
Fitur halus Yue Liang Zhi memancarkan ketenangan dengan pesona penuh keagungan, keningnya merengut tangtangkala setetes peluh mengantung di sudut kening. Tak lama, peluh itu perlahan turun bagaikan embun pagi yang menetes dari bunga teratai yang berada di permukaan danau. Ujung Zhaoshan merah sedikit berkibar memberikan topangan keindahan surgawi miliknya, aura tak terbantahkan mulai bocor menekan beberapa orang di dalam ruangan.
Xiu Jieru tersenyum miring mendengar pujian manis untuk merah kecil, dia tidak menampilkan kecemburuan seperti sebelumnya. Karena sebelum meminta bertukar meja, tungku yang akan digunakan anak itu telah dia lubagi pada bagian bawah. Lubang ini berfungsi agar terjadi kegagalan saat akhir tahap pemurnian pil.
Duarr...
Bunyi tungku meledak memberi perhatian lain bagi pandangan para penonton, itu bukan tungku milik Yue Liang Zhi, tapi tungku milik Xiu Jieru.
Wajah Xiu Jieru berubah pias, dia mengingat dengan jelas tungku yang telah dia lubangi adalah tungku di depan Yue Liang Zhi, tapi bagaimana bisa tiba-tiba berubah? Setan mana yang berani bermain-main dengannya?
Dari dunia lotus, Qiao Qiao yang tengah melatih pasukan mempunyai senyum mengejek. Berani menganggu tuannya? Itu berarti cari mati!
Bertepatan dengan kebingungan pihak lawan, tungku milik Yue Liang Zhi berdering ringan tanda pemurnian pil telah selesai, tangannya bergerak secepat kilat memasukkan pil ke dalam tempat yang seharusnya.
Melihat keberhasilan lawan, Xiu Juan langsung melemparkan tuduhan tanda tak terima, “kau telah melubangi tungku yang akan aku gunakan! Guru, junior itu telah berbuat curang!!” Teriakannya menggema kembali menarik perhatian, dia berjalan cepat bersiap menampar pihak tertuduh.
Tangan kiri Yue Liang Zhi terangkat sambil menyapu udara, gelombang besar muncul melempar kasar tubuh Xiu Jieru. “Belum saatnya kau mengeluarkan suara anjing, aku masih belum melakukan penilaian.”
Kondisi Xiu Jieru tampak miris setelah menabrak meja hingga hancur, kepalanya tertimpa beberapa tanaman. Dia seperti anak terlantar yang dilupakan oleh dunia, kakinya mulai bangkit tanpa memperdulikan kondisi wujudnya saat ini, “lancang!!!” Kakinya kembali melangkah mendekat.
“Xiu Jieru!” Suara tua Jin Quon mengeluarkan bunyi mengelegar.
Tubuh Xiu Jieru mematung, “tapi guru, dia telah—”
“Jika kau masih ingin menjadi muridku, maka tutuplah mulutmu sekarang juga,” kemarahan masih terpancar dari raut wajah Jin Quon.
Xiu Jueru segera terdiam seperti kerbau dicucuk hidungnya. Wu Jingmi mengulurkan tangan berniat melihat botol porselen di tangan kanan Yue Liang Zhi, melihat kode itu, sang pemilik tanpa ragu menyodorkan benda yang diinginkan oleh apoteker tua.
Bau pil menyeruak memenuhi ruangan, indra penciuman semua orang menangkap bau harum dari dalam porselen. Wu Jingmi menatap tiga pil di telapak tangannya penuh keterkejutan, “tiga pil xinzang jibing tingkat dua dan mempunyai kemurnian 100%”
Pil xinzang jibing dengan kemurnian 100%? Sial! Ini adalah bakat yang menentang langit.
Alchemist tingkat dua yang mampu memurnikan obat jantung ini sudah termasuk hal mustahil, tapi kali ini bahkan datang dari anak kecil? Hanya dua kata yaitu sangat abnormal.
Jejak keterkejutan tertera dari mata Xiu Jieru yang bergerak-gerak, sekali lagi dia merasa iri. “Tuan, junior itu telah melubangi tungku pil milikku. Mohon agar tuan dan para senior memberikan keadilan,” dia menangkupkan tangan sambil membungkuk.
Jun Yunxue merasa dongkol, “apa kau menganggap mata kami dan para penonton di sudut ruangan ini buta, ha?”
Kalimat ini menghantam Xiu Jieru seperti duri dalam daging, mendorongnya untuk mendesis, “bohong! Untuk apa aku melakukannya.” Dia tergagap, dalam hati membenarkan ataupun tidak membebarkan ucapan tersebut. Memang dia merusak tungku pil, tapi bukan tungku yang akan dia gunakan.
Yue Liang Zhi memanfaatkan dunia lotus saat menukar kedua tungku sebelum keduanya memurnikan pil, jadi tidak ada satupun bukti yang tersisa.
“Itu bisa saja terjadi,” Wu Jingmi mulai menekan.
Sepasang mata Xiu Jieru mengeluarkan genangan air mata tampak menarik simpati, “senior tidak memiliki bukti untuk menuduh junior ini.”
“Ah, nona juga menuduhku tanpa bukti. Lalu, kenapa orang lain tidak boleh melakukan hal serupa?”
Skakmat... Xiu Jieru tertampar dengan kalimat polos Yue Liang Zhi.
Perempuan itu benar-benar bodoh, beberapa saat yang lalu bersikap kejam dan meneriaki Yue Liang Zhi karena merasa tidak terima. Saat ini, perempuan dari klan Xiu terdiam membisu tanpa beekutik. Sangat membuat Yue Liang Zhi tergoda untuk melihat apa yang ada di dalamnya selain otak dan serangkaian syaraf.
Merasa situasi semakin tidak kondusif, Jin Quon mencoba menengahi. “Maaf, sepertinya muridku terlalu impulsif dalam menyimpulkan kegagalannya saat memurnikan pil. Harap semuanya memaklumi, karena kita juga sering merasakan sakit hati ketika pil kita gagal pada detik-detik terakhir.”
Semua orang lantas menutup mulut mencoba menghormati pikiran terbuka Jin Quon.
Sepuluh detik berikutnya, Wu Jingmi kemudian mengangguk menyadari sesuatu, “selamat... Junior telah resmi lulus dalam ujian menjadi apoteker.”
Ruangan kembali ricuh, dibenak semua orang terukir nama Yue Liang Zhi sebagai apoteker termuda. Guncangan ini terlalu mendominasi hingga menimbulkan efek seperti mahnet menarik besi.
“Terimakasih,” Yue Liang Zhi membungkuk kepada tiga apoteker tua di depannya. Sudut matanya menatap ekspresi Xiu Jieru yang terdiri dari berbagai macam warna, “nona Jieru juga harus menepati taruhan.”
“Taruhan?” Beo Jun Yunxue, dia merasa murid dari temannya sedikit bermasalah.
Yue Liang Zhi lantas menjelaskan dari awal Xiu Jieru telah memprovokasi dan menyombongkan identitasnya sebagai apoteker, rupanya identitas itu belum sepenuhnya tergapai. Dia juga menjelaskan Xiu Jieru yang menindas pelayan penginapan mawar hitam hingga pada taruhan yang diajukan bila dia terbukti sebagai apoteker, dia bahkan menjelaskan detail-detail konsekuensi yang harus ditanggung oleh si pihak kalah.
Pandangan Jin Quon menyiratkan ketidak percayaan, rupanya murid yang selama ini dia banggakan mempunyai tampilan lain ketika berada di belakangnya. “Xiu Jieru! Kau... Kau,” dia merasa tidak mampu melanjutkan, tangannya perlahan mengusap dada agar emosinya mereda.
Tangan Jun Yunxue menopang tubuh kawannya, “ck... Aku selaku pengawas balai mewakilkan bahwa kau sudah tak diterima untuk memasuki balai apoteker ini.”
Jin Quon sedikit bimbang, tapi dia segera tersadar akan sifat asli muridnya itu, “mulai sekarang, kau juga sudah bukan lagi muridku.”
Kaki Xiu Jieru tertekuk hingga lututnya menyentuh lapisan paling bawah di ruangan, “tuan... Murid telah mengaku bersalah, mohon maafkan murid yang berdosa ini,” dia melakukan kowtow hingga mengeluarkan bunyi gedebuk menggema keseluruh sudut ruangan. Mau tidak mau dia harus merendahkankan diri, jika sampai dirinya dikeluarkan dari balai apoteker, maka Patriark klan Xiu pasti akan mengusirnya juga. “Murid berjanji akan berubah, mohon tuan mempertimbangkan permohonan maaf dari murid,” dia merasa selalu tertimpa kesialan yang bertubi-tubi setelah mengenal Yue Liang Zhi.