The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XXXIII]



Yue Liang Zhi mengelak dengan memiringkan tubuh, dia melompat tinggi dengan tangan kanan menarik lengan Yenny dan tangan kirinya mendorong pundak kepala pelayan, “lihat air itu!” Yue Liang Zhi menundukan Yenny untuk melihat ke arah kolam, “air kolam itu adalah aku, terlihat tenang namun mematikan, terlihat bening namun di bagian dasarnya terdapat lumpur yang keruh.”


“Lepaskan!!” Yenny memberontak dari kuncian Yue Liang Zhi, entah seberapa keras dia berusaha, dia tetap tidak akan lepas dari anak perempuan yang kini terlihat seperti dewi kematian.


Tentu tidak akan lepas, karena kedua tangan Yue Liang Zhi memegang bahu Yenny dengan kuat, tubuhnya berada di punggung wanita itu, jangan lupakan kaki kecil yang mengapit pegangan jembatan. Dia kembali berucap dengan kalimat yang semakin tidak berperasaan, “kau telah mengaduk-aduk air itu dan kini menjadi keruh, jadi jangan salahkan aku, jika aku memusnahkanmu dari dunia ini!”


Gelombag emosi kedua belah pihak saling bentrok. Yenny penuh kemarahan, sedangkan Yue Liang Zhi penuh kesenangan. Sensasi membunuh lawan, menekan dan menyudutkan lawan adalah hal yang paling iblis kecil itu rindukan.


Kehidupan sebelumnya, tangannya penuh dengan noda darah orang yang telah memprovokasi garis batasnya. Terkadang, dia melakukan pembunuhan sebagai ungkapan rasa depresi tentang jalan kehidupannya yang amat tragis. Terkadang, dia membunuh orang yang berani menyentuh orang-orang yang berada di bawah sayap perlundungannya. Terkadang, dia membunuh orang berhati keji yang telah menyengsarakan rakyat yang tidak berdosa. Dan terkadang, dia menghancurkan sekaligus menumpas pejabat korup, penjahat berskala internasional, penyelundup barang ilegal dan orang-orang berhati hitam lainnya.


Dia sering bertanya, apa itu hitam? Dan apa itu putih?


Dan pada akhirnya, dia akan selalu menjadi orang yang memiliki hati nurani yang bersalah.


Netra hitamnya menatap tubuh Yenny dan mengambil pil kecil dari dunia lotus, lantas memasukan pil ke dalam mulut Yenny, “kau pantas mati dengan perlahan. Oh, lebih baik mati dengan dua tahapan, benar! Ini hukuman mati untukmu atas semua kesalahan yang telah kau perbuat.”


Pil meleleh di dalam tenggorokan. Seperti semut kecil yang merayap dan menggigit setiap dinding tenggorokan, menggerogoti setiap sel dan urat, meleburkan organ tubuh hingga mengenai beberapa titik fatal.


Sakit, sangat sakit, itulah yang kini Yenny rasakan. Tenggorokan terasa seperti dicabik-cabik, jantung seperti diremas-remas. Dia ingin berontak namun tidak bisa, ingin teriak namun suara sekecil semutpun bahkan tidak keluar dari mulutnya. Hatinya terasa berdarah menahan siksaan, 'sakit, aku mohon lepaskan aku...'


Yue Liang Zhi tersenyum devil, “inilah yang para pelayan rasakan saat disiksa olehmu, ingin meminta tolong tapi tidak bisa. Sekarang, katakan padaku bagaimana rasanya? Enak?” Dia melihat gelengan kepala dari Yenny, “aku tahu perasaanmu, aku tahu kau tersiksa dengan perlakuan Kaisar Huo Linzi, tapi tidak begini caramu melampiaskan kekesalanmu. Melampiaskan dengan memukul, menyiksa dan bahkan membawa wanita yang bernasib sama sepertimu untuk dijadikan budak s*x oleh Kaisar, para pejabat dan bahkan para prajurit.”


Dalam kesakitan dan siksaan, Yenny mulai menerawang mengingat semua wajah-wajah wanita yang telah dia siksa. Ratusan suara tiakan pelayan kecil memohon ampun terdengar hingga membuat otaknya seakan segera meledak, erangan beserta tangisan memohon ampun dari wanita-wanita yang telah dia tarik untuk memuaskan para pejabat, Raja dan Kaisar masih terasa sangat menyakitkan.


Dia menyesal, sangat amat menyesal!


Jika dia bisa memutar waktu, dia bersumpah akan mengorbankan nyawanya sendiri untuk melindungi para wanita itu.


Yue Liang Zhi melepaskan kunciannya, dia merasakan napas Yenny mulai putus disertai rasa penyesalan. Tanpa basa-basi, dia mendorong kuat wanita yang ada di depannya agar jatuh ke dalam kolam, matanya memincing menatap ke sudut bangunan, “bodoh!”


Seseorang yang sedari tadi mengamati kejadian tersebut seketika membekap mulut higga mengeluarkan ringikan, “hhha~~” itu terdengar bergetar dan mengandung tangisan ketidak percayaan. Memupuk semua tenaga agar kakinya tidak berdiri goyah, dia segera berlari untuk melaporkan apa yang telah di lihatnya.


Angin kencang menyapu di atas jembatan.


Sosok Yue Liang Zhi menghilang bertepatan dengan kepergian pelayan penguntit. Suasana berganti dengan energi langit dan bumi yang begitu kental, matahari bersinar terang namun tidak membawa hawa panas. Terlihat roh sistem yang tengah menatapnya penuh arti.


“Ada apa dengan tatapanmu itu Qiao Qiao?” Yue Liang Zhi menghampiri roh sistem, “kau juga ingin pil penghancur organ?”


Qiao Qiao segera menggelengkan kepala dan tangan dengan selaras, “aku hanya berpikir, bukankah dia orang yang pertama kali kau bunuh dalam kehidupan ini?”


“Mmn...,” Yue Liang Zhi mengangguk mengiyakan perkataan Qiao Qiao, “dia memang pantas mati.”


Sudut bibir roh sistem berkedut ringan saat mendengar jawaban tanpa minat dari Yue Liang Zhi, ingin segera terjun bebas ke jurang dan pergi dalam keadaan damai. Namun, seketika dia menegang dan meremang saat mengingat sesuatu. Ya! Roh sistem mengingat bahwasanya Yue Liang Zhi dapat mendengar apa saja yang dia pikirkan. Tidak ingin mendengar ocehan tak bertitik dari tuannya, dia segera mengalihkan perhatian, “Liang Zhi, kau tidak ingin melihat-lihat bangunan besar? Bangunan itu sangat aneh, pintunya tidak dapat di buka. Mungkin jika kau yang membuka—”


Yue Liang Zhi: “Baik,” lalu pergi mendekati bangunan besar.


Qiao Qiao: “??!!!” Segera sadar dan mulai berlari mengekori tuannya.


Bangunan besar menjulang tinggi dan berdiri kokoh di dunia lotus, bangunan itu memiliki beberapa tingkat. Pintu megah dengan dekorasi emas pada setiap sudutnya memberikan definisi kemewahan yang menandingi Kekaisaran Huo, bahkan jika Kaisar Huo Linzhi melihat ini dengan mata kepalanya sendiri, mungkin Kaisar akan muntah darah! Membayangkan kejadian dalam pikirannya terjadi, Yue Liang Zhi segera terkekeh jijik begitu pula dengan Qiao Qiao.


Pintu didorong dengan mudah. Detik berikutnya, roh sistem membelalakkan matanya karena dugaannya sangat tepat.


Bagunan ini rupanya sangat pemilih! Pintu mengeluarkan bunyi deritan, Yue Liang Zhi terperangah melihat bagian dalam bangunan, di sana terdapat rak buku dengan buku-buku yang berjejer rapih. Senjata kelas dewa, tungku pembuat pil, tanaman berusia ribuan tahun, kitab jurus dan jangan lupakan lukisan besar yang terpampang di dinding.


Dia mendekat untuk memastikan apa yang telah dilihat, “kepala naga?”


Itu adalah lukisan kepala naga yang sama persis dengan tato yang ada di tubuhnya.


Yue Liang Zhi terkejut saat mengingat sesuatu, pandangannya teralihkan pada peta besar di bawah lukisan kepala naga. Sangat jelas, itu adalah peta Banua Ziang dengan beberpa titik tertentu, “Desa Cai Hong? Ini... Bukankah desa tempat tinggal Yue Liang Zhi yang asli, kenapa ada peta Benua Ziang beserta dengan titik-titik aneh di sini? Dan kenapa peta ini sangat mirip dengan peta milik Fengyin gege?” Dia segera menelusuri setiap titik, “Kerajaan Yun!!” Tanpa hitungan detik, dia segera menghilang dari pandangan roh sistem.


“...” Qiao Qiao yang di tinggal lagi oleh Yue Liang Zhi hanya diam membisu tanpa mempermasalahkan kelakuannya, pandangannya masih kosong, mencerna apa yang tengah terjadi di hadapannya saat ini.


Di markas organisasi serigala putih...


Pangeran Yue Fengyin tersentak kaget saat melihat Yue Liang Zhi yang tiba-tiba sudah berdiri di depan meja, dia bahkan sampai menjatuhkan buku yang sedang dia baca, “Yue—?”


“Sssstttt...,” Yue Liang Zhi menempelkan jari telunjuk ke mulut, dia memberi kode agar Pangeran Yun Fengyin tetap diam. Sayangnya, kegaduhan itu sudah terlanjur menarik perhatian Bai Yun.


Tatapan Bai Yun berubah seratus delapan puluh derajat dari hari biasa, matanya menatap Yue Liang Zhi dengan sendu dan air mata yang mengenang. “Yue Liang Zhi, kau kembali,” ucapnya sambil mengusap air mata, lalu memeluk adiknya dengan posesif. “Apa kau terluka? Apa kepala pelayan menyakitimu, dimana yang terluka?” Bai Yun memutar tubuh adiknya, sementara yang di putar hanya cengegesan sambil mengeleng kepala.


Bai Yun masih tidak percaya, dia segera menyibak hanfu sambil mengintip punggung Yue Liang Zhi. Tampak tato tipis bergambar kepala naga yang tampak sangat hidup.


Yue Liang Zhi segera membetulkan hanfu yang dia pakai, matanya menajam menatap Pangeran Yun Fengyin, “jelaskan dengan rinci, tentang siapa diriku dan siapa dirimu...,” dia menunjuk dirinya sendiri lalu menunjuk Pangeran, “jangan mencoba berbohong, aku akan mengetahui secuil kebohongan yang akan gege sembunyikan!!” Yue Liang Zhi mendekat untuk meminta penjelasan.


Lei Hu yang baru datang langsung mengerutkan dahi, dia menatap Yue Liang Zhi dan Pangeran Yun Fengyin yang sedang beradu keseriusan, pandangannya beralih ke Bai Yun, “eh, mereka kenapa?” Dia mengerucutkan bibir saat pertanyaannya diacuhkan dan bahkan Bai Yun segera meninggalkannya untuk menyusul Yue Liang Zhi.


Dia diacuhkan dan ditinggalkan, hanya mampu menggerutu tapi tetap mengikuti kemana langkah kedua kakak beradik itu.


.


.


Catatan penulis:


Bai Yun: “Adikku telah kembali!”


Yun Fengyin: Menunjukkan gambar [Yenny tercekik sambil menjulurkan lidah.jpg]


Lei Hu: “Apa dia mati?”


Yue Liang Zhi: “Tidak, dia hanya berpindah alam dan tidur untuk selamanya.”


Bai Yun dan Lei Hu: Melempar gambar seperti barang najis (x_x)⌒☆