
Kovoi berhenti berjalan, membelah menjadi dua bagian menampakkan anggota keluarga Kekaisaran yang akan turun dari kereta kuda. Mereka turun satu persatu, berjalan ke tempat duduk diposisi yang lebih tinggi dari Patriak, penatua, dan pemimpin Klan.
Kaisar Huo Linzi kini telah duduk di singasana berpadu emas, mengenakan baju kebesaran megah bersulam benang emas membentuk pola naga dan topi huang mao[1] berwarna senada.
^^^[1] 皇帽 (huang mao) adalah topi yang digunakan oleh Kaisar Tiongkok, huang mao artinya juga topi raja. Sesuai dengan dinastinya bentuknya juga berganti-ganti tapi warnanya pasti kuning ke-emasan.^^^
Kasim berteriak lantang mengumumkan agar semua orang melakukan penghormatan.
Patriark, penatua dan pemimpin Klan berlutut dengan satu kaki. Murid sekte maupun Klan melakukan kowtow, tiga teman sekaligus kakak Yue Liang Zhi dengan berat hati melakukan hal serupa, sementara Yue Liang Zhi yang bertubuh kecil hanya berlutut bersembunyi di belakang murid lain.
Tidak ada yang menyadari keangkuhan dan ketidaksudian merah cantik, semua orang terfokus pada keluarga Kekaisaran. Memanggil "Yang Mulia" dengan suara teredam rendah namun selaras, lalu berlutut dengan kedua tangan terangkat saling terhubung dan terulur ke depan sambil menyuarakan agar Kaisar berumur panjang.
Dari ribuan orang, hanya Yue Liang Zhi yang berani mengadah menatap Kaisar Huo.
Kaisar Huo tampak masih sama seperti sebelumnya, wajahnya tidak terlalu tua maupun terlalu muda. Huanghou[2] dan Huang Guifei[3] duduk di kiri dan kanan Kaisar. Berlanjut Putra Mahkota, Putri Mahkota, Pangeran kedua dan Pangeran ketiga yang berjejer rapih dengan tempramen berbeda-beda.
^^^[2] 皇后 Huanghou atau Permaisuri yang merupakan istri utama dari Kaisar dan pemegang kedudukan tertinggi di antara istri Kaisar. ^^^
^^^[3] Huang Guifei atau Imperial Noble Consort, Selir Resmi kehancuran, merupakan selir tertinggi satu tingkat di bawah Permaisuri. ^^^
Mendadak, Kaisar Huo menunjukkan pandangan pada Yue Liang Zhi. Dua orang sukses beradu pandang selama dua detik, yang tua tersenyum dengan tanda kutip tak berkalimat dan penuh niat tersembunyi, yang termuda menampilkan kedinginan tidak tersentuh.
Pangeran Yun Fengyin menyadari ketidak normalan itu, bertahap menjadi lebih dingin dan berlanjut melirik anak kecil di sampingnya.
Kaisar Huo adalah orang pertama yang memutus pandangan, “semua bangkit! Kaisar ini telah menerima penghormatan kalian,” ucapnya sembari menegaskan posisi kedudukannya saat ini. Dia melirik dua putranya, “untuk memeriahkan turnamen, aku selaku Kaisar negara ini memberikan titah lisan agar Taizi Huo Jiazhen dan Pangeran Huo Shaosheng mengikuti turnamen.”
Huo Jiazhen berdiri dan membungkuk ke arah Kaisar, “Jiazhen menerima perintah Kaisar.”
“Shaosheng menerima perintah Kaisar,” Huo Shaosheng mengikuti apa yang dilakukan oleh Huo Jiazhen.
“Bagus...,” Kaisar mengangguk, pandangannya beralih pada kerumunan kultivator. “Aku berharap kalian semua melakukan yang terbaik, berjuang memperebutkan peringkat kultivator muda.”
Semua murid serempak bersemangat akan suntikan ringan dari Kaisar, menduduki peringkat akan menaikkan derajat sekte ataupun Klan di mata umum.
Kaisar Huo melambai, “kalian semua diberhentikan, beristirahatlah untuk kegiatan besok.”
Nada santai itu mempersilahkan, semua orang perlahan bubar menuju tenda masing-masing.
Di perjalanan, Wei Shuwan tidak membahas anggota keluarga Kekaisaran melainkan membahas senior Shu Ming. Beberapa kali mendesah menyayangkan, “ah, sayangnya senior Shu Ming tidak bisa mengikuti turnamen.”
Wei Jun membenarkan, “terakhir kali senior telah memenangkan peringkat delapan di peringkat kultivator muda, sekarang dia berada dalam masa hukuman dan tidak bisa berkontribusi dalam turnamen.”
Sepasang bersaudara berbeda gender saling melengkapi kalimat, dari permukaan perasaan keduanya terasa sama bagaikan ikatan saudara kembar.
“Tidak meraih peringkat maka akan kehilangan kualifikasi mengikuti pertukaran murid,” imbuh Tao Jianying yang menghembuskan napas kasar.
Bai Yun menoleh dan bertanya, “pertukaran murid?”
Tiga orang lain menatap Tao Jianying dengan tatapan pertanyaan yang serupa.
“Mmn. Satu orang peraih peringkat akan mendapat undangan dari sekte Tianshang untuk menghadiri pertukaran murid, satu orang tersebut bisa menarik dua murid lain agar mengikuti pertukaran bersama,” laki-laki itu menjelaskan santai tanpa terburu-buru.
Kedua alis Yue Liang Zhi terangkat mengingat penjebakan Xiu Juan terhadap dua senior, “apa Chen Bai Mo menduduki peringkat kultivator muda?”
Tao Jianying menjawab: “tidak, dia hanya menduduki peringkat murid dalam sekte Qinglong.”
“Apa waktu pertukaran, Xiu Zhuting membawa Chen Bai Mo dan Xiu Juan?”
Tao Jianying menjawab: “iya.”
Mereka tidak mempunyai pikiran menjerumus setelah mendengar pertanyaan Yue Liang Zhi, beranggapan dia sedang penasaran dengan hal sepele. Namun, hanya Pangeran Yun fengyin dan Tao Jianying yang merasakan keanehan dari pertanyaan itu.
Xiu Juan menjebak senior Shu Ming walaupun dirinya dan tunangannya telah mendapat kuota pertukaran. Hanya satu kemungkinan yaitu ingin menjangkau peringkat kultivator muda bersama Chen Bai Mo, bila tiga orang memenangkan peringkat maka ketiganya bisa menarik enam orang murid lain.
Yang menjadi pertanyaan, untuk apa menarik enam orang secara langsung?
Terlebih, Klan Xiu dan Klan Chen merupakan Klan dipihak Kaisar. Membawa sembilan orang terasa bagaikan menyelundupkan banyak barang terlarang yang berkedok pertukaran murid.
Semua ini terlalu... memaksa pikiran negatif mencuat ke permukaan.
Sore hari di tenda Putra Mahkota...
“SIAL!!!” Huo Jiazhen mengumpat keras menyapu semua benda di atas meja hingga jatuh ke tanah, beberapa barang telah hancur dan lainnya berserakan.
Meremas ujung kertas dengan napas memburu, matanya memerah panas hingga manik kecil turun membasahi pipi kanan. Menyadari itu, dia segera mengusap kasar wajah dengan lengan baju.
Dia adalah putra Permaisuri terdahulu bersama Kaisar Huo Linzi, ibu kandungnya telah meninggal ketika dia berusia dua tahun. Untuk mengisi posisi Permaisuri yang kosong, Kaisar Huo mengangkat Huang Guifei Lu Qiaofeng menjadi Permaisuri baru dan mengangkat selir baru.
Taizi Huo Jiazhen dibesarkan oleh Permaisuri Lu Qiaofeng bersama putra kandungnya Huo Shaosheng (Pangeran kedua Kekaisaran Huo) yang berusia sama dengannya. Tiga tahun setelah pengangkatan, Permaisuri melahirkan Huo Chyou. Selain membesarkan tiga anak, Permaisuri juga membesarkan putra seorang selir kesayangan Kaisar yang bernama Huo Shing (Pangeran ketiga Kekaisaran Huo).
Semua anak Kaisar dirumorkan akur dan tidak pernah bentrok, selalu damai dan penuh toleransi.
Dari keempat anak, Pangeran Huo Shing merupakan putra Kesayangan Kaisar Huo Linzi dikarenakan Pangeran ketiga mempunyai wajah yang mirip dengan selir kesayangannya semasa hidup. Bahkan Permaisuri Lu Qiaofeng selaku ibu sambung sangat menyayangi Huo Shing melebihi putra kandungnya sendiri, sedangkan Huo Chyou merupakan nomor dua.
Huo Jiazhen menormalkan ekspresinya, melipat kertas dan menyimpan ditempat yang aman.
Selama ini dia sangat buta dengan kebenaran, Kaisar Huo Linzi sebenarnya ingin memberikan posisi Putra Mahkota kepada Huo Shing. Menjadikannya sebagai Pangeran biasa, atau bahkan melenyapkannya jika dia tidak mau melepaskan setatusnya sebagai Taizi.
Kaisar juga akan berpikiran daripada memberikan peluang terjadinya perebutan tahta antara Pangeran kedua dan ketiga, lebih baik melenyapkan Huo Shaosheng sejak sekarang.
Dia tiba-tiba menyadari niat terselubung dari perintah Kaisar Huo, Kaisar telah memintanya dan Huo Shaosheng agar berpartisipasi dalam turnamen. Itu bukan semata-mata untuk memeriahkan, tetapi itu adalah jebakan bagi keduanya.
Melenyapkan dua burung dalam satu batu!
Taizi Huo Jiazhen memanggil salah satu prajurit, “siapkan kuda, aku akan menemui Pangeran kedua— ah tidak!! Aku akan menemui Yue Liang Zhi dari sekte Qinglong.”
Ya benar, dia harus menemui Yue Liang Zhi. Memberitahukan bila anak itu telah masuk ke dalam target perekrutan sekutu oleh Kaisar, meminta pergi sejauh mungkin dari pandangan Kaisar dan tidak mudah tergoda akan janji manis yang menyesatkan.
Memberikan kesan baik pada Yue Liang Zhi adalah hal baik, selain bisa membujuk secara halus agar kelak anak itu bersedia berada dipihaknya dalam mempertahankan setatusnya, itu juga mampu mempengaruhi organisasi di belakang Pangeran Yun Fengyin. Karena kedua orang masih saling berhubungan tuan dan pelayanan, bila berhasil membujuk yang termuda maka peluang keberhasilan akan semakin besar dalam membujuk yang menjelang dewasa.