
Alchemist dari klan Xiu tampak menyedihkan seperti kucing kehilangan cakar, duduk bersimpuh memohon belas kasihan tanpa mendapatkan simpati.
Melihat kondisi memperihatinkan itu, Yue Liang Zhi kemudian berucap tajam menambahkan luka, “jangan melupakan tentang nona Jieru yang akan memohon maaf padaku.”
Sekali lagi Xiu Jieru terpojokkan, dia menatap nanar sosok merah yang tengah berdiri menghalangi pandangan, ekor matanya kembali menangkap raut wajah kekecewaan Jin Quon. Lidahnya bertambah kelu, “tuan...”
Hati Jin Quon bergetar, bibirnya lantas terbuka dan berucap sarkas, “aku tidak pernah membesarkan murid angkuh dan suka merendahkan orang lain. Dimana Xiu Jieru yang sopan seperti dulu? Dimana seyuman ketulusan dan sifat penurutmu?”
Benar, dimana semua itu?
Xiu Jieru sebenarnya adalah bunga teratai busuk yang sedang bermekaran, dia berperilaku seperti ranting rapuh saat berada di hadapan Jin Quon, tapi akan berubah menjadi keburukan saat berada di belakang pria tua itu. Dengan bakat Xiu Jieru yang lumayan, dia menarik perhatian semua orang hingga diangkat menjadi murid pribadi salah satu apoteker di balai. Di sisi lain, Patriark klan Xiu lantas segera mengangkat derajat Xiu Jieru hingga setara dengan Xiu Juan dan Xiu Zhuting.
“Guru, murid telah dibututakan oleh setatus. Mohon maafkan murid yang telah berdosa ini,” Xiu Jieru merasa buntu. “Murid ini berjanji akan berubah.”
Semua orang yang ada di ruangan baik yang memiliki kepentingan maupun tidak berkepentingan hanya bisa diam sembari mengamati suguhan drama.
“Aku bisa memberikan nona Jieru saran kecil,” Yue Liang Zhi menunduk malas menghadapi tangisan sumbang yang tengah duduk bersimpu, “senior merasa kecewa terhadap sikap nona, mungkin senor bisa memaafkan kesalahan itu jika nona mau menepati taruhan kita. Mmmm, mungkin meminta maaf pada seluruh orang yang telah nona singgung akan berdampak lumayan baik. Yah, walaupun pandangan senua orang tidak akan kembali seperti semula.”
Di permukaan, semua kalimat Yue Liang Zhi terdengar bijak dan tak memihak. Sedangkan untuk telinga orang pandai seperti Wu Jingmi, semua kalimat barusan sebenarnya berarti memojokkan dan menjebak secara halus.
“Percayalah! Permintaan maaf yang tulus akan membuat siapapun tersentuh,” imbuh Yue Liang Zhi.
Jin Quon merasa tercerahkan setelah kebimbangan panjang di dalam hatinya, dirinya memang kecewa pada sikap Xiu Jieru. Namun, dia masih merasa berat bila harus melepas murid tunggalnya itu, terlebih putrinya masih berada di dalam kediaman klan Xiu. “Benar... Akui kesalahanmu, maka pria tua ini akan mempertimbangkan permintaan maafmu.”
Jun Yunxue merasa kosong jika harus menebak isi otak kawannya, mengambil murid pribadi dari salah satu anggota klan Xiu sudah menjadi perdebatan baginya. Sekarang, setelah Xiu jieru membuat kesalahan, Jin Quon ingin memaafkannya begitu saja?
Ah, sayang sekali putri tunggal kawannya harus terjebak pernikahan dengan anggota klan Xiu. Andaikan Jin Ling tidak jatuh cinta pada salah satu anggota keluarga terkutuk itu, sudah pasti Jin Quon akan membuang jauh-jauh Xiu Jieru dengan radius ratusan kilo meter. “Itu urusanmu, yang jelas Xiu Jieru sudah tidak boleh melangkahkan kaki memasuki balai apoteker,” Jun Yunxue bersikap tegas.
Kepala Jin Quon lantas menoleh tanpa aba-aba, “ayolah, kau tidak boleh menjadi pendendam akan kesalahan Jieru.”
“Bukan masalah pendendam atau tidaknya, aku masih harus menghitung nama baik balai apoteker jika terus mempertahankan kehadiran Xiu Jieru.”
Tangan kanan Wu Jingmi menepuk pelan pundak Jun Yunxue, “biarkan saja.” Melihat mulut orang yang pundaknya masih dia pegang mulai terbuka, dia lantas menegaskan kalimat sebelumnya, “semakin mengambil resiko, maka akan berdampak semakin baik.”
Bola mata Jun Yunxue memutar berulang kali dari tubuh Wu Jingmi lalu beralih ke kepala Xiu Jieru yang masih bergerak mencium lapisan paling bawah di ruangan, dia dengan cepat menangkap maksud lain jika Alchemist klan Xiu masih menginjakaan kaki di balai apoteker ini.
Pertama, Xiu Jieru telah memprovokasi kecantikan merah hingga mendatangi balai secara langsung. Dengan bakat mumpuni itu, identitas guru yang mengajarinya pasti tidak sederhana. Mungkin, Xiu Jieru sudah ditandai sebagai musuh sedari awal sosok merah itu melakukan pengujian.
Kedua, bila rumor Xiu Jieru yang akan diusir dari balai mencapai telinga anggota klan Xiu, mereka pasti akan mendapatkan malu. Bahkan Xiu Jieru akan mendapat hukuman berat, paling ringan adalah hukuman kurungan selama beberapa minggu. Juga, besar kemungkinan untuk beberapa waktu ke depan, klan tersebut tidak akan menunjukkan cakarnya secara ganas.
Nama baik klan Xiu akan lebih dirugikan!
Benar-benar definisi membunuh dua burung dengan satu batu.
“baik.” Sekitar satu tarikan napas kemudian, dia kembali memberikan tatapan tajam bak bilah pedang menusuk sepasang guru dan murid, “dengan syarat, jangan sampai kau menunjukan wujudmu di hadapanku. Jika kita tidak sengaja bertemu, segeralah putar balik.”
“Asalkan kau mau memberikan izin, aku merasa itu tidak masalah,” Jin Quon mengangguk berulang kali, dia paham akan rasa ketidak sukaan kedua orang di sampingnya pada semua yang berhubungan dengan klan Xiu.
Xiu Jieru mendongakkan kepala dengan sepasang mata yang berbinar, “junior akan mematuhi persyaratan tersebut.”
“Jadi...,” Yue Liang Zhi menimpali ucapan Xiu Jieru karena merasa bosan.
Kedua alis Xiu Jieru sedikit menyatu membentuk garis sejajar, sedangkan Qiao Qiao merasakan tanda bakat terpendam Yue Liang Zhu mulai mencuat ke permukaan.
Yue Liang Zhi memiringkan kepalanya, “sekarang nona perlu meminta maaf padaku.”
Sial! Xiu Jieru lupa akan bagian itu. Hatinya penuh dengan umpatan dan umpatan, dia menahan amarah yang mulai mendidih sampai ke umbun-umbun, kedua telapak tangannya mengepal dan kukunya kembali membuka luka yang semula mulai mengering. “Maafkan aku,” ucapnya lirih.
“Nona lupa untuk bersujud di hadapanku.”
Semua orang: “......”
Mau tidak mau tubuh Xiu Jieru kian membungkuk, “maafkan aku.”
Tangan kiri Yue Liang Zhi terangkat mengorek telinga, “ck, itu seperti suara semut.”
Deretan gigi atas dan bawah Xiu Jieru bertabrakan hingga dirinya dapat merasakan rasa kebas di dalam mulutnya, dia benci! Dia murka! Dia ingin mencekik leher peri merah kecil, dia bersumpah pada diri sendiri akan selalu mengingat apa yang terjadi hari ini. “Maafkan aku!”
“Wah, nona Jieru tidak ikhlas,” Yue Liang Zhi menggeleng sambil bersedekap.
Dada Xiu Jieru bertambah naih turun, napasnya kian membara seiring nada suara yang dia tekan hingga terdengar seperti suara normalnya, “mohon maafkan aku.”
Yue Liang Zhi tersenyum puas, “nona Jieru tidak perlu terlalu sopan.”
'Mati! Kau cari mati!' Xiu Jieru mengutuk berulang kali sambil memuntahkan seteguk darah, detik berikutnya tubuhnya limbun ke samping.
Jin Quon hanya membuka mulut membentuk lingkaran besar.
“Alchemist klan Xiu tertidur sebelum aku menjawab permintaan maafnya?” Beo Yue Liang Zhi menampilkan wajah polos tanpa dosa, matanya bahkan berkedip beberapa kali.
Semua orang memegang perut dengan kencang berusaha mati-matian menahan suara tawa.
Itu terlalu jahat namun terlihat keren.