The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter LVI]



Sadar akan apa yang akan terjadi, Yue Liang Zhi kembali melepar pisau kecil hingga menembus dada Menteri Ekonomi. “Sial, dia telah menjual infomasi kepada Kaisar Huo,” dia memgumpat keras, kepalanya serasa ingin meledak karena emosi.


Pisau tertancap dengan akurat, tubuh sang Mentri Ekonomi perlahan terkulai lemas. Semua orang tidak memiliki simpati sedikitpun, penghianat memang pantas mendapatkan semua itu. Terlebih, bagi Yue Liang Zhi, seseorang yang berkhianat tidak perlu untuk mendapatkan pengampunan!


Kaisar Yin Kong hanya bisa berdiri diam, kejadian tersebut sama sekali tidak dia duga.


Pangeran Yun Fengyin merasakan krisis di hatinya, malam ini mungkin akan menjadi malam panjang bagi orang-orang Kekaisaran Yin. “Sesuai rencana... Aku akan mengevakuasi para warga,” dia membalikkan tubuh ke arah kanan menghadap Bai Yun dan Lei Hu, “kalian berdua bantu aku.”


“Baik...,” Bai Yun dan Lei Hu mengangguk seperti ayam yang tengah mematuk beras, sosok ketiganya segera melesat keluar.


Merasa sosok ketiganya terus mengecil dari pandangan, Yue Liang Zhi segera memberikan perintah sesuai insting, “aku membutuhkan bantuan Menteri Pembanguan, Menteri Kelautan, Menteri Pertahanan, Menteri Perdagangan, dan Menteri Kesehatan.” Dia berteriak memandang beberapa Menteri di depannya, “Menteri pembangunan... Kau siapkan batu besar,” tangan kecilnya membuat lingkaran besar dari atas hingga menyentuh lantai, “kira-kira tiga puluh buah.”


Menteri Pembangunan mengangguk mantap, sosoknya juga ikut menghilang dari aula istana.


“Menteri Kelautan!”


“Aku, aku,” sosok pria berusia sekitar empat puluh lima tahun menaikkan tangan kanan seperti anak di taman kanak-kanak yang sedang absen saat pembelajaran, dia tersenyum cemerlang melangkah maju mendekati Yue Liang Zhi.


Yue Liang Zhi tersenyum tipis, dia memiliki kesan baik pada Menteri Kelautan, “kumpulkan jaring berukuran besar sebanyak-banyaknya... Menteri Perdagangan, siapkan kain yang digunakan untuk tenda besar.”


“Baik,” Menteri Kelautan dan Menteri Perdagangan mengangguk bersamaan, terlihat tidak memiliki keberanian membantah perkataan Yue Liang Zhi, lebih tepatnya mereka masih sayang nyawa.


“Menteri Pertahanan, ikut aku untuk memngumpulkan pasukan, ah... Kaisar, maaf sesikit mengacau,” Yue Liang Zhi mengurangi sedikit aura kepemimpinan dari tubuhnya, “apakah Kaisar memiliki plakat untuk mengatur beberapa prajurit militer?”


“Ada,” Kaisar Yin Kong memahami sesuatu, dia segera memberikan plakat kepemimpinan pada Yue Liang Zhi.


Yue Liang Zhi sengaja meminta plakat kepemimpinan, dia paling paham dengan pola pikir orang dewasa. Setelah ini pasti akan banyak prajurit yang menentangnya, sangat membuang-buang waktu jika itu benar-benar terjadi, “dan untuk Meteri Kesehatan, siapkan beberapa apoteker untuk menyembuhkan prajurit yang terluka saat di medan perang!” Tangan kecil meremas plakat, napasnya tersendat memikirkan alasan kenapa dia merasa terbiasa menghadapi peperangan.


Terdengar deheman ringan dari Kaisar Yin Kong, “yang tua ini akan membantu Xiao Feng menenagkan para warga.”


Benar, siapa yang tidak panik mendengar kata peperangan? Jangan masukan Yue Liang Zhi dalam daftar orang normal!


Warga hanya bersembunyi kala menghadapi tekanan para prajurit Kekaisaran Huo sudah termasuk ke dalam kategori sikap tenang. Jika itu adalah warga yang berpikiran sempit, dipastikan akan keluar dan berteriak memaki penjajah hingga berujung kematian. Beruntung, pemimpin sekaligus warga Kekaisaran Yin merupakan orang yang berpikiran terbuka, sehingga tidak terlalu menghambat pergerakan petugas negara.


Yin Sheng membuka mulut setelah semua Menteri bubar untuk melaksanakan tugas, “aku akan membantumu..,” tegasnya singkat, segera mengekori Yue Liang Zhi dan Menteri Pertahanan.


Ketiga orang menghalangi cahaya obor hingga membentuk garis bayangan yang saling berjejer. Yue Liang Zhi mengangkat tangan kanan dengan plakat digenggaman, aura pemimpin menyeruak membuat para prajurit yang dia lalui merinding di sekujur tubuh, momentum ini bahkan lebih kuat dari seorang Kaisar. Kamp militer Kekaisaran Yin luas dengan hiruk pikuk prajurit yang tengah mengasah senjata, mengelap pedang, mencuci baju besi, dan duduk di sekitar api unggun.


Sosok kecilnya kontras dengan tubuh tinggi dan tegap sang Jenderal Ming, “kumpulkan seluruh pasukan sekarang juga, prajurit Kekaisaran Huo akan segera menyerang. Jika terlambat, jangan salahkan aku bila tanah air kalian telah dirampas!”


Jenderal Ming menatap tajam Yue Liang Zhi, bukan tidak percaya jika prajurit Kekaisaran Huo akan menyerang, dia hanya tidak percaya akan mendapat arahan dari anak kecil. Apa anak perempuan di depannya benar-benar mengetahui strategi perang? Keraguan semakin bertentangan tatangkala melihat Yin Sheng, dengan kehadirannya putra Kaisar yang artinya Yue Liang Zhi sudah medapat persetujuan dari Kaisar Yin Kong, mau tidak mau dia harus mengumpulkan 4.000 prajurit.


Dengan berat hati, dia mengomando seluruh prajurit Kekaisaran. Sebenarnya, prajurit perbatasan dan prajurit Kekaisaran adalah dua hal yang berbeda. Prajurit perbatasan lebih mahir berperang dalam menjaga perbatasan dan mengemban tugas menyerang wilayah lain bila diperlukan, namun prajurit perbatasan telah terpukul mundur hingga menyisakan prajurit yang terluka yang masih berusaha menjaga di luar gerbang Ibu Kota Kekaisaran Yin. Sedangkan prajurit Kekaisaran adalah prajurit yang dilatih untuk melindungi anggota keluarga Kaisar, keefektifan tempur tidak terlalu mumpuni seperti prajurit perbatasan.


[Mereka orang gila model seperti apa? Berani meragukan kemampuan tuan...] Qiao Qiao mulai menyalakan lilin, membantu mengenang kegilaan orang-orang.


Beberapa Menteri telah kembali membawa barang, Yue Liang Zhi meminta kain tenda dibuat menjadi selembaran besar lalu dioleskan dengan minyak tanah, terakhir diberi beban batu pada ke empat sisinya. Jaring besar dibentangkan, ke empat sisi juga diberi batu.


Sembari menunggu galian, Yue Liang Zhi menjelaskan dengan detai strategi trisula, ah! Tepatnya adalah rencana A.


Prajurit terdepan bertugas membawa tameng secara berpasangan, nantinya prajurit ke satu akan memposisikan tameng menghadap depan, prajurit kedua memposisikan temeng sedikit menghadap ke langit. Setelah pembawa tameng, posisi kedua adalah pembawa trisula. Prajurit bertugas memposisikan trisula dicelah tameng, saat musuh mendekat, trisula akan digerakan untuk menusuk.


Berjarak sembilan meter akan ada pasukan bersenjata panah yang siap menembak, bagian kiri dan kanan sudah siap alat besar dengan cara kerja seperti ketapel besar. Ribuan prajurit berpedang berbaris horizontal, terakhir prajurit berkuda dengan berbagai senjata.


Posisi paling belakang adalah penjaga bendera berlambang salju, Yin Sheng suda jelas menjadi si pembawa bendera.


Tidak menunggu lama, Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu mendekat. Mereka terengah-engah karena telah berlari, di belakang terdapat sekitar empat puluh tiga kultivator. Yue Liang Zhi segera terperangah, “begitu cepat?”


Pangeran Yun Fengyin menggeleng ringan, “tidak, semua warga belum sampai.” Dia mengambil napas dengan kasar, “mereka meminta agar kami ikut berperang, para kultivator juga bergegas ingin berkontribusi.”


“Oh...,” Yue Liang Zhi terkejut dengan semangat mereka. “Baik, kalian sudah bekerja keras,” dia segera membawa air minum untuk Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu.


Bai Yun memiliki kebingungan yang tidak berujung, “untuk apa mereka menggali lubang?”


Yin Sheng, Jederal Ming dan Menteri Perikanan diam-diam menajamkan telinga. Bukan hanya mereka, bahkan beberapa prajurit berusaha menjernihkan pendengaran.


“Untuk rencana B...,” jawab Yue Liang Zhi seadanya.


Setelah dua jam, galian kini telah selesai, Yue Liang Zhi meminta Pangeran Yun Fengyin menumbuhkan sulur berduri sebanyak-banyaknya di dasar galian. Semua orang memandang takjub sulur berduri, mereka bersumpah bahwa itu indah. Seperti tidak memperbolehkan mereka terbuai, Yue Liang Zhi segera meminta ratusan prajurit mengambil ranting panjang dan menutup galian tersebut.


“Bagus, selesai tepat waktu,” Yue Liang Zhi mengacungkan kedua jempol.


Jendral Ming sedikit kagum, merasa beruntung karena tidak memprovokasi monster kecil, dan berpikir anak itu benar-benar sesuatu yang lain.


Muncul lagi satu penggemar Yue Liang Zhi, bukan! Sepertinya itu tiga penggemar, sekarang pria paruh baya beserta cucunya kini tengah memandang dari jendela.


“Apa mereka adalah orang-orang kakak sepupu Feng?” Pangeran Yin Lin memandang ke luar jendela.


Kaisar Yin Kong mengikuti arah pandangan cucunya, “ya... Mereka luar biasa.”


“Selalu ada orang aneh di sekitar orang aneh.”


Aktivitas semua orang segera berhenti saat bunyi terompet menggema sampai istana Kaisar Yin, Pangeran Yun Fengyin mengeluarkan pedang dari tas qiankun, “mari kita bersiap-siap.”


.


.


Catatan penulis:


Woah, itu adalah peperangan pertama bagi kelompok YLZ. ヽ(°〇°)ノ


Di chapter ini dan beberapa kedepannya, penulis terinspirasi dari film India berjudul "BAHUBALI 1."