
Langit gelap dihiasi bulan purnama yang tengah menampakan diri, awan tipis menghalangi sinar bulan utntuk menerangi wajah Yue Liang Zhi, hanfu hitamnya seakan menyatu dengan malam hari, sosoknya sangat agug bagaikan mahluk abadi. Wajah cantiknya terdapat topeng hitam yang menutupi, siapapun dapat mengakui itu adalah kecantikan surgawi. Tubuhnya tidak tertutup baju besi, tapi dia masih tampak keren dan gagah berani.
Derap langkah kaki saling bersahutan, Kekaisaran Yin yang semula sepi kini berisi ribuan pasukan, dari kejauhan akan tampak seperti lautan. Pasukan yang datang dari Kekaisaran Huo tidak kalah jumlah, diperkirakan kekuatan pasukan tersebut tidaklah lemah, mereka seakan telah siap menjadikan Kekaisaran Yin rata dengan tanah.
Yue Liang Zhi dan Pangeran Yun Fengyin menunjukan wajah garang, mereka yakin pasukan musuh sudah dari lama bersiap-siap untuk menyerang, bahkan mungkin telah bersembunyi di hutan dalam kurun waktu yang tidak dapat dihitung.
Yue Liang Zhi mengepalkan tangan penuh tekat, 'Qiao Qiao, berapa jumlah pasukan Kekaisaran Huo?'
[5.800 pasukan, kita kalah jumlah!] Qiao Qiao mulai menganalisis tingkat kekuatan lawan, [jika mereka memerangi Kekaisaran kecil yang lain, mereka pasti akan menang. Tapi sayang, lawan mereka kali ini adalah kau, mereka sedang bunuh diri masal.]
“Apapun yang terjadi, kita harus menang...,” Yue Liang Zhi melirik Pangeran Yun Fengyin dan mendapat jawaban dengan anggukan kepala.
Api keyakinan menari dan berkobar di mata setiap orang, menang atau kalah, pilihan yang harus dipilih adalah kemenangan. Lebih baik mati dimedan perang daripada kabur menjadi pengecut, angkat senjata dan bertarung mempertaruhkan nyawa.
Peperangan ini terjadi hanya karna Kaisar Huo serakah akan kekuasaan, menghiraukan berapa banyak korban yang akan berjatuhan, menganggap kematian para prajurit dan warga adalah kemakluman.
“Apakah peperangan harus terjadi?” Teriak Yue Liang Zhi dengan suara khas anak kecil.
Dari kejauhan, pemimpin pasukan Kekaisaran Huo menyerngit heran, “ck... Apakah kalian kekurangan anggota pasukan? Kalian bahkan masukkan anak kecil ke dalam pertempuran.”
Yue Liang Zhi menyeringai, 'baik, mereka menyebutku anak kecil.'
[Turut berduka dengan kebodohan mereka,] Qiao Qiao menangkupkan kedua telapak tangan sambil menunduk kecil.
“Kami akan melayani kalian, bertempur sampai mati!!!” Yue Liang Zhi berteriak mengelegar, suaranya menyulut semangat pasukan kekaisaran Yin. Dia mengambil busur panah dan anak panah, walaupun semua terlihat gelap, baginya itu sama sekali tidak berarti. Mata kanannya menyipit saat melihat titik sasaran, tidak menunggu lama, panah segera melesat tujuh kilometer, kecepatan laju anak panah tidak berkurang hingga berhenti karena telah mengenai sesuatu.
Hanya sedikit prajurit Kekaisaran Yin yang dapat melihat dimana anak panah menancap, berbeda dengan prajurit Kekaisaran Huo, pihak lawan rata-rata hampir melihat tempat pemberhentian anak panah. Itu adalah tiang kayu bendera Kekaisaran Huo!
Pemimpin pasukan Kekaisaran Huo menggeram marah, “seraanggg!!!”
Terompet berbunyi dari kedua kubu, suaranya bahkan menggema hingga memberikan rasa tuli di gendang telinga. Melihat bahwa pihak Kekaisaran Yin tidak berkutik, prajurit dari Kekaisaran Huo kian semangat, beberapa dari mereka melesatkan anak panah.
Anak panah lawan sudah melesat tinggi, namun saat menancap...
“??” Yue Liang Zhi melirik tanah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pasukan Kekaisaran Yin, bahkan ada beberapa panah menancap di tameng lawan.
Rupanya, pasukan musuh telah salah hitungan!
Setelah musuh berlari satu kilometer, tangan kiri Yue Liang Zhi tetap mengenggam busur panah, tangan kanannya melambai kedepan. “Seraanggg...,” teriaknya tidak terlalu keras, tapi dapat didengar oleh seluruh pasukan Kekaisaran Yin.
Jari tangan kanan Yue Liang Zhi membentuk hitungan mundur, tiga... dua... satu..., “mulai serangan!”
Hujan panah melesat tinggi mengenai prajurit Kekaisaran Huo. Ada panah yang menancap di lengan, paha, perut, kepala dan jantung. Sudah jelas, jika bagian yang terkena panah adalah jantung dan kepala, otomatis jiwa akan segera terbang meninggalkan raga. Bau darah anyir tersebar seiring arah angin bertiup, lolongan kesakitan dan rintihan kian bersahutan.
Yue Liang Zhi memiliki hantu di kepalanya, 'mereka sedang mencoba kekuatan pasukan Kekaisaran Yin.'
[Mereka menyiapkan empat puluh enam kultivator qi condensation tingkat awal level 2,] Qiao Qiao semakin menyipitkan mata, [sembilan belas kultivator qi condensation tengah level 1 dan 3 kultivator qi fundation tingkal awal level 1]
'Baik, itu baik... Kami masih memiliki peluang kemenangan,' Yue Liang Zhi mengangguk sambil tersenyum samar, 'terlebih, tidak ada prajurit yang bisa terbang dan memiliki pedang terbang.'
Seper empat prajurit Kekaisaran Huo kembali menyerang, beberapa prajurit bersenjata pedang dan panah mulai berlari mendekat, para pemanah mulai melesatkan anak panah, mereka sepertinya telah belajar dari kesalahan sebelumnya. Beberapa anak panah melesat lurus dan menancap pada tameng prajurit terdepan, beberapa juga melesat ke langit dan menancap mendekati tubuh prajurit Kekaisaran Yin. Prajurit yang terluka segera dipapah mundur untuk mendapatkan pengobatan. Yue Liang Zhi masih mengenggam busur panah, dia mengangkat tangan kanan ke atas sambil mengepalkan telapak tangan, detik berikutnya kepalan itu terbuka dan sedikit membuat gerakan memutar.
“Pasukan pemanah mundur!” Titah Pangeran Yun Fengyin.
Mendengar perintah mutlak dari sang Pangeran, kerumunan prajurit pemanah segera membelah membuka celah agar alat berat seperti ketapel bergerak maju. Sebagian para pemanah mengambil kain dan jaring yang telah diberi pemberat, mereka meletakkan batu pada tempat dudukan lalu mulai menarik, detik berikutnya kain dan jaring melambung tinggi ke langit.
Perajurit Kekaisaran Huo terpaku di tempat tanpa berani mendekat, setelah beberapa detik mengamati benda-benda yang siap mendarat, mereka segera menyunggingkan tertawa mengejek. Apa gunanya untuk terkejut, itu hanya beberapa kain dan jaring!
Senyuman mengejek masih terpatri di wajah pasukan Kekaisaran Huo, kain dan jaring kian bertebaran. Senyum mereka menjadi kaku tatangkala Yue Liang Zhi mengambil anak panah, dia mendekatkan bagian ujung anak panah yang telah dilapisi minyak tanah ke obor milik Pangeran Yun Fengyin. Tangan kecil nan putih Yue Liang Zhi perlahan menarik panah, api di ujung anak tetap berkobar tak gentar melawan angin, kobaran api merambat saat menyentuh kain.
Hal yang Yue Liang Zhi lakukan kini ditirukan oleh prajurit berpanah Kekaisaran Yin, lautan api membakar dan jaring melilit prajurit Kekaisaran Huo.
Kegelapan kini berubah menjadi pemandangan mencekam, teriakan saling bersahutan bagaikan serigala yang tengah memlolong di dalam hutan. Prajurit Kekaisaran Huo berlari kembali ke tempat semula, Yue Liang Zhi memandang dengan pandangan berkobar, “mereka masih menyembunyikan kartu truf.”
Pangeran Yun Fengyin menghela napas ringan, “setelah ini, mereka akan benar-benar serius untuk menyerang.”
“Itu bagus, aku sedikit bosan jika harus berdiam diri,” Yue Liang Zhi kembali mengambil lima anak panah, “masih ada rencana B... Ah tunggu, aku bahkan sedang merencanakan rencana C.”
Pangeran Yun Fengyin melirik Yue Liang Zhi, dia mengeleng ringan memikirkan ketidak normalan anak itu.
Setelah yakin bahwa prajurit Kekaisaran Yin telah kehabisan kain dan jaring, 1.000 prajurit Kekaisaran Huo kembali maju dengan semangat juang yang berkobar. Jarak kian terlikis, sembilan ratus meter... tujuh ratus meter... lima ratus lima puluh meter...
Prajurit Kekaisaran Huo hampir sampai ke prajurit terdepan Kekaisaran Yin, sebelum kedua kubu saling bersentuhan, tiba-tiba terdengar bunyi gemretak di bawah kaki prajurit Kekaisaran Huo injak.
Tanah seketika amblas, ratusan prajurit terjatuh ke dalam galian lubang, “bagus, jumlah yang lumayan...,” Yue Liang Zhi kembali membakar kelima anak panah secara bersamaan, dia menarik busur dan segera melesatkan anak panah ke dalam galian.