The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XXII]



Prajurit bertubuh tinggi dan tegap perlahan menganggukan kepala ke arah kusir, lalu menyibak pelan kelambu jendela kereta kuda. Bai Yun dan Lei Hu seketika menahan napas, berkeinginan untuk memiliki kemampuan menghilangkan diri.


Begitu ketiga sosok terungkap, Yue Liang Zhi mulai menyambut dengan senyuman lebar serta lambaian tangan, “halo paman prajurit.”


Sudut bibir prajurit itu berkedut berusaha menahan senyum yang hampir lolos dari bibir datarnya, menurutnya, wajah imut Yue Liang Zhi sanggat menggoda agar seseorang secara sukarela menunjukkan senyum. Dia mengontrol seluruh ekspresi diwajahnya, menutup kelambu dengan kasar dan mulai berjalan menuju Pangeran Yun Fengyin.


Bai Yun dan Lei Hu menatap Yue Liang Zhi dengan horor, apalagi ditambah wajah mereka berdua pucat seperti tidak memiliki darah yang masih mengalir.


“Telinga kalian masih ada bukan? Bukankah tadi Fengyin gege memberitahu kalau dia memiliki orang dalam, jadi tenang saja!” Ucap Yue Liang Zhi santai, kata-katanya seperti sihir pengembali roh yang telah terlepas dari tubuh.


Bai Yun dan Lei Hu mengerjap, detak jantung masih kuat sehingga semua orang di kereta dapat mendengar secara gamblang.


Pangeran Yun Fengyin kembali melangkah menuju kereta kuda dan masih dengan senyum yang tidak pernah luntur dari bibirnya. Setelah dia duduk, kereta kuda kembali melaju.


Yue Liang Zhi melirik gerbang yang tengah di lewati dari balik kelambu, matanya menajam saat melihat salah satu prajurit, “kita diawasi.”


“Kita bahkan selalu diawasi!” Ucap Pangeran Yun Fengyin dan mendapat anggukan dari Yue Liang Zhi.


Kereta kuda terus melaju, terlihat demandangan yang sama persis seperti Kerajaan Yun timur, bahkan kondisi wanita di sini lebih parah! Miris, sangat miris! Seorang pemimpin memperlakukan warganya lebih rendah dari binatang. Lei Hu mengeram marah, matanya memancarkan kebencian yang amat besar, rasa kemanusiaan metonta-ronta mendorongnya menyelamatkan semua wanita. Dia berniat turun dari kereta, namun dengan sigap Yue Liang Zhi menarik lengan kanan Lei Hu.


“Jangan kegabah! Kau pikir dengan kekuatanmu sekarang, kau akan bisa mengobrak-abrik Kekaisaran? Tentu tidak! Sekarang, kau bahkan terlihat seperti seseorang yang ingin mengantarkan nyawamu,” Pangeran Yun Fengyin bersuara lirih, dia melengkapi kalimat sesuai dengan cekalan tangan sosok kecil itu.


Kereta kuda telah sampai di depan rumah kecil, terlihat halaman yang di penuhi dengan bunga. Pangeran Yun Fengyin memimpin Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu memasuki rumah. Perabotan sederhana menghiasi disetiap sudut ruangan, Pangeran Yun Fengyin mendaratkan tubuhnya pada kursi, dia menghela napas lega.


“Fengyin, kau yakin bisa tinggal ditempat yang seperti ini?” Bai Yun bertanya sambil mendekat ke arah Pangeran Yun Fengyin.


Pangeran Yun Fengyin tersenyum miring, “kenapa tidak bisa? Inilah hidup yang aku harapkan, tenang, damai dan tanpa ada perebutan tahtah... Ah ya, kalian bersiap-siaplah. Kenakan hanfu yang sudah disiapkan, sebentar lagi kita akan menuju rumah lelang bangau emas.”


Butuh lima belas menit agar Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu berganti pakaian. Tentu saja bukan hanfu biru untuk pelayan, tapi hanfu untuk para bangsawan. Yue Liang Zhi terlihat sangat manis, mata besarnya bagai magnet yang menarik apa saja ke arahnya. Bibir kecil, tipis dan berwarna marah cherry. Pipi lemak susu dengan pemerah alami, jangan lupakan kulitnya yang seperti giok, sangat putih, kenyal dan mulus!


Pangeran Yun Fengyin tersenyum ke arah Yue Liang Zhi, memiliki fantasy jika dirinya mempunyai adik kecil seperti pangsit putih menggemaskan. Lamuannya terhenti tatangkala matanya tidak sengaja menatap mata Lei Hu.


Dua insan mulai menampilkan pandangan dalam dan penuh damba.


“Ehem... Fengyin gege,” Yue Liang Zhi batuk keras, “kita inggin langsung berangkat atau menunggu sesi tatap-tatapan ini selesai? Aku siap jika harus menunggu ini berakh— mmmmm...”


Bibir kecil Yue Liang Zhi didekap oleh Pangeran Yun Fengyin, “ayo, ayo! Kita berangkat sekarang.”


Semua pemikiran dan angan-angannya berubah, dia berspekulasi akan sangat buruk memiliki adik berhati bias seperti Yue Liang Zhi.


Hanya melakukan perjalanan singkat, mereka sudah berada di depan rumah lelang bangau emas. Rumah lelang ini adalah rumah lelang terbesar di Kekaisaran Huo, dengan keistimewaan tersendiri dan hanya menjual barang-barang keperluan para kultivator. Pangeran Yun Fengyin menunjukkan token pelanggan VIP pada perempuan yang berada di sebelah pintu masuk, dia berbicara beberapa kata dan terlihat senyum kecil yang terukir di bibirnya. Perempuan itu perlahan berdiri dan berniat menuntun jalan, Pangeran Yun Fengyin melambaikan tanggannya pertanda agar Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu untuk mendekat.


Mereka berempat mengekori perempuan pelayan rumah lelang bangau emas, hingga sampai pada kotak nomor 8. Pangeran Yun Fengyin menyibak kelambu dan perlahan masuk diikuti Bai Yun dan Lei Hu, sedangkan Yue Liang Zhi terpaku ditempat saat melihat seorang anak seusianya tengah tersiksa.


Tangan anak kecil itu mengeluarkan darah, sementara di depannya ada seorang wanita tengah berdecak pinggang. Kepala Yue Liang Zhi serasa berputar saat kilasan aneh kembali muncul, terlihat seorang gadis menangis sejadi-jadinya dengan noda darah pada seluruh bajunya, dia memangku seorang anak laki-laki dan memanggil nama Lux.


Tunggu, Lux?


Suara aneh dalam pikirannya pernah menyebutkan bahwa dia sebenarnya bernama Arista. Sedangkan Lux Efret adalah adik Arista, maka otomatis mereka adalah kakak beradik! “Ssss~” Yue Liang Zhi mendesis perih saat punggungnya merasakan panas seperti terbakar, rajah kepala naga kembali terbentuk, namun kini berwarna merah darah.


Tidak tahan dengan panasnya, Yue Liang Zhi segera memasuki kotak. Dia meringis dan mengepalkan tangan untuk menahan rasa sakit, keringat perlahan membasahi seluruh tubuhnya. Kakinya melangkah tertatih-tatih, wajahnya pucat dan tangannya mengapai apapun yang ada di depannya.


“Yue'er!!” Pangeran Yun Fenyin dan Bai Yun berdiri lalu meraih tangan Yue Liang Zhi, mereka jelas merasakan baju baru itu telah lepek karena keringat.


“Pa... Panassss...,” gumamnya lirih.


“Ini terlalu panas!!” Yue Liang Zhi yang sudah tidak dapat mengeluarkan suara, perlahan menunjuk ke arah punggungnya, “sakitt!!” Dia mengeluarkan suara yang terdengar seperti bisikan.


Pangeran Yun Fengyin membuka hanfu yang dikenakan Yue Liang Zhi, dia terkejut saat melihat rajah kepala naga. Itu merah dan panas seperti lava di gunung merapi, bersiap meledak hingga meluluhlantakkan. Tanpa berpikir panjang, Pangeran Yun Fengyin segera mengalirkan qi ke dalam tubuh Yue Liang Zhi.


Arus hangat mengalir dari satu titik hingga menyebar ke seluruh tubuh.


Terlihat wajah Yue Liang Zhi perlahan membaik dan rajah kepala naga juga menghilang, dia melirik ke arah Pangeran Yun Fengyin. Sangat berbanding terbalik! Sekarang wajah Pangeran Yun Fengyin yang menjadi pucat, Yue Liang Zhi segera melepaskan tangannya dari tangan Pangeran Yun Fengyin, “Fengyin gege, sudah! Aku sudah membaik.”


“Ah, apa kau benar sudah merasa baik-baik saja?”


“Mmn...,” Yue Liang Zhi menganguk mantap.


“Baik, aku akan menyerap energi langit dan bumi. Jika pil pembersih sedang di lelang, tolong Yue'er colek saja tanganku!”


Tiga puluh menit berlalu, tiba saatnya lelang dimulai. Lelaki paruh baya bersuara untuk memberikan kata sambutan, “semua, perkenalkan namaku adalah To Mu, pemilik rumah lelang bangau emas. Hari ini akan menjadi hari baik karena ada tamu terhormat dari Kekaisaran yaitu Putri Mahkota Huo Chyo,” ucap To Mu sambil menunjuk kotak nomor 5. “Kalian bisa melihat barang yang akan di lelang hari ini dari kertas yang sudah di bagikan, langsung saja lelang hari ini DIMULAI,” teriak To Mu menekan kata dimulai.


Tiga pelayan diam-diam melirik Pangeran Yun barat. Siapapun tidak tuli saat mendengar kehadiran Putri Mahkota Huo dalam acara lelang, pastinya kehadiran Huo Chyou mempunyai maksud tertentu agar bisa bertemu seorang kenalan... Kenalan itu adalah Pangeran Yun Fengyin.


Ah, rumor cinta antara Putri Mahkota Kekaisaran Huo kepada Pangeran Yun barat telah tersohor hingga seluruh penjuru Kekaisaran. Baik yang bersetatus tinggi maupun pengemis sudah hafal hingga mendarah daging, bahkan kisah Putri yang mengemis cinta kadang kala ditampilkan pada pentas drama kecil di kedai-kedai Kekaisaran.


Pelelangan terus berlangsung, saat ini sudah barang yang ke 4.


“Barang yang di lelang kali ini adalah kalung yang berisi qi murni, berfungsi untuk menambah kecantikan si pemakai,” jelas To Mu, “ dimulai dari 1.000 koin emas.”


“3.000 koin emas,” teriak wanita dari kotak nomor 10.


“5.000 koin emas!”


“7.000 koin emas...”


“10.000 koin—“


“20.000 koin emas,” potong Putri Mahkota Huo Chyou yang membuat suasana menjadi hening.


Semua membisu, tidak berani mencela angka yang telah diajukan oleh kotak nomor 5. Semua orang masih waras dan ingin berumur panjang.


“20.000 koin emas... tiga, dua, satu! Selamat lelang barang nomor 4 di menangkan oleh Putri Mahkota Huo Chyou.”


.


.


Catatan penulis:


~ 1 koin perak \= 100 koin perunggu.


~ 1 koin emas \= 100 koin perak.


~ 1 kristal spirit beast tingkat rendah \=10.000 koin emas.


~ 1 kristal spirit beast tingkat tengah \=100.000 kristal spirit beast tingkat rendah.


~ 1 kristal spirit beast tingkat puncak \=10.000.000 kristal spirit tingkat tengah.