The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter LV]



Sudut bibir Kisar Yin Kong berkedut ringan, “ah... Pelayan?” Dia terperangah tak percaya akan kepribadian cucunya yang dingin dan tidak tersentuh dapat berinteraksi dengan tiga pelayan kecil, berangapan semuanya tampak mustahil untuk dilakukan.


Pangeran Yun Fengyin menggeleng ringan, “ralat, mereka bertiga adalah temanku.”


Nyawa mereka seakan melayang menenuju surga setelah mendengar perkenalan yang fantastic darinya. Baru kali ini tenggorokan sang kasim tercekat, padahal, sekalipun harus berteriak puluhan kali di hari biasa, kasim tidak akan merasakan tenggorokannya mati rasa. Siapa yang tidak tahu tempramen dingin Pangeran Yun Fengyin pada orang luar? Siapa yang tidak tahu bahwa para Pangeran dan Putri Kerajaan lain hanya mendekatinya untuk dimanfaatkan?


Perubahan ini terlalu mendadak. Naik!


“Teman?” Beo Yun Sheng setelah sadar dari keterkejutannya, “bagus, bagus, sangat bagus... Ponakan kecil telah mendapat teman, harus perlakukan mereka dengan baik, jangan sampai saling mengecewakan.”


Yue Liang Zhi mengabaikan percakapan, memandang langit-langit aula istana Kekaisaran Yin, terlukis gambar naga besar yang tengah melingkar. Itu terlihat sedikit akrab, walau hanya sebuah lukisan, namun aura penindasan terpatri dari netra kuning sang naga. Entah halusinasi atau bukan, dia dapat dengan jelas melihat kelopak mata sang naga berkedip ringan. Detik berikutnya, naga tersebut terbang menuruni langit-lagit seperti pusaran angin, turun, turun dan kini tepat berada didepan wajahnya. Napas panas menyerang wajah cantiknya, netra kuning berhadapan dengan netra hitam.


Wajah kecil yang halus kontras dengan wajah naga yang garang. Berapa sisik yang kaku, rambut transparan yang menjuntai dan mengambang seakan tertiup angin, dan sepasang tanduk kokoh. Tubuh naga meliuk dan kepala besar masih berhadapan dengan anak itu, mengabaikan semua orang yang yang tidak masuk ke mata, menganggap di aula Istana Kekaisaran Yin hanya berisi satu makhluk dan satu roh transparan.


“Yue'er... Yue'er...?” Pangeran Yun Fengyin sedikit mengguncang tubuh Yue Liang Zhi kala anak itu menunjukkan raut wajah yang tidak normal, “Yue Liang Zhi!”


“Y— ya?” Yue Liang Zhi mengerjap-ngerjapkan mata, bulu matanya terkatup dan terbuka secara berulang-ulang seperti sayap kupu-kupu, “apa?”


Bai Yun menatap bingung sekaligus aneh, “meimei, Pangeran sedari tadi memanggil namamu.”


Kaisar Yin Kong mengamati interaksi ketiganya, dia mengikuti arah pandangan Yue Liang Zhi. Jantung seakan-akan berhenti berdetak, apa yang dia lihat adalah ekor sang naga sedikit bergerak. “Aiya, membuatku terkejut... Sepertinya sekarang mataku rabun,” jari telunjuk tangan kanannya menunjuk langit-langit, “lukisan sang pelindung sedikit bergerak barusan, aku perlu periksa mata.”


Yue Liang Zhi mengerutkan kedua alis, wajah cantiknya meyiratkan tanda tanya.


“Sang pelindung datang bersama Nuan Yin,” ucap Kaisar Yin Kong sembari memandang lurus, wajah tuanya memancarkan kasih sayang seorang ayah. “Itu bukan lukisan biasa, di dalamnya tedapat roh naga yang telah melindungi Kekaisaran Yin...,” dia menusap dagu sambil mengenang, “selama bertahun-tahun, yang tua ini baru melihat pergerakan lukisan naga.”


Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu saling menatap memahami satu sama lain dalam diam. Naga? Pasti berkaitan dengan Yue Liang Zhi, dari pada memimbulkan kekacauan yang berkelanjutan, lebih baik diam atau pura-pura tidak tahu adalah pilihan terbaik.


Kaisar Yin Kong dan Yin Sheng menarik Pangeran Yun Fengyin, secara otomatis, Yue Liang Zhi dan kedua kakaknya mengikuti.


Penyerangan Kaisar Huo Linzhi telah terjadi dari dua tahun lalu, mula-mula hanya berani melakukan penyerangan secara tertutup dan menyusupkan beberapa orang kedalam Kekaisaran Yin, lambat laun, Kaisar Yin Kong yang mengetahui beberapa penyusup tersebut dan segera membabad habis nyawa mereka. Suatu saat, Kaisar Huo mengetahui bahwa sang pelindung Kekaisaran Yin adalah roh naga dari dunia atas, karena tidak ingin mengambil resiko, dia akhirnya mengentikan penyerangan. Satu setengah tahun setelah diam tak berkutik, Kaisar Huo mendapat kabar dari salah satu Menteri Perhutanan yang berhianat dari Kaisar Yin Kong, ternyata, roh naga hanya akan keluar melindungi Kekaisaran Yin jika wilayah istana dalam keadaan terdesak!


“Sekarang dimana Menteri Perhutanan yang berhianat?” Tanya Pangeran Yun Fengyin.


Yin Sheng tersenyum miring, “sedang dalam perjalanan menuju neraka.”


Bai Yun dan Lei Hu spontan tetsentak kaget, jawaban itu sedikit keluar dari apa yang dibayangkan oleh keduanya.


Pangeran Yun Fengyin merubah topik pembicaraan, dia mengusulkan untuk mengevakuasi para warga terlebih dahulu. Tangannya menunjuk hutan yang letaknya hampir mencapai perbatasan dengan Kekaisaran Shan, “cari kultivator di antara para warga, sementara yang lemah... Pindahkan mereka ketitik ini,” dia bersedekap sambil menatap Yue Liang Zhi, “Yue'er, apa kau memiliki pendapat?”


Para Mentri mencibir, apa yang bisa dilakukan oleh anak perempuan? Menangis? Mengeluh?


“Itu sudah tepat,” Yue Liang Zhi mengangguk setuju, “untuk penyerangan, kita gunakan strategi trisula.”


“Apa itu?” Tanya Kaisar Yin Kong, Bai Yun dan Lei Hu serempak.


Yue Liang Zhi menghela napas berat, “kita akan menggunakan pertahanan membentuk segitiga, barisan terdepan berisi prajurit yang membawa tameng, barisan belakangnya membawa trisula dan bertukas menusuk dari celah tameng.”


Braakk...


Pandangan para Manteri mengisyaratkan persetujuan dengan ucapan Menteri Ekonomi, ruangan kembali berisik dengan bisikan-bisikan yang saling bersahutan.


Pangeran Yun Fengyin segera menatap dingin, “kau berani menyebut orangku tidak berguna?”


“Menteri ini tidak berani,” Menteri Ekonomi sengaja menggunakan jabatannya untuk menyanggah Pangeran Yun Fengyin. “Bukan tidak berguna, tapi lihatlah, dia hanya anak lecil.”


“Betul Pangeran,” Menteri Pembangunan ikut membenarkan.


Suasana tidak terlalu mencekam, Kekaisaran Yin berbeda dengan Kekaisaran Huo yang merendahkan derajat wanita. Di sini, wanita bahkan bisa menjadi prajurit. Menteri bukan mempermasalahkan pria atau wanita, tapi umur!


Menyerahkan permasalahan strategi perang pada anak kecil, siapapun pasti akan muntah darah nantinya. Apa ini adalah perang antara anak-anak yang hanya memerlukan pedang kayu?


Benar-benar lelucon!


Berbeda dengan eksperesi Yue Liang Zhi yang terlewat santai, tidak perduli dengan perdebatan. Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu merasa miris dengan pikiran para Menteri. Hei... Ini adalah Yue Liang Zhi, anak aneh berkemampuan luar biasa. Jika ketiganya terpaksa harus menyerang anak itu, mereka bersumpah akan ada jaminan seratus persen kalah telak. Ingat! Seratus persen kalah...


Kaisar Yin Kong dan Yin Sheng memiliki pikiran serba salah, ingin percaya dengan Menteri setelah melihat umur Yue Liang Zhi. Tapi, dari segi pemahaman untuk Pangeran Yun Fengyin, mereka bedua yakin bahwa Pangeran Yun dari Kerajaan barat tidak akan dengan mudah mengambil orang kepercayaan.


“Ya benar, dia hanya bisa menangis dan mengompol nanti—”


“Adiku tidak mengompol!” Ucap Bai Yun sambil melambaikan tangan ke kiri dan ke kanan. Sanggahan yang menyiratkan kepolosan terlampau batas.


Hawa dingin menusuk tulang menyeruak memenuhi aula istana Kekaisaran Yin, rasanya seperti tertusuk ratusan pedang, terpukul batu dengan bobot ratusan kilogram di punggung. Aura penindasan tanpa tanding memerintah alam bawah sadar orang-orang yang ada di aula untuk bersujud, kaki bergetar dengan frekuensi berbeda-beda.


Qi fundation tingkat dasar level 1.


Pangeran Yun Fengyin beserta dua kakak Yue Liang Zhi merasa terkejut sekaligus iri, penjaga gelap yang ada di pojok aula sekali lagi terkejut, bisa disimpulkan mereka semua sedang melakukan olahraga kejut jantung. Diam-diam Kaisar Yin Kong mengangguk puas, Xiao Fengnya memiliki orang hebat disisinya.


Menteri Ekonomi terbata-bata, “Se—sekalipun dia kuat, dia adalah anak—”


Perkataan Menteri Ekonomi terpotong oleh suara lembut dan dalam milik Yue liang Zhi, “anak kecil bukan?”


“Yyyy,” Menteri Ekonomi sempat ragu-ragu, “ya, betul.”


Yue Liang Zhi terkekeh ringan, seketika wajahnya menjadi datar, “kau dibayar berapa?”


“Aku tidak.”


“Kau bohong...”


“Menteri ini bersungguh-sungguh,” Menteri Ekonomi menyanggah dengan menelan air liur kasar, “aku bersumpah dengan taruhan jabatanku!”


Semua orang segera memasang raut wajah bingung, berbeda dengan kemarahan yang siap meledak dari Kaisar Yin Kong, Yin Sheng dan Pangeran Yun fengyin.


Yue Luang Zhi memiringkan kepala ke kiri, “kau tercela!” Dia melempar pisau kecil ke arah meja yang berada di depan Menteri Ekonomi, meja kecil tak bersalah kini terbelah menjadi dua, “Menteri Ekonomi ingin bernasib sama seperti Menteri Perhutanan!”


Merasa terdesak, Menteri ekonomi segera meremas batu komunikasi di tangannya, “kau pengacau kecil.”