
Ya, Tao Jianying adalah cucu dari penatua Tao Hong Li. Hal ini menjadi alasan lain para murid mengidolakan Tao Jianying, selain cucu penatua, dia merupakan kultivator berbakat dengan tingkat qi fundation awal level 3.
Tiga pertandingan membosankan telah menjadi suguhan, satu murid luar telah direkrut menjadi murid dalam, sementara dua lain harus menelan kenyataan pahit dan kembali dilain waktu. Sekarang pertandingan Ruan Xulei, laki-laki itu menjadi pusat perhatian lantaran menggunakan senjata yang terbilang unik. Rantai besar miliknya menimbulkan tekanan batin bagi lawannya, kultivator pedang didepannya terpental mundur.
Penatua Meng Yanli memiliki ekspresi cerah, dia berambisi merekrut Ruan Xulei menjadi muridnya. Nyatanya, realita tak semulus ekspetasi. Sangat tampak jelas bukan hanya dirinya saja yang berambisi, tapi Tao Hong Li bahkan terlihat lebih berbinar dan bersemangat. Dia hanya mampu menghela napas kasar, lagi-lagi dia harus bersaing dengan pria tua itu.
Rantai Ruan Xulei melilit pergelangan kaki lawan, dia menarik rantai ke atas, lawanya ikut terpental lalu terbanting seiring rantai miliknya yang mulai terjatuh ke bawah.
Yuwen Yue menghentikan peryarungan, dia memastikan kedua belah pihak tidak mengalami luka yang sangat serius, “junior Ruan Xulei memenangkan pertandingan.”
Semua orang takjub, sudut pandang mereka menjadi berubah. Sepertinya bukan hanya Yue Liang Zhi saja yang abnormal, semua orang di sekitar anak itu bahkan memiliki tingkat abnormal yang hampir tak dapat dibayangkan dengan akal sehat.
Tao Hong Li berdiri, dia merasa puas akan kekuatan fisik Ruan Xulei, “kelas Tizhi bisa menerima junior menjadi salah satu murid.”
“Kelas Qita wuqi juga menerima junior Ruan Xulei menjadi murid,” ucap Meng Yanli tak ingin kalah.
Murid luar dan calon murid memiliki rasa iri, Ruan Xulei baru sekali mengikuti ujian pembagian murid. Laki-laki itu tidak perlu menjadi murid luar di hari pertamanya, langsung menjadi murid dalam. Bahkan mendapat tawaran dari dua penatua sekakigus, itu seperti mendapat jackpot!
Ruan Xulei tertegun, dia sebelumnya tidak memprediksi akan mendapat tawaran dari dua penatua, “aku—”
“Kelasku akan mengajarkan teknik yang efisien dalam mengunakan senjatamu itu,” Meng Yanli tersenyum tipis.
“Rubah tua, kau sepertinya lupa. Untuk menggerakan rantai itu perlu menggunakan kekuatan fisik, teknik saja tidak cukup. Apa kau mampu mengangkat rantai besar dan mengajarkan tekniknya pada junior, ha?”
Banar! Jika Ruan Xulei hanya mempelajari teknik, itu akan percumah. Dia mebutuhkan pelatihan kekuatan fisik untuk mengangkat rantai besar, “maaf karena junior menolak tawaran penatua Meng...,”dia menolak dengan mengepalkan tangan kanan yang ditangkupkan dengan tangan kiri, tubuhnya sedikit membungkuk. Dia beralih ke arah lain, “junior bersedia memasuki kelas Tizhi, harap mendapat bimbingan dari guru.”
Tao Hong Li tertawa renyah, dia bahkan bertepuk tangan beberapa kali. Melihat wajah Meng Yanli yang masam, dia kian bertambah puas.
Setelah pertandingan menakjubkan dari Ruan Xulei, lima pertandingan lain menjadi terlihat hambar. Antusias penonton sedikit surut, sorakan tidak segencar seperti pada saat Tao Jianying dan Ruan Xulei bertarung. Namun, mereka kembali membara melihat pertarungan Lei Hu.
Lei Hu menjadi primadona lain stelah Yue Liang Zhi, dia memiliki fitur halus yang setara dengan Bai Yun. Tiga kecantikan surgawi tentu akan menarik perhatian, terlebih kekuatan yang membuat siapapun iri lantaran berasal dari setatus pelayan kecil.
Tubuh Lei Hu melompat dan mengambang di udara dengan kemiringan 180°, surai hitamnya berkibar, netra birunya seindah warna air di lautan. Begitu kakinya menapaki tanah, dia segera melesatkan pisau terbang. Perempuan di depannya mengindar, pisau masih melesat hingga menancap di dinding. Retakan halus menjadikan siapapun berpikir horor, jika pisau tadi mengenai lawan, sudah dipastikan lawannya akan tumbang.
Tangan Lei Hu mengeratkan genggaman pada pedang, qi terus melonjak naik, “jurus tarian kelopak bunga.”
Gerakan Lei Hu terlihat seperti seseorang yang tengah menari, sosoknya secantik rekahan bunga mekar di musim dingin. Cantik, namun tak tergapai dengan menimbulkan sedikit rasa dingin. Siapapun dapat melihat kelopak bunga yang menari-nari mengelilingi tubuhnya, begitu dia menebaskan pedang ke depan, kelopak bunga berubah menajam seperti pisau dan melesat menuju lawan.
Yuwen Yue mengangkat tangan kanan, aray terbentuk mengelilingi tubuh lawan Lei Hu. Bunyi dentingan tabrakan antara pisau kecil mulai terdengar bersahutan, “Lei Hu memenangkan pertandingan!” Yuwen Yue mengumumkan kemenangan, dia lantas menatap ke arah penatua lain. Dia yakin betul, bakat seperti ini pasti menarik perhatian para penatua, “apa penatua lain memiliki komentar?”
Suara ricuh kembali pecah, memang benar seseorang yang berbakat pasti akan dicari oleh orang hebat!
“Dalam merefleksikan dasar-dasar berpedang, junior terlihat sudah sangat mahir. Jurus berpedangpun terlihat hampir mencapai kata sempurna, jika memasuki kelas Dan jian, junior pasti akan lebih berkembang. Bolehkah penatua ini mengetahui bagaimana dan siapa yang mengajari junior teknik ini?” Touli menatap penuh harap.
Lei Hu kaku, mungkinkah dia harus jujur? Tapi, mereka pasti akan tertawa mendengar yang mengajarinya teknik berpedang adalah Yue Liang Zhi, anak itu bahkan telah memberikan banyak buku jurus padaya, Pangeran Yun Fengyin dan Bai Yun. Dia sedikit melirik ke arah sosok berbaju merah, “aku tidak bisa memberitahukan penatua.”
Semua murid menganggap Lei Hu telah menolak memberi tahu, tapi berbeda bagi para penatua. Hanya dengan lirikan mata Lei Hu, yang tua langsung tahu siapa orang dibalik layar. Alis beruban Wen Hua terangkat, tangan kanannya menyisir janggut panjang sambil menganguk ringan.
“Katakan, junior akan memilih kelas mana? Kelas Qita wuqi akan menerima seorang kultivator pelempar pisau, itupun bila Junior mau,” Meng Yanli sudah pasrah saat berebut dengan penatuan lain.
Lei Hu membungkuk, “maaf... Junior ini hanya akan mengikuti kemana adikku akan memilih kelas.”
Tuoli dan Meng Yanli, “......” Keduanya telah digantung?
Benar-benar ada orang yang menolak bila dijadikan murid dalam? Rahang semua orang terasa turun setelah mendengar kegilaan Lei Hu.
“Hanya menunggu adikmu memilih kelas, kan? Oh, itu tidak masalah,” Touli berusaha memasang senyum paling bagus. Dia sudah mendengar tentang sepak terjang Yue Liang Zhi, jika anak itu mau masuk ke kelasnya, maka kelasnya akan mendapat dua murid dengan masa depan yang cerah.
Meng Yanli ikut mengangguk, “benar, kami tidak masalah dengan pola pikir junior.”
Patriark Wen Hua dan semua penatua menatap ke arah Yue Liang Zhi, mereka menantikan pertunjukan yang mendominasi dari anak itu.
Yue Liang Zhi merasakan seluruh pasang mata menatap ke arahnya, 'kalian terlalu keras kepala!' Dia melipat kedua tangan di depan dada, memasang wajah acuh dan tidak perduli seakan orang yang disebut Lei Hu bukanlah dirinya.