
Darah lawan telah mengotori hanfu bersih milik Bai Yun, pedang yang berada di gengamannya mulai terbelah saat dia mengeser dengan arah berlawanan. Satu pedang menjadikannya momok menakutkan, sekarang dua pedang akan menjadikan sosoknya seperti iblis. Sebelumnya dia telah memukul mundur lima kultivator, setelah ini entah berada lagi yang akan dia pukul mundur.
Pedang di tangan kirinya menghadang mata pedang lawan, merasa pergerakan lawan telah terhenti, dia segera mengibaskan pedang yang ada di tangan kanan. Pakaian lawan telah terkoyak pedang, darah merembes menyertai langkah mundur sang lawan. Bai Yun berputar menghindari lemparan pisau dari arah Lei Hu, dia memiliki ekspresi tanda tanya.
“Maaf...,” Lei Hu meringis menampilkan deretan gigi putihnya, dia melirik ke belakang Bai Yun.
Bai Yun menoleh ke belakang dan mendapati seorang laki-laki bertubuh kekar sedang menatap lawan yang bagian perut telah menjadi sarasan empuk pisau Lei Hu, senjata rantai besar milik laki-laki itu mulai berganti arah hingga mengenai tubuh kultivator lain. Tanpa basa-basi, Bai Yun dan Lei Hu kembali fokus ke pertempuran.
“Kelompok 7 telah menyelesaikan pertandingan,” teriak Yuwen Yue mengelegar memberikan efek kobaran semangat bagi kedua kakak Yue Liang Zhi.
Lei Hu kembali menggunakan pedang, dia tengah menghalau serangan lawan. Melihat Lei Hu terpojokkan, Bai Yun segera mengores punggung kultivator yang menjadi lawan Lei Hu.
Bai Yun memusatkan perhatiannya pada dua kultivator di depannya, kedua tangannya bergerak lincah mengimbangi dua serangan dari dua orang. Tangan kanannya menebas ke bagian kaki lawan, rupanya saat membungkukkan tubuh, lawannya yang lain sedang menguncar bagian punggungnya. Pedang lawan berjarak beberapa cm dari punggung, dia merasa ada angin melesat di atas tubuhnya, rupanya Lei Hu telah melesatkan pisau.
Kedua perempuan itu serentak menatap empat kultivator yang menganggur, Bai Yun mengangguk memberikan kode penyerangan. Bai Yun melawan dua orang dan Lei Hu juga melawan dua orang, keduanya melakukan penyerangan sengit.
Lei Hu membungkuk saat Bai Yun menebaskan pedang melewati tubuhnya dan berakhir mengores lengan kedua lawan yang semula dia hadapi, tangannya melesatkan pisau hingga mengenai kedua lawan yang semula Bai Yun hadapi. Keduanya seperti bertukar lawan!
Penonton merasa disuguhi pertarungan panas ronde kedua, mereka merasa tiga perempuan dan satu laki-laki itu terlalu ganas dalam bertarung.
Lima, empat, ..., ... Dan satu.
“Kelompok 8 juga telah menyelesaikan pertandingan,” Yuwen Yue kembali berteriak mengelegar.
Dari Kelompok 8 menyisakan Bai Yun, Lei Hu, si kultivator bersenjata rantai besar dan dua kultivator qi condensation puncak level 2.
Kelompok Yue Liang Zhi kembali ke bangku peserta, melihat itu, seluruh penonton merasa Kelompok mereka adalah Kelompok iblis pembantai. Satu kultivator yang mahir penyerangan dengan tangan kosong, tiga lainnya mahir menggunakan senjata, mereka saling melengkapi hingga terlalu mendominasi pertempuran hari ini.
Semua Kelompok telah menyelesaikan pertarungan, 50 kultivator akan mengikuti ujian babak selanjutnya yang akan diadakan besok pagi. Kelompok Yue Liang Zhi dan Tao Jianying berjalan menuju penginapan, mereka rupanya dihadang di pintu masuk oleh Kelompok Chen Bai Mo.
“Senior Shu Ming telah membungkam mulutku disepanjang waktu ujian masuk berlangsung, tuan muda ini akan memasukkannya ke dalam hitungan,” ucap Chen Bai Mo dengan nada angkuh, tersiat makna di masa depan dirinya akan membalas perbuatan senior Shu Ming. Matanya melirik anak perempuan bermantel merah, dia hafal betul dengan wajah Yue Liang Zhi. Karena sejak pertama kali bertemu fitur halus itu, dia selalu terngiang-ngiang hingga terbawa mimpi.
Xiu Juan mengikuti arah pandang tunangannya, “bukankah kau adalah bangsawan yang berada di penginapan mawar hitam?” Dia memiliki ekspresi masam seperti tomat hijau, gara-gara perempuan di depannya, Chen Bai Mo menjadi sering membanding-bandingkan dirinya disetiap saat.
“Aku tidak mungkin salah mengingat,” Chen Bai Mo meyangah ucapan Yue Liang Zhi.
“Kau terlalu ngotot,” Tao Jianying berdiri menghalangi pandangan Chen Bai Mo.
Aksi pandang memandang akhirnya terjadi, dua kubu antara Tao Jianying dan Chen Bai Mo saling mendekat bersiap bertaung. Terdengar bunyi langkah kaki orang yang sedang berlari dan berhenti tepat membelah dua kubu, orang itu sebenarnya si pemilik penginapan. To Mu menampilkan ekspresi buruk, “kalian semua menyingkir! Putri Mahkota Huo Chyou sebentar lagi akan tiba,” benar saja, tepat setelah To Mu membuka mulut, terdengar suara renyah memanggil Pangeran Yun Fengyin.
“Fengyin gege...,” Panggil Putri Mahkota Huo Chyou seperti duyung yang memikat, namun saat sang pemilik nama mendengar suara dari mulutya, itu terdengar menjijikan.
Pangeran Yun Fengyin menghela napas berat, dia ingin segera pergi dan mengabaikan Huo Chyou. Semua orang kini memusatkan perhatian pada tubuhnya, mantel putih menambah keagungan serta kewibawaan, “berkunjung lain kali saja, aku lelah.”
Semua orang merasa Pangeran Yun Fengyin sedang mengusir halus Putri Mahkota Huo Chyou.
Chen Bai Mo baru menyadari Kelompok di belakang Tao Jianying, dia merasa tersudutkan. Pikirannya mengelak bahwa Kelompok Tao Jianying mendapat dukungan dari Kerajaan Yun barat, jika itu benar maka akan berakibat buruk baginya. Klan Chen bertahun-tahun telah menguasai pasar ekonomi, tahun ini Kerajaan Yun barat yang menguasai pasar ekonomi dan mengeser klan Chen keurutan kedua.
Putri Mahkota Huo Chyou mencebikkan bibirnya, “tapi gege harus menjemput Raja Kangjian Yun, kan?” Tanyanya sembari bergerak maju, dia mendorong Yue Liang Zhi yang berada di dekat Yun Fengyin, “aku akan mengantar gege.”
Yue Liang Zhi merasa disingkirkan, 'ayolah... Kenapa perempuan-perempuan seperti ulat semuanya membenciku?'
Qiao Qiao tertawa ringan, [mereka membenci kecantikan tuan.]
Tangan Putri Mahkota Huo Chyou melingkar di lengan Pangeran Yun Fengyin, dia merasa akan ada yang merebut gegenya. Matanya melirik kecantikan di samping, rasa tak terima melihat orang yang lebih cantik darinya telah mencuat hinga ke umbun-umbun. Gengaman tangannya kian menguat, dia bahkan menarik pergi Pangeran Yun Fengyin dan berakhir memasuki kereta kuda.
Pangeran Yun Fengyin merasa dirinya ditarik seperti seekor sapi yang akan memasuki tempat jagalan, “...”
Lei Hu memiliki pandangan sinis, dia memaki kebodohan Huo Chyou yang merasa bahwa Yue Liang Zhi adalah seorang perebut.
Merasa tamu tak diundang telah pergi, To Mu segera mengusir kelompok Chen Bai Mo, dia segera tersenyum puluhan watt saat mempersilahkan kelompok Yue Liang Zhi dan Tao Jianying memasuki penginapan.
Kereta kuda sedikit berguncang, Putri Mahkota Huo masih menempel erat seperti perangko. Sudah puluhan kali Pangeran Yun Fengyin berusaha melepaskan diri, tapi sepertinya kulit perempuan di sampingnya sangat tebal sampai tidak malu untuk menempel erat pada lawan jenis. Dia merasa setelah pulang ke penginapan, dia harus mandi beberapa kali agar bau busuk wanita tak tahu malu itu menghilang dari tubuhnya. Batinya meraung keras, 'siapapun tolong lepaskan persik busuk ini dariku!'