
Sosok Yue Liang Zhi tertutupi oleh tubuh Yun Fengyin. Begitu menatap lurus, dia mendapati wajahnya hanya setinggi pinggang dan sabuk putih. Seluruh tubuhnya kini ditelan bayang-bayang dari tubuh itu, bahkan saat mendongak dia tetap tidak mampu mendapat pemandangan lain selain punggung. Mendadak dia merasa itu menganggu, kemudian bergeser dan kembali menatap Huo Jiazhen.
Pangeran Yun Fengyin membuka sedikit mulut kala mendapati wajah polos dan tak berdosa merah kecil, rupanya anak itu tidak peka terhadap perasaan laki-laki yang mempunyai rasa suka padanya.
Titik mati rasa ini sedikit menjengkelkan dan sulit untuk diobati!
Mungkin bila Taizi Huo Jiazhen menunjukkan sikap gamblang dalam memuja Yue Liang Zhi, anak itu baru akan peka dan meloncat menjauhi Taizi.
Yue Liang Zhi tidak memahami gejolak perasaan Yun Fengyin, dia sibuk memikirkan rencana kedepannya. “Oh, aku mengingat Raja Yun Yong pernah menyebut seseorang yang bernama Shan Ruo Lian. Marga Shan ini... apa dia merupakan anggota keluarga Kekaisran Shan?”
“Shan Ruo Lian?” Pangeran Yun Fengyin mengernyit dan mendapatkan nama yang serupa, “Shan Ruo Lian merupakan Pangeran keempat dari Kekaisaran Shan, dia merupakan putra selir. Tunggu, kenapa Yue'er menanyakan tentang ini?”
Semua orang mengalihkan pandangan pada sosok kecil, lalu memberikan tatapan mata kucing. Pasukan Hei Long menyadari situasi memilih menjauh tidak ingin mengganggu pembicaraan.
Kedua bahu Yue Liang Zhi terangkat selaras, “aku sebelumnya tidak terlalu yakin, tapi setelah mendengar konspirasi di Istana Kekaisaran Huo, aku jadi berpikir orang ini bisa saja merupakan keluarga Kaisar Shan yang ingin melakukan kudeta. Dan orang ini mungkin mempunyai sangkut paut dengan kemunduran Kerajaan Lei, maka dari itu kita harus mencari bukti-bukti yang autentik sebelum melakukan tuduhan.”
Huo Jiazhen menggerakkan bola mata ke arah keduanya, dia sedikit menangkap arah pembicaraan Yue Liang Zhi.
“Dengan semua bukti, kamu akan menarik hati Kaisar Shan dan mendapat imbalan sesuatu yang menguntungkan,” tebak Liu Canghai mendapatkan anggukan.
Felling Huo Shaosheng kian memburuk, “salah satu permintaanmu adalah meminta Kaisar Shan memberi dukungan dalam menarik turun Kaisar Huo Linzi?”
Sekali lagi Yue Liang Zhi mengangguk.
Senyum menggoda namun mematikan terbit di bibir Yue Liang Zhi, “aku bukan orang bodoh yang akan melakukan penyerangan tanpa bantuan pihak yang lebih berkuasa. Jika Kaisar Shan tidak setuju, kita bisa mengajukan keuntungan lain bila Kaisar Huo Linzi turun tahta seperti mengantisipasi kejadian ini terulang kembali.”
Kalimat itu menjadi persetujuan dibenak Huo Jiazhen, Huo Shaosheng dan Liu Canghai. Ketiganya menarik napas dingin perlahan keringat membasahi ujung pelipis.
Liu Canghai merinding disekujur tubuh. Dia memang menginginkan jatuhnya Kaisar Huo Linzi, namun dia tidak mempunyai pemikiran memanfaatkan kekuasaan Kaisar Negara lain untuk mendukung dalam penjatuhan tersebut.
Berapa umur Yue Liang Zhi?
Tujuh! Dia baru mendekati usia tujuh tahun!
Tapi...
Pemikiran ini begitu matang, seakan setiap bidak catur yang digerakkan kemanapun akan selalu menjadikan dia pemenangnya. Sekalipun dipihaknya hanya tersisa Kerajaan Yun barat dan organisasi serigala putih, dia pada akhirnya tetap maju membunuh Kaisar Huo walau dengan resiko besar.
Taktik ini, keberanian ini, dan kegigihan ini... begitu langka dan sangat mustahil bila dimiliki anak seusia itu.
Dibandingkan rencana licik Kaisar, Yue Liang Zhi bahkan lebih licik sampai level tinggi. Terkadang, untuk memenangkan orang licik memang diperlukan orang yang lebih licik dan cerdik.
“Jadi...,” Yue Liang Zhi bersedekap sembari melirik Huo Jiazhen yang masih terkejut, “Taizi harus berhasil memasuki ruang pribadi Kaisar dan mencari bukti sekecil apapun.”
Dia memaksa Huo Jiazhen tapi tidak mengharuskannya menemukan titik terang sang pelaku yang bekerjasama dengan Kaisar Huo. Kaisar Huo sendiri pasti tidak akan ceroboh menyisakan bukti yang akan menyerang balik, namun selama Kaisar masihlah manusia dipastikan akan ada saatnya kelengahan terjadi.
Bila mengandalkan Pangeran Yelu Yun yang mengekori Raja Yun Yong di setiap saat untuk mencari celah dan mencari informasi, itu akan memakan waktu terlalu lama. Selama ada Huo Jiazhen, maka waktu singkat bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Aku akan memberimu waktu sampai beberapa bulan kedepan.” Yue Liang Zhi beralih arah menatap orang bermarga Huo yang lain, “setelah informasi didapatkan, Huo Shaosheng akan mengirimkan bukti padaku.”
Huo Shaosheng: “???!”
“Ketika datang berita kematian seseorang yang bersetatus penting dan sampai di telinga Kaisar, kamu bisa mengajukan diri untuk datang ke Kerajaan Yun sebagai perwakilan Kaisar. Saat itu pula, bawakan semua bukti yang telah Taizi kumpulkan,” sambung Yue Liang Zhi.
Huo Shaosheng tersentak, “siapa yang akan mati?!”
Pangeran Yun Fengyin menepuk pundak kiri Huo Shaosheng, “Pangeran kedua... Siapa yang mati itu tidak penting! Kamu hanya punya satu tugas, oke.”
Apel adam yang baru tumbuh bergerak naik turun. Huo Shaosheng merasa salah akan keputusannya sebelumnya, berpikir satu iblis dan satu anak buah begitu mengerikan. Tidak cukup sampai di situ, tatapannya lalu terjatuh pada Liu Canghai. Tiga orang mengerikan berdiri di depannya, dia merasa menjadi tikus terjepit di antara tiga kucing galak.
Liu Canghai menambahkan, “rencana yang bagus. Setelah turnamen ini Kaisar akan menganggap junior Yue dan Huo Jiazhen saling terkait satu sama lain, dengan Huo Shaosheng yang nantinya mewakili Kaisar dalam upacara berkabung, Kaisar Huo tidak akan curiga sedikitpun akan maksud tersembunyi kedatangannya.”
Benar. Dengan kehadiran Huo Shaosheng selaku Pangeran yang paling pendiam, siapa di antara orang-orang Kaisar yang akan curiga?
Mungkin merka akan mencibir pengajuan diri itu sebagai bentuk usaha mencari perhatian Kaisar Huo Linzi, dan secara garis besar rencana ini akan dianggap lelucon belaka. Nyatanya, hal lelucun di mata mereka sebenarnya adalah perencanaan penghancuran yang tidak terbayangkan.
Huo Jiazhen, Huo Shaosheng dan sepuluh pasukan Hei Long yang telah menyamar kini pelahan berjalan menjauh menyisakan bayangan buram.
Tersisa tiga orang berdiri diam seakan menunggu sesuatu, ketiganya masih membisu saling menunggu salah satu bersuara terlebih dulu. Liu Canghai memberanikan diri berbalik dan kaki kanannya tergantung di udara berniat maju satu langkah.
“Tunggu!”
Mendengar suara lembut namun masih bercirikhas anak kecil menerpa pendengaran, kaki kanannya mundur kembali ke tempat semula. Dia tersenyum cerah, “hahaha... Junior Yue memanggilku?”
“Tidak perlu basa-basi! Kamu pikir, kamu bisa memanfaatkanku?” Yue Liang Zhi berkacak pinggang dengan wajah garang yang jatuhnya menjadi imut.
Pangeran Yun Fengyin memiringkan kepala menatapi keduanya, penasaran akan apa yang Yue Liang Zhi dapatkan tentang identitas Liu Canghai.
Senyum Liu Canghai kaku, gestur tubuh dan ekspresi wajahnya berubah seratus delapan puluh derajat. “Kamu tahu siapa aku, jadi tidak perlu melakukan darama palsu di sini.”
Mata Yue Liang Zhi menajam seiring senyum miringnya, “melakukan banyak hal agar memancing Huo Jiazhen mencariku, rencana senior Liu Canghai begitu mudah diketahui.” Dia mengamati wajah dingin Liu Canghai dan kemudian melanjutkan, “atau bisa aku panggil sebagai Huo Canghai.”
Mendengar nama lain murid senior penatua Touli, Pangeran Yun Fengyin segera membelalakkan mata.
Huo? Liu Canghai... Huo Canghai, dia adalah adik Kaisar Huo!
Tidak ada yang menyangka identitas Liu Canghai yang sesungguhnya, bahkan mungkin ayahnya selaku mantan abdi Kaisar tidak mengetahui Kaisar Huo masih memiliki adik kandung. Padahal dikala itu, Huo Linzi telah membunuh semua saudaranya setelah pengangkatannya.
Sekarang masih ada satu yang disisakan hidup?
Ini merupakan keajaiban! Kaisar Huo Linzi masih bisa salah mengenali adiknya saat melakukan pembunuhan, dan masih menyisakan satu yang masih tumbuh sehat.