
Kelompok perjalanan kecil telah sampai di sekte Qinglong pada jam malam, tanpa membuang waktu langsung beristirahat.
Di lain tempat, Yue Liang Zhi telah memasuki Dunia lotus. Terlihat pasukan pria Hei Long mengayunkan pedang dan berlatih melawan satu sama lain, sedangkan wanita sibuk mempelajari pengobatan yang secara umum perlu diketahui oleh anggota militer. Anggota Hei Long terdiri dari enam puluh lima persen pria dewasa, lima belas persen anak laki-laki, tujuh belas persen wanita, dan tiga persen anak perempuan.
Pria dewasa akan menjadi regu penyerang dan regu pertahanan kala berada di medan perang, diharuskan untuk menguasai berbagai jenis senjata. Anak laki-laki akan menjadi penyusup kecil yang ahli mengelabuhi pihak lawan, dilatih kecepatan dan teknik menyamar dari bayangan, dan mempelajari senjata agar kelak mampu berganti peran menjadi regu penyerang. Perempuan akan dilatih teknik pengobatan untuk menanggulangi kematian akibat luka di pertempuran, juga akan dilatih senjata yang paling cocok tanpa harus menguasai seluruh jenis senjata. Anak perempuan akan menjadi ahli pencari informasi dengan perbekalan menguasai senjata kecil yang tidak memberatkan, dan diperkenalkan teknik pengobatan ringan.
Yang paling inti adalah seluruh anggota pasukan Hei Long akan dilatih dengan pelatihan fisik yang sama rata, diwajibkan belajar ilmu bela diri sebagai cadangan bila mana seluruh pasukan harus ikut berperang di medan perang. Semua anggota juga akan diperkenalkan mengoprasikan senjata modern.
Yue Liang Zhi berdiri dan melepas lapisan baju paling luar, “semua berkumpul!!”
Mendenar intrupsi sang pemimpin, semua naggota pasukan serentak berkumpul dan berbaris. Pemandangan itu bisa menekan mental orang awam, tapi menurut Yue Liang Zhi, itu masih jauh dari kata lumayan.
“Mulai hari ini, kalian semua akan menerima pelatihan fisik. Setiap orang akan berlari seratus putaran, setengah orang yang tertinggal akan menambah sepuluh putaran. Kemudian setengah yang tertinggal juga akan menambah sepuluh putaran. Lakukan penambahan jika kalian masih tertinggal dari kawan kalian, tidak ada kata berhenti! Jika pingsan, bangunkan dan lanjutkan berlari!!!
“Lalu, pada sore harinya kalian akan membawa beban berat untuk menaiki dan menuruni gunung selatan, setiap dari kalian akan diberi bobot sesuai porsi panduan pelatihan.”
Semua orang menarik napas dingin, pelatihan dari tirani memang terlalu galak hingga menimbulkan dua pilihan antara lanjut atau mati.
Gunung selatan di Dunia lotus merupakan gunung tertinggi kedua setelah gunung timur (gunung terlarang), semua mengeluh dalam hati tentang ketinggian gunung itu dan berpikir kenapa bukan gunung barat ataupun gunung utara yang tidak terlalu tinggi menjadi tempat pelatihan? Ah, tersiksa antara ambang hidup mati memang menyedihkan.
Qiao Qiao yang berbentuk asap ikut merinding, Xiao Bai hanya diam seakan menjadi makhluk tak berotak dan berfokus pada kristal spirit beast.
Mata tegas Yue Liang Zhi berkobar penuh semangat, “kalian akan mengetahui fungsi latihan setelah melakukannya secara berulang. Yang perlu kalian pahami, aku melakukan ini sebagai kebaikan kalian. Di medan perang tidak ada kata perbedaan usia, tidak ada perbedaan gender, dan tidak ada perbendaan setatus. Prioritas kita adalah memenangkan pertempuran atau kalah menjadi pecundang, paham?”
Semua orang berteriak lantang, “PAHAM!”
“Hei Long!!! Ayo berlatih,” Yue Liang Zhi berlari lebih dahulu kemudian disusul oleh seluruh anggota pasukan.
2.000 orang berlari menghambur mengelilingi dunia kecil itu, Yue Liang Zhi menjadi yang paling terdepan memberikan perasaan berkobar pada para pria. Pemimpin hanyalah seorang anak kecil berusia enam tahun dan mampu mengalahkan kecepatan mereka? Lelucon, mereka akan maju bersama sang pemimpin atau harga diri para pria akan jatuh ke dasar nagrai yang dalam.
Kaki kebas terasa kaku seakan kaki mereka bukanlah milik mereka, beberapa dari mereka yang memakai sepatu berbahan tipis telah terkikis dan berlubang parah, menjadikan berlari tanpa alas kaki dan menyisakan noda darah. Semua orang menangis darah dan kemudian teringat akan pembalasan terhadap Kaisar Huo, semangat kembali berkobar hingga setengah pasukan telah menyelesaikan pelatihan. Setengah pasukan termasuk Yue Liang Zhi berhenti dan beristirahat, memandangi setengah lain yang tengah menambah sepuluh putaran dengan tampilan wajah penuh warna.
Napas Yue Liang Zhi tersenggal, dia memandangi orang-orang yang mengambil posisi tiduran diam seperti babi mati. Terkekeh ringan dan melambai membiarkan, matanya tertuju pada laki-laki berusia hampir sama dengan Pangeran Yun Fengyin. Itu seperti tidak menyuarakan keluhan dan ketidakterimaan, bahkan terkesan tegar dan penuh pembakaran. Dia teringat akan orang ini, orang yang bersemangat ketika mendapat ajakan membalas dendam dan menjadi pasukan berani mati.
Dia tidak bisa membantu dan kemudian bertanya, “kamu seperti seseorang yang berpengalaman dalam pelatihan keras? Jadi, bagaimana menurutmu?”
Jawaban orang terpelajar memang penuh pertimbangan dan tidak asal, mendapat batu permata di genangan lumpur memang sesuatu yang lain.
“Aku akan menunggu pemikiranmu tentang metode pelatihan, dan kamu?”
“Yan Hongli...,” pihak lain memperkenalkan diri dengan senyuman mengembang.
Kepala Yue Liang Zhi menengok ke sisi lain, “bila mampu menebaknya dengan tepat, kau mempunyai peluang menjadi wakilku nanti.”
Yan Hongli berjingrak diposisi duduk, mengangguk semangat akan pernyataan Yue Liang Zhi. Menjadi anggota militer adalah keinginannya sedari dulu, walaupun sering mendapat penentangan dari ayahnya, dia tetap berlatih secara rahasia. Ketika prajurit Kaisar Huo menjajah Kerajaan Lei, seluruh keluarganya telah terbunuh dan hanya menyisakan dia seorang diri, dijadikan budak pekerja paksa tanpa henti. Dia dan yang lain dibawa pergi dari siksaan pihak Kaisar oleh pemilik rumah lelang bagau emas untuk dijual, semula berontak dan berniat kabur, namun setelah tertampar aura keagungan merah centil, dia berubah pikiran tentang semua rencana awal. Menyerahkan diri secara sukarela, mengabdi pada pemimpin kecil yang penuh dominasi.
Anggota pasukan yang tersisa masih menabah sepuluh putaran terakhir, dan tiga orang pingsan sebagai penutupan.
Semua anggota beristirahat sekitar enam setengah jam, berlanjut membawa beban berat dan menaiki gunung selatan. Terhuyung, tersandung, terjatuh, dan terperosok. Namun, tetap memikul beban sampai puncak gunung. Di antara mereka, sekali lagi Yue Liang Zhi menjadi panutan dan penyemangat dalam diam pasalnya beban yang dipikul seberat beban milik pria dewasa. Semangat itu membakar gelora jiwa muda, kegigihan itu membuat semua orang iri dan ingin mencapai pada tingkatan yang sama, keangkuhan pantang mundur membuat mereka terdorong untuk tetap maju.
Menuruni gunung merupakan hal terindah setelah berususah payah menaiki gunung, tapi pemikiran kesenangan mendadak patah ketika menerima kenyataan menuruni gunung juga harus mengontrol kecepatan. Jika laju terlalu cepat, akan berakibat menabrak orang di depan dan berguling turun hingga ke bawah. Jika terlalu lambat, orang dibelakang akan menabrak dan berakhir sama menyedihkan.
Semua orang menyelesaikan pelatihan, lagi dan lagi terkapar di tanah seperti ikan mati kekurangan air.
Xiao Bai menyambut tuannya dan mengaruk tanah dengan cakar kecil, ekor bergoyang imut menarik perhatian. Yue Liang Zhi tergoda dan menarik buntalan putih ke pelukan. Qiao Qiao jengah akan sikap singa pungut yang berpura-pura manis.
“Sudah paham fungsi latihan ini?” Yue Liang Zhi bertanya sambil mengelus bulu lembut Xiao Bai.
.
.
Catatan penulis:
Yue Liang Zhi: “Ayo kembali berlatih!” Menumpuk dua batu ke punggung.
Semua orang: (Berpura-pura mati dengan mengeluarkan asap putih palsu.)
Jangan lupa like dan dukung penulis.