The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Capter CVII]



Semua murid sekte sibuk berlatih sambil melakukan pemanasan seribu tebasan pedang, tak terkecuali Yun Fengyin dan Lei Hu. Kedua orang menghayati gerakan sambil bertukar pemahaman, membangun keromantisan yang manis dan penuh perasaan.


Dua bersaudara Wei menjauh memilih menghindari suasana aneh, namun menjauh dari keramaian akan menjadikan keduanya berulang kali menabrakkan pikiran kontras akan pemahaman gerakan. Wei Shuwan adalah yang paling mantap soal beradu mulut, semua omong kosongnya mampu menimbulkan kegilaan kakanya sekaligus menyeret kewarasan hingga jatuh ke titik terendah. Mendorong pemikiran untuk segera membenturkan kepala agar melupakan derita buruk mempunyai adik berlidah pedang sepertinya.


Sementara itu, kelas Xingcheng merupakan kelas dengan dengan murid gaib yang langka.


Bai Yun tidak menampakkan batang hidung, tepatnya dia tidak terlalu menajamkan teknik pedang gandanya dan sibuk mendapat pembelajaran tentang delapan tirgram. IQ dan EQ dipaksa mencerna semua informasi tentang keselarasan yin dan yang, arah mata angin, keseimbangan elemen, dan pitu mujur maupun pintu kesengsaraan. Otaknya berputar terasa terbalik, mata buram membaca seluruh string yang meliuk sampai sepasang bola matanya berputar ke atas, jika dipaksa lebih lama lagi mungkin mulutnya akan segera berbusa.


Yue Liang Zhi dan Tao Jianying merupakan yang paling santai di antara semuanya.


Tao Jianying telah menyelesaikan pelatihan ketika Yue Liang Zhi pergi bersama Shan Shan, dia sendiri telah berlatih jurus andalan yang didapat setelah memasuki peringkat lima besar murid sekte Qinglong, sekarang menjadi murid pemalas dan santai. Mengajak Yue Liang Zhi membaca jurus di ruang keheningan.


Ketinggian tubuh kontras kedua orang sedikit menggelikan, satu orang membaca cepat dan menumpuk buku jurus hingga setinggi tubuh orang dewasa, orang lain mati-matian berusaha normal menghadapi anbnormali itu.


“Tidak ada buku lain?” Yue Liang Zhi menutup buku terakhir.


Tao Jianying menunjukkan buku yang tengah dibaca, “ada... Ini jurus tingkat dewa yang aku dapat setelah memenangkan peringkat turnamen antar Klan dan sekte Kekaisaran Huo.”


“Oke, lupakan saja.”


Lupakan, lupakan mendapat jurus tingkat dewa.


Semua buku disini bahkan tidak mampu dibandingkan dengan buku di Dunia lotus, semua ini... teralalu pelit!


Murid luar hanya mampu membaca buku jurus tingkat rendah, murid dalam bisa membaca buku jurus tingkat rendah dan tengah, murid pribadi bisa membaca tiga jenis buku, sementara murid berperingkat seperti Tao Jianying bisa membaca tiga jenis tingkatan sekaligus dan mendapat jurus tingkat dewa.


Dia benar-benar ingin melempar semua jurus tingkat dewa dan mebacanya tanpa takut menarik kecurigaan. Walaupun jurus tingat dewa sangat langka di dunai bawah, tapi bila sekte Qinglong memberikan akses pada murid pribadi tertentu untuk membaca jurus itu, dia tidak akan terlalu merasa seperti pencuri. Kenapa sekte Qinglong begitu menyimpan buku sebagai barang pusaka seakan bila buku terkena sinar akan langsung dimakan rayap.


Yue Liang Zhi menghela napas kasar, bangkit dan mengembalikan buku ke tempat semula. Berajalan pergi meninggalkan Tao Jianying seorang diri.


“...” Tao Jianying hanya mengamati sosok merah menghilang dari pandangan tanpa mengucapkan banyak kata.


Kaki kecil Yue Liang Zhi melangkah ringan dan anggun, sosoknya seperti mengambang bersama tiupan angin, surai hitam yang tidak diikat melambai mempertegas siluet acuhnya. Dia terkejut mendapati tamu tak diundang tengah meminum teh di kediamannya.


“Sudah kembali?”


Patriark Wen Hua sudah menemuinya dua kali di hari yang sama, apa pria tua itu begitu senggang?


Selalu berlari menemuinya di setap dia tengah sendiri, menganggu ataupun memberikan teka-teki membingungkan. Membuatnya berharap di zaman ini ada buku pengasah otak, dia pribadi akan membelinya dan secara sukarela meminta Wen Hua mengisinya disaat bosan.


Karena kedatangan pihak lain tidak bisa diabaikan, Yue Liang Zhi sebagai yang termuda membungkukkan sedikit tubuhnya dengan mengepalkan tangan kanan yang ditangkupkan dengan tangan kiri, “junior telah melihat Patriark.”


“Tidak perlu terlalu sopan,” mata tua Wen Hua menyipit menambah kerutan di kulit tuanya. Dia mengelus jenggot beruban parah dan berkata, “kau terlihat senggang?”


“Aku begitu sibuk menanam tanaman, punggung tuaku telah bungkuk setelah menghadapi ratusan jenis tanaman yang perlu diurus,” Patriark Wen Hua tertawa canggung. “Aku melihatmu menyukai berkebun—”


Raut wajah Yue Liang Zhi meyiratkan agar topik pembicaraan segera melompat ke inti, tidak perlu berbelit membingungkan.


Wen Hua tertawa menghadapi sifat blak-blakan anak muda, kesemangatan ini membuatnya seperti merasakan kembali menjadi jiwa muda setelah lama layu dan mengering, “bantu aku menanam tanaman herbal dan kamu bebas membaca buku jurus tingkat dewa punyaku. Kita bertukar, kamu untung aku juga untung.” Dia tahu betul akan kemampuan pengejaran haus pengetahuan anak itu, karena di balik keunggulan Yue Liaang Zhi dalam kultivasi dan jurus pasti ada usaha keras yang menyertai setiap langkah.


“Sepakat,” Yue Liang Zhi setuju tanpa pikir panjang.


...****************...


Hari demi hari berlalu, semua murid melakukan rutinitas masing-masing. Murid baru telah terbiasa dengan kebiasaan baru mulai dari jam bangun hingga jam malam, pelatihan sekaligus melakukan retret kala berada diambang trobosan ke ranah selanjutnya. Anggota kelompok Yue Liang Zhi telah sedikit berkembang dalam pelatihan dua bulan ini, sedangkan dia sendiri melakukan pekerjaan ekstra.


Pada pagi hari dia akan merawat tanaman herbal milik Patriark Wen Hua hingga jam siang, berlanjut membaca dan berlatih jurus tingkat dewa sesuai buku panduan, menerobos ke tingkat qi foundation tengah level 2. Dan di malam hari ketika senggang, dia akan berlatih bersama pasukan Hei Long.


Pasukan Hei Long telah berkembang pesat dalam hal keselarasan, mereka semua membentuk tubuh selama masa pelatihan, dan beberapa anggota telah mencapai tingkatan tertinggi qi condensation puncak level 1.


Setiap hari berjalan lancar, murid baru yang diterima sebagai murid pribadi semakin harmonis dengan guru.


Sekarang, Yue Liang Zhi berjalan menuju ladang herbal di belakang bangunan kesehatan sekte Qinglong. Wajah dinginnya terganggu oleh kebisingan.


“Dia merusak seperempat ladang, aku melihatnya melepaskan kelinci spirit beast dengan sengaja,” Xiu Juan menuduh penuh keburukan, di sampingnya terdapat Chen Bai Mo yang mengikuti tengah menampilkan gelagat kesombongan.


Mata Shan Shan terisi akan ketidak berdayaan, “tidak~,” dia menggeleng dan sedikit terisak.


Chen Bai Mo mendukung tunangannya merajalela, “cih... Penjahat enggan mengaku!”


Shu Ming balas berteriak membela Shan Shan yang tengah memeluk kelinci bulat, “tidak benar! Shan'er telah mengandang kelinci sebelum pergi memetik beberapa tanaman, kau terlalu kejam memfitnah!!”


Shan Shan memeluk erat kelinci putih gemuk yang bertelinga besar, sepasang telinga merosot seiring darah yang mengalir dari luka menganga.


Kedua makhluk satu manusia dan satu hewan terperosot di tanah, menyedihkan mengundang orang merentangkan tangan untuk melindungi.


Kelinci gemuk menggulung badan bergetar, menahan kesakitan dengan mulut bergerak menampilkan gigi kelinci imut yang menyimpan daun herbal.


Lima senior yang juga seorang Alchemist sebagai pengamat: “.......”


Mereka berlima seperti kucing polos yang menatap Xiu Juan dan Shu Ming secara bergantian, paham akan apa yang terjadi namun tidak berani memutuskan.


Orang Klan Xiu dan Klan Chen telah diam dalam waktu dua bulan, terlalu diam sampai-sampai menimbulkan kecurigaan bila mana telah mendapatkan pencerahan. Dan sekarang Xiu Juan kembali membuat perkara? Mereka semua, tobat palsu!