
Tubuh Wen Hua mengeluarkan bau menyengat dari tanaman herbal, zhaoshan putihnya masih berkibar seiring langkah kaki yang berjalan menuju kursi Patriark. Begitu dia telah mencapai posisi duduk yang pas, dia segera mengangkat kepala dan menatap seluruh murid yang tengah menunduk.
Aura penekanan mulai menurun membebaskan belengu tak kasap mata dari tubuh, seluruh murid sekte Qinglong baru bisa mengangkat kepala untuk menatap ke arah Patriak, mereka dengan selaras menampilkan wajah penuh rasa hormat.
Wen Hua terpaku pada sosok anak kecil, dia memiliki jejak keheranan saat seluruh murid menunduk merasakan tekanan darinya, hanya anak perempuan berbaju merah saja yang seperti tidak terpengaruh sama sekali. Bahkan, tiga orang di samping anak itu terlihat tidak terlalu tertekan seperti murid lain. Mata sipitnya saling terkunci dengan netra hitam, dia merasakan hal langka terjadi dalam hatinya, itu seperti semacam rasa segan pada seorang guru. Dia memutuskan kontak mata, “Yuwen Yue... Kau bisa memulainya sekarang.”
Yuwen Yue mengangguk, dia berdiri dan berjalan mendekati murid sekte.
Seluruh murid luar segera mundur ke belakang hingga melebihi garis putih yang terukir di bawah kaki, mereka seperti membuka celah berbentuk persegi di tengah aula. Calon murid bingung akan apa yang sebenarnya senior lakukan, murid luar menarik beberapa calon murid untuk ikut mundur.
“Sstttt... Nona, mereka sepertinya meminta kita untuk mundur,” Ruan Xulei berbisik merasakan banyak tatapan mata yang terarah pada kelompok Yue Liang Zhi.
Setelah Xiu Juan memprovokasi Yue Liang Zhi, banyak dari murid luar dan murid dalam mencari informasi tentang anak itu. Kini mereka semua tahu bahwa lima orang yang tengah mereka tatap merupakan kultivaor peringkat sepuluh, lima dan bahkan peringkat satu di ujian masuk sekte Kekaisaran Huo tahun ini.
Bagi murid sekte Qinglong yang masuk dengan mudah lantaran mendapatkan peringkat dan mendapat rekomendasi dari pemimpin klan di keluarga kultivator, pencapaian kelompok Yue Liang Zhi merupakan pencapaian luar biasa. Sedangkan menurut kultivator yang masuk lewat jalur ujian masuk sekte, pencapaian Yue Liang Zhi adalah pencapaian yang sangat-sangat luar biasa.
Otak semua orang masih sehat dalam mengira-ngira umur Yue Liang Zhi, jika yang menjadi kultivator hebat berasal dari klan mereka bisa memaklumi, tapi anak itu bukan dari klan dan bahkan bersetatus pelayan Kerajaan Yun barat. Catat, pelayan!
Yue Liang Zhi mengangguk, “aku tahu,” ucapnya perlahan mundur dan diikuti oleh anggota yang lain. “Garis yang membentuk persegi ini seharusnya menjadi arena ujian, tapi kenapa arenanya begitu datar? Bukankah seharusnya ada panggung arena?”
Detik berikutnya, suara gemuruh melengking memaski gendang telinga. Tanah kian naik membentuk panggung, Wen Hua menarik energi chaos tianli elemen tanah miliknya setelah panggung telah terbentuk dengan sempurna.
Kepala Yue Liang Zhi sedikit miring ke kiri, “sekte Qinglong semakin menarik,” gumanya terdengar seperti bisikan.
“Empat murid dalam dari empat kelas bisa memilih lawan, peraturannya masih sama. Kalian dilarang saling membunuh,” ucap Yuwen Yue menatap Tao Jianying dan tiga orang asing.
Pertandingan pertama dilakukan oleh murid kelas Tizhi melawan murid kelas Xingcheng.
Tao Jianying merupakan salah satu murid dalam dari kelas Dan jian, begitupun tiga lainnya merupakan perwakilan masing-masing kelas. Sekte Qinglong memiliki empat kelas yaitu kelas Dan jian yang berisikan murid dengan senjata pedang, kelas Tizhi mengandalkan kekuatan fisik, kelas Qita wuqi untuk murid yang menggunakan senjata selain pedang dan kelas Xingcheng yang membelajari formasi Feng shui.
Kelas Dan jian menempati urutan pertama dengan jumlah murid yang paling banyak di antara kelas lain, kelas Qita wuqi menempati urutan kedua dan ketiga karena selalu bersaing sengit dengan kelas Tizhi. Urutan terakhir sudah jelas kelas Xingcheng, kelas ini selalu dianggap remeh lantaran berpacu dalam mempelajari formasi.
Tapi, bagi Yue Liang Zhi kelas Xingcheng bukanlah kelas biasa. Dia tidak menyepelekan kelas tersebut, apanya yang perlu disepelekan! Dia bahkan tidak mampu dalam mempelajari formasi Feng shui, menyepelekan kelas itu sama saja mempermalukan diri sendiri.
Kultivator dari kelas Tizhi melawan kultivator dari kelas Xingcheng, perbedaan kedua murid itu terlalu menonjol. Murid kelas Tizhi bertubuh kekar dan menggunakan gada terlalu dominan menjadi penyerang, sementara lawannya terus menghindar menggunakan gerakan kaki yang melangkah ke arah mata angin.
Murid luar ataupun calon murid hanya bisa mengikuti ujian pembagian murid sebanyak tiga kali, mereka yang memiliki tingkat kultivasi yang lumayan tapi tidak bisa menarik perhatian guru kelas lain, biasanya akan mendapatkan tawaran dari Yuwen Yue selaku guru kelas Xingcheng. Sayangnya, setiap murid yang mendapatkan tawaran dari penatua Yuwen Yue rata-rata selalu menolak. Jika setuju, pasti itu merupakan pilihan terakhir.
“Jiejie tertarik dengan kelas Xingcheng?” Tanya Yue Liang Zhi membuyarkan lamuan Bai Yun yang tengah mengambang.
Bai Yun terperangah tak siap akan pertanyaan dari adiknya, otaknya masih mencerna setiap gerakan di atas panggung. Begitu mendapat koneksi jawaban dari pertanyaan Yue Liang Zhi, dia segera mengangguk, “walau kelas Xingcheng tidak terlalu berfokus pada teknik pedang, tapi kelas ini memiliki keunggulan lain dalam formasi. Aku tertarik mempelajari formasi Feng shui, selain bisa mengetahui titik lemah dari formasi, itu terlihat dapat mempermudah kultivator menghindari serangan dari kuktivator yang tingkatnya lebih tinggi.”
“Ya itu bagus, jiejie masuk saja ke kelas Xingcheng.”
Secara tiba-tiba, suara Yuwen Yue menggema mengumumkan kemenangan murid kelas Tizhi. Semua orang bersorak riang, kelompok Yue Liang Zhi tenang dan masih memiliki pembahasan ringan.
“Yue'er sendiri akan memasuki kelas apa?” Pangeran Yun Fengyin mengalihkan perhatian dari panggung arena ke tubuh Yue Liang Zhi.
Mendapat tatapan penasaran dari ketiga orang di samping, Yue Liang Zhi tersenyum kaku, “tidak penting bagi kalian tahu tentang aku memasuki kelas apa.”
“Itu penting!” Ucap Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun, Lei Hu dan tambahan Ruan Xulei yang sedari tadi hanya menjadi pendengar yang baik.
Yue Liang Zhi menghela napas kasar, “kalian bebas memilih kelas manapun, jangan mengikuti apa pilihanku!” Dia menengokkan kepala ke arah Bai Yun, “jika jiejie menyukai belajar di kelas Xingcheng, maka belajarlah dengan giat tentang formasi feng shui. Tapi, jika jiejie hanya asal tertarik dan tidak menyukai semua tentang formasi feng shui, maka tidak perlu susah-susah di pelajari, buanglah dan berpindah sesuai kata hatimu.”
Kekalahan perwakilan kelas Xingcheng tidak menyurutkan rasa ketertariakn Bai Yun, dia malah bertambah semangat setelah mendengar pencerahan dari adikknya.
Selanjutnya, kelas Dan jian akan bertanding melawan kelas Qita wuqi, semua orang bersorak melihat penampilan salah satu murid idola di sekte Qinglong.
Tao Jianying kini berhadapan dengan perempuan bersenjata zhua[1], pedang dengan senjata berbentuk cakar saling bergesekan. Tubuh Tao Jianying memutar menghindari cakaran, kedua orang di atas panggung bertukar banyak jurus andalan dari masing-masing kelas. Gerakan keduanya begitu anggun bagai tarian di musim semi, ketegasan dan ketangkasan ayunan senjata membuat siapaun terpesona. Penatua Tuoli dan Meng Yanli selaku guru dari kedua kelas merasa puas, pria dan wanita itu bahkan memiliki waktu luang untuk bertaruh tentang siapa yang akan menang.
Setengah jam kemudian.
Senjata zhua terpental ke luar panggung, mata pedang milik Tao Jianying berjarak 10cm dari leher lawan. Merasa sudah dapat diumumkan siapa pemenang pertandingan, Yuwen Yue segera berteriak mengumumkan, “Tao Jianying dari kelas Dan jian memenangkan pertandingan.”
Wajah penatua Meng Yanli berubah masam, dia menyerahkan seluruh uang di tas qiankunya, “heh... Aku boleh kalah kali ini, muridku lain kali pasti akan memenangkan petarungan.”
“Meng tua, kau terlalu percaya diri. Aku sudah mendengarkan kalimat itu bulan lalu,” sindir penatua Tuoli pada wanita tua di sampingnya.
“Kau yang tua! Aku ini masih muda, lihatlah kulitku masih kencang tidak sepertimu.”
Penatua Tao Hong Li tertawa, “kalian berdualah yang tua, berumur tua tapi belum menikah.”
“Diam, kaulah yang tua!!!” Touli dan Meng Yanli menunjuk Tao Hong Li.
Wen Hua, “......”
Ekspresi ketiga penatua berubah pias, mereka lupa akan ada pria yang lebih tua dari ketiganya.
“Oh Xiao Jianyingku sangat hebat,” Tao Hong Li berusaha mencarikan suasana.
.
.
[1] Senjata yang berasal dari Cina, bentuknya hampir serupa seperti katar tapi berbeda bentuk. Fungsinya seperti cakar yang bisa menusuk dan melepaskan daging dari tubuh. Zhua lebih sering digunakan untuk menghancurkan pertahanan musuh.