The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XXX]



“Ak— aku meyerah...,” Pangeran Yun Fengyin mengangkat kedua tangannya ke atas sebagai tanda menyerah, tentu dengan posisi tubuh yang masih sama, lebih tepatnya tengkurap.


Roh sistem terbahak, berniat memberikan bendera putih kecil untuk Pangeran Yin Fengyin kibarkan sebagai tanda menyerah.


Terdengar tawa kecil dari Yue Liang Zhi, dia mengulurkan tangan tepat di depan wajah Pangeran Yun Fengyin, sudah dipastikan terjadi penolakan dari Pangeran dingin Kerajaan Yun.


Bisa dibayangkan, seorang anak kecil ingin membantu orang yang lebih tinggi dari tubuhnya untuk berdiri, pasti akan sangat lucu. Pangeran Yun Fengyin menolak uluran tangan Yue Liang Zhi, sementara yang ditolak semakin tertawa lebar, “gege? Sudah lihat bukan, strategi dan kecepatan bisa sangat mempengaruhi serangan. Jika kultivasi dan jurus memang agak kurang, karena kita berfokus pada qi dalam tubuh dan menjaga agar lawan tidak mengetahui tingkat kultivasi yang kita miliki. Jangan lupakan jurus!! Jurus yang belum di pelajari sempurna akan berpengaruh pada saat kita menyerang ataupun melakukan perlawanan...”


Kultivasi tanpa jurus adalah hal konyol, karena kultivator tidak bisa sembarangkan menerapkan gerakan acak saat pertarungan. Secara garis besar, seorang kultivator memerlukan jurus agar mampu menyerang, mempertahankan diri dari serangan dan memenangkan pertarungan. Tapi, perlu catatan besar, kultivator tersebut mampu menguasai jurus dengan baik.


Jurus tanpa kultivasi adalah telur tanpa cangkang. Bayangkan, jika seseorang mengetahui dan dapat mengeluarkan jurus mematikan namun tidak berkultivasi. Bukankah saat menghadapi kultivator sungguhan, orang tersebut akan menjadi bahan lelucon?


Dengan adannya strategi dan kecepatan, seorang kultivator yang hanya mampu menguasai sedikit jurus akan mempunyai keuntungan dalam penyerangan. Bahkan disaat pertarungan hidup dan mati, itu akan mempermudah kultivator melarikan diri walaupun hanya menyisakan sedikit napas terakhir.


“...” Pangeran Yun Fengyin mensetabilkan napasnya dan tentu masih mendengar perkataan Yue Liang Zhi.


“Bayangkan! Jika kita memiliki strategi yang matang, kecepatan, ketangkasan, tingkat kultivasi yang tinggi dan jurus yang sempurna. Itu akan sangat baik sebagai modal kita untuk melawan Kaisar bejat itu!!” Yue Liang Zhi nengepalkan tangan kanannya dengan penuh semangat, dia mendekati meja yang semula Pangeran Yun Fengyin singgahi. Yue Liang Zhi mengambil kertas xuan[1], kuas, stik tinta[2] dan batu tinta[3].


^^^[1] Kertas xuan/ kertas shuen/ kertas beras adalah jenis kertas yang di gunakan di China kuno untuk melukis dan menulis.^^^


^^^[2] Stik tinta adalah tinta kaligrafi berbentuk padat, penggunaannya yaitu: stik tinta di gosok ke batu tinta yang berisi air secukupnya.^^^


^^^[3] Batu tinta adalah batu lesung untuk menampung dan mengaduk tinta, batu tinta juga di buat dari tanah liat, perunggu, besi dan porselen^^^


Dia memasukkan sedikit air ke dalam batu tinta, perlahan stik tinta mulai digosokkan dan dicampur air, Yue Liang Zhi memastikan tinta yang dia buat sudah jadi. Tangannya terulur untuk mengambil kuas, dia mencelupkan kuas tersebut ke tinta dan sedikit menghilangkan tinta berlebih pada kuas agar saat digunakan tinta tidak meluber.


Pangeran Yun Fengyin dan Lei Hu mengamati apa yang tengah Yue Liang Zhi gambar, sementara Bai Yun masih sibuk dengan pemikirannya sendiri. Gerakan tangan Yue Liang Zhi berhenti, terlihat dia mendongakkan kepala sambil tersenyum manis, “aku sudah mengamati beberapa ruangan di Kerajaan Yun timur, mulai dari kamar Pangeran Yelu Yun dan ayahnya. Saat kunjungan pelayan, kita akan memulai mencari bukti-bukti kerjasama Kerajaan Yun timur dengan Kaisar Huo,” Yue Liang Zhi menunjuk beberapa ruangan yang telah dia gambar, “yang paling utama harus kita geledah adalah kamar Pangeran Yelu Yun!”


“Jika kita memasuki kamar Pangeran Yelu Yun, pasti kita akan ketahuan bukan?” Tanya Bai Yun spontan, dia sudah mulai menyambung dengan arah pembicaraan adiknya.


“Tepat sekali, maka dari itu kita harus membagi tugas!” Pandangan Yue Liang Zhi kian serius, “aku dan Lei jiejie akan memasuki kamarnya. Bai jiejie bertindak normal dengan mengikuti alur para pelayan dan bibi pemarah itu, jika mereka menyuruh menyapu lakukan saja, jika menyuruh mengepel lakukan saja!”


“Kenapa harus—” cletuk Lei Hu yang bebarengan dengan Pangeran Yun Fengyin, perkataan mereka berdua terpotong saat merasakan tatapan Yue Liang Zhi yang mengisaratkan, 'wah, kalian sangat kompak.'


“Karena jika Bai jiejie yang ikut denganku, sementara Lei jiejie di tinggal. Aku tidak akan cemas bila mana kami dipaksa melawan seseorang di waktu yang tidak diinginkan, karena dari segi kultivasi dan pengalaman, Bai jiejie lebih matang dari Lei jiejie.”


Itu tamparan yang sangat cepat untuk Lei Hu!


Lei Hu mengaruk hidungnya, dia mulai salah tingkah, “mmmm... Kultivasiku memang baru tahap qi condensation dasar level 2,” dia cengengesan dengan menampilkan gigi putih dan rapihnya, “ngomong-ngomong bagaimana kau tahu?”


“Ah, tentu aku tahu. Bai jiejie ditingkat qi condensation tengah level 1, Lei jiejie lebih rendah dari kakakku. Untuk aku, kultivasiku baru mencapai qi condensation tengah level 3. Memang kenapa?”


Nada suara Yue Liang Zhi ringan seperti orang yang tengah menawari roti yang masih mengepul pada kawannya.


Sial!! Dia bilang baru?


Pangeran Yun Fengyin terkena pukulan keras. Secara perbedaan waktu, dia membutuhkan bertahun-tahun untuk meningkatkan tingkat kultivasi dan Yue Liang Zhi hanya membutuhkan waktu beberapa hari. Harga dirinya sebagai senior telah jatuh hingga ke dasar jurang.


Mungkinkah Yue Liang Zhi melenceng menggunakan kultivasi iblis?


“Qqq qi con— tengah level 3,” Bai Yun tergagap, “bagaimana bisa?”


“Ya tentu bisa, depannya b dan belakangnya a, jadi bisa. Coba saja belakangnya u, akan jadi bisu!” Yue Liang Zhi menjawab dengan santai. Mendengar jawaban absurd darinya, roh sistem ingin sekali mencekik tuannya, begitu pula dengan Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu.


Disaat melihat wajah kaku semua orang, dia mengeluarkan tawa canggung seakan baru menyadari lelucon darinya terlalu jauh dari kata lucu.


Jari telunjuk tangan kanannya mengusap pelan pangkal hidung, “kita harus mencari dengan teliti ruangan Pangeran Yelu Yun, karena jika kita menemukan satu informasi, maka kita bisa mencari yang lainnya dengan mudah. Jika kita langsung mencari di tempat Raja Yun Yong, itu akan lebih sulit! Raja licik hanya bekerjasama dengan Kaisar Huo Linzi, yang bisa dipastikan semua informasi berada dipihak Kekaisaran, bila ada itupun hanya informasi pribadi. Hanya lewat Pangeran Yelu Yun, kita bisa mencari semuannya dengan mudah!” Dia tersenyum licik, hal itu membuat bulu kuduk Pangeran Yun Fengyin meremang.


Pagi hari di hari sabtu. Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu kini tengah bersiap-siap.


Mereka kini memakai hanfu berwarna merah muda, terlihat sangat imut. Jika ada seseorang tak sengaja melihat tiga kecantikan tanpa mengetahui setatus mereka yang sebenarnya, bisa dipastikan orang itu akan menganggap ketiganya sebagai seorang Putri. Yue Liang Zhi berjalan terlebih dahulu meninggalkan kediaman teratai, ya... Mereka kini tinggal di kediaman teratai. Kediaman yang bersih, rapih, luas dan terlihat istimewa, tentunya sangat berbeda dengan kediaman pelayan lainnya.


Tiga garis bayangan berjalan beriringan menuju dapur, tentu tugas mereka kali ini adalah membuat sarapan untuk Pangeran Yun Fengyin. Saat memasuki dapur, terlihat pandangan iri dan dengki menuhi kilatan mata para pelayan, terlebih pandangan Jiao An terlihat seperti ingin menelan ketiganya hidup-hidup.


Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu tidak mengubris pandangan mereka. Lei Hu bahkan dengan santai mengambil beras dan wadah untuk memasak bubur beras, Bai Yun mengambil beberapa kayu bakar dan Yue Liang Zhi? Anak perempuan itu kini tengah memandang kedua kakaknya, dia dengan santai menarik kursi dan mulai menyilangkan kedua kakinya.


Saat bubur hampir matang, Jiao An ingin mulai berbuat ulah, dia sengaja membawa ember berisi air dan menumpahkannya di kayu bakar yang telah menyala. Padam sudah api itu, kematangan buburpun akhirnya terhambat, Yue Liang Zhi menarik hanfu yang dikenakan Jiao An. Dengan mudahnya melempar wanita yang ada di gengamannya ke kolam ikan.


Jiao An terlempar, kolam ikan menampilkan gelombang riak air yang meluber, ikan-ikan berenang panik menjauhi barang aneh itu. Walau tidak terlalu dalam, namun tetap saja baju yang dia kenakan tetap basah oleh air.


Dia mulai berdiri di tengah kolam, lumut hijau nenempel di rambut yang semula telah ditata rapih sedemikian rupa. Baju yang dia kenakan kini menempel pada kulit dan membentuk lekuk tubuh yang tercetak jelas, sangat mengundang lelaki hidung belag.


“Kurang ajar!! Sombong sekali dirimu, ha! ” Jiao An berteriak keras. Akibat nada tinggi delapan oktafnya, kini banyak pelayan yang mengerubungi kolam renang.


Malu! Jiao An sangat malu. Tapi bagi Yue Liang Zhi, wanita itu terlihat tidak tahu malu, ah tidak, lebih tepatnya tidak memiliki urat malu atau muka tembok.