
Dunia lotus tidak memiliki waktu malam, lebih tepatnya hanya ada siang hari. Qiao Qiao dapat mengatur perbandingan waktu antara dunia lotus dengan dunia luar, contohnya sekarang, dia mengatur perbedaan satu tahun dunia lotus sama dengan satu hari di dunia luar. Dengan adanya perbedaan waktu yang terpaut lumayan jauh, setiap orang bisa bebas berlatih maupun berkultivasi.
Yue Liang Zhi merengangkan tubuh, kelopak matanya sayu menahan kantuk dan menguap kecil. Sepasang mata hitam misterius menampilkan genangan air, mengembun dan bersiap menetes. Dia merasa telah melupakan sesuatu, mengingat kepingan memori sebelum memasuki dunia lotus. Berdecak sebal setelah mengingat akan pengurasan kolam di Kerajaan Yun barat, mau tidak mau, dia harus mengakhiri eksperimennya kali ini. Tangan mungil membereskan tungku dan menyimpan beberapa pil, dia kini telah menjadi alchemist kelas dua tingkat tengah dengan jumlah tiga pil.
Alchemist sangat jarang ditemui, kelangkaan ini karena roh api yang sulit menyatu dengan tubuh para pembudi daya.
Merasa semua barang telah tertata rapi, Yue Liang Zhi berniat meninggalkan dunia lotus. Sejurus kemudian mengeluarkan smirk licik, “Qiao Qiao, kau tidak membuang mayat kepala pelayan kediaman anggerk putih kan?” Dia melihat gelengan sebagai jawaban. Merasa tidak memiliki keperluan apapun lagi, sosoknya segera menghilang dari dunia lotus.
Roh sistem memutar bola mata jengah. Kebiasaan tuanya masih sama, terlebih sekarang berkeinginan menyimpan tulang belulang tak berguna sebagai koleksi.
Di Kerajaan Yun barat...
Air kolam Kerajan Yun barat kini telah terkuras, pagi ini dua mayat telah ditemukan, tersangka utama yang menjadi incaran tentu saja yaitu Yue Liang Zhi. Dugaan semakin menguat kala pelayan kecil itu tidak ditemukan bahkan setelah para prajurit mencari keseluruh penjuru Istana. Semua orang praktis memberi cap negatif pada tiga pelayan lonceng perak, menganggap ketiganya telah berkomplot melakukan kejahatan.
“Pangeran Yun Fengyin katakan padaku, dimana pelayan Yue?” Pangeran Yelu Yun geram, “apa dia ingin kabur, hah?”
Bai Yun dan Lei Hu berlutut di tanah, tidak perduli dengan keadaan diri masing-masing, yang mereka perdulikan hanya Yue Liang Zhi. Keduanya berharap agar anak itu pergi jauh dan jangan sampai ditemukan, niat berkorban keduanya tampak pekat dan tanpa goyah.
Pangeran Yun Fengyin mengedikkan bahu sambil memandang Bai Yun, “dia sedang pergi mencuci pakaian, mana aku tahu setelah itu dia pergi kemana. Kau pikir aku benalu yang selalu menempel pada pelayan Yue dan tahu kemana saja dia pergi?”
Semua pelayan yang tengah berkumpul di halaman Istana terperanjat mendengar jawaban Pangeran Yun Fengyin. Merasa yang menempati tubuh Pangeran adalah roh penasaran.
“Apa kau gila—?” Perkataan Pangeran Yelu Yun terpotong suara panggilan kecil, itu terdengar bagaikan lonceng di kuil yang tertiup angin.
“Bai jiejie,” Yue Liang Zhi memandang kearah kiri lalu ke kanan, “Lei jiejie?” Dia bingung tentang keadaan keduanya. Tanpa aba-aba, prajurit segera menangkap dan memposisikan anak itu untuk berlutut.
Dia memandang sekelilingnya dengan wajah polos, menyadari jika ada hal besar yang telah terjadi. Mengeleng ringan merasa zaman ini dan zaman moderen memiliki kesamaan, berita dapat segera menyebar luas dengan cepat. Bedanya, pada zaman ini berita menyebar dari mulut kemulut, penyebarannya secara signifikan, entah sudah terbukti kebenaranya atau belum, mereka yang mendengarnya sudah pasti akan menyebar luaskan dan sering membumbui berita dengan dramatis.
“Pelayan Yue, kau darimana saja?” Pangeran Yun Fengyin sedikit memiringkan kepala untuk memberi kode.
Cekalan kuat pada pundak Yue Liang Zhi memaksanya untuk diam tak berkutik, tubuh kecil bergerak sembarang mengeyahkan cekalan. IQ-nya tidak bodoh dalam mencermati keadaan, “aku ketiduran diatas pohon,” dia terkekeh kecil tanpa dosa.
Suara ringan dan renyah menginfeksi telinga semua orang, memberi kesan mengelitik dari garukan cakar anak kucing. Semua berpikir tentang kenyamanan pohon sebagai tempat tidur, apakah pohon bisa mengalahkan kasur? Sedangkan para prajurit meragukan diri sendiri tentang efektivitas kemampuan menyelidiki dan mencari keberadaan seseorang.
Sudut bibir Pangeran Yelu Yun berkedut ringan. “Dua mayat hari ini telah ditemukan terikat tali di batu dasar kolam,” dia memandang mengejek kearah Yue Liang Zhi, “kalau kau terbukti bersalah, prajurit Kekaisaran Huo tidak akan segan-segan menjatuhi hukuman mati!!!”
Bai Yun dan Lei Hu menangkap cibiran mengejek dari penjahat kecil, hanya mampu saling pandang dan membisu.
Dari barisan terdepan para pelayan, Jiao An menyungingkan senyum penuh kemenangan. Dia meremehkan dan menganggap anak itu tengah mendapat topi hijau, berpikir ketidakmampuan tangan rapuh melenyapkan nyawa seseorang.
Seakan mendapat tantangan, Yue Liang Zhi segera tersenyum lebar, “hamba menerima segala hukuman bila hamba terbukti bersalah.”
Prajurit segera membawa dua mayat. Tandu terbuat dari papan kayu, kain putih usang berwarna kecoklatan digunakan sebagai alas tubuh mayat. Bau busuk yang menyengat mengundang lalat hijau berkerumun seakan tengah berpesta, gundukan tubuh mayat membung tingi karena pembengkakan. Semua yang hadir menutup hidung rapat, berusaha mati-matian menahan rasa pahit yang terhenti di tengah tenggorokan. Kedua mayat ditutup menggunakan karung coklat, setelah mendapat anggukan persetujuan dari Pangeran Yun Fengyin, satu mayat penutupnya segera dibuka.
Sekitar delapan pelayan mundur dan segera mengeluarkan isi makanan yang baru dicerna di pagi hari.
Seakan tidak terima akan kebenaran itu, Pangeran Yelu Yun segera membuka penutup mayat selanjutnya sambil menahan muntah, “bagaimana bisa?” Dia terkejut saat mendapati mayat kedua adalah seorang gadis muda.
Bagaimana tidak terkejut? Gadis muda tersebut pernah Pangeran Yelu Yun paksa untuk memuaskan nafsunya!
“Wah sekarang kepala pelayan bisa berubah menjadi muda,” Yue Liang Zhi segera melepaskan diri dari dua prajurit, “Pangeran Yelu Yun, kenapa kau terkejut? Dia bukan kepala pelayan kediaman anggrek putih bukan? Pangeran sepertinya sangat mengenalnya?”
Merasakan pertanyaan menjebak dari Yue Liang Zhi, Pangeran Yelu Yun segera menormalkan ekspresinya, “mana ada!!!” Dia mengelak dengan lihai.
Pangeran Yun Fengyin melirik pelayan yang bersujud tidak jauh darinya, “tidak ada mayat kepala pelayan kediaman anggrek putih... Ternyata kau berbohong, aku tidak menyangka bisa memelihara pelayan yang suka menuduh dan bersilat lidah.”
“Ampun Pangeran hamba sama sekali tidak—”
“Pelayan rendahan telah membuang-buang waktu Pangeran ini, sangat lancang!” Pangeran Yelu Yun murka, dia segera memerintahkan pengawal untuk membawa pelayan itu, “hukum mati pelayan itu!! Jadikan sebagai contoh untuk seseorang yang berani mebuang waktuku.”
Merasa rencananya berjalan lancar, Yue Liang Zhi langsung berlutut mengeluarkan keluhan, “Pangeran Yelu Yun, hamba merasa dirugikan... Pelayan lain menuduh hamba melakukan pembunuhan tanpa bukti yang jelas, jika kemarin tidak menguras kolam dan melakukan pembuktian, hamba sudah pasti akan mendapatkan hukuman mati. Terlebih, sekarang nama hamba telah tercemar dengan keburukan.”
Dia terdengar sangat sengsara.
“Malang sekali nasib pelayan kecilku, sudah bukan dari daerah rampasan, dituduh, hampir terkena hukuman mati pula,” Pangeran Yun Fengyin menambah bara api, dia mengedip-ngedipkan mata ke arah Bai Yun.
Drama apa lagi? Jika itu Yue Liang Zhi yang melakukannya, itu wajar. Tapi jika Pangeran Yun Fengyin... Itu berarti di luar batas kewajaran! Satu pangeran dan dua pelayan merasa ekspresi wajah dipelintir hingga buruk.
Bai Yun memandang dengan wajah cengo[1], tidak lama kemudian terdengar suara isak tangis darinya, “adik, kau masih kecil, tapi dunia sangat tidak adil...,” dia memeluk Yue Liang Zhi penuh dramatis.
^^^[1] Wajah cengo adalah muka polos, pandangan lurus kedepan, dan disertai dengan mulut yang menganga.^^^
“Yue'er kau hampir mati, padahal kau tidak bersalah,” timpal Lei Hu menangis histeris seperti teriakan.
Pangeran Yelu Yun kembali terpojokkan. Dia merasakan sesak didadanya, ingin marah tapi tidak bisa! Apalagi saat melihat wajah imut Yue Liang Zhi yang menyiratkan kerugian besar. “Baik, Pangeran ini akan memberikan kompensasi, apa keinginan pelayan Yue?” Dia berusaha menampilkan senyum semanis mungkin.
“Kebebasan,” melihat wajah Pangeran Yelu Yun menampilkan kebingungan, Yue Liang Zhi segera mempertegas permintaannya, “selama satu tahun, hamba meminta kebebasan untuk tidak memasuki kediaman anggrek putih.” Dia menunjukkan tubuh kecilnya, “pelayan yang rendah ini sangat kesulitan, bertubuh kecil dan tidak dapat melakukan berbagai hal dengan baik... Maka dari itu, ijinkan hamba membenarkan diri menjadi pelayan yang lebih baik sebelum memasuki pelatihan di kediaman anggrek putih.”
“Kalau begitu, pelayan Yue sangat membutuhkan kedua kaknya bukan? Sekalian saja, pelayan Bai dan pelayan Lei juga membenarkan diri terlebih dahulu...,” Pangeran Yun Fengyin berusaha memeras saudara sepupunya, “Kaisar Huo pasti tidak akan murka, jadikan saja beberapa prajurit Kekaisaran menjadi saksi.”
Sejak kapan Pangeran Kerajaan Yun barat belajar menjadi penjarah?
“Kau—” Pangeran Yelu Yun menunjuk Yue Liang Zhi dan Pangeran Yun Fengyin secara bergantian.
Mata indah Yue Liang Zhi perlahan mengenang, benar-bernar terlihat menyedihkan dan mengemaskan pada saat bersamaan, “aku tidak menyangka Pangeran Yelu Yun akan menjilat air liurnya sendiri.”