
Pangeran Yun Fengyin dapat melihat semburat merah yang muncul di pipi Lei Hu, dia tersenyum samar, namun seketika menampilkan ekspresi dingin saat melihat mulut kepala pelayan hendak terbuka untuk menyela ucapannya. “Lagi pula, mereka belum di angkat secara resmi menjadi pelayan Kerajaan Yun barat bukan? Aku juga memiliki hak untuk memilih pelayan pribadiku, jadi... Kau tidak berhak mengatur keputusanku.” Dia menunjuk tepat di depan hidung Yenny, karena tinggi tubuhnya lebih tinggi dari orang yang tengah dia tunjuk, lehernya lantas agak menekuk menunduk.
“Ba... Baik Pangeran, akan hamba laksanakan,” Yenny menundurkan tubuhnya ke belakang dan membungkuk hormat, dia hanya bisa menurut dengan Pangeran dingin di hadapannya. Namun, jangan salah. Seorang kepala pelayan kediaman anggrek putih, tentu tidak akan mudah melepaskan mangsanya.
Apalagi ketiga magsanya adalah kelinci putih yang imut!
Terlihat kilasan kebencian dari pelayan lonceng perak, dia mengretakan gigi geram, matanya kian tertuju pada Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu.
“Pelayan Jiao An, aku harap, kau segera meninggalkan kediaman teratai,” Pangeran Yun Fengyin sengaja mengalihkan perhatian pelayan lonceng perak. Menangkap tatapan tidak setuju yang terselubung dalam mata indah Jiao An, dia mulai menambah garam pada luka, “kau bisa tinggal dengan pelayan lainnya dan tidak perlu mengurusi keperluanku lagi.”
Semua ketidak setujuan, keluhan dan ketidak terimaan hanya mampu ditelan paksa, “baik Pangeran...”
Pangeran Yun Fengyin mendengus dingin, dua orang itu terlalu mencengkram definisi lain di mulut lain pula di hati, nemaksanya harus tetap waspada disetiap waktu. Dia segera melangkahkan kaki menuju kediaman Raja Kangjian Yun, berniat melaporkan kepulangannya.
Perlu diketahui, kediaman teratai dibuat khusus oleh ibunda Pangeran Yun Fengyin, kediaman itu berfungsi sebagai tempat tinggal pelayan pribadi dari pihak anaknya kelak. Beliau ingin, pelayan yang melayani anaknya dapat hidup dengan damai tanpa campur tangan pelayan licik yang terselubung dalam Istana Kerajaan Yun barat. Rencana yang sangat matang, namun itu semua perlahan hancur setelah Pangeran Yun Fengyin berumur tujuh tahun. Pelayan yang dulu ditunjuk oleh Ratu Nuan Yin meninggal dengan cara misterius, hal itu mengakibatkan Raja Kangjian Yun mengangkat Jiao An menjadi pelayan lonceng perak sekaligus pelayan pribadi untuk putranya.
Saat Ratu Nuan Yin mengandung, dia sudah mendirikan organisasi serigala putih dan kediaman teratai. Semua alasan yang dia gunakan adalah untuk melindungi anaknya, namun di balik itu semua, masih ada alasan tersembunyi. Hanya Kekaisaran Yin yang tahu akan jalan pemikiran yang Ratu Nuan Yin, karena sebelum bertemu dengan Raja Kangjian Yun, status Nuan Yin adalah Putri Mahkota Kekaisaran Yin.
Halaman kediaman pelayan kini tengah ramai dengan para pelayan yang tengah berkumpul, mereka akan melakukan penyambutan dan pengangkatan pelayan baru. Sudah sangat jelas, mereka berkumpul untuk Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu. Dan pastinya, terlihat wajah-wajah terpaksa yang tercetak jelas pada setiap pelayan.
Banyak dari mereka yang mencibir, Lei Hu yang sudah memerah marah dan siap-siap akan meledak, dia mulai tenang saat Yue Liang Zhi membuka mulut pedasnya, “jangan dengarkan ocehan mereka! Mereka menganggap kita ini adalah sampah, namun sebenarnya mereka lebih sampah dari kita.”
Mendengar ucapan adiknya, Bai Yun segera menatapnya dengan binar persetujuan, “jika mereka menganggap kita sampah pelayan, maka, mereka adalah sampah Kekaisaran Huo!”
“Kau benar Yue'er, mereka sampah, sangat-sangat sampah!” Lei Hu menimpali ucapan Yue Liang Zhi.
Mulut para pelayan yang tengah mencibir, seketika bungkam dan tergantikan dengan tatapan kemarahan.
Sadar akan tatapan menusuk dari pelayan di sekitarnya, Yue Liang Zhi segera tersenyum miring sambil bersedekap, “kenapa? Benar bukan? Kalian itu sampah Kekaisaran Huo, karena kalian berasal dari Kekaisaran ini. Sementara kami, kami berasal dari Kekaisaran Shan dan aku tegaskan, kami bukan dari daerah rampasan!” Dia memutar bola matanya jengah, “jika kalian ingin dimanusiakan, maka kalian harus terlebih dahulu memanusiakan orang lain.”
Yue Liang Zhi hanya tersenyum tipis, lalu menggelengkan kepala. Terkadang, para pelayan Kerajaan Yun barat terlihat seperti semut kecil yang rapuh di hadapan tuannya. Namun akan sangat berbeda jika mereka di hadapkan dengan pelayan baru seperti dirinya, mereka akan menindas pelayan baru tanpa pandang bulu.
Keriuhan itu terhenti saat Pangeran Yun Fengyin melangkah mendekat, hanfu putihnya berkibar dan disertai helaian rambut rambut yang tertiup angin. Kulit putih, rahang tegas, mata tajam dan tubuhnya yang tinggi, hanya satu kata! Tampan, itulah yang terpikir dalam benak para wanita, kecuali dua orang kakak beradik. Bagaikan mahnet, Pangeran Yun Fengyin menjadi pusat perhatian dalam kericuhan yang telah Yue Liang Zhi buat, benar-benar seseorang yang dapat membalikan keadaan dengan mudah.
Lei Hu memandang Pangeran Yun Fengyin dengan tatapan berbeda, dia merasakan udara di sekitarnya menipis, bagaimana tidak tipis! Lei Hu bahkan lupa cara bernapas, dia merasa gugup yang menyenangkan dan euforia. Tidak diragukan lagi, Lei Hu mulai memiliki perasaan lebih pada Pangeran Yun Fengyin.
Hatinya memiliki debaran yang tidak dapat dijelaskan.
Pangeran Yun Fengyin berdiri dengan gagahnya, dia memerintahkan kepala pelayan untuk membawakan papan kayu yang di atasnya terdapat tiga tusuk rambut lonceng perak, “pelayan Yue, Bai dan Hu, kemari dan terima lonceng perak ini!”
Yue Liang Zhi mendahului kakaknya, tangan kirinya menarik Lei Hu yang masih terpaku menatap Pangeran Yun Fengyin, “baik Pangeran...”
“Apa kalian menerima, untuk menjadi pelayan lonceng perak sekaligus pelayan pribadiku?”
“Hamba, yang rendah ini bersedia Pangeran,” Yue Liang Zhi menjawab tegas sambil membungkukkan badannya, tentu Bai Yun dan Lei Hu melakukan hal yang serupa. Beruntung, pikiran Bai Yun dan Lei Hu menjadi lebih terbuka saat menghadapi rencana dadakan dari Yue Liang Zhi.
'Rupanya, kalian mengikuti permainan ini dengan baik,' Pangeran Yun Fengyin melirik kepala pelayan yang hendak memasangkan lonceng perak ke kepala Yue Liang Zhi, “biar aku saja!”
Yenny segera melepaskan genggaman dari lonceng perak, dia memandang tajam saat rencananya kembali digagalkan oleh Pangeran Yun Fengyin. Ya, dia berniat untuk menjebak Yue Liang Zhi. Saat memasangkan lonceng perak, Yenny akan menusukkan ke kepala Yue Liang Zhi, dia manipulasi seolah-olah anak perempuan itu membuang lonceng perak dan otomatis dituduh tidak menghargai pemberian Pangeran. Sayangnya, Pangeran Yin Fengyin sudah mencium trik murahan yang akan kepala pelayan gunakan untuk menjatuhkan ketiga temannya.
Lonceng perak kini sudah terpasang cantik di kepala Yue Liang Zhi dan Bai Yun. Pangeran Yun Fengyin mulai memasangkan lonceng ketiga pada Lei Hu, dia menarik napas gugup saat matannya bertemu dengan netra biru Lei Hu.
Keringat dingin membasahi dahi dan telapak tangannya, dia berani bersumpah bisa merasakan bau harum dari tubuh perempuan itu. Begitu memasang lonceng perak, tangannya menyentuh surai hitam dan dia segera memalingkan pandangan.
Sementara Lei Hu meremas hanfu biru yang dia kenakan, bola matanya bergerak liar seiring kelopak matanya yang terus mengerjap.
Begitu lonceng perak telah terpasang, Pangeran Yun Fengyin lantas bernapas lega. Mungkin jika dia melakukan ujian provinsi untuk menjadi jingsi, kesulitannya akan setara dalam hal mengakui dan lari dari kenyataan tentang perasaan yang ambigu ini.