The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XLII]



Mereka hanya singgah untuk beberapa waktu, menuntaskan dahaga dengan meminum sekendi air dan menambah isinya yang dirasa telah banyak berkurang. Tidak banyak yang diharapkan dari desa kecil, dapat menemukan alat transportasi beserta mata air bersih sudah merupakan hal cukup. Memutuskan melanjutkan perjalanan menggunakan dua kuda spirit beast yang telah dijinakkan.


Senyum Yue Liang Zhi surut kala menyadari ukuran tubuhnya telah menghalangi kenyataan, dikehidupan sebelumnya dia menganggap pacuan kuda sebagai hal sepele, tapi dikehidupan sekarang dia sengsara lantaran tinggi tubuhnya hanya sebatas kaki kuda. Dia mencebikkan bibir merasa pandangannya berputar dan mendadak sudah beralih di atas kuda.


Dia mengadah menatap sebagian bayangan wajah Pangeran Yun Fengyin, yang dirasa sebagai pelaku utama pamaksaan pemboncengan hanya menampilkan keacuhan dan terasa tidak melakukan kesalahan. Dia berakhir menghela napas kasar, menyalahkan dirinya yang tidak tumbuh dengan cepat!


Semua orang yang menangkap ekspresi ketidaksetujuan itu sedikit terperangah, terlebih Bai Yun yang merupakan kakak Yue Liang Zhi. Dia dan adiknya telah hidup di desa, tidak pernah berlatih keterampilan berkuda dan buta huruf. Tetapi, adiknya mampu berkuda, membaca, menggunakan berbagai senjata dan mengerti taktik berperang. Surga tahu betapa besar kebingungannya tentang kemahiran apa lagi yang dimiliki oleh Yue'er-nya.


Lei Hu tidak memiliki pikiran seperti Bai Yun. Dia bahkan tampak acuh sambil memasang alas pelana[1], pelana kuda[2], tali perut[3] dan sanggurdi[4]. Beberapa menit kemudian berpindah kebagian kepala kuda, berhati-hati memasang kekang kuda [4] dengan di akhiri memasang tali kekang[5]. Karena sudah mahir berkuda, dia meminta Bai Yun yang masih linglung untuk membonceng di belakangnya.


^^^[1] Alas pelana: lapisan tipis yang berada antara punggung kuda dan pelana, berfungsi untuk melindungi kuda tergesek pelana kuda dan menyerap keringat kuda.^^^


^^^[2] Pelana kuda: alat penyokong untuk penunggang kuda/muatan lain yang diikatkan ke punggung kuda.^^^


^^^[3] Tali perut: tali lebar yang mengelilingi perut kuda, berbentuk sabuk/gesper, berfungsi untuk mencegah pelana dari tergelincir ke samping, ke belakang atau ke depan.^^^


^^^[4] Sanggurdi: pijakan kaki saat menunggangi kuda, biasanya tergantung di pinggiran pelana dengan seutas pita atau tali yang disebut tali sanggurdi.^^^


^^^[5] Kekang kuda: alat untuk mengarahkan kuda dengan dipasang pada wajah kuda.^^^


^^^[6] Tali kekang: alat untuk mengarahkan kuda, berbentuk tali panjang.^^^


Dua kuda spirit beast berlari menelusuri jalan, menimbulkan bunyi tapak kaki yang bersahutan. Yue Liang Zhi memanggil Pangeran Yun Fengyin yang tengah memacu kuda, “gege~”


“Ya Yue'er, ada apa?” Sahut Pangeran Yun Fengyin tanpa mengurangi kecepatan, pandangannya masih lurus menatap ke depan.


“Bisa minta penjaga gelap untuk tidak terlalu membersihkan jalan?” Yue Linang Zhi sedikit mengeraskan volume suaranya tatangkala derap langkah kuda semakin mengencang, “aku ingin, jika perjalanan kita kali ini membuahkan hasil yang maksimal, bukan hanya membatu Kekaisaran Yin saja, tapi kita bisa menambah tingkat kultivasi dan skil bertarung.”


Dia tidak ingin menjadi kesemek lembut yang butuh perlindungan ekstra, dia adalah burung bebas yang suka melakukan semuanya dengan tangannya sendiri, tidak terbiasa berada di bawah sayap perlindungan orang lain.


Pangeran Yun Fengyin mengangguk ringan seraya memegang batu komunikasi, dia mengalirkan qi kedalam batu. Setelah merasakan hawa batu telah berbeda, dia memerintahkan penjaga gelap agar tidak terlalu memudahkan perjalanannya, memberikan kesempatan pada merka agar bisa meningkatkan kemampuan. Dirasa cukup, dia kembali menyimpan batu komunikasi, “Yue'er tenang, mereka akan keluar dan membatu saat keadaan sudah mendesak.”


Yue Liang Zhi mengangguk samar, sedang menyamakan kegunaan batu komunikasi dengan handphone. Mungkin, jika di zaman moderen dia masih sempat menemui batu komunikasi, dia akan lebih memilih benda aneh itu yang tidak perlu repot mengetik beberapa digit nomor.


Kuda dipacu secara terus menerus hingga tak terasa matahari mulai tengelam, Pangeran Yun Fengyin yang memimpin perjalanan mulai menghentikan langkah kudanya dan memutuskan untuk segera mendirikan tenda. Tas qiankun yang bergantung di pinggang kanannya sedikit beretar ringan, beberapa saat kemudian, keluarlah satu tenda berukuran besar. Dia bertugas untuk mendirikan tenda bersama Yue Liang Zhi, sementara Bai Yun dan Lei Hu membuat api unggun dan beberapa masakan.


Hati Yue Liang Zhi mulanya senang, namun mendadak menjadi horor disaat Bai Yun dan Lei Hu berniat memasak. Dia menyuarakan suara hati yang penuh keluhan, lidahnya sudah sangat mati rasa karena memakan makanan hambar. Di zaman moderen, dia merupakan orang yang pemilih dalam hal makanan, terlebih masakan itu dibuat oleh orang lain. Bila lauk yang dicicipi terasa hambar, dia tidak akan menyentuh lauk itu lagi dan menyisakan sepiring penuh di meja makan. Daging ikan yang dimasak tapi masih menyisakan satu duri, dia akan membuangnya sebagai makanan kucing liar. Nasi terasa keras dan menyisakan satu gabah yang tertinggal, dia akan berteriak penuh keluhan. Tapi, ketika berada dalam misi dan tidak menjumpai makanan enak, dia akan senang hati dan menjadi orang penurut yang memakan segala jenis hidangan.


Dia sebenarnya pandai memasak hidangan lezat, namun terlalu malas jika hanya memasak untuk diri sendiri. Dia berprinsip: jika makan itu untuk dirinya sendiri maka serahkan tugas memasak pada koki dan hidangan harus enak di lidah, jika makan bersama orang terdekat maka dia akan memasak makanan sendiri.


Tepatnya, dia ingin memberikan yang terbaik bagi orang-orang tertentu.


Tenda sudah berdiri dengan gagah. Yue Liang Zhi, Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu sudah memegang masing-masing mangkuk berisi sup di kedua tangan.


Saat mereka bertiga asyik menikmati sarapan, Yue Liang Zhi diam-diam menelan saliva dengan kasar, lebih memilih menunggu sup menjadi dingin. Setelah tiga orang meletakkan mangkuk tanda selesai, dia segera memakan sup. Tidak! Dia bukan makan, itu bahkan seperti minum, menelan sup tanpa jeda dan di akhir tegukan menahan air mata yang mengenang di sudut mata.


Apa sangat lapar?


“Waaaahhh...,” Yue Liang Zhi mengelap mulutnya dengan lengan baju saat menyadari tatapan ketiganya. “Sangat-sangat enak! Aku bahkan tidak tahu harus berekspresi seperti apa, ini adalah makanan terenak yang pernah aku makan. Bila kalian berkenan memasukkan beberapa bumbu, itu akan lebih enak,” dia memaksakan bibirnya agar senyum.


Melihat senyum kaku Yue Liang Zhi, Pangeran Yun Fengyin sedikit meremang, begitupun dengan Bai Yun dan Lei Hu. Tanpa memikirkan lebih lanjut tentang Yue Liang Zhi, Pangeran Yun Fengyin segera memasang array spiritual di sekitar tenda dan api unggun. Merasa sudah cukup aman dari ganguan spirit beast, mereka segera mengistirahatkan tubuh dan menunggu hari esok tiba.


Hari berikutnya...


Sinar matahahari menerpa wajah cantik Yue Ling Zhi, noda darah yang kontras menempel di pipi lemak susunya. Itu tidak mengurangi paras rupawan, malah kian menambah kesan galak dan mendominasi. Gerakannya cepat kala bermain-main bersama beberapa spirit beast tingkat rendah, bilah pedang kecil kelas rendah di tangannya menyayat tanpa ampun dan berhasil membuat lawan tumbang dalam waktu singkat.


“...” dia tidak berharap keseruannya akan berakhir dengan cepat.


Pangeran Yun Fengyin telah selesai memasukan barang-barang ke dalam tas qiankun, dia mengangguk melihat skil bertarung Yue Liang Zhi, “sangat sesuai dengan rumor... Ras naga adalah petarung hebat, melawan spirit beast merupakan hal mudah bagi Yue'er.”


Bai Yun melirik beberapa mayat yang tergeletak tak berdaya, melangkah mendekat dengan sapu tangan biru muda. Dia membantu mengelap darah hewan dan menggosok pipi chubby adiknya.


Dari kejauhan, Lei Hu yang sedang memasang pelana kuda berulang kali memuji setengah mati setiap gerakan Yue Liang Zhi. Mengidolakan dan memuja tanpa henti.


“Lain kali, ajari aku cara bertarung seperti tadi,” Bai Yun menyimpan kembali sapu tangannya, “agar suatu saat aku bisa membantu Yue'er bertarung.”


Yue Liang Zhi sedikit merasa hangat di hati, “ya, aku akan mengajari kalian suatu saat nanti,” dia menyungingkan senyum hangat.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan. Derap langkah kaki kuda saling sahut menyahut, terdengar beberapa kali suara ringikan kuda memenuhi sepanjang perjalanan. Angin menerpa wajah, debu menyelimuti tubuh dan sinar matahari menghiasi siluet ke empatnya. Yue Liang Zhi sesekali meneguk air minum, dia terlihat sangat santai bahkan sesekali menguap bosan.


Ding...


[Misi penting, selamatkan tiga orang dari serangan spirit beast tingkat tengah...,] suara Qiao Qiao memenuhi isi kepala Yue Liang Zhi, [imbalan, mendapatkan peluang membuka ruang moderen di dunia lotus.]


“Eh?” Yue Liang Zhi berbisik ringan, dia mulai tertarik akan misi dari Qiao Qiao, 'ck, hanya peluang...'


[Terima atau tidak,] Qiao Qiao memberikan tawaran menarik, dia yakin seratus persen tuannya pasti akan menerima misi darinya, [Liang Zhi, kau hanya perlu menolong 1.000 orang dan menaikkan kuktivasimu. Kau tahu, jika tingkatanmu naik kembali maka dunia lotus dapat dengan mudah aku upgrade.]


Alis sebelah Yue Liang Zhi terangkat, 'aku terima...,' tanpa basa-basi dia segera menarik tali kekang yang sedang Pangeran Yun Fengyin gunakakan untuk mengontrol laju kuda.


Merasa mendapat tarikan kuat, kuda segera memekik keras memekakan telinga, dua kaki bagian depan terangkat ke atas dan membuat dua orang penunggang tampak akan terjungkal. Hal itu sukses membuat kuda yang dikendarai Lei Hu juga ikut berhenti.


“Seseorang mendapat serangan,” Yue Liang Zhi sedikit berteriak untuk menghentikan pertanyaan dalam pikiran Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu. Dia segera turun sambil menarik pedang dari sarungnya, “aku akan membantu mereka.” Tanpa menunggu persetujuan, dia segera berlari menuju titik pertarungan.


Pangeran Yun Fengyin dan Lei Hu saling mengangguk dalam diam, mereka berdua segera memacu kuda menyusul pergerakan Yue Liang Zhi.


...****************...