
Merasa bahwa jantung Yue Liang Zhi telah kembali berdetak normal, dia mulai meraih rantai, “kau bohong, ibu Pangeran Yelu Yun sudah meninggal.”
“Aku bersumpah bahwa aku yang telah melahirkannya,” Jia Yu Zhuo mengigit bibirnya untuk menahan tangis.
Yue Liang Zhi memainkan lidah dengan mulut terkatup, terlihat tonjolan kecil di pipi bagian kanan, “asal kau bisa meyakinkanku, aku berjanji akan membawamu pergi dan melindungimu dari Raja Yun Yong.”
Jia Yu Zhuo memelintir hanfu usang dengan jari-jarinya, “aku... Aku bisa memberi informasi bahwa Raja Yun Yong telah meracuni Ratu Nuan Yin,” ucapnya dengan nada suara yang kian mengecil.
“Itu bukan informasi yang berarti,” Yue Liang Zhi kembali memeras, dia sedikit memiliki jejak keterkejutan saat mendengar penuturan wanita di depannya, pasalnya hanya beberapa orang saja yang mengetahui informasi ini.
Suara rantai bergesekan terdengar hingga menggema, “itu sangat berarti!” Jia Yu Zhuo semakin mendekat ke arah Yue Liang Zhi, “aku bisa menjadi saksi kejahatannya, karena aku melihatnya secara langsung saat Raja Yun Yong menyuruh pelayan Yun barat memberikan racun itu.” Dia merasa krisis melihat Yue Liang Zhi hanya melipat kedua tangan di dada, “pelayan ini siap menjadi saksi sekaligus menjadi bawahan nona.”
Senyum miring terbit dari bibir Yue Liang Zhi, “aku bisa menjadikanmu sebagai bawahanku,” dia melihat jelas senyum Jia Yu Zhao yang merasa bebas dari belengu Raja Yun timur, “tapi dengan syarat... Kau harus mau melakukan janji kematian dan bersumpah setia, apa kau bersedia melakukannya?”
Kedua tangan Jia Yu Zhao meraih tangan anak itu, “aku bersedia.”
Yue Liang Zhi mengiris kulit jempolnya hingga berdarah, Jia Yu Zhao juga mengigit jari telunjuk. keduanya saling menempelkan luka tersebut, “aku, Jia Yu Zhao besumpah akan melayani nona seumur hidup dengan setia, tanpa pengkhianatan. Jika bawahan berani melakukan perbuatan keji itu, bawahan bersedia mati tanpa mendapat pengampunan.”
Rasa puas menjalar di hati Yue Liang Zhi, dia memang sedikit sensitif masalah kepercayaan dengan orang asing. Tangan kirinya melambai menyapu angin, secara tiba-tiba sosok Jia Yu Zhuo menghilang bagai di telan bumi. Dia sengaja menempatkan wanita itu di dunia lotus agar tidak perlu repot membawa kemana-mana, toh tidak ada kerugian tersendiri untuk Yue Liang Zhi, mungkin Jia Yu Zhao akan bersih-bersih bersama Qiao Qiao.
Kaki Yue Liang Zhi melangkah menuju tangga yang menghubungkan ruang rahasia dengan kediaman Raja Yun Yong, matanya menatap ke bawah memastikan bahwa lantai telah kembali menutup sempura. Ekspresi wajah Jiao An yang biasanya lembut menggoda, kini telah berganti menjadi datar tanpa jejak emosi. Dia melompat tinggi hingga ke atap, sosoknya seperti bayangan kabur menuju kediaman Pangeran Yelu Yun. Bulan sabit sedikit menerangi langkah kakinya saat menapaki atap.
Pintu kediaman tiba-tiba dibuka paksa, Yue Liang Zhi bergegas pergi mengobrak-abrik kediaman Pangeran Yelu Yun. Sudah dapat diperkirakan, di sini hanya ada beberapa berkas seperti penyelundupan orang Kerajaan Yun timur ke dalam istana Kerajaan Yun barat. Puas membuat onar, dia kini sengaja menampakkan diri kesalah satu prajirit yang bertugas.
Bulu kuduk rajurit itu berdiri saat melihat kediaman Pangeran Yelu Yun telah poraporanda, “PENYUSUP!!!” Teriaknya mengelegar bak suara sambaran petir.
Yue Liang Zhi yang sedang menyamar sebagai Jiao An menunjukkan wajah terkejut, dia melompat lewat jendela dan berlari menuju tubuh Jiao An yang asli. Tampak seorang wanita tertidur sambil bersandar di pohon, tangan jahil Yue Liang Zhi menampar keras pipi kanan Jiao An, otomatis wanita itu tersentak bangun.
Ya, itu seperti tamparan kejut bagi Jiao An!
“Penyusup lari ke arah sana, kejar, jangan sampai lolos!”
“Penyusup?” Beo Jiao An masih berusaha mengumpulkan nyawa, secara mendadak dia ditangkap tanpa alasan yang jelas.
Ditempat lain...
Pesta berlangsung lancar. Tarian dan alunan musik mengiringi acara tersebut, Raja Yun Yong duduk di kursi sembari bercakap-cakap dengan pangeran Kerajaan tetangga. Setelah penyerahan hadiah selesai, suasana dikelompok Pangeran Yun fengyin sedikit mencekam, dua orang seperti orang bisu dan dua lainnya menampilkan ekspresi tertekan.
Masih menyelami pikiran masing-masing, Pangeran Yelu Yun berjalan mendekat, “hari ini sepupu datang bersama pelayan lonceng perak, sepertinya yang satu ini sedikit menarik,” jari telunjukknya menunjuk ke arah Yue Liang Zhi.
Pangeran Yun Fengyin mengepalkan tangan kanan yang ditangkupkan dengan tangan kiri, dia membungkukkan sedikit tubuhnya, “semenarik apapun pelayanku, bukankah Pangeran pernah ingin membunuhnya?”
“PENYUSUP!!!”
Semua orang menghentikan gerakan, penari berhenti dengan kedua tangan yang masih tergantung di udara, pemusik kompak berhenti dan menolehkan kepala ke asal suara.
Sosok Jiao An palsu muncul di atas pohon sembari menonton kekacauan yang telah dia buat, dia mengenggam batu komunikasi lalu mengalirkan qi. Merasa orang dia hubungi mulai menanggapi, tarikan di sudut bibirnya mulai meninggi, “pergi ke bawah meja!” Titahnya dengan suara lembut dan tenang.
Yue Liang Zhi palsu mengedarkan pandangan mengawasi orang di sekitarnya, lantas perlahan pergi ke bawah meja. Rasa pegal menjalar di tengkuk lehernya, pandangan matanya mengabur dengan tubuh yang berangsur-angsur menghilang, tempat Yue Liang Zhi palsu kini digantikan oleh Yue Liang Zhi asli.
Pangeran Yun Fengyin tersenyum miring saat merasakan aura yang familiar, “sudah kembali?”
'Apanya yang kembali?' Bai Yun dan Lei Hu memiliki pemikiran yang serupa, keduanya segera mengarahkan pandangan sesuai arah pandangan Pangeran Yun Fengyin.
Yue Liang Zhi tersenyum santai, kedua alisnya terangkat selaras, “...” Bai Yun dan Lei Hu merasa anak itu telah menjadi bunglon. Kadang ceria, kadang dingin dan kadang kejam bagaikan iblis kecil.
Detik berikutnya sekitar puluhan prajurit menarik tubuh Jiao An, kondisinya berbanding terbalik dari kondisi saat Yue Liang Zhi meninggalkannya. Seluruh baju Jiao An terlihat kotor dan compang camping, kulit mulusnya terdapat lebam dan bibirnya mengalir darah segar. Tatapan matanya menajam saat melihat Yue Liang Zhi, “kau! Kau tadi memukulku hingga pingsan, jelaskan! Jelaskan apa yang terjadi pada mereka semua!”
“Apa maksudmu?” Yue Liang Zhi memasang wajah tanpa dosa, “aku tidak bertemu denganmu, apalagi memukulmu. Tanya saja pada mereka, mereka semua bahkan selalu mengawasi seluruh pergerakanku,” dia mengelak sembari menyindir para Pangeran dan Putri, terutama Pangeran Yelu Yun.
Jiao An mengeram marah, dia berontak hingga melepaskan cengraman para prajurit. Kakinya berlari ke arah Yue Liang Zhi, kedua tangannya mencekik leher jenjang anak itu, “presetan dengan mu! Katakan yang sebenarnya, kau tidak boleh berbohong di hadapan tuanmu.”
“Aku tidak berbo...hong,” bela Yue Liang Zhi dengan suara terputus.
Emosi Bai Yun meluap, dia segera mendorong tubuh Jiao An, “Yue'er berkata jujur, kau tidak bisa melimpahkan kesalahanmu pada adikku.”
Pangeran Yeku Yun merasa geram dengan tingkah Jiao An, “apa yang terjadi?”
Prajutit 1: “Lapor Pangeran, pelayan ini telah mengobrak abrik kediaman pangeran.”
“Apa!?” Pangeran Yelu Yun menelusuri tubuh Jiao An, “bawa dia ke penjara, aku tidak suka wanita sepertinya mengacaukan pesta ulang tahunku,” kilatan jijik tertera dengan jelas. Dia heran, bagaimana bisa dirinya selalu tergoda dengan tubuh pelayan rendahan dan murahan itu, detik berikutnya matanya tidak sengaja melirik Yue Liang Zhi penuh rasa damba.
Yue Liang Zhi kembali memiliki hantu di kepalanya, jangan salahkan dia jika ada banyak hal yang sangat menguntungkan di depan mata, “Pangeran Yelu Yun, ijinkan aku ikut saat mengintogasi Jiao An. Aku penasaran kenapa dia sangat membenciku, mungkin dia cemburu karena aku dan kakakku telah menggantikan posisinya,” nada suaranya lembut seperti senar selo yang bergetar.
Mendengar keindahan surgawi, Pangeran Yelu Yun hanya mampu mengangguk siap, “baik, apapun permintaan Yue'er.”
Qiao Qiao muntah mendengarnya, [pria busuk!] Dia mengumpat dan otomatis membuat Jia Yu Zhuo ketakutan setengah mati.
Betul, Yelu Yun adalah pria busuk penjahat kelam*n!
'Jiao An, kamu sekarang telah berakhir,' Yue Liang Zhi tersenyum penuh kelicikan.