
Kaisar Huo menginstruksikan agar acara pengujian tetap berlangsung, trimbun penonton menjadi lebih terkendali dari sebelumnya. Pertandingan ketiga, keempat, kelima dan seterusnya terus berlanjut. Pertandingan Lei Hu dan Ruan Xulei memnjadi pembuka yang mengejutkan, karena pertandingan keduanya berakhir begitu cepat tanpa keseruan sedikitpun.
Tentu pertandingan kultivator lainnya lebih membosankan dan membuat orang menjadi jenuh, kecuali pertandingan anak Menteri Pertahanan Kekaisaran Huo. Xia Jimei seorang perempuan berumur sembilan belas tahun putri Menteri pertahanan, dia adalah seorang kultivator yang mencapai tingkat qi fundation tengah level 3, dia digadang-gadang akan menempati peringkat pertama ujian masuk sekte.
Sama seperti Lei Hu, Yue Liang Zhi dan Bai Yun telah lolos dengan mudah di babak ini. Lawan Yue Liang Zhi menyerah di awal saat pertandingan baru dimulai, siapapun tahu keganasan pukulan anak itu, jadi lawannya memilih menyerah tanpa perlawanan sedikitpun. Untuk Bai Yun, lawan kakak perempuan Yue Liang Zhi tidak hadir karena terkena tekanan mental, rupanya seseorang yang lari ketakutan karena takut tertular penyakit si nomor 28 adalah calon lawan Bai Yun. Hal ini sukses memberikan kelompok Yue Liang Zhi dua keuntungan sekaligus, sepertinya takdir baik berpihak pada mereka.
Yuwen Yue kembali maju ke panggung untuk mengumumkan dua kultivator terakhir yang akan bertanding, “kultivator dengan nomor plakat 16 melawan nomor 210.”
Ya, Pangeran Yun Fengyin sudah menduga hal ini, dia bahkan sudah berdiri dan bersiap sebelum Yuwen Yue mengambil gulungan kertas di dalam kotak. Yue Liang Zhi tersenyum menunggu tontonan yang akan Yun Fengyin tunjukkan, Lei Hu menyemangati dengan rona merah dikedua pipjnya.
“Semangat ge!” Sorak Putri Mahkota Huo Chyou sukses menarik perhatian, orang yang tidak tahu pasti akan berangapan bahwa dia telah menjalin hubungan sepesial dengan Pangeran Yun Fengyin.
Pangeran Yun Fengyin merasa masam, dia menampilkan ekspresi datar tak tersentuh dan mengangguk kecil. Ini merupakan respon paling antusias darinya, sudah sukur dia menjawab dengan anggukan dari pada tidak sama sekali. Dia kini berhadapan dengan seorang pria berusia sekitar 23 tahun, lawannya memakai senjata pedang urumi.
Urumi adalah pedang panjang dengan pisau fleksibel dan tipis, dapat diklasifikasikan sebagai cambuk baja, bentuknya seperti pedang berpilin dan biasanya digunakan untuk jurus yang berkaitan dengan ular. Jangan pernah menyepelekan tingat ketipisan pedang, karena walaupun tipis tapi memiliki ketajaman hampir dua kali lipat dari pedang miliknya. Saat urumi milik nomor 16 terhunus kedepan dan bergetar seperti tertiup angin, Pangeran Yun Fengyin segera melakukan sikap kayang. Pedang lawan hanya berhasil mebebas angin, Pangeran Yun Fengyin memblokir pedang itu dengan pedang miliknya.
Bunyi dentingan berualng kali terdengar, mantel putih Milik Pangeran Yun Fengyin memiliki sobekan kecil di ujungnya.
“Menyerahlah!” Si nomor 16 masih mengerakan pedangnya, dia hanya mendapatkan tatapan acuh dari Yun Fengyin, “baik, kau yang mau cari mati... Jurus lilitan ular!” Aura kultivator tingkat qi codensation puncak level 3 menyeruak memenuhi panggung.
Putri Mahkota Huo Chyou mengigit kukunya, dia merasa gelisah akan keselamatan sang pujaan hati.
Pedang urumi bergerak liar seperti gerakan ular, Pangeran Yun Fengyin segera memasang aray pelindung. Penton mengamati dengan serius apa yang terjadi setelah ini, sabetan-sabetan masih menabrak bagian luar aray hingga berhasil membuat retakan kecil. Retakan kecil merambat, Pangeran Yun Fengyin mengumpumpulkan qi di dalam dantiannya, “jurus tebasan angin tahap kedua: sapuan topan.”
Gelombang pusaraan angin menjadikan pedang urumi tak mampu menyerang lebih lanjut, gelombang angin masih berputan dan berputar membentuk topan. Pangeran Yun Fengyin memajukan pedangnya kedepan, topan bergerak menyerang lawan. Gulungan topan mengulung tubuh lawan hingga perlahan topan tersebut menghilang, lawannya memuntahkan seteguk darah segar. Keduanya kembali bertarung, pedang urumi berbelok-belok tatangkala bersentuhan dengan pedang milik Pangeran Yun Fengyin.
Penonton bersorak menyaksikan petarungan sengit dari keduanya, ini merupakan pertarungan penutup satu lawan satu yang membuat jiwa penonton ikut bersemangat.
“Kau bakat muda yang mumpuni, mari bertarung sampai akhir dan tunjukkan kemampuanmu yang sesungguhnya,” nomor 16 memutar tubuh menghindari mata pedang lawan.
Pangeran Yun Fengyin mengeluarkan aura tingkat kultivasinya, si nomor 16 meresa sedikit kaku, “aku meminta maaf untuk senior karena nantinya tidak bisa maju ke babak berikutnya,” dia kembali mengumpulkan qi. Aura penekanan dan ketegasan darinya telah membuat bulu kuduk penonton berdiri, “jurus tebasan angin!” Sabetan angin memblokir pergerakan pedang urumi, nomor 16 terpukul mundur. Pangeran Yun Fengyin bergerak maju dan berakhir mengores punggung lawan, dia kini berada di belakang tubuh lawan sembari mengengam erat pedang milikya, “Kau kalah,” ucapnya singkat.
Gerakan ini terlalu cepat!
Pangeran Yelu Yun diam-diam tersenyum, ternyata saudara sepupunya tidak seburuk yang dulu dia pikirkan. Putri Mahkota Huo Chyou berdiri sambil tersenyum secerah matahari, sayangnya menurut Pangeran Yun Fengyin senyuman dari putri Kaisar Huo tidak ada manis-manisnya sedikitpun.
“Pertarungan penutup satu lawan satu dimenangkan oleh nomor 210,” Teriak Yuwen Yue mengelegar sontak mendapat sorakan antusias dari penonton dan tamu undangan, “aku meminta 25 kultivator segera menemuiku, akan ada pembagian plakat baru untuk babak selanjutnya.”
Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu berjalan mendekati Pangeran Yun Fengyin. Ketiganya mengucapkan selamat akan kemenangan Pangeran Yun barat, Yue Liang Zhi memimpin kelonpoknya menuju keberadaan Yuwen Yue. Banyak kultivator telah menerima plakat baru, keempatnya ikut mendapat plakat tersebut.
Yuwen Yue menjelaskan fungsi plakat yamg telah kultivator dapat, “babak selanjutnya kalian akan saling merebut plakat satu sama lain. Satu plakat akan menjadikan kalian masuk 10 besar, dua plakat akan menjadikan kalian masuk 5 besar. Jika kalian bisa mencari keberadaan plakat ke tiga, kalian akan mendapat hak istimewa untuk langsung maju ke semi final.”
Tangan kecil Yue Liang Zhi mengusap plakat berwarna keemasan di gengamannya, matanya memiliki kilatan kecil. Untuk bebas dari setatus pelayan Kerajaan Yun barat, ketiganya harus bertarung sengit di ujian kali ini.
[Tuan ingin mengambil nomor?] Tanya Qiao Qiao.
'Aku akan mengambil peringkat satu,' jawab Yue Liang Zhi masih mengusap plakat.
Qiao Qiao merasa semangat dan antusias akan ambisi dari Yue Liang Zhi, [ya, aku percaya. Sekali kau berkata ingin melakukan sesuatu, kau pasti bisa meraihnya tanpa memeperdulikan resiko.]
“Mmmmm...,” gumam Yue Liang Zhi dan mengangguk ke arah Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu.
Kelompok kecil Yue Liang Zhi berjalan kembali ke tempat duduk, tiba-tiba suara perempuan menghentikan langkah keempatnya...
Putri Mahkota Huo Chyou mengulurkan tangan berniat bergelayut manja di lengan Pangeran Yun Fengyin, “aku mengucapkan selamat untuk gege.”
“Chyou, hentikan!” Pangeran Yun Fengyin merasa jengah mendapat ulat yang akan mengekorinya, “aku lelah, ingin beristirahat sebentar.”
“Tapi ge—” Putri Mahkota Huo masih bersikeras ingin bersama Pangeran Yun Fengyin.
“Jangan terlalu egois, aku benar-benar merasa lelah Chyou,” Pangeran Yun Fengyin pergi mengabaikan dan berlalu pergi, Yue Liang Zhi masa bodo dengan hubungan kedua orang berbeda gender itu. Bai Yun berdecak sebal, Lei Hu memiliki tatapan penuh arti.
Mata Huo Chyou tak lepas dari tangan Yue Liang Zhi yang tengah menyentuh mantel sobek Yun Fengyin, dia menampilkan muka merah tanda marah. Dari kejauhan Xiu Juan memberikan senyum tipis, sepertinya keduanya akan menjadi teman menghancurkan kecantikan matel merah.