The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
TQOTD Chapter LXXVIII [Meminta 2.000 budak]



Sejam kemudian, keduanya telah sampai di kediaman Putri Mahkota Huo Chyou.


Bunga di fas bunga tak menjadikan perasaan Pangeran Yun Fengyin ikut berbunga, hatinya serasa dingin seperti salju di luar kediaman. Dia menampilkan ekspresi masam, apanya menjemput Raja Kangjian Yun! Ayahnya ternyata sedang rapat bersama Kaisar tentang perdagangan dan kemungkinan akan pulang malam, dia sekarang seperti tahanan yang dituangkan teh oleh si penahan. Walaupun dia terlihat sedang duduk tegap, tapi di bawah meja kakinya tengah bergerak gatal seolah-olah ingin meninggalkan kediaman.


“Kue manis ini sangat lezat, coba gege cicipi,” Putri Mahkota Huo Chyou berniat menyuapi.


Tangan kanan Pangeran Yun Fengyin berusaha menahan gerakan Huo Chyou, “baiklah, baiklah... Aku akan mencicipi,” ucapnya sembari mengambil kue dari tangan orang di sampingnya, dia tidak sudi untuk disuapi. Bahkan mulunya beberapa kali meniup kue, itu seperti dia telah memungut makanan jatuh dan hendak dimakan.


“Bagaimana?”


“Aku tidak suka makan makanan yang terlalu manis,” kue yang semula manis tiba-tiba menjadi pahit di lidah, kedua bola matanya berair menahan muntah. Kilasan jijik bergerak seiring pergerakan Putri Mahkota Huo Chyou, berulang kali dia berebut menuangkan teh dari poci untuk cangkirnya. Rasa penasaran menguasai relung hatinya, bagaimana bisa ada perempuan yang tidak peka seperti Huo Chyou?


Putri Mahkota Huo Chyou masih memiliki semangat membara, rasa sukanya seperti api besar yang berkobar, “kalau begitu, mungkin ada hidangan di dapur istana yang cocok dengan selera gege.”


“Jangan! Aku sudah kenyang,” Pangeran Yun Fengyin kembali mencegah.


Berbeda dengan kondisi di penginapan bangau emas, Yue Liang Zhi kini duduk santai di ruangan To Mu. Kedunya saling berhadapan, dia telah mengeluarkan momentum paling menonjol untuk menguncang jiwa lawan bicara. Suasana ruangan sedikit tegang, rupanya permintaan darinya telah berhasil melunturkan ketenangan To Mu.


“Untuk apa kau meminta 2.000 budak dari wilayah Kekaisaran Huo?” To Mu memberikan tatapan serius.


“Membentuk pasukan berani mati,” Yue Liang Zhi masih tenang, dia bersender di kursi yang terdapat mantel merah miliknya, “jadi... Perlu berapa lama paman menyiapkan pesananku? Paman To Mu tenang saja, aku akan membayar dengan pil kelas dua, masing-masing botol berisi lima pil dan tingkat kemurniannya 100%. Bagaimana, paman pasti tertarik, kan?”


Ya, Yue Liag Zhi sengaja meminta 2.000 budak dari wilayah Kekaisaran Huo, dia berniat membentuk pasukan berani mati sekaligus keluarga besar. Sejak zaman moderen, dia selalu memperlakukan semua orangnya yang memiliki sikap jujur dan kompeten sebagai keluarganya sendiri. Kenapa harus budak? Karena para budak pasti telah diperlakukan buruk, memiliki ambisi agar bebas bahkan membalas dendam, tekun dan tidak mudah menyerah. Itu kriteria cocok untuk membentuk pasukan berani mati yang akan menyerang Kekaisaran Huo, Kaisar Huo Linzi sendiri pasti tidak akan menyangka telah membentuk sifat monster dalam diri sang budak.


To Mu tersentak, pasukan berani mati? Pil kelas dua? Ini adalah penjarahan berujung keberuntungan, “Aku akan menyiapkan dalam waktu dua minggu, tapi aku harus mengantar mereka semua kemana? Dan untuk pil—” dia memastikan kalau bukan telinganya yang bermasalah mendengar tingkatan pil.


“Kirim ke rumah lelang bangau emas di Kerajaan Lan, kami semua berniat memasuki sekte Qinglong. Untuk pil, paman tidak perlu khawatir karena aku akan membayar dimuka,” Yue Liang Zhi megeluarkan cincin ruang pada To Mu.


Tangan To Mu terulur memastikan cincin tersebut, tidak banyak cincin ruang yang ada di dunia bawah, sekarang peryataan itu sepertinya telah dipatahkan oleh Yue Liang Zhi. Mata To Mu terpejam dan mulai mengalirkan qi, dia terkejut melihat ratusan botol pil di dalam cincin ruang, “ada ratusan botol pil! Oh Dewa, rumah lelang bangau emas akan maju,” dia bersorak gembira.


Begitu Yue Liang Zhi keluar dari ruangan To Mu, dia baru menyadari bahwasanya sinar matahari telah menghilang dari pandangan. Kakinya perlahan menuruni anak tangga, matanya menangkap sosok Pangeran Yun Fengyin telah kembali bersama Raja Langjian Yun, keduanya duduk bersama Bai Yun dan Lei Hu di meja paling sudut ruangan. Wajah Pangeran Yun Fengyin terlihat kusut seperti pakaian, wajah pucat karena batinnya telah tertekan.


“Sudah kembali,” Yue Liang Zhi berbasa-basi sambil menarik kursi.


“Ya,” jawab Pangeran Yun Fengyin singkat, padat dan kelas.


“Kenapa lagi? Ck, hal buruk pasti telah terjadi,” ucap Yue Liang Zhi setelah menenggak habis air di botol.


Bai Yun mengangguk, “kami mendapat kabar dari Yelu Yun kalau Kaisar Huo berniat mendekatkan Fengyin dengan Huo Chyou.”


Yue Liang Zhi memiliki jejak keterkejutan, dia memberikan tatapan simpati, “dia menjadikan putrinya sediri sebagai umpan, memang ayah yang sangat baik. Lalu, perasaan gege sendiri pada Chyou memiliki sejenis rasa suka?”


“Tidak dan Jangan pernah,” wajah Pangeran Yun Fengyin bertambah kusut, dia melirik jari lentik Lei Hu yang akan mengambil roti manis di meja, “aaaaaa...,” mulutnya terbuka lebar pertanda ingin disuapi.


Roti manis tergantung di udara, “...” Lei Hu mengabaikan suara Pangeran Yun Fengyin, jari tangan kanannya perlahan mendekat kearah bibirnya sendiri berniat mengunyah roti manis.


“Aaaa...,” ekspresi Pangeran Yun Fengyin menjadi memelas, Lei Hu menghela napas pasrah dan akhirnya menjejalkan roti ke mulut Pangeran Yun Fengyin.


Semua orang merasa penampilan manja Pangeran Yun Fengyin merupakan hal yang biasa-biasa saja, tapi siapa dari mereka yang tahu kalau beberapa jam yang lalu Pangeran Yun barat berucap tidak menyukai makanan yang manis?


****


Hari ini adalah babak selanjutnya ujian memasuk sekte, bangku penonton kian bertambah dari sebelumnya. Tatapan tajam Putri Mahkota Huo Chyou telah menusuk beberapa perempuan yang memandang Pangeran Yun Fengyin dengan pandangan memuja, sementara yang dipandang hanya cuek sambil bercakap ringan bersama Yue Liang Zhi, jiwa Putri Mahkota Huo bahkan ingin terbang dan mencekik kecantikan di sebelah Pangeran Yun Fengyin.


Yue Liang Zhi tersenyum sinis melihat warna hijau dan merah yang bergani-ganti di wajah Huo Chyou, dia kian mendekat ke arah Yun Fengyin dan menambah bumbu senyum manis. Kuku jari Putri Mahkota Huo Chyou telah menancap di daging, aura kebencian meluap-luap seiring berjalannya waktu.


Penatua Yuwen Yue berjalan ke tengah panggung, “rangking 50 besar akan bertarung satu lawan satu hingga menyisakan 25 kultivator, untuk nomor undian akan diacak di dalam kotak ini,” ucapnya sembari memunculkan kotak dari tas qiankun, kotak tersebut berisi nomor pendaftaran para peserta.