
Putra Mahkota Dao Minghao menatap penuh arti saat melihat anak perempuan yang ada di gendongan Pangeran Yun Fengyin melompat turun, itu terjadi tepat setelah Putri Mahkota Huo Chyou pergi. Sudut bibirnya sedikit terangkat, “menarik, suka membuat seseorang marah dan... Sangat cerdik!!” Dua detik, sosok tingginya telah beralih berada di depan Yue Liang Zhi dan Yun Fengyin.
“Haha... Gege~” suara riang itu menggelitik telingga hingga Dao Minghao merasa hatinya tengah dicakar oleh bayi kucing.
“Awas Yue'er!!” Cegah Pangeran Yun Fengyin.
Terlambat! Anak perempuan yang dia cegah kini sudah menabrak Putra Maghkota Dao Minghao.
Brrukkk...
Yue Liang Zhi meringis, dia mengusap keningnya yang berdenyut ringan karena menabrak sesuatu, “hei! Apa kau tidak melihat? Aku ini anak kecil, bisa-bisanya kau menabrak sesuka hati.”
“Dasar, aku yang seharusnya marah padamu. Lagi pula, kau itu pencuri pil pembersih milikku!” Putra Mahkota Dao Minghao menunjuk Yue Liang Zhi dengan gaya angkuhnya, sementara yang ditunjuk langsung saja membelalakkan kedua matanya. Putra Mahkota Dao Minghao memiringkan kepala, dia berdecak kagum dengan kepandaian anak perempuan yang ada di depannya, “sudah ingat?”
“Kau! Fengyin gege, dia yang kau katakan orang penting dari Kekaisaran Da—o?!” Yue Liang Zhi bergumam tidak jelas, saat mengucapkan kata Daoxing.
Tentu saja, alasan mengecilnya suara nyaring itu akibat dekapan tangan Putra Mahkota Dao Minghao pada mulut kecil, “sssttt, kau ingin kita semua ditangkap?”
Yue Liang Zhi dengan kasar mengibaskan tangan Putra Mahkota Dao Minghao dari mulutnya, dia menggapai hanfu dan memanjat pundak Putra Mahkota Dao Minghao. Punggung kaki Yue Liang Zhi menendang belakang lutut orang yang tengah dia panjat, sudah dapat diperkirakan, keduanya segera jatuh ke tanah. Putra Mahkota Dao Minghao jatuh dengan posisi tengkurap, di atasnya, Yue Liang Zhi duduk di punggungnya dengan santai.
Hanya dua kata yang patut diucapkan setelah melihat kelakuan Yue Liang Zhi, sangat galak!!!
“Huh... Kau itu siapa? Auramu sangat berbeda dengan manusia normal pada umumnya, gayamu sentinggi seorang Pangeran.” Yue Liang Zhi mengigit kuku jari telunjuknya, lalu membuang kuku yang telah dia gigit ke tanah, “uh? Pangeran, sepertinya tidak! Mana ada Pangeran dari Kerajaan yang berada di bawah pimpinan Kekaisaran Daoxing bisa kemari sesuka hati, apa lagi tanpa diketahui oleh pihak Kekaisaran Huo... Ah! Jangan-jangan kau adalah...,” Dia mendekatkan bibirnya ke arah telinga Putra Mahkota Dao Minghao, mengeluarkan senyum tipis dan langsung berbisik pelan, “kau, Putra Mahkota Kekaisaran Daoxing.”
Anak ini terlalu bias!
Niat awal Putra Mahkota Dao Minghao adalah menekan, bukan ditekan. Ia mengerutu sambil berusaha berdiri dan menyingkirkan Yue Liang Zhi dari atas tubuhnya, namun hasilnya anak perempun itu tidak bergerak sedikitpun. Ekor mata tegas melirik Pangeran Yun barat, “Pangeran Yun, tolong aku, singkirkan dia dari atas punggungku!”
“...” Pangeran Yun Fengyin membuka mulutnya membentuk huruf O, dia sangat terkesan dengan tontonan yang tengah Yue Liang Zhi suguhkan. Sedikit memamerkan deretan gigi sembari berucap, “kau mengenalku? Tapi sayang sekali, aku tak mengenalmu.” Pangeran Yun Fengyin menaikkan sudut kiri bibir atasnya, hal itu membuat Yue Liang Zhi tertawa menang.
“Simpanlah!” Yue Liang Zhi memberikan kertas kecil ke tangan kanan Putra Mahkota Dao Minghao, lalu kembali berbisik kecil, “jadilah sekutu kami.” Kaki kecilnya melompat berdiri dan mendekat ke arah Pangeran Yun Fengyin, tersenyum miring saat melihat Putra Mahkota Dao Minghao tengah berdiri kaku.
Putra Mahkota Kekaisaran lain berani mengunjunggi Kekaisaran tetangga secara sembunyi, hanya dua kemungkinan. Pertama, karena ingin memata-matai. Dan kedua, memiliki bisnis kecil. Yue Liang Zhi bertaruh pada kemungkinan pertama.
Yue Liang Zhi tahu, bahwasanya Putra Mahkota Kekaisaran Daoxing tengah mencerna kata-kata yang barusan dia ucapkan.Tanpa sadar, Yue Liang Zhi mengeluarkan aura naga yang ada di tubuhnya untuk menekan Putra Mahkota. Setelah beberapa saat, Putra Mahkota Dao Minghao menujukkan ekspresi kaget.
Momentum ini... Sangat mendominasi dan menekan.
Bunyi jantung yang berdegup kencang dapat didengar dengan sangat jelas, tak terkontrol dan sulit didefinisikan.
Setelah melihat kedipan Yue Liang Zhi, Putra Mahkota Dao Minghao segera tersadar dan teringat akan seseorang berbaju hitam yang tadi menemuinya di depan pintu masuk rumah lelang bangau emas. Jantung masih tertimpa beban berat, kepalanya menoleh kaku menghadapi kenyataan bahwa hal sama sedang terjadi dengan orang yang dia cari.
Butuh beberapa menit agar sepenuhnya terlepas dari momentum Yue Ling Zhi, orang berbaju hitam segera mendekat ke arahnya dan segera membungkuk hormat, “maafkan hamba, hamba sudah berusaha mendekat ke arah junjungan. Namun, hamba tidak bisa menggerakkan tubuh hamba.”
“Tidak perlu di lanjutkan, aku tahu! Anak perempuan itu benar-benar istimewa, bagaimana dia bisa berada di dunia bawah seperti ini?” Putra Mahkota Dao Minghao mengangkat tangan kanannya untuk menghentikan ocehan pria berbaju hitam, dia segera membuka gulungan kertas yang tadi diberikan oleh anak perempuan, mengangguk saat teringat nama anak perempuan itu dan nama orang yang berada di sampingnya tadi, 'Yue Liang Zhi dan Pangeran Yun Fengyin, kalian benar-benar sesuatu!'
Pangeran Yun Fengyin, Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu hanya menginap sehari. Hari berikutnya, mereka melakukan perjalanan selama berhari-hari kembali ke Kerajaan Yun barat.
Mereka kini berada di depan pintu Kerajaan Yun bagian barat. Perlahan, kereta kuda yang ditumpangi Pangeran Yun Fengyin memasuki halaman, di belakanngnya tentu ada Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu. Ketiganya memilih untuk berjalan kaki. Saat kereta kuda sudah berada di pintu masuk wilayah Kerajaan Yun, para pelayan menunduk hormat, begitupun dengan kepala pelayan Yenny dan pelayan lonceng perak Jiao An.
Tentu saja, setelah merasakan perilaku baik itu. Pangeran Yun Fengyin sadar akan terjadinya badai setelah ini. Dia membuka mulut, “Yenny...”
Saat mendengar namannya di panggil, kepala pelayan segera mendekat ke arah Pangeran Yun Fengyin, “hamba menghadap Pangeran,” kepala pelayan kembali membungkuk hormat, Pangeran Yun Fengyin yang melihat kelakuan orang bertopeng di depannya, mencibir dalam hati.
Sorot mata Yun Fengyin tampak acuh, “lakukan persiapan upacara pengangkatan pelayan lonceng perak, aku ingin upacara itu dilaksanakan hari ini!!”
Yenny membungkuk, “ampun Pangeran, jika hamba yang rendah ini berani lancang. Hamba ingin tahu, siapakah pelayan yang ingin Pangeran Yun Fengyin angkat menjadi pelayan lonceng perak, selain Jiao An?”
“Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu.”
Mereka bertiga yang merasa namanya disebut oleh Pangeran Yun Fengyin segera mendonggakkan kepala.
Yue Liang Zhi mengerutkan dahi dan mulai berpikir licik. Gegenya berani membuat rencana yang licik tanpa memberikan persiapan mental, lihat dan jangan salahkan jika dia menjadi sadis dalam menghadapi permainan anak-anak.
“Pangeran... Mereka adalah pelayan rendah, lebih rendah dari semua pelayan yang ada di sini. Lagipula, mereka ada di bawah pengawasan Kaisar Huo.”
Menghadapi mulut lancang Yenny, Pangeran Yun barat mulai mencibir pedas, “kenapa jika di bawah pengawasan Kaisar? Aku hanya menjadikan mereka pelayan lonceng perak dan pelayan pribadiku, bukan menjadi permaisuriku!!”
.
.
Catatan penulis:
Peringkat pelayan: Pelayan lonceng emas (pelayan pribadi Raja/ Ratu), pelayan lonceng perak (pelayan pribadi Pangeran/ Putri), pelayan lonceng tembaga (pelayan rendah dan sangat jarang bertemu dengan majikan/ tuan, biasanya melakukan pekerjaan kasar.)