The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XX]



Gerakan yang dilakukan Yue Liang Zhi bagaikan menyatu dengan alam, puluhan pukulan dan tendangan sudah dia lakukan, gerakannya berhenti tatangkala terdengar dentingan yang bergema di kepalanya.


Diinggg...


[Arista!!!] teriak roh sistem antusias, dia sangat bahagia mendapati tuannya masih hidup.


Yue Liang Zhi berhenti dengan posisi berdiri, dengan kaki kiri ditekuk sembilan puluh derajat dan tangan kanan seperti sedang menangkis. Dia menolehkan kepala ke kiri dan ke kanan sambil pemenormalkan posisi tubuhnya, “siapa?”


Dari kejauhan, Pangeran Yun Fengyin menangkap gelagat aneh anak itu. “Ada apa Yue'er?” Teriaknya penuh selidik.


“Uummm... Tidak ada apa-apa Fengyin gege!” Yue Liang Zhi balas berteriak sambil melambaikan tangannya ke kiri dan kanan. Pikirannya mengambang dan merenungkan panggilan seseorang, dia jelas mendengar nama 'Arista' yang diucapkan dengan suara lantang dan jelas. Dia seketika teringat diwaktu perburuan serigala. Ketika Bai Yun menyebutkan dan mengakui sebagai kakaknya, saat itu pula kilasan seorang laki-laki menyebut seorang gadis sebagai kakak dan gadis itu juga bernama Arista.


[Arista, aku ada dalam pikiranmu!] Teriak roh sistem melemah.


'Aku bukan Arista! Namaku Yue Liang Zhi.'


[Kau benar-benar, eh... Tunggu! Yue Liang Zhi? Bukankah kau tertembak, bahkan sambungan antara kau, aku dan dunia lotus terputus...,]suara roh sistem kian mengecil dan nyaris tidak terdengar.


Tanpa Yue Liang Zhi sadari, saat kilasan ingatan itu muncul dan di sertai suara roh sistem yang terdengar lemah. Perlahan tapi pasti, pada punggung sebelah kiri terukir rajah kepala naga. Sangat tipis! Rajah kepala naga tersebut hanya akan terlihat jika diamati dengan sangat teliti. Namun, rajah itu seketika menghilang saat suara roh sistem kembali terputus.



Yue Liang Zhi berdiri kaku saat tidak lagi mendengar suara aneh yang muncul di kepalanya, dia memiringkan kepala ke kanan sambil menepuk pipi, matanya berkedip lucu. Setelah diyakini suara aneh telah hilang, dia lantas melangkah mendekati hanfu yang tergeletak di tanah, tangan kirinya terulur untuk mengambilnya. Tanpa rasa malu, Yue Liang Zhi kembali mengenakan pakaiannya.


Mengapa harus malu?


Dia hanya seorang anak kecil yang terlihat masih lugu dan menggemaskan, sayangnya tumbuh dalam ruang lingkup yang tercemar.


Setelah hanfu terpasang dengan baik, Yue Liang Zhi bergegas menghampiri Pangeran Yun Fengyin, Bai Yun dan Lei Hu. Tanpa basa-basi, dia segera nendaratkan bokongnya pada pangkuan Bai Yun.


Untuk beberapa menit, suasana berubah hening. Pangeran Yun Fengyin kemudian tersenyum sambil mengulurkan tangan kanan yang terdapat gelas air minum. Anak itu mengangguk singkat sambil mengambil gelas tersebut, dengan singkat, air yang berada dalam gelas tersebut telah tandas.


Pangeran Yun Fengyin bangkit dan mengambil buku yang tadi di bawanya, “aku membawa buku tentang beberapa jurus, aray, elemen dan teknik berkultivasi.”


“Bisa gege jelaskan tingkatan kul? Ah, kultivasi,” Yue Liang Zhi perlahan mendekat ke arah Pangeran Yun Fengyin.


“Oke,” Pangeran Yun Fengyin mengangguk sambil memberikan buku yang dia pegang kepada Yue Liang Zhi. “Qi condensation (mengaktifkan tenaga qi), qi fundation (memeperkuat pondasi qi), golden core (memperkuat inti qi), nascent soul (memperkuat kekuatan jiwa) dan immortal (mencapai keabadian). Masing-masing dibagi menjadi tiga tingkatan, dasar level 1, 2, 3, tengah level 1, 2, 3 dan puncak level 1, 2, 3... Namun, bisa saja ada tingkatan yang lebih dari itu.”


Yue Liang Zhi mengangguk sambil membuka buku yang dia pegang, “lalu, Fengyin gege sudah sampai pada tingkat apa?”


“Oh, itu...,” Pangeran Yun Fengyin mengaruk tengkuk kepalanya yang tidak gatal, “aku berada ditingkat qi condensation puncak level 2.”


Tiga orang lain berapresiasi atas tingkatan yang telah Yun Fengyin raih.


Pangeran kembali berucap, “jika kalian berhasil berkutivasi dan meraih tingkatan yang lumayan, maka kalian termasuk kultivator hebat.”


“Hebat kenapa?” Bai Yun bertanaya sambil menengokkan kepala ke arah Pangeran Yun Fengyin.


“Dalam wilayah ibukota Kekaisaran Huo, orang-orang yang memiliki kultivasi selalu berpihak pada Kaisar Huo Linzi. Baik itu Kasim, Mentri, Jendral dan bahkan para prajurit inti. Sementara Kerajaan yang ada di bawah kekuasaan Kaisar Huo Linzi hanya memiliki beberapa puluh kultivator saja.” Pangeran Yun Fengyin mulai menghitung, “diantaranya adalah Aku, Ayahku, Raja Yun Yong, Pangeran Yelu Yun, dan? Ah, aku lupa yang lainnya!” Dia meringis memamerkan gigi putihnya.


“Kalau begitu, aku siap berkultivasi!” Lei Hu berucap dengan teguh, tanpa goyah.


Tangan Pangeran Yun Fengyin mencegah semangat yang berlebihan itu, “kau siap, tapi aku tidak!”


“Kenapa tidak siap? Kami yang akan menjalani, kami juga yang akan berusaha semaksimal mungkin. Tapi, kenapa kau yang begitu gugup? Kau terlihat seperti mempelai pria yang gugup karena ingin menikahi wanita!”


“Jadi kau ingin aku nikahi?” Pangeran Yun Fengyin menunjuk mukanya dengan jari telunjuk.


Lei Hu mengambil napas kasar dan mata indahnya terbelalak, dia tersentak mundur sembari memegangi dadanya.


Pangeran Yun Fengyin ikut mundur, keduanya terlihat seperti sepasang kucing yang terkejut saat melihat mentimun hijau.


Dua gerakan reflek itu tampak terlalu berlebihan!


“Pft—” Yue Liang Zhi terkekeh, “Fengyin gege bukan tidak siap menikahi Lei jiejie, tapi tidak siap karena belum memiliki pil pembersih sum-sum.”


“Betul, betul yang dikatakan Yue'er,” Pangeran Yun Fengyin segera setuju. Setelah mencerna kata-kata Yue Liang Zhi, tubuhnya kembali mundur selangkah, “ahhhh bukan~” dia pasrah dan membuang muka.


Dua anjing tunggal yang turut bahagia hingga merasa gula darah telah naik: \ ( ̄▽ ̄) /


Wajah Lei Hu semerah kepiting rebus, dia mengerucutkan bibirnya. “Lalu, apa itu pil pembersih?” tanyanya sambil mengalihkan pandangan.


“Bukankah aku telah memberikan buku? Kenapa kau tidak berusaha membaca.” Jawab Pangeran Yun Fengyin seenaknya, membuat Lei Hu menatapnya tajam.


“Dimana kita bisa mendapatkan pil itu?” Beo Bai Yun berusaha mencairkan suasana.


“Rumah lelang...”


...****************...


Sesuai rencana yang disusun oleh Pangeran Yun Fengyin kemarin, hari ini mereka akan mendatangi rumah lelang. Jangan tanya tugas Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu yang di haruskan mengunjungi kediaman anggrek putih! Karena semua sudah dibereskan oleh Pangeran Yun Fengyin.


Cara Pangeran Yun Fengyin mengalihkan perhatian kepala pelayan terbilang sangat konyol, dia meminta agar Yenny menata buku pada perpustakaan Kerajaan Yun barat.


Itu bukan hanya sembarang menata buku!


Kemarin setelah Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu meninggalkan kediamannya. Pangeran Yun Fengyin menuju perpustakaan, dengan brutal dia menyobek satu buku dan mengacak halamannya, begitu pula dengan buku yang lainnya. Bisa dihitung ada lima ratus buku yang dia korbankan, bisa dibayangkan bukan? Seorang kepala pelayan, dengan sifat pemarah dihadapkan dengan lima ratus buku yang halamannya acak dan dia harus menyusun buku itu sendiri.


Saat hal itu di ketahui oleh Raja Kangjian Yun, dengan mudahnya Pangeran Yun Fengyin berkata: 'kalau dia hanya merasa bosan dan inggin mengerjai kepala pelayan.'


Entah Raja Kangjian Yun harus memangis atau tertawa, mengis karena liama ratus buku dirobek oleh putranya atau tertawa karena penderitaan kepala pelayan Yenny. Namun, sebenarnya Raja Kangjian Yun juga tahu alasan Pangeran Yun Fengyin merobek buku itu. Bukannya marah terhadap Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu. Dia justru senang karena putra semata wayangnya kini dapat memiliki teman yang benar-benar tulus, walaupun status ke tiganya hanaya seorang pelayan.


Pangeran Yun Fengyin, Yue Liang Zhi, Bai Yun dan Lei Hu kini berada dalam satu kereta. Tentu saja hal itu hanya diketahui oleh kusir dan mereka, kalau tidak, bisa saja mereka bertiga menerima amuk masal dari warga Kerajaan Yun barat dan mendapat tuduhan pelayan yang berani satu kereta dengan Pangeran.


“Rumah lelang yang akan kita tuju bernama rumah bangau emas, rumah lelang ini berada di ibukota Kekaisaran.” Pangeran Yun Fengyin mengigit apel yang ada di tangan kanannya, nada suaranya datar dan setenang air danau tenang tanpa ada riak air yang bergetar.