The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter CVIII]



“Hukum mereka berdua! Mereka bersekongkol membuat balai pengobatan merugi besar!”


“Apa yang rugi dan apa yang tidak merugi?” Yue Liang Zhi berjalan menghampiri, suhu mendadak turun beriringan dengan nada dingin dan ekspresi datar, “ingin menghakimi orang? Konyol! Kau meminta lima senior menjadi saksi omong kosongmu, tapi pemilik ladang tidak mengetahui bahwa ladangnya telah rusak. Menghukum orang tanpa sepengetahuan orang yang dirugikan, apa tidak menganggap keberadaan Patriark?”


“Kamu—!!!” Xiu Juan tidak mampu melanjutkan.


Chen Bai Mo menegang, setelah sekian lama akhirnya kembali bertemu dengan kecantikan surgawi itu.


Kedekatan antara Yue Liang Zhi dengan Patriark Wen Hua, semua murid waras telah mengetahuinya. Menganggap anak itu telah dijadikan murid pribadi walaupun Wen Hua sendiri tidak mengonfirmasi pada khalayak, diam-diam segerombol murid membentuk kelompok penggemar Yue Liang Zhi dan selalu mengunggulkan sampai menyundul langit.


Tapi...


Masih ada orang gila seperti Xiu Jieru dengan sukarela menyinggung kesabaran setipis tisu anak itu, benar-benar ingin berumur pendek.


Setiap orang yang menatap netra hitam akan merinding tak dapat dijelaskan, aura penekanan serta ketidak perdulian menyeruak membabat habis keberanian.


Yue Liang Zhi menekuk tangan kiri ke belakang punggung, “biarkan Patriark memutuskan hukuman untuk senior Shan Shan, dan kau.” Dia menunjuk tepat di depan hidung Xiu Juan, “akun kita belum selesai.”


Xiu Juan menelan ludah kasar, reflek mengenggam lengan Chen Bai Mo. Dua anjing tersudut hanya dengan empat kata ringan dan dingin tanpa gelombang emosi.


Lima Alchemist mengangguk bersamaan, lega setelah mendapat pemutusan benang kusut akibat ulah tuan dan nona muda dari dua Klan. Menuntun mereka semua menuju kediaman Patriark Wen Hua, menyisakan merah dingin yang masih tidak menunjukkan gelombang fluktuasi emosi seperti sungai beku ribuan tahun.


Tubuh Yue Liang Zhi berbalik, “senior Shu Ming...,” melempar sebotol pil pada laki-laki itu, “obati kelinci.”


Shu Ming menangkap botol pil, tersenyum ringan dan berkata, “terimakasih.” Dia semakin berpikiran terbuka pada Yue Liang Zhi, walaupun anak itu menampilkan duri landak yang tak tersentuh, namun masih menyisakan kehangatan yang jarang dimiliki orang biasa.


Yue Liang Zhi menghela napas kasar berjalan mencari tanaman herbal yang dibutuhkan, matanya menatap menyayangkan seperempat ladang herbal bersisakan setengah tangkai dan akar. Menyalakan dupa berharap kelinci spirit beast tidak berakhir sebagai kelinci panggang dengan tambahan bubu BBQ, dibakar bolak balik dan dimakan habis menyisakan tulang.


Dia memetik sekitar belasan jenis tumbuhan herbal, berdiri dan berjalan kembali ke kediaman Patriark Wen Hua.


Halaman kediaman Patriark tampak sepi dengan Wen Hua yang duduk sembari menopang dagu menatap langit, asap hangat mengepul dari poci teh panas yang dimasak dengan api kecil. Dia tampak tenang tanpa gangguan setelah mengalami tamparan kenyataan bahwa seperempat tumbuhan kesayangannya telah hilang tertelan perut bulat kelinci, juga tidak tampak daging lezat berbau harum di sekitarnya.


Kelinci putih diberkati umur panjang, hanya bagian perut mengembang dan nyawa utuh.


Tanpa Yue Liang Zhi sadari, saat dia membayangkan kondisi kelinci, buntalan bulu itu mendadak meremang bersama telingga yang menegak dan gigi gemeretak.


“Bocah bau!” Patriark Wen Hua menyambut dengan panggilan di luar keanggunannya.


Yue Liang Zhi membalas, “apa mereka telah mendatangimu, pak tua?”


Tidak ada lagi formalitas, hanya kebar-baran dua orang yang telah bergaul selama dua bulan. Yue Liang Zhi tidak segan seperti sebelumnya, nyatanya telah menangkap sifat di luar pemahaman murid lain tentang Patriark dan empat Penatua yang sering menampilkan sikap frontal jauh dari keagungan. Wen Hua sendiri tidak pernah menganggap anak itu sebagai murid, tepatnya seperti kawan dan sedikit menampilkan penghormatan.


Bokong Yue Liang Zhi mendarat di kursi lain, “Xiu Juan membuat masalah.”


“Menghukum mereka?” Yue Liang Zhi sedikit terkejut dengan kedua alis terangkat dan beberapa detik kembali normal. Tentang provokasi Xiu Juan pada dua senior, pasti ada alasan lain mendasari penjebakan.


Patriark Wen Hua menyeruput teh dan mengeluarkan bunyi "ah" keras, kemudian menatap Yue Liang Zhi yang ikut menuangkan teh pada dua gelas cangkir, “Chen Bai Mo dan Xiu Juan sengaja mengajukan hukuman pengeluaran dua senior dari setatus murid dalam. Walaupun Xiu Juan yang melepaskan kelinci dari kandang, tapi tetap saja kelinci itu memang dibawa oleh Shan Shan. Aku hanya memperingan hukuman menjadi menjaga ladang sampai tumbuhan herbal kembali seperti semula, tidak memperbolehkan mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan sekte... Jika masa hukuman selesai, mereka bisa kembali berlatih.”


Baik, Yue Liang Zhi memaklumi hukuman tersebut. Mewajarkan metode penghukuman, karena bila keduanya tidak mendapat hukuman yang memuaskan Xiu Juan dan Chen Bai Mo, kedua orang berhati busuk pasti akan tetap mencecar kesalahan selagi masih mempunyai bukti kuat.


Gelas brdenting menapaki meja, Wen Hua berdiri menepuk pakaiannya yang kusut. “Aku akan pergi membahas turnamen antar sekte dan Klan pada empat Penatua, kau tanam dan urus semua tanaman milikku,” melangkah pergi sebelum mendengar jawaban dari pihak lain.


Yue Liang Zhi memajukan bibir dengan pikiran mengambang.


Turnamen antar sekte dan Klan di Kekaisaran Huo selalu diadakan tiga tahun sekali, turnamen ini berfungsi untuk menentukan perinkat antara sekte Qinglong dengan sekte Jianlong dan penentuan peringkat antar Klan terbesar. Selain menentukan peringkat sekte dan Klan, semua anggota sekte dan Klan yang mengikuti turnamen akan mendapat peringkat pengisi kedudukan kultivator muda Kekaisaran Huo.


Sekte Qinglong juga menjadikan turnamen ini menjadi penentu peringkat murid dalam. Dalam tiga tahun sebelumnya, Liu Changhai menempati posisi pertama murid dalam sebagai murid pribadi Touli, Tao Jiangying menempati posisi kedua murid dalam sebagai murid pribadi Tuoli, Xiu Zhuting menempati posisi ketiga murid dalam sebagai murid pribadi Meng Yanli, Shu Ming menempati posisi keempat murid dalam, dan Chen Bai Mo menempati posisi kelima murid dalam sebagai murid pribadi Tao Hong Li.


Metode penilaian turnamen bukanlah peserta melawan peserta, melainkan perburuan dengan akhir penilaian jumlah buruan kristal spirit beast yang paling banyak didapat beserta token pengenal yang berhasil direbut dari peserta lain.


Tempat Patriark dan empat Penatua berkumpul...


Touli mengigit kecil buah persik sambil berdiri dan menyender di kolom bangunan, “rubah jantan dan anak-anaknya akan menonton turnamen antar sekte dan Klan.”


Meng Yanli mengelap sudut bibir dengan sapu tangan, “buruk! Dia pasti akan mempersulit Liu Canghai.”


“Lalu, dimana anak itu? Kita harus memberikannya petuah agar hati-hati selama turnamen,” Tao Hong Li menimpali.


“Entah bermain di pojok mana, akupun tidak tahu,” Touli pasrah akan sifat Liu Canghai yang suka menghilang bila berada disaat genting.


Patriark Wen Hua hanya diam dengan melipat kedua tangan, duduk di kursi kebesaran, sesekali menyisir janggut panjang dan mengelus kumis.


Yuwen Yue menggeleng tanpa daya, “tapi aku yakin... Sekte Qinglong pasti bisa mempertahankan peringkat pertama dengan kehadiran Liu Canghai, Yue Liang Zhi, Yun Fengyin, Tao Jianying, Bai Yun dan Lei Hu.”


“Benar!” Tao Hong Li memekik tajam sambil bertepuk tangan, “Yue Liang Zhi ini memang bibit bagus, ck... Penatua beruntung mendapatkannya menjadi murid pribadi.”


Touli, Meng Yanli dan Yuwen Yue menoleh secara bersamaan menatap Penatua Wen Hua.


“Murid pribadi?” Patriark Wen Hua menaikkan alis kirinya, dia tidak tahu kedekatannya dengan Yue Liang Zhi akan menimbulkan pemikiran jika dirinya telah menarik murid pribadi. Semua pemikiran pribadinya hanya diringkas menjadi kalimat, “hahahaha... Muridku akan memenangkan peringkat.”


Hal yang melenceng ini tidak perlu diluruskan!


Hatachi...


Yue Liang Zhi bersin kala membaca buku milik Penatua Wen Hua, menolehkan kepala ke kiri dan kanan.