
Ras centaur merupakan satu ras yang paling gagah, mobilitas serta kekuatan sangat dahsyat, dan dikenal sebagai ras yang hobi bertarung, mereka menganggap bertarung adalah sebagai sebuah olahraga. Ras centaur memiliki wujud bagian atas manusia dan bagian bawah seperti kuda.
Ras giant memiliki ciri bertubuh besar tinggi di atas tinggi ras manusia biasa, namun masih dibawah dari para titan, biasanya mereka tinggal di goa-goa, atau di lereng gunung.
Ras undead merupakan kumpulan makhluk yang sudah mati, bisa dibilang setiap ras yang lain mati lalu dihidupkan lagi maka mereka termasuk undead races. Ras undead berafiliasi dengan para demon atau daemon untuk membentuk sebuah pasukan kematian (legion of death).
Ras roh, ras ini terdiri dari berbagai ras yang telah mati, biasanya ras roh akan terbentuk saat jiwa-jiwa yang ditolak keberadaannya oleh para dewa. Ras roh memiliki dua kubu, kubu putih untuk para roh yang tidak menyerang dan memilih menjauh dari makhluk hidup, ras roh kedua adalah kubu hitam untuk para roh yang berkerjasama dengan ras undead dan ras iblis Asura.
Satu ras lagi yang tidak terlupakan yaitu ras iblis Asura, ras ini merupakan pembawa petaka, kegelapan, dan bahkan pernah menyerang para dewa 10.000 tahun yang lalu. Dalam penyerangan ini, Raja iblis Asura dengan nama lain sang bintang penghancur mati ditangan dewa perang. Sebenarnya, tidak ada yang tahu dimana para dewa berada, namun ras ini dapat mengetahui letak dan bahkan membuat para dewa kalang kabut. Walau sekarang hanya tersisa lima iblis Asura, namun sekte hitam di bawah naungan ras iblis ini telah tersebar luas di dunia atas dan dunia bawah, membawa kehancuran dan melepaskan kegelapan yang dapat merasuki jiwa para kultivator di dunia bawah yang gila akan kekuatan. Ras iblis Asura menentang para dewa, ambisi untuk membalaskan dendam, memperluas kekuasaan, dan menguasai dunia benar-benar tidak bisa disepelekan! Terlebih ambisi untuk membangkitkan sang bintang penghancur.
“Lalu, apa hubungannya buku ini dengan pertanyaan Yue'er?” Bai Yun menutup buku tersebut dengan pelan, matanya berkedip ringan untuk menormalkan penglihatannya. “Ini tidak ada hubungan sama sekali Fengyin, tidak mungkin aku akan membaca buku setebal ini dalam satu hari bukan?” Sadar akan ucapannya barusan, dia lantas segera meralatnya, “ah tidak— tidak, tidak, tidak, aku tidak sudi membacanya. Mataku benar-benar buram sekarang!”
Lei Hu membenarkan ucapan Bai Yun dengan mengangguk mantab. Berpikir semua penjelasan tentang ras aneh sebagai karangan semata, digunakan untuk menakuti anak kecil dan digunakan sebagai cerita pengantar tidur.
Berbeda dengan Yue Liang Zhi, dia segera membulatkan mata setelah memahami semua teks dalam buku. Dalam hitungan seper sekian detik, langsung berdiri dan menunjuk Pangeran Yun Fengyin seakan telah menemukan pelaku pencurian. “KAU DARI DUNIA ATAS!!”
Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu segera menatap horor. Dua kakak masih menganggap ini sebagai candaan semata, merasa tak mungkin tentang garis keturunan dari dunia atas akan begitu mendominasi bila berhadapan dengan manusia biasa.
Pangeran Yun Fengyin hanya berkedip polos dan memasang tampang wajah tanpa dosa, dia tidak terlalu berharap garis keturunannya akan mudah ditebak oleh iblis kecil. Namun, begitulah Yue Liang Zhi, selalu menebak semua celah lubang dengan sangat tepat.
Dia goyah dan diam untuk sementara waktu, melepaskan semua beban berat dengan helaan napas kasar. “Sesuai ucapanmu Yue'er, lebih tepatnya aku adalah elf setengah manusia. Ibuku, Ratu Nuan Yin adalah ras elf dari dunia atas, dan sudah pasti memiliki alasan tersendiri untuk datang kedunia bawah. Aku hanya tahu, jika ibu melindungi keturunan ras naga yang berada di Desa Cai Hong. Ibuku akhirnya memutuskan menikah dengan ayah. Ya! Itu adalah Raja Kangjian Yun, seorang kultivator yang memiliki kultivasi nascent soul tingkat tengah level 2. Sayangnya, ayahku sekarang lumpuh dan kehilangan setengah tingkatannya,” ada jejak kesedihan dan ketidak berdayaan.
“Desa cai hong?” Yue Liang Zhi sedikit menyadari sesuatu, “jangan bilang, ekspresi yang gege tunjukkan saat kami bisa membaca buku itu—” dia kembali menebak.
Pandangan mata teduh dengan penuh harapan tertera di kedua mata Pangeran Yun Fengyin. Menghadapi api kecil di lentera, dia tidak bisa membantu dan menampilkan gelombang riak air sebagai pencerminan hatinya. “Hanya keturunan dari dunia atas yang dapat membaca buku tersebut, setelah ini, bisa dipastikan kalian juga keturunan dari ras dunia atas. Dan kau Yue Liang Zhi... Aku kini mengetahui suatu, ras naga yang ibuku lindungi dan alasan lain berdirinya organisasi serigala putih...,” ucapnya terjeda untuk mengambil napas sebanyak mungkin. Tanpa memperdulikan tatapan terkejut Bai Yun dan Lei Hu, dia segera melanjutkan, “adalah kau... Kau keturunan dari ras naga yang agung.”
Dia menepuk dada kiri dengan kepalan tangan kanan, dilanjutkan menepuk dada kanan dengan kepalan tangan kiri. Mulai berlutut sambil menepuk tangan satu kali dan menepuk punggung tangan satu kali, bersujut dengan kedua tekapak tangan sebagai alas membenturkan jidat. Dia bergumam dengan suara terredam, “bawahan telah mengenali tuannya.”
Lelucon apa ini?
Bai Yun dan Lei Hu tersentak menerima pukulan bias ini, otak keduanya berputar hingga mengakibatkan penglihatan menjadi kabur dan samar. Yue Liang Zhi menahan napas terkejut untuk lima belas detik, menampilkan wajah horor berwarna kehijauan.
Sekarang siapa yang lebih horor? Identitas Pangeran Yun barat, atau identitasnya?
Setelah kejadian tadi malam. Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu telah mengalami rasa serangan jantung namun tidak mengalami kematian. Bai Yun dan Lei Hu serentak begadang tanpa janjian, berusaha mencerna identitas yang sebenarnya tidak perah terpikirkan, keduanya berpikir keras sambil berkali-kali melirik Yue Liang Zhi yang tengah tidur tanpa gangguan. Menghela napas berat saat pikiran buntu di tengah jalan, sehingga memberikan artian tubuh di sini pikiran di alam lain.
Alam seakan tak cukup dengan kondisi jantung dua pelayan lonceng perak yang lemah. Bahkan di pagi hari berikutnya, seluruh orang di Istana Kerajaan Yun barat dikejutkan dengan kedatangan Pangeran Yelu Yun bersama beberapa prajurit Kekaisaran Huo yang mengekori di belakangnya.
Nampak sosok penuh tekanan tengah menatap tajam sambil bertanya, “apa kau benar-benar menyaksikan, kepala pelayan dibunuh oleh pelayan lonceng perak?”
Di depan Pangeran Yelu Yun, terdapat seorang pelayan wanita yang sedang bersujud. Kepalanya membentur tanah dengan tubuh yang bergetar, “ampun Pangeran, hamba yang rendah ini benar-benar melihat pembunuhan terjadi kemarin sore. Kepala pelayan kediaman anggrek putih dibunuh oleh seorang anak kecil, dia adalah pelayan Yue, pelayan lonceng perak.” Tubuhnya makin bergetar karena ketakutan, wanita itu takut akan Pangeran yang ada di depannya dan takut setelah mengingat kronologi pembunuhan itu terjadi.
Dengan penuh keangkuhan, Pangeran Yelu Yun melirik dua prajurit, dia segera memberi kode untuk segera menangkap pelayan lonceng perak yang dimaksud pelayan wanita tersebut. Tentu saja, para prajurit Kekaisaran akan ikut campur dalam nasalah ini karena Yenny adalah wanita simpanan Kaisar Huo Linzi sekaligus mata-matanya.
Di muka lain...
Tidak berselang lama, pintu kediaman teratai di buka secara paksa, pintu yang berbunyi nyaring membuat efek kejut pada Bai Yun dan Lei Hu. Sementara Yue Liang Zhi, dia sudah pasti menampilkan ekspresi datar, bahkan dengan santainya menaikkan sebelah alisnya, “kenapa kalian membuka pintu secara paksa, padahal pintu itu tidak terkunci? Apa kalian memiliki masalah hidup dengan pintu?”
Oh, pintu polos tak berdosa telah menjadi sasaran empuk prajurit.
“Kami tidak memiliki masalah dengan pintu, tapi kau yang bermasalah! Membunuh kepala pelayan kediaman anggrek putih!” Bentak salah satu prajurit sambil mendekat ke arah Yue Liang Zhi, tangannya terulur untuk meraih lengan kecil anak itu, “kau harus mempertanggung jawabkan kesalahanmu, Pangeran Yelu Yun berbaik hati untuk mengitrogasi perbuatanmu.”
“Apa? Membunuh? Bagaimana mungkin adikku melakukan pembunuhan?” Bai Yun membela Yue Liang Zhi, dia mencoba menghalangi prajurit yang akan menyentuh lengan adiknya.
Lei Hu menampilkan kilasan jijik, benar, semua hal yang berbau Kekaisaran Huo selalu membuatnya muak. Dia bosan dengan kelakuan mereka yang tidak masuk akal, matanya menyipit berat masih terkena kantuk berat hingga membentuk mata pada.
“...” Yue Liang Zhi yang ditarik hanya memutar bola matanya malas, “oh, membunuh ya? Baik, bawa saja aku untuk menemui Pangeran Yelu Yun. Jika aku terbukti salah, kalian pasti tidak akan segan untuk menghukumku meskipun aku hanya seorang anak kecil. Namun, jika aku terbukti benar, jangan salahkan aku! Jika nanti pelayan ini meminta keadilan, bahkan dari pihak Kaisar Huo Linzi sekalipun.”
Perkataan Yue mengandung sindiran tersendiri, seakan mengisaratkan. Kalian akan menjatuhkan hukuman mati, tidak perduli berapapun usianya, mengambil hidup orang yang bersalah maupun tidak bersalah adalah sesuatu yang wajar. Jika ingin keadilan, Yue Liang Zhi tinggal memohon saja, meski nantinya akan sia-sia, tapi hal itu akan cukup menarik perhatian bukan?
Kedua prajurit menarik tubuh Yue Liang Zhi dengan kasar, bagaikan menarik dan mengangkat kertas, sangat kecil dan ringan. Yue Liang Zhu mengumpat keras dalam hatinya, sementara Qiao Qiao yang ada di dunia lotus hanya tersenyum lucu, [Liang Zhi, kau tengah merasakan nikmatnya menjadi anak kecil.]
Memang begitu nikmat, begitu nikmat sampai-sampai dia ingin menebas leher prajurit ini.
Berbeda dengan Bai Yun dan Lei Hu, mereka berdua segera menyusul dengan berlari kecil. Raut wajah cemas tercetak sangat jelas, namun dari dalam hati, Bai Yun dan Lei Hu masih bingung dengan apa yang tengah terjadi. Mereka tampak seperti hantu gentayangan yang memakai baju asal, rambut panjang dan kantung hitam di sekitar mata.