The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XIV]



Wajah Pangeran Yun Fengyin berubah pias melihat bekas cambukan, “ini yang aku takutkan! Kenapa kalian tidak menurut untuk datang ke kediamanku?” Dia mendekat ke arah Yue Liang Zhi, tangannya perlahan terulur untuk mengusap luka yang telah didapat anak perempuan itu hari ini. Dia menatap dua orang yang dianggap sebagap teman Yue Liang Zhi, dia menghela napas ringan, “ikuti aku dan ingat! Jaga jarak sekitar empat meter, aku tidak mau membuat mata-mata yang tersebar dalam istana ini curiga...”


Dari kejauhan, terlihat Pangeran Yun Fengyin yang terus berjalan menuntun mereka bertiga, belokan demi belokan dan beberapa bangunan telah mereka lewati. Tibalah Pangeran Yun Fengyin di depan kediamannya, perlahan dia berjalan memutar menuju taman belakang.


Perbedaan tempat tinggal mereka dengan tempat tinggal Pangeran Yun Fengyin begitu kontras.


“...” Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu saling menatap satu sama lain.


Yue Liang Zhi memberikan kode, dengan tatapan mata yang mengarah ke belakang kediaman Pangeran Yun Fengyin, mengisyaratkan untuk mengikuti. Bai Yun segera menganggukkan kepala, sementara Lei Hu mengedikkan bahu sambil memajukan bibirnya.


Saat mereka sampai di taman belakang kediaman Pangeran Yun Fengyin, mereka langsung saja terhipnotis, bagaimana tidak terhipnotis? Seluruh taman terlihat sangat indah, bunga-bunga bermekaran dan air terjun kecil dengan air yang jernih.


Bai Yun bahkan dapat melihat ikan-ikan kecil berenang bebas kesana kemari.


Pangeran Yun Fengyin menjentikan jarinya, air yang mengalir dari air terjun mulai terbelah. Dia mengerakkan dagunya mempersilahkan Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu untuk masuk terlebih dahulu. Setelah memastikan mereka bertiga masuk, Pangeran Yun Fengyin juga ikut masuk dan seketika air yang mengalir kembali ke podisi semula. Saat dia membalikkan tubuhnya, ada tangan putih dan halus yang mendorongnya pelan ke belakang.


Itu Lei Hu...


Jika tidak ada tangan Lei Hu yang menghalangi, Pangeran Yun Fengyin nyaris menginjak kaki kecil Yue Liang Zhi.


Pangeran Yun Fengyin mengaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal, lalu perlahan memundurkan tubuhnya, “maaf...,” dia meringis kecil. Tanpa menunggu jawaban pihak lain, dia merapatkan tubuhnya pada dinding sebelah kanan, lalu melangkahkan kakinya ke depan sebanyak tujuh kali, melangkah ke kiri empat kali dan terakhir dia menyerongkan tubuhnya ke kanan.


Lantai berbunyi 'klik.'


Kaki Pangeran Yun Fengyin menginjak tombol yang berada di lantai, seketika terdengar bunyi gemuruh pada salah satu dinding dan terbukalah pintu rahasia.


Yue Liang Zhi mengangguk ringan, Pangeran Yun Fengyin tersenyum puas melihat reaksi anak itu. Benar, itu benar-benar sesuatu.


keempatnya kembali melangkah, sebuah ruangan bernuansa kuno kini terpampang jelas di depan mata, lilin-lilin menyala menghiasi setiap sudut ruangan, di tengahnya terdapat empat jalan dari arah berbeda, dua jalan saling terhubung dengan jembatan yang menghubungkannya. Kedua jalan lainnya sudah dapat diperkirakan terputus, karena hanya terdapat satu jembatan saja yang di gunakan sebagai penghubung.


Terdapat empat patung serigala berwarna putih di setiap tepi masing-masing jalan, Pangeran Yun Fengyin menunjukan senyum menawan saat melihat tatapan mata Yue Liang Zhi yang tengah menelusuri ruangan tersebut, “siapa namamu?”


“Eh? Siapa, aku?” Bai Yun dan Lei Hu berseru serempak, sambil menunjuk diri mereka masing-masing.


Ekspresi berbeda ditunjukkan oleh anak perempuan yang ingin Pangeran Yun Fengyin tanya. Ya, siapa lagi jika bukan Yue Liang Zhi, namun anak itu masih tetap fokus menatap patung serigala. Pangeran Yun Fengyin mengedipkan mata secara spontan, lalu menunjuk Yue Liang Zhi, “tentu saja anak kecil itu! Hei, siapa namamu? Dan juga nama mereka, Mmm... Sepertinya kau sepertinya tidak perlu memperkenalkan Putri dari Kerajaan Lei, aku sudah tau siapa dia.”


“Kau ini—” Lei Hu menunjuk Pangeran Yun Fengyin, sayangnya tangannya langsung di tampel dengan keras oleh Bai Yun.


Lei Hu penasaran, kenapa ada orang yang sama sekali tidak terpesona oleh kecantikannya?


Yue Liang Zhi maju mendekat ke arah Pangeran Yun Fengyin sambil tersenyum cerah, “perkenalkan Pangeran yang terhormat, namaku Yue Liang Zhi... Dan ini jiejieku, Bai Yun...”


“Yue'er dan Bai'er rupanya... Oh, aku Pangeran Yun Fengyin. Kusus untuk kalian, panggil saja aku Fengyin. Dengan catatan, tidak ada yang mendengarkan itu selain kita dan ayahku. Aku tidak mau jika kalian dieksekusi masal, karena panggilan tanpa embel-embel Pangeran.”


Pangeran Yun Fengyin menghiraukan tatapan Lei Hu, dia kini langsung saja menyentuh patung serigala putih, matanya menerawang ke arah jalan yang tidak terhubung. Pangeran itu lantas mengalihkan tatapannya menatap Yue Liang Zhi sambil tersenyum miring, “Yue'er kau tahu bagai mana cara kerjanya?”


“Taring dan perputaran...”


“Kenapa?”


“Lihat, kedua jalan yang saling terhubung. Taring pada serigalanya masih utuh, sementara jalan yang terputus, taringnya tidak utuh...,” jawab Yue Liang Zhi sambil menunjuk mulut patung serigala.


Pangeran Yun Fengyin kembali tersenyum saat mendengar jawaban Yue Liang Zhi, dia memberikan sebuah taring pada anak perempuan itu dan mengisyaratkannya untuk memasang pada bagian taring yang kosong.


“Jembatan berfungsi untuk menghubungkan dua jalan yang berbeda. Namun, berbeda dengan jembatan ini, jembatan ini seharusnya dapat menghubungkan empat jalan sekaligus. Bukan hanya dua, jika hanya dua. Bagaimana cara untuk mencapai sisi lainnya? Sedangkan di bawah sana, medan gravitasinya sangat kuat...,” jelas Yue Liang Zhi.


Perlahan jembatan mulai berputar pelan, “ya, medan gravitasi di sini memang sangat kuat. Di bawah sana, terdapat senjata kelas dewa yang dapat menarik apapun jatuh kedalam sana, tentu jembatan ini tidak akan jatuh, karena jembatan ini terbuat dari bahan yang menetralisasikan efek senjata kelas dewa...,” Pangeran Yun Fengyin menganggukan kepala pelan.


“Meimei kita sangat pintar,” Lei Hu berbisik pelan ke telinga Bai Yun.


“...” Bai Yun mengangguk seperti burung pelatuk dan mebuka mulutnya membentuk huruf O.


Setelah melewati jembatan, mereka kini telah sampai di depan tembok yang tertutup rapat, terdapat lima lilin yang menyala dan tertata acak di atas meja panjang. Pangeran Yun Fengyin mengeser beberapa lilin, kini posisi lilin sudah sejajar. Kembali terdengar bunyi gemuruh, namun buka pintu yang terbuka, tetapi terlihat batu yang menonjol dengan beberapa huruf china. Pangeran Yun Fengyin segera menekan beberapa batu bertuliskan 花 (bunga), 雪 (salju) dan 雷 (guntur).


Kepala Yue Liang Zhi kembali berdenyut saat melihat susunan ruang rahasia, dia melihat kilasan seorang gadis cantik yang menuruni anak tangga sambil membawa pisau kecil, 'ah... Kenapa kepalaku berdenyut di saat yang tidak tepat!'


Selang beberapa menit, terlihat dua patung kepala serigala yang berukuran kecil di tengah dinding. Perlahan Pangeran Yun Fengyin mendorong kepala serigala bagian kiri, hingga terlihat pintu yang terbuka secara otomatis, “selamat datang di organisasi serigala putih...” Dia merentangkan lebar kedua tangannya ke arah Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu. Lalu berjalan mundur ke belakang dan menghampiri seseorang yang duduk di atas kursi kebesarannya.


Seseorang itu bukan orang asing, itu adalah Raja Kangjian Yun!


“Ayah, aku membawa ke tiga teman baruku. Aku harap ayah menyetujui kalau mereka bergabung dengan organisasi serigala putih...”


.


.


Catatan penulis:


Pangeran Yun Fengyin: “Aku tidak butuh mengetahui namamu.”


Lei Hu: Melotot tajam hingga matanya membulat seperti telur bebek, 'hati kecil Putri ini tersakiti.'


Bai Yun: Berharap agar keduanya segera saling mencakar, mengambil dua bungkus pop corn dan menarik adiknya.


Yue Liang Zhi: “!”