The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
TQOTD Chapter LXXXIII [5 besar dan semi final II]



Masih akan ada pertandingan untuk menentukan rangking tiga, empat dan lima. Dua pasang kultivator telah bertarung menghasilkan dua pemenang dan dua yang kalah, pertandingan berikutnya pemenang akan melawan pemenang begitupun yang kalah akan melawan yang kalah. Kondisi Pangeran Yun Fengyin sudah lebih baik dari sebelumnya, dia kini menempatkan diri duduk di samping ayahnya. Yue Liang Zhi duduk di kirinya, Bai Yun dan Lei Hu duduk di bangku penonton.


“Apa tubuh Xiao Feng masih merasa tidak nyaman?” Tanya Raja Kangjian Yun menatap putra semata wayangnya.


Tangan kanan Pangeran Yun Fengyin menepuk pelan pundak Raja Kangjian Yun agar pria itu menjadi lebih tenang, “aku baik, luka-luka di tubuhku sembuh dengan cepat,” ucapnya tegas tanpa beban.


Jika Lei Hu mendengar ini, dia pasti akan muntah darah. Siapa yang barusan bersikap manja meminta pijat dan disuapi olehnya? Kenapa Pangeran Yun Fengyin berpura-pura kuat? Sayangya, hanya Yue Liang Zhi dan raja Kangjian Yun yang mendengar ucapan Pangeran Yun barat.


Pandangan semua orang beralih, pemenang dan pemenang tengah bertarung. Terlihat lawan Xia Jimei tak sadarkan diri di tengah panggung, tubuh yang sudah terkulai lemas dibawa ke ruang pengobatan.


Yuwen Yue maju dan mengumumkan petarung yang barusan kalah telah meraih rangking tiga, dia juga mengumumkan bahwa satu jam lagi Xia Jimei akan bertarung melawan Yue Liang Zhi. Sosok tegasnya masih berdiri di tengah arena, “pertarungan berikutnya adalah Pangeran Yun Fengyin melawan Ruan Xulei, dimohon agar kultivator yang dipanggil segera menaiki panggung...”


Sorakan mengema tatangkala Pangeran Yun Fengyin melangkahkan kaki, “Yun barat... Yun barat... Yun baratt... Yun— barat?” Perlahan antusias penonton mulai surut setelah menyadari sosok Ruan Xulei tak kunjung datang.


Panatua Yuwen Yue memanggil nama Ruan Xulei sebanyak tiga kali, seseorang secara mendadak menghampirinya dan membisikan sesuatu. Kepalanya mengangguk ringan, “kultivator Ruan Xulei masih lemah dan tidak mempu melanjuktan pertandingan. Sudah di putuskan, Pangeran Yun Fengyin meraih peringkat empat dan Ruan Xulei meraih peringkat lima.”


Sorakan penonton kembali terdengar, tidak masalah mereka tidak mendapatkan pertarungan sengit dari dua kultivator itu. Bukankah masih ada Yue Liang Zhi dan Xia Jimei, yang penting sekarang Pangeran Yun Fengyin telah medapatkan kemenangan.


Sejam kemudian...


Yue Liang Zhi sekarang sedang berhadapan dengan perempuan yang tingginya dua kali lipat lebih tinggi dari tinggi tubuhnya, kepalanya sedikit mendongak tapi tidak berlebihan. Surai hitanya berkibar, sepasang mata berwarna senada miliknya menambah daya tarik tersendiri. Jari jemarinya mengengam pedang bak rekahan bunga, kulit putih semakin bersinar kontas dengan mantel merahnya.


Xia Jimei tersenyum tipis, “mundur selagi aku memberikanmu kesempatan.”


“Tidak ada kata mundur di dalam kamusku, tetap gengam pedang saat menghadapi bahaya dan tetaplah maju sekalipun itu adalah nyawa terakhirku,” Yue Liang Zhi membuka mantel merahnya, dia membuang mantel merah hingga keluar dari panggung. Hanfu merah berpadu hitam berdiri tegak tanpa keraguan, fitur halusnya dapat meruntuhkan sebuah Kerajaan.


“Aku akan menyerangmu sebanyak tiga kali, jika kau tidak mampu menghalau seranganku... Itu berarti kau kalah.”


“Aturan itu juga berlaku untukmu,” Yue Liang Zhi semakin mengeratkan gengaman pada pedang miliknya, dia mendapat angukan dari Xia Jimei, kesan pertamanya pada Xia Jimei tidak terlalu buruk. Qi melonjak kuat di tubuhnya, tingkat qi fundation tengah level 1 miliknya telah membuat kejutan besar untuk semua orang.


Xia Jimei terperangah, dia berpikir anak di depannya masih terlalu muda. Sungguh sayang, bakat mumpuni seperti itu akan terjatuh di depan ratusan bahkan ribuan pasang mata. Mungkin jika anak itu dibiarkan hingga seumuran dengannya, peluang dirinya akan kalah pasti sangat besar. Dia mengeluarkan aura kultivator tingkat qi fundation puncak level 1, tangannya menarik pedang dari sarungnya. Sudut bibirnya terangkat ke atas, “jurus raja harimau tingkat dasar.”


Jurus itu sama dengan kultivator yang menyerang Kekaisaran Yin!


Banggggg...


Asap mengepul, debu berterbangan seperti membentuk awan besar di tengah panggung. Semua orang menarik napas dingin, mereka yakin Yue Liang Zhi akan kalah. Kepulan asap menghilang, sosok zhaoshan merah berdiri tanpa goyah dengan wajah yang sedikit pucat, catat hanaya sedikit!


“Seranganmu lumayan,” Yue Liang Zhi tertawa sumbang, qi kembali mengalir di dantiannya. Pedang jian terbang ke belakang tubuhnya, detik demi detik secara bertahap pedang tersebut membelah menjadi seratus, “jurus seratus pedang!” Pedang masih membelah dengan bunyi gesekan, pedang-pedang itu mulai melesat menyerang Xia Jimei.


Tubuh Xia Jimei terpental beberapa langkah, Menteri Pertahanan berperanjat, penonton menampilkan ekspresi terkejut begitupun Hanmo yang berada di pojok kursi tamu undangan.


Mulut Xia Jimei mengeluarkan seteguk darah, “uhuk... Masih ada dua, kau jangan berbanga hati dulu.”


“Aku tidak,” Yue Liang Zhi menampilkan senyum manis, dia seperti peri centil dibalutan pakaian merah. Wajahnya bertambah pucat, bila diamati dengan cermat akan terlihat noda darah di sudut mulutnya. Tangannya memunculkan botol pil, dia segera membuka tutup botol. Bau pil tingkat dua menyeruak memenuhi penciuman, dia mulai melahap pil bu qi[1] seperti melahap permen. Semua orang kembali tersentak melihat kelakuannya, itu merupakan pemborosan besar dan beberapa dari mereka memiliki pandangan serakah.


Merasa Yue Liang Zhi telah selesai memulihkan setengah tenaga, pedang Xia Jimei kembali bergerak, “jurus raungan harimau...,” raungan harimau memenuhi pendengaran, bayangan tipis seekor harimau terlihat memenuhi langit.


Begitu kedua tenaga saling bertabrakan, panggung mendadak memiliki retakan dan berlubang seperti membentuk cekungan danau. Keduanya kembali memuntahkan darah segar lantaran kondisi dantian yang mengering, tangan Xia Jimei mengeluarkan botol pil yang berisi pil bu qi tingkat dua dari tas qiankun, bedanya tingkat kemurnian pil miliknya lebih rendah 50% dari pil milik Yue Liang Zhi.


Tubuh Yue Liang Zhi telah mengeluarkan banyak darah, wajahnya pucat seperti mayat hidup. Karena pakaian yang serba merah perpaduan hitam, darah yang dia keluarkan telah menyatu dengan pakaiannya. Tangannya menyapu udara kosong, semua orang kembali memiliki keserakahan perpikir dirinya memiliki cincin ruang. Yue Liang Zhi diam-diam merutuki kebodohan mereka, dia mengeluarkan satu set jarum akupuntur. Gerakannya sangat sulit ditangkap, yang mereka lihat sekarang adalah jarum akupuntur telah menempel di seluruh tangannya. Jarum bergetar ringan, 80 titik meridiannya mempercepat penyerapan energi langit dan bumi. Wajah pucatnya berangsur-angsur membaik, rona merah mulai menghiasi pipi lemak susunya


Seluruh penonton memandang bingung, teknik apa yang telah Yue Liang Zhi gunakan sehingga dengan cepat memulihkan vitalitas dan mengisi dantian yang telah mengering.


Jarum menghilang dari pandangan, Yue Liang Zhi kembali mengenggam pedang jian.


“Aku menyerah,” ucap Xia Jimei, dia tidak bisa memulihkan seluruh tenaganya secepat Yue Liang Zhi. Berpikir dari pada kalah telak, lebih baik menyerah tapi masih memiliki sedikit tenaga.


Yuwen Yue mengangguk, dia merasa puas dengan pencapaian Yue Liang Zhi, “Yue Liang Zhi meraih peringkat pertama dan Xia Jimei meraih peringkat kedua.”


Hening, detik berikutnya salah satu penonton bertepuk tangan dengan sekuat tenaga. Satu, menjadi dua, menjadi tiga,... dan seluruh penonton bertepuk tangan. Raja Kangjian Yun dan Pangeran Yun Fengyin bertepuk tangan penuh antusias, Bai Yun dan Lei Hu berdiri sambil bertepuk tangan. Kelompok Tao Jianying bersorak keras, Yue Liang Zhi memutar kepalanya melirik seluruh penonton.


Tenggorokan Xiu Juan tercekat, dia merasa tidak terima atas kemenangan Yue Liang Zhi, hatinya merasa iri melihat semua orang bersuka cita atas kemenangan anak itu.


“Tunggu!” Kaisar Huo Linzi mengangkat tangan kirinya menghentikan kericuhan, “aku memiliki pertanyaan.”


Semua orang segera menutup mulut dengan telapak tangan tergantung di udara, mereka memiliki jarak 20-30 cm antara telapak tangan kiri dan kanan: “......”


.


.


[1] Pil bu qi: pil untuk menambah qi.