
Ruan Xulei memimpin kelompok kecil itu, berjalan dibagian terdepan. Kedua pergelangan tangannya terlilit rantai sampai ke dada bidang, namun hal itu tidak menjadi hambatan besar baginya dalam menentukan arah yang harus dilalui.
Tao Jianying berada di samping Ruan Xulei membantu memotong semak belukar, “kamu sangat terbiasa menjelajah hutan, hidupmu yang dulu tampak sangat berat.”
“Menurutku tidak terlalu buruk.” Ruan Xulei menggeleng dan memamerkan otot besar dibalik pakaian, “setiap kali aku pergi ke hutan, aku akan melatih fisikku. Sekaligus memahami segala bentuk tumbuhan beserta tekstur tanah baik wujud asli maupun wujud samar karena bekas pertarungan, hanya dengan memahami itu, aku mampu menentukan arah yang aman dilalui ketika berjalan di hutan.”
“Woah, keren!” Seru Wei Shuwan sembari berjalan menerobos ke sisi kanan Bai Yun.
Bai Yun berada di belakang Tao Jianying dan Ruan Xulei, dia membuka lebar peta kulit hewan yang diberikan oleh senior Shu Ming sehari sebelum mereka berangkat menuju perbatasan hutan timur. Dia memastikan tempat lokasi yang mereka lalui benar dan aman, sesekali memutar-mutar peta menghafal titik terlarang agar kelompok mereka tidak memasuki daerah terlarang.
Wei Jun berada di tengah, dia membawa dua pedang, satu miliknya dan satu miliik Bai Yun. Di sampingnya masih ada merah kecil yang bersedekap dan mengamati santai keseluruh bagian hutan, seakan ini bukanlah turnamen melainkan perjalanan biasa.
Lei Hu diam dan langkah kakinya sama dengan Pangeran Yun Fengyin, kedua orang tampak telah terbiasa dengan keselarasan satu sama lain. Lei Hu mengenggam pedang di tangan kiri, di pinggangnya terdapat gantungan batu giok biru cantik yang melambai kala dia berganti langkah.
Merasa puas ketika gantungan giok pemberiannya dipakai, Pangeran Yun Fengyin tersenyum tipis dan memerah. Untuk menghilangkan suasana bergejolak di hatinya, dia membuka mulut bertanya, “Yue'er... Kenapa kita tidak langsung berburu kristal spirit beast?”
“Pertama. Kita masih berada di pinggiran hutan dan otomatis spirit beast yang berada di sini hanyalah spirit beast tingkat rendah alam merah, terlalu membuang tenaga bila memburu kristal spirit beast tingkatan itu, lebih baik memburu spirit beast tingkat rendah alam jingga. Mementingkan kualitas daripada kuantitas!” Kaki Yue Liang Zhi melangkah lebar menghindari akar pohon, “kedua... Merebut plakat di hari pertama juga akan membuang tenaga, kita bisa menjarah plakat orang lain yang kemungkinan telah terkumpul di satu kelompok. Bila bisa mengambil banyak plakat dalam satu pertarungan, kenapa perlu repot-repot untuk mengambil satu persatu?”
Pangeran Yun Fengyin tercengang bersama semua orang, metode ini sangat berpengalaman... Seperti seorang bandit profesional!
Juga...
Metode ini seperti penyembelih pemilih ditempat jagal yang hanya mau memotong hewan berkualitas baik.
Tiga orang sekawan yang pernah mengikuti turnamen tertampar, menyadari dikala itu mereka terlalu bodoh dalam berburu kristal sampai-sampai mudah dikelabuhi lawan dan berakhir kehilangan peta hutan perbatasan timur.
Walaupun Tao Jianying memenangkan tempat, tapi tetap saja dia telah kehilangan benda penting yang masih bisa dipergunakan dalam jangka panjang.
Beberapa murid dalam sekte Qinglong memang mendapatkan peta hutan perbatasan timur. Tao Jianying sebelumnya mendapatkan peta dari Tao Hong Li, Liu Canghai mendapatkan peta dari patriark Wen Hua, dan Chen Bai Mo mendapatkan peta dari pemimpin Klan Chen.
Di sore hari...
“Berhenti,” pinta Yue Liang Zhi yang masih mendongak menatap langit, “kita beristirahat di sini.”
Semua orang mengangguk.
Tao Jianying dan Pangeran Yun Fengyin merogoh tas qiankun mencari tenda dan berniat mencari tempat strategis. Wei Jun, Wei Shuwan, Bai Yun dan Lei Hu bergegerak mencari kayu.
Ruan Xulei menjulurkan tangan ingin mencegah, rantai di kedua lengannya bergemerincing saling bergesekan.
Yue Liang Zhi memijat pangkal hidungnya, “tunggu! Jangan mendirikan tenda, kita akan tidur di pohon.” Mendapat tatapan mata kucing dari mereka, dia tidak mampu kembali pusing dan dipaksa tersenyum lucu, “Fengyin gege, Jianying dan Ruan Xulei. Kalian bertiga ikuti aku, dan yang lain jangan ambil kayu bakar berlebihan, ambil secukupnya untuk memasak daging lalu padamkan.”
Dia melompat ke atas pohon diikuti tiga garis bayangan, melesat beberapa kali dan berhenti di pohon yang tidak dijadikan sarang oleh hewan. Mengeluarkan delapan hammock, mengikat kedua tali di sisi yang berlawanan menjadikan kain tersebut membentang, terakhir terlentang di atasnya. “Tunggu apa lagi? Ayo, segera pasang tempat tidur gantung ini sesuai dengan yang aku contohkan.”
“Oh?” Tiga orang saling memandang dan mengangguk ringan, mengikuti apa yang telah Yue Liang Zhi lakukan.
Ketiganya kemudian sibuk memasang kasur gantung, mengikat tali pada pohon dengan ikatan kuat dan mencobanya untuk memastikan ini benar-benar terpasang dengan baik.
Yue Liang Zhi bergumam dari kejauhan, “tempat ini tidak terlalu aman, mendirikan tenda bisa menjadikan tanda kehadiran secara kasar pada murid lain. Membakar kayu sebagai penerangan juga akan menarik perhatian spirit beast dan akan menganggu istirahat.”
“Nona Yue rupanya paham dengan hukum alam ketika berada di hutan, kenapa tadi tidak ikut memimpin jalan bersamaku?” Tanya Ruan Xulei yang masih mengikat simpul terakhir.
“Malas...”
Ruan Xulei hampir tergelincir dari pohon, dia tidak mampu berkata-kata setelah mendengar jawaban Yue Liang Zhi. Secara tidak langsung, anak itu membeberkan motto hidupnya "jika ada orang lain kenapa harus aku". Dia menangis tanpa air mata menghadapi tingkat kesantaian sosok merah, berpikir tentang ketidak adilan Dewa yang memberikan takdir baik pada orang malas.
Kasur gantung telah siap, makanan telah matang. Semua orang berada di atas pohon menatap matahari tenggelam, menggigit daging kelinci yang telah dibagi sama rata. Yue Liang Zhi melempar senter bercahaya redup pada setiap orang, tugas mengajari cara menggunakan senter dilimpahkan pada Bai Yun dan Lei Hu.
Yue Liang Zhi belum berada di hammock miliknya, dia kini tengah menyenderkan punggung di batang pohon kayu. Duduk bersila, tampak anggun penuh pesona yang tak terbantahkan.
Mereka yang mendapat suguhan pemandangan surgawi mulai menghela napas pasrah, tidak bisa membayangkan pahatan itu ketika beranjak dewasa.
Wei Jun menatap ke kejauhan, “Taizi belum sampai kemari, mungkin dia tersesat bersama bawahannya.”
Telinga Ruan Xulei bergerak seperti kelinci, “Taizi?”
Kedua tangan Wei Jun membekap mulutnya sendiri, diam-diam melirik Yue Liang Zhi berharap ucapannya barusan tidak didengar. Menangis dalan diam, bersiap menahan amukan. Dalam beberapa detik keheningan tidak ada tanda-tanda dirinya akan dipukul, bersyukur pada amal baik di kehidupan sebelumnya yang mampu membantu memperpanjang umurnya di kehidupan ini.
“Kalian mengenal Putra Mahkota?” Ruan Xulei bersemangat hampir melompat dari kasur gantung, “hebat! Nona Yue, Nona Yue... Taizi Huo Jiazhen sangat baik tidak seperti Kaisar Huo Linzi. Sejak dulu, Kaisar selalu ingin melaut ke laut selatan dan berulang kali ingin menggusur desa kami untuk mendirikan benteng pamantauan. Beruntung, Taizi memohon pada Kaisar dan menjadikan dirinya sendiri sebagai pemimpin pasukan pengawas pesisir laut selatan.”
“Huo Jiazhen melakukan itu?” Lei Hu terkejut akan kebaikan Taizi yang berbanding terbalik dari Kaisar.
Ruan Xulei mengngguk penuh semangat.
Informasi tentang kebaikan itu mendorong kesan baik tujuh orang pada Taizi Huo Jiazhen, pohon jelek nyatanya tidak selalu menghasilkan buah yang buruk!
Walaupun tindakan pembelaan Taizi bukan semata-mata ketulusan belaka tapi dengan tujuan tersembunyi menarik aspirasi warga, namun dengan kebaikan tersebut pula Yue Liang Zhi berkenan memasukkan nama Huo Jiazhen ke daftar sekutu.
Huo Jiazhen ingin dijatuhkan oleh orang dalam di Istana Kekaisaran. Sebagai pemimpin, Kaisar pasti telah mengetahui niat musuh Jiazhen dan mempersilahkan dengan tangan terbuka, jika tidak, Huo Jiazhen tidak akan sampai diracun secara halus.
Yue Liang Zhi selaku musuh Kaisar hanya perlu menambah kayu ke bara api demi menyadarkan pihak lain akan kekejaman Kaisar Huo Linzi, memaksa Huo Jiazhen ke titik terjepit sehingga mau bekerjasama dengannya.
.
.
Catatan Penulis:
Tingkatan spirit beast:
~Tingkat rendah: (Alam Merah level 1,2,3) dan (Alam Jingga level 1,2,3)
~Tingkat tengah: (Alam Kuning level 1,2,3) dan (Alam Hijau level 1,2,3)
~ Tingkat puncak: (Alam Biru level 1,2,3), (Alam Nila level 1,2,3) dan (Alam Ungu level 1,2,3)