The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
TQOTD Chapter LXXXVII [Ujian pembagian murid I]



Mata Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu menajam. Ketiganya mulai kehilangan ketenangan, mereka bertiga melirik Yue Liang Zhi yang tengah mengaduk nasi di mangkuk dengan sumpit. Ekspresi anak itu tetap tidak berubah, seperti permukaan danau yang membeku selama jutaan tahun dimana riak air tidak bisa terbentuk. Emosi ketiga orang tertahan, mulai lanjut mencapit nasi.


“Kau hanya perempuan tidak tahu malu yang lahir dari pel*cur!”


Braakkk...


Tangan Yue Liang Zhi memukul meja hingga terjungat miring, seluruh makanan terlempar mengenai Xiu Juan. Ini adalah titik sensitifnya, dari kehidupan sebelumnya dia telah kehilangan sososk ibu diusianya yang masih muda. Sekarang dia bahkan telah kehilangan kedua orang tua pemilik tubuh asli, mungkin kedua orang tua yang telah meninggal bukan orang tuanya yang sesungguhnya, lantaran dia dan Bai Yun sangat berbeda. Tepatnya, dia sendiri tidak tahu siapa orang tuanya.


“Anak anjing juga akan terlahir dari induk anjing,” Yue Liang Zhi mengeluarkan tekanan, momentumnya menundukan keangkuhan setiap orang secara paksa. Dia berjalan maju menuju Xiu Juan yang tengah berjalan mundur dengan perlahan, “mulutmu seperti anjing liar. Mengongong dan mengonggong, kenapa jika aku seorang pelayan? Apa itu merugikanmu? Kau pikir dirimu sudah sangat suci? Pih, kau terlalu murahan bila dibandingkan dengan sumpitku.”


Punggung Xiu Juan menabrak dinding.


Yue Liang Zhi menunjukkan sumpit di tangannya, “sumpit ini bisa digunakan oleh siapapun dan kapanpun. Begitu juga dirimu, mudah dipakai dan dibuang.”


Ucapan Yue Liang Zhi memiliki makna tersendiri bagi Xiu Juan, itu seperti di masa lalu Chen Bai Mo yang mengejarnya seperti kesurupan dimanapun dan kapanpun dia berada. Setelah laki-laki itu melihat yang lebih cantik darinya, dia akan ditinggalkan seperti sumpit sekali pakai.


Xiu Juan mendidih, kemarahanya mungkin tidak akan surut sekalipun dia memakan daging dan meminum darah Yue Liang Zhi. Hatinya terdorong kebencian, dia mengulurkan tangan memukul mundur tubuh anak itu.


Sebenarnya, bagi Yue Liang Zhi itu adalah pukulan ringan. Namun, dia sengaja memuat tubuhnya terhempas mundur.


“Saudara Yue,” Tao Jianyin dan Pangeran Yun Fengyin secara bersamaan menangkap tubuh Yue Liang Zhi.


Kekhawatiran menusuk jantung semua teman dan saudara Yue Liang Zhi, mereka menatap tubuh kecil yang tengah ditopang oleh Yun Fengyin dan Tao Jianying. Begitu dia mendongakkan kepala, dia menunjukan senyum sinis, “aku memiliki garis batasan... Melihat sikapmu, hewanpun bahkan lebih mulia darimu.”


Wujud Xiu Juan bertambah buruk, sisa makanan menempel erat seperti lem di tubuhnya. Dia terlihat seperti pengemis terlantar yang berteriak-teriak di pinggir jalan, “kau—”


“Menyingkir dari jalanku,” kerumunan terbelah, Chen Bai Mo terperangah melihat wujud tunangannya, “kenapa Juan'er terlihat begitu sengsara?”


“Gege...,” air mata Xiu Juan berurai mebasahi pipi, kecantikanya telah tertutupi sisa makanan. Gerakannya seperti duyung yang terjerat rumput laut, “mereka menindasku, lihatlah! Yue Liang Zhi melemparkan makanan ke tubuhku, gege harus memberikan aku keadilan.”


Mata Chen Bai Mo menangkap sosok merah kecil yang tengah berdiri dengan topangan di kiri dan kanan.


Yue Liang Zhi melepaskan diri dari topangan, dia berdiri tegak sembari merapihkan pakaian. Dia mendengus dingin, “rupanya nona klan Xiu menganggap semua orang telah buta.”


“Xiu Juan, kau terlalu hina. Kami semua melihatmu menghina saudara Yue, kau mengatainya tanpa berpikir perkataanmu menyakiti hatinya atau tidak,” Wei Shuwan meledak marah.


Bai Yun mendekat ke arah Wei Shuwan, “betul, Yue'er hanya membungkam gongongan tunanganmu.”


Chen Bai Mo terpojok, hari ini dia telah berdebat dengan tunangannya. Xiu Juan mengancam akan memutuskan perjanjian pernikahan bila dirinya sampai melirik perempuan lain, dia hanya bisa menyanggupi begitu memikirkan klan Chen yang tahun ini sedang jatuh. Jika sampai perjanjian pernikan batal, maka klan Chen akan kehilangan satu dukungan besar. Tangan kanan Chen Bai Mo menarik Xiu Juan ke belakang tubuhnya, “kalian bernyali besar berani menindas wanitaku.”


Rasa puas memenuhi relug hati Xiu Juan, rupanya beberapa jam yang lalu tunangannya hanya tersesat. Matanya menatap tajam Yue Liang Zhi, dia benci perempuan itu! Dia ingin mencekik leher kecantikan kecil di depannya, memotong menjadi beberapa bagian dan mengubur secara terpisah.


Raut jijik terlukis jelas di wajah Bai Yun, Lei Hu dan Wei Shuwan.


“Ah, pasangan yang sangat serasi. Aku sampai merinding mendengar pembelaan darimu, sudah tahu wanitamu bersalah, tapi kau tetap membelanya. Membuatku sangat terharu,” Yue Liang Zhi mencemooh pasangan anjing kecil.


“Kau terlalu angkuh!”


Tawa sumbang terlontar dari mulut Yue Liang Zhi, “terimakasih atas pujian tuan muda Chen.”


Adrenalin Chen Bai Mo tertantang, perempuan angkuh memang lebih mengoda. Xiu Juan akan menjadi istrinya di masa depan, tapi dia bisa memiliki kecantikan hanfu merah sebagai selir. Untuk sekarang, dia hanya bisa membahagiakan dan mengunggulkan calon istrinya terlebih dulu.


“J*alang! Kau masih berani mengoda Chen Bai Mo, mati saja sana!” Xiu Juan menyingkirkan punggung Chen Bai Mo, dia ingin segera merusak wajah anak perempuan angkuh itu.


Pangeran Yun Fengyin, Tao Jianying dan Wei Jun melangkah maju. Gerakan ketiganya terhalang rentangan tangan Yue Liang Zhi, “jangan memperdulikan hal yang tidak penting.”


“Sebaiknya Juan'er membersihkan diri, ini terlihat sedikit tidak enak dipandang,” Chen Bai Mo menghalangi serangan Xiu Juan.


Xiu Juan linglung, dia telah melupakan penampilannya saat ini. Tidak, dia harus tetap tampil cantik dan memikat.


****


Ujian pembagian murid.


Aula sekte Qinglong ramai dengan keberadaan calon murid, murid luar dan beberapa perwakilan murid dalam. Calon murid dan murid luar akan bertarung sekaligus berusaha menarik perhatian penatua, sementara murid dalam akan melakukan demonstrasi megunggulkan masing-masing kelas.


Empat penatua yang menjadi guru tengah duduk santai di kursi kebanggan, satu kursi megah terletak di tengah-tengah tampak kosong tak berpemilik. Kursi kosong diyakini sebagai kursi milik Patriark sekte Qinglong, rumor mengatakan Patriark tengah retret untuk meningkatkan kemampuan penyulingan pil tingkat lima.


Kelompok Yue Liang Zhi telah tiba tepat waktu, seperti biasa, mereka selalu menjadi pusat perhatian.


Ruan Xulei bersiul senang, “aku paling menyukai ujian.”


“Aku benci ujian,” Bai Yun ingin muntah darah.


Dua orang memiliki antisias yang berbeda, Lei Hu bersikap netral alias pasrah. Yue Liang Zhi dan Pangeran Yun Fengyin biasa saja, keduanya terkesan cuek tak perduli sekalipun terjadi badai dan angin ribut di tengah aula.


Tekanan melonjak kuat, angin menyapu arena pertempuran. Sosok pria tua perlahan terbang turun. Itu adalah Patriark Qinglong, Wen Hua. Kultivator yang mampu terbang tanpa pedang terbang ataupun semacamnya, hanya ada satu kemungkinan yaitu memiliki tingkat kultivasi di atas nascent soul. Dia berpakaian putih, jengot panjang dan rambutnya berwarna senada dengan pakaiannya.