, 'ayolah! Aku juga manusia, oke.'