The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XLIX]



Tao Jianying terkejut akan gerakan kecil pada dahan pohon di atasnya, segera menarik pedang dari sarung pedang, ingin nemotong tambang yang mengikat pergelangan tangannya. Pangeran Yun Fengyin reflek mengulurkan tangan kanan untuk manampel pedang Tao Jianying, tampak sangat santai karena paham siapa pemilik aura.


Tidak, lebih tepatnya Pangeran yun Fengyin sudah sangat familiar dengan napas Yue Liang Zhi.


Yue Liang Zhi sedikit tidak menyangka akan ditodong senjata saat dirinya telah mendarat sempurna, mengangkat kedua tangan ╮( ̄~ ̄)╭ “Wo,wo,wo... Tenanglah!” Suaranya singkat sebagai petunjuk bahwa itu adalah dirinya.


Tiga orang saling pandang, melihat Tao Jianying sudah tenang dan menyarungkan kembali pedang miliknya, dia mulai melepas ikatan pada tangan kedua laki-laki.


Pangeran Yun Fengyin merasakan tangannya sedikit mudah digerakkan, hatinya memiliki perasaan bahwa Yue Liang Zhi akan membawa mereka ke suatu tempat, “nona Yue, kita akan kemana? Apa nona memikiki rencana baru?”


“Ya, aku memiliki beberapa trik kecil,” Yue Liang Zhi membenarkan pemikiran Pangeran Yun Fengyin, dia berjalan santai menuntun keduanya pada pohon yang di bawahnya terdapat mayat anggota sekte hitam.


Yun Fengyin dan Tao Jianying mengekori, sesekali jidat tak bersalah keduanya terantuk ranting besar, rambut tersangkut pada dahan kecil, dan tersandung semak belukar. Dua orang tampak seperti pengemis terlantar yang tersesat, namun memakai pakaian berkualitas yang menjadikan tingkatan mereka sebagai pengemis tak berpengalaman. Mungkin jika keduanya berkeliaran di pinggir jalan, orang-orang akan memaki keduanya dengan kalimat: "pembohong sedang berpura-pura," "moral orang kaya menurun hingga berperilaku sebagai pengemis," dan "dua orang terusir dari Klan yang mengemis untuk menyambung hidup."


“Kita sudah... sampai?” Kalimat yang akan Yue Liang Zhi lontarkan tersangkut di tenggorokan, “kalian tampak begitu sengsara~”


Kondisi dua orang saat ini memangis tanpa air mata.


(╯`□´) ╯﹏ཀ


Tanpa mengalihkan pandangan, tangan rampingnya bergerak cekatan mengambil botol obat, “masing-masing pilih salah satu mayat, ambil setetes darah dan berikan padaku! Di dalam sini terdapat pil wèizhuāng yang dapat memudahkan kita untuk menyamar, baik aura, wujud dan suara akan mirip dengan si pemilik darah.”


Pangeran Yun Fengyin seperti ikan kena tuba[1] saat mendengar nama pil wèizhuāng. Bukankah pil tersebut telah musnah dari Benua Ziang? Tapi, bagaimana Yue Liang Zhi bisa mendapatkan pil, bahkan dia dapat memastikan di dalam botol masih terdapat sekitar lima pil.


^^^[1] Ikan kena tuba artinya bingung.^^^


Seperti terhipnotis, kepala Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying hanya bisa mengangguk kaku dengan rasa bingung yang masih tertanam. Pangeran yang sedang menyamar tanpa ragu segera mengambil jarum dan menusuk kulit mayat dengan jarum, gerakan yang dia lakukan tentu Tao Jianying tiru, baginya, menuruti rencana Yue Liang Zhi bukanlah hal buruk.


Ketiganya mendapat sebuah pil, perlahan tapi pasti darah diteteskan mengenai permukaan pil, setelah dipastikan darah benar-benar meresap, mereka segera menelan pil wèizhuāng.


Sepuluh menit kemudian, Yue Liang Zhi segera menerbitkan senyum licik, “efek obat hanya bertahan sehari. Ingat! Gunkan waktu dengan sebaik mungkin, musnahkan dan tetap lurus,” dia memerintah Pangeran Yun fengyin dan Tao Jianying dengan arti tersembunyi.


“Baik, kami akan tetap fokus pada tujuan,” Pangeran Yun Fengyin melucuti pakaian dan senjata milik mayat anggota sekte hitam, segera memakai semua atribut sembari mencuri pandang memastikan Yue Liang Zhi tidak melihat ke arahnya.


Tao Jianying merasa luar biasa dengan efek obat, berkali-kali memutar tubuh dan mengamati setiap inci pahatan tubuhnya.


Sudut bibir Yue Liang Zhi berkedut menyaksikan kekonyolan itu. Menyamakan gerakan Tao Jianying dengan anjing imut yang berputar untuk mengapai ekor, menyalak, dan berjingkrak sambil meringik dengan lidah yang terjulur keluar. Dia memberikan kode pada Pangeran Yun Fengyin lewat tatapan mata, paham akan kode tersebut, Pangeran Yun Fengyin segera merangkul pundak Tao Jianying dan menariknya mengikuti langkah kaki Yue Liang Zhi.


Tao Jianying merasa ajakan keduanya seperti penculikan anak di bawah umur. Metode penculikan mengandalkan mengecoh kesenangan anak agar teralihkan, lalu menyeretnya paksa seperti domba siap disembelih.


Di tengah jalan, ketiganya mendengar suara beberapa langkah kaki yang mendekat ke arah mereka, secara serempak, mereka mulai menguatkan hati bersiap-siap akan kemungkinan yang akan terjadi kedepannya.


“Kalian, ketua memanggil kita. Ayo cepat temui, jangan sampai membuat ketua murka!”


Baik, tampaknya takdir baik sedang berpihak pada tiga domba kecil!


Yue Liang Zhi membaurkan diri mengikuti rombongan, sudah pasti keduanya akan mengikuti gerakannya. Baru beberapa langkah, Tao Jianying segera menabrak orang yang ada di depannya, “maaf, aku tidak melihatmu.”


Pria itu segera membalikkan tubuh, terlihat bekas luka goresan membentang dari pipi hingga dahi, “Kau ini! Bisa-bisanya menabrak, apa sihirmu telah melemah?” Tanyanya penuh selidik.


“Jangan-jangan—”


Melihat wajah Tao Jianying berubah pucat, Yue Liang Zhi segera angkat bicara, “mereka berdua kelelahan karena sempat mengejar rubah ekor sembilan, saat hampir tertangkap, mereka tertipu muslihat rubah,” dia mengarang cerita.


Mendengar penjelasan dari rekannya, pria itu segera mengurangi kecurigaannya, “ck, rubah betina memang sangat licik!” Jari telunjuk tangan kanannya mengarah ke depan, “sebentar lagi kabut akan menghilang di sana, perlu tambahan tenaga?”


Jantung Tai Jianying segera begetar hebat, tambahan tenaga bukankah memiliki artian pria di depannya akan menyalurkan energi gelap pada tubuhnya?


Ini akan menjadi lelucon, mereka telah menganut ajaran ortodoks akan dijejali energi iblis. Pih! Tiga orang diam-diam meludah. Lihat dan tunggu, tiga penyamar lemah akan merobek wajah semua anggota sekte hitam hingga jatuh ke dasar nagrai.


“Tidak perlu!” Cegah Yue Liang Zhi secara reflek, “ini sudah sangat dekat, aku berjanji akan mengawasi mereka,” dia semakin mengulur waktu agar rombongan mereka tertinggal.


“...” pria berluka gores di wajah segera menaikkan alis kiri, ekspresi wajahnya menambah kesan buruk bagi jantung Tao Jianying.


Pangeran Yun Fengyin maju beberapa langkah untuk meyakinkan, “kami tidak ingin merepotkan saudara, memberi tenaga sama saja mengurangi kekuatan. Sama sekali bukan hal baik, sesegera mungkin kami akan melakukan kontrak lebih lanjut untuk menambah kekuatan.” Dua orang berlidah licah mengeluarkan kebohongan tanpa tahu malu.


Tanpa mempermasalahkan lebih lanjut, pria di depan mereka segera melangkah menjauh lebih dulu.


Keterkujutan sangat tercetak jelas di wajah Yue Liang Zhi, Pangeran Yun Fengyin, dan Tao Jianying yang jiwanya masih terasa mengambang tatangkala melihat kondisi tengah hutan yang berbeda dengan pinggiran hutan.


“Rencana mereka lumayan juga, mencari rubah dengan cara menempatkan beberapa kultivator di pinggir hutan secara menyebar, membuat kabut sihir yang tidak bekerja pada anggota sekte hitam.” Yue Liang Zhi tersenyum miring, “tengah hutan yang tak kabut digunakan sebagai tempat perkumpulan dan penjara...,” dia menatap Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying secara bergantian, “aku yakin betul, rubah berekor sembilan belum mereka taklukan.”


“Ini akan semakin menarik,” imbuh Pangeran Yun Fengyin.


“Menjadi bagian dari mereka untuk sementara, bahkan berpura-pura menjadi anjing patuh,” Yue Liang Zhi membetulkan jubahnya, “menusuk dari belakang, rencana sempurna!”


“!!!” Tao Jianying mendadak merasa menjadi kucing yang terjepit di antara dua anjing pemburu. Diam-diam bersumpah dalam hati, dirinya tidak akan pernah menyinggung dua orang di sampingnya. Berkomat-kamit memohon pertolongan Dewa, menangkupkan tangan bersungguh-sungguh agar Dewa selalu membuat otaknya sadar akan setiap perilakunya agar tidak menyentuh garis batas dermawannya.


Orang yang dianggap menjadi hal galak hanya terus fokus mengikuti para anggota sekte hitam, tanpa perintah lebih lanjut, Pangeran Yun Fengyin segera mengangguk ke arah Tao Jianyin. Anggota sekte hitam berkumpul memenuhi tengah hutan, jumlah mereka kurang lebih seratus orang. Tiga orang membaur, ikut berkumpul dan memasang wajah bengis. Tao Jianying merasa seperti tertular kesialan Wei Jun, buktinya, sekarang dirinya berada dibarisan paling depan. Yue Liang Zhi dan Pangeran Yun Fengyin berada dizona aman, berbaris pada barisan paling belakang dan terpencil.


Seorang pria berwajah bengis perlahan berjalan mendekat, anggota sekte hitam segera berlutut, “salam pada tetua...”


Aura iblis menyeruak menekan semua kultivator, 'rupanya sudah menjadi boneka iblis seutuhnya,' pikir Yue Liang Zhi. Entah sadar atau tidak, sebenarnya Pangeran Yun Fengyin juga memiliki pikiran yang sama dengannya.


“Sudah sampai mana perkembangan pencarian rubah betina?”


Seorang pria muda maju ke depan lalu membungkukkan tubuh, “ampun tetua... Rubah ini sangat licik, sangat sulit ditangkap, kami bagaikan mencencang air tak putus[2].”


^^^[2] Bagaikan mencencang air tak putus artinya mengerjakan pekerjaan yang mustahil dan tidak mungkin untuk dikerjakan.^^^


“Bodoh!!” Bentaknya segera menebas leher pria itu, “menangkap rubah saja tidak becus, dasar lemah!!!” Cibirnya sambil mengeluarkan aura iblis yang lebih dahsyat, tangan kanannya perlahan terangkat dan melambai ke depan lalu ke belakang, “cari sampai dapat, jangan harap bisa beristirahat! Aku tegaskan, nyawa kalian akan menjadi taruhannya.”


“Baik tetua...,” anggota sekte hitam segera membungkuk hormat, mereka masih sayang nyawa!


Perlahan, mereka menyebar ke penjuru hutan. Yue Liang Zhi bertugas mengawasi dibagian tengah hutan, sedangkan Pangeran Yun Fengyin dan Tao Jianying mencari rubah ekor sembilan.