The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
TQOTD Chapter XCIX [Sertifikat apoteker II]



Dua penjaga pintu balai melihat kedatangan kelompok Xiu Jieru, kedua orang itu tersenyum hormat sembari bercakap beberapa patah kata seperti sebuah sambutan hangat.


Yue Liang Zhi berdiri dengan jarak satu meter, memastikan Xiu Jieru telah melangkah masuk, dia segera mendekat ke arah pintu dengan pandangan acuh.


“Berhenti,” penjaga menghentikan langkah kaki kecantikan merah.


Kaki kecil Yue Liang Zhi berhenti, dia mendongakkan kepala memandang dua orang itu. Sepasang netra hitam bersinar terkena cahaya matahari, itu bagaikan cermin perunggu yang menampakkan pantulan benda apapun di depannya.


Penjaga lain berujar sopan, “anak kecil dilarang memasuki balai apoteker.”


“Pergilah! Di sini bukan tempat bermain, cari ibumu dan ajak dia bermain di luar.” Ucap penjaga menggunakan nada keangkuhan, mungkin, setiap hari semua kalimat yang keluar bibirnya adalah keburukan dan keburukan.


Kedua penjaga itu memiliki sifat yang bertolak belakang! Untuk penjaga dengan mimik sopan, Yue Liang Zhi langsung saja memiliki kesan baik terhadapnya. Dan untuk penjaga lain yang mengungkit tentang ibu, dia tidak tahu harus bagaimana menyikapi orang itu pasalnya dia sendiri tidak tahu siapa dan bagaimana rupa ibu kandung pemilik tubuh asli.


Penjaga kanan pintu menepuk punggung kawannya, “hei, tidak perlu terlalu kasar padanya.”


Xiu Jieru tertawa mencibir, “nona ini datang bersamaku, kalian tidak perlu menahannya. Aku akan segera bertemu guru, jadi jangan menyita waktuku.”


Wajah keangkuhan penjaga mulai luntur, dia tertawa penuh dengan ekspresi kecanggungan. “Ah, rupanya datang bersama nona Jieru. Maafkan penjaga ini yang telah bersikap kasar...”


Kedinginan yang tidak memiliki dasar terukir di wajah Yue Liang Zhi, “tidak, aku tidak mengenalnya.”


Itu merupakan tamparan yang terlalu cepat bagi Xiu Jieru!


Dada Xiu Jieru naik turun, dia tak terima dipermalukan tanpa diberi wajah sedikitpun.


“Aku ingin melakukan pengujian pemurnian pil dan pengujian menjadi apoteker, tidak perlu mempersilahkan aku masuk dengan kesopanan palsumu, aku tidak butuh!” Sambung sosok merah, semua kalimat itu terlalu menusuk. Semua orang menatapnya yang tengah mengucapkan kata-kata kejam dengan mata paling polos, murni dan wajah paling cantik. Namun, dia sendiri merasa tidak ada yang salah dengan kalimat itu.


“Nona bisa mengantri di tempat itu, mereka semua tengah mengantri mendaftarkan diri mengikuti ujian di balai ini,” penjaga di kanan pintu masih menampilkan kesopanan, dia diam-diam setuju dengan ketajaman lidah milik merah kecil.


Kepala Yue Liang Zhi mengangguk ringan, “baik dan terimakasih.” Tiga kata singkat penuh persahabatan menerpa pendengaran, nadanya seperti getaran pada senar cello, sangat lembut dan enak didengar.


Masih dengan ekspresi penuh kedinginan, Yue Liang Zhi kini berjalan mendekat ke tempat antrian. Dia mengabaikan wajah buruk Xiu Jieru, kedua tengannya tengah asyik menyibak helaian surai hitamnya ke belakang. Tampilan halusnya meluluhkan hati, bulu matanya mengerjap bagaikan sayap kupu-kupu. Antrian terus berkurang, dia kian maju mendekati meja dan tentu masih menjadi pusat perhatian.


Semua orang di sekitar tetap membisu memgagumi waktu yang terasa sedang berhenti bergerak.


Perempuan berusia belasan tahun tersenyum melihat Yue Liang Zhi, dia tidak berekspresi angkuh seperti salah satu penjaga pintu palai apoteker. Menurutnya, setiap orang baik tua maupun muda yang mendaftar pengujian harus diperlakukan sama. “Nama dan apa yang akan diuji?”


“Yue Liang Zhi, Pil kelas dua dan mengikuti ujian menjadi apoteker,” wajahnya datar namun memancarkan aura penekanan yang tak terbantahkan.


“Mmmm...,” Yue Liang Zhi bergumam tanpa membuka mulut, tubuhnya lantas berbalik dan berjalan dengan sepasang kaki kecil memasuki pintu bersama dua orang peserta ujian.


Ruangan itu sangat luas, bau tanaman herbal menyengat hingga memenuhi rongga dada. Puluhan meja memiliki satu tunggu di atasnya, ini merupakan keindahan surgawi bagi para Alchemist. Seorang pria tua berdiri di tengah, semua orang meyakini pria itu tidak lain tidak bukan adalah Jun Yunxue, sang pengawas ujian pemurnian pil.


Seorang Alchemist tingkat satu akan mendapat barisan paling kiri, tingkat dua akan berada dibarisan kedua paling kiri dan seterusnya. Pil yang akan dimurnikan yaitu pil shangkuo, penilaian dilakukan menurut tingkat kemurnian pil di atas 60% dan menurut tingkatan sekaligus jumlah pil, pemurnian dilakukan dalam kurun waktu dua jam. Untuk pengujian sebagai apoteker, itu akan dilakukan di ruangan yang berbeda.


Semua orang mengumpulkan formulir dan segera mengambil mengambil meja.


Tangan putih sehalus giok mengambil beberapa tanaman lalu memasukkannya ke dalam tungku, roh api biru membakar bagian terluar tungku. Gerakan merah kecil terlihat sangat santai, tidak ada jejak tekanan mental yang terlukis di fitur halusnya. Netra hitamnya terfokus pada tungku dengan pantulan api biru yang mendominasi, dia sangat menyadari beberapa pasang mata tengah mengamati ke arahnya, namun dia bersikap tak perduli sama sekali.


Jun Yunxue mengamati gerakan para peserta, matanya menatap lekat seluruh gerakan kecil Yue Liang Zhi.


Dari pintu samping, Jin Quon datang bersama Xiu Jieru. Sepasang guru dan murid menatap bingung raut wajah Jun Yunxue yang terdiri dari berbagai macam warna, keduanya lantas mengamati arah pandangan pria tua itu.


Xiu Jieru tersentak, jantungnya berdebar akan taruhan yang telah dia buat. Jika Yue Liang Zhi berhasil menjadi apoteker, maka nantinya dia akan benar-benar dipermalukan. Tangannya mengepal kuat dengan kuku yang menancap ke daging, dia bahkan mengeluarkan setetes keringat di ujung pelipisnya. Dia melirik Jin Quon yang tengah terpesona akan ketenangan salah satu murid sekte Qinglong itu, sial!


Iblis merah terlalu mempesona!


Mendominasi dan... Terlalu menekan!


Leher Xiu Jieru tercekik akan kebencian, dia iri akan Yue Liang Zhi yang menarik perhatian semua orang di hari pertama mengikuti ujian. Rasa frustasi memenuhi rongga dada hingga naik ke tenggorokan, tangannya gatal ingin mencabik-cabik ketenangan anak itu.


Sejam kemudian, Yue Liang Zhi memasukkan bahan terakhir lalu menutup kembali tungku miliknya. Alchemist di sekitarnya sedikit melirik ke arahnya, detik berikutnya, mereka yang sempat tergoda untuk menatapnya telah kehilangan konsentrasi dan berakibat gagal dalam memurnikan pil. Bahkan ada tungku yang meledak dengan sisa asap mengepul menganggu pengelihatan, detik berikutnya lagi, sekitar lima Alchemist juga telah gagal memurnikan pil.


Kecantikan merah terlihat seperti mawar liar berduri dengan aura datasmen yang tajam di sekelilingnya.


“Aku dengar kau yang membawa anak itu ke sini, katakan padaku, dimana kau menemukan bakat hebat seperti itu?” Jun Yunxue bertanya pada murid kawannya.


Kedua alis Jin Quon seperti terajut, “kau mengenalnya?” Dia menatap muridnya penuh keterkejutan.


“Ya, murid ini mengenal anak itu,” Xiu Jieru membungkuk hormat.


Tangan kanan Jin Quon mengusap dagu pelan, “bagus... Kau belajarlah dari dia, tingkat kosentrasinya bahkan telah melebihi Alchemist yang berusia puluhan tahun.”


Xiu Jieru kembali tercekik dengan lebih erat, napasnya telah tersendat saat dia berusaha menenangkan emosinga yang mendidih. “Murid akan mematuhi perintah guru,” dia kembali membungkuk dengan menahan darah yang akan keluar dari tenggorokannya. Dia benci, amat sangat benci!