
Kecepatan membaca buku tidak dapat diterima akal sehat, pasalnya Yue Liang Zhi terlihat hanya membolak balik halaman dalam beberapa detik. Dia memiliki memori penghafalan yang baik, bahkan mungkin kemampuannya hampir menyamai mesin scanner. Bulu matanya bergetar ringan, matanya memindai tanpa henti hingga tak terasa ratusan buku sudah dia baca. Bunyi buku ditepuk menandakan berakhirnya kegiatan tersebut, dia merasa bosan dan menguap ringan. Setitik air keringat menggantung di sudut jidat, tepatnya di bagian rambut halus.
Yue Liang Zhi mengeluarkan tungku beserta tanaman, gerakan anggun tanpa tekanan menjadikan siapapun terhipnotis, sosoknya terlihat seperti seorang alchemist yang sudah berpengalaman selama bertahun-tahun. Memang dia akui bahwa telah belajar ilmu kedokteran dan teknik akupuntur saat di zaman moderen, belajar secara sembunyi-sembunyi tanpa menimbulkan kegemparan, semua orang di Efret manor selalu menganggapnya bodoh dan lugu, tapi di sisi lain dia sebenarnya adalah seorang tirani.
Tangan seputih giok perlahan nemasukkan tanaman ke dalam tungku, roh api berwarna biru mulai membungkus tungku, dengan perhitungan yang cermat, Yue Liang Zhi kembali menambahkan tanaman. Bakar, bakar dan bakar dengan menggunakan tingkat konsentrasi yang tinggi.
Tungku berdengung ringan, bau khas pil menyeruak memenuhi penciuman, lima pil zaipei jichu kelas dua dengan kemurnian seratus persen melayang di depan Yue Liang Zhi, tangan kecil meraih pil tersebut dan memasukannya ke dalam botol porselin.
Pil zaipei jichu merupakan pil yang berfungsi untuk menstabilkan pondasi kutltivasi setelah kultivator menerobos, Yue Liang Zhi dapat memurnikan pil kelas dua dengan jumlah lima pil sekaligus bahkan tingkat kemurniannya seratus persen, biasanya para alchemist hanya mampu memurnikan pil dengan tingkat kemurnian paling maksimal tujuh puluh lima persen dengan jumlah tiga pil. Dia mencebikan bibir karena tidak terlalu puas, jika alchemist tua melihat tingkat kepuasannya pasti akan marah hingga muntah darah!
Ini adalah pil zaipei jichu kelas dua dengan kemurnian yang sempurna, alchemist mana yang berani merasa tidak puas?
Qiao Qiao melirik Yue Liang Zhi yang sedang membersihkan tungku dan tanaman, dia merasa tidak perlu membantu, sekalipun harus membantu dia hanya akan membantu dengan doa.
“Kau dan Xiao Bai terlihat mulai akur,” ucap Yue Liang Zhi.
“Xiao Bai?” Qiao Qiao merengut heran, pasalnya tidak ada yang bernama Xiao Bai di dunia lotus, dia melirik singa putih kecil, “ah... Kami sudah tinggal bersama dalam waktu yang cukup lama, jika tidak akur, salah satu dari kami pasti akan kau buang nantinya.”
Yue Liang Zhi menahan tawa sekuat tenaga, “oh, apakah aku selalu membuang orangku?”
“Roh naga biru tampak telah kau buang.”
Senyum Yue Liang Zhi menjadi kaku, dia menyadari bahwa dirinya hampir melupakan roh naga. Dia segera mengeluarkan pedang Long Huo, setelah kejadian berdarah, kini pedang ini memiliki aura yang lebih mengesanakan.
“Tuan...,” naga biru melayang di langit dunia lotus, “tuan telah mencampakkan roh ini.”
“Bukan salahku,” Yue Liang Zhi mengelak sambil melipat kedua tangan di depan dada, “tunggu... Kau pernah bilang kalau rohmu dipisahkan dari pedang Long Huo, katakan siapa yang telah melakukannya!”
“Aku tidak tahu,” roh naga memandang kosong seperti menerawang, “yang aku ingat dari kehidupan tuan terdahulu, orang yang memisahkanku dari pedang adalah seorang pria tampan dan sangat kuat.”
“Pria tampan,” beo Yue Liang Zhi dan Qiao Qiao bersamaan, keduanya merasa penilaian roh naga pada seseorang terbilang sangat unik.
“Siapa tuanmu sebelum Liang Zhi?” Tanya Qiao Qiao ikut penasaran.
“Aku juga tidak tahu, aku hanya ingat telah memiliki tuan tapi tidak ingat siapa dan bagaimana wajahnya.”
Yue Liang Zhi dan Qiao Qiao merasa miris, kehidupan roh naga terdengar seperti seorang anak yang tumbuh tanpa mengetahui siapa orang tuanya. Yue Liang Zhi tidak ingin bertanya lebih lanjut, dia melangkah pergi mengambil nutrisi tanaman, rockwool, jarum akupuntur dan teknik menempa pedang.
Keesokan harinya...
Pelayan istana Kerajan Yun barat tengah melakukan pekerjaannya masing-masing, begitupun dengan Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu. Mereka bertiga kini duduk bersama dengan Pangeran Yun Fengyin, menikmati suara burung dan suara bambu yang tertiup angin.
Pangeran Yun Fengyin tersentak kaget saat Yue Liang Zhi menyerahkan nutrisi tanaman, rockwool, jarum dan teknik menempa pedang, “...”
“Ge... Aku membawa beberapa bahan untuk media penanaman,” Yue Liang Zhi mengambil buku tebal, “teknik menempa pedang pasti dapat memajukan perdagangan Kerajaan.”
Kekaguman terpancar dari mata Pangeran Yun Fengyin, dia mebuka lembar demi lembar halaman, “ini teknik menempa pedang yang bagus, mungkin akan menghasilkan pedang kelas tinggi.”
“Kerajaan dan Kekaisaran lain pasti akan membeli pedang dari Kerajaan kita, tapi jika suatu saat nanti ada seseorang yang menyerang kita menggunakan pedang ini, bukankah nanti akan sama saja menyerang diri sendiri?” Tanya Bai Yun terdengar bijak, dia mungkin telah mendapat pencerahan.
“Pertanyaan Bai jiejie sangat masuk akal,” Yue Liang Zhi menatap ketiga orang di depannnya, “maka dari itu, kita akan membuat simbol khusus pada pedang agar dapat dikenali oleh orang-orang organisasi serigala putih. Bagian mata pedang memang sangat tajam, tapi kita bisa membuat titik lemah pada bagian pedang yang hampir mendekati batang silang.”
Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu sangat setuju dengan ide tersebut, ketiganya melihat-lihat barang yang Yue Liang Zhi bawa.
Yue Liang Zhi menatap dengan pandangan dalam, “aku akan menyembuhkan kaki Raja Kangjian Yun.”
Hening, Pangeran Yun Fengyin membelalakkan kedua bola matanya, Bai Yun menjatuhkan rockwool ke tanah dan sempat terdengar bunyi Lei Hu yang tengah terjungkal.
“Yue Liang Zhi sedang bercanda, kan?” Bai Yun dan Lei Hu menatap penuh ketidak percayaan, Pangeran Yun Femgyin bahkan sampai lupa untuk menarik napas.
“Aku tidak...,” jawab Yue Liang Zhi alakadarnya.
Semula tidak ada yang percaya dengan ucapan Yue Liang Zhi, namun itu semua berubah saat anak kecil itu sengaja membenturkan punggung tangan kiri ke meja. Sebelum ada yang bereaksi, warna ungu segera menghiasi punggung tangannya, lima detik kemudian, beberapa jarum muncul di hadapan mereka.
Tangan kanan terulur mengambil jarum, keterkejutan kembali terjadi saat Yue Liang Zhi menusukan jarum tersebut di punggung tangan kiri. Kulit yang tertusuk jarum sama sekali tidak mengeluarkan darah, bahkan terlihat jarum bergetar ringan karena dialiri qi. Gerakannya sangat cepat, hanya menyisakan bayangan tipis!
Warna ungu berangsur-angsur menudar, punggung tangan Yue Liang Zhi kini kembali putih seperti semula.
“...” Bai Yun dan Lei Hu tidak berkedip.
Pangeran Yun Fengyin memiliki secerah harapan untuk kesembuhan ayahnya, “mari temui ayahku,” ajaknya sambil berdiri, empat garis bayangan mulai berjalan bersama-sama menuju kediaman Raja Kangjian Yun.