The Queen Of The Dark

The Queen Of The Dark
Rebirith Of The God Of War [Chapter XXXVIII]



Panas, itulah yang Yue Liang Zhi rasakan saat ini. Dadanya panas sama halnya dengan dantian emasnya, merasa cahaya biru tersebut seakan menjadi pusaran penyedot jiwa. Mencabik jiwanya secara perlahan, menggrogoti setiap detail inci tubuhnya. Urat tangan dan leher bertonjolan, tubuh bergetar, kulit putih memerah dengan bibir pucat, deretan gigi atas bawah saling mendorong hingga menimbulkan gusinya berdarah. “Aaakhhh...,” dia ingin berteriak keras, namun sayang yang keluar dari bibir tipisnya hanya sebuah rintihan kesakitan. Semua pandangan perlahan memburam, tubuhnya limbung ke samping dengan mata setengah terbuka.


Samar-samar Yue Liang Zhi mendengar Qiao Qiao memanggil-manggil namanya, “Liang Zhi, Liang Zhi, bangun... Bangun Liang Zhi!!!”


Perlahan tapi pasti, kesadaran Yue Liang Zhi mulai menghilang. Qiao Qiao yang ada di samping kini mulai meradang, jika dia memiliki wujud nyata, sudah pasti akan terlihat matanya kini mulai mengenang. Dia berteriak panik tatangkala tangannya menembus tubuh tuannya, ingin bisa keluar dari dunia lotus dan menyeret seseorang untuk menolong.


Di tengah hembusan napas Yue Liang Zhi yang kian melemah, dia merasa suara seseorang tengah memanggilnya. “Bangun...,” terdengar sangat lembut seperti melodi pengantar tidur.


Sangat simpel! Dengan satu kata, perlahan ada dorongan kuat dari dalam dirinya, rajah kepala naga sedikit bersinar. Mata sedalam samudra dengan penuh kemisterusan kini terbuka sempurna, terlihat kilatan kuning bergerak liar di netra indahnya. Aliran hangat mengalir menuju setiap bagian tubuh, memberikan rasa keakraban di ambang batas terobosan. Dia kini mengambil posisi lotus untuk meditas, bernapas dengan teratur sambil menyerap cahaya biru dan menggabung dua hal yang mulanya saling bertentangan dalam tubuhnya, diam-diam dia juga menyerap energi langit bumi yang ada di dunia lotus.


Bangg...


Anak itu kini menembus tingkatan qi fundation tingkat dasar level 1!


Qiao Qiao yang sempat menangis histeris mulai menenangkan diri sendiri, dia melirik tuannya dengan penuh tanda tanya. Berjongkok sambil menopang dagu dengan kedua tangan, berharap pihak lain berhasil menstabilkan kondisi tubuh. Setelah menunggu sembilan jam, mata itu kembali terbuka dan menampakan netra hitam yang telah kembali seperti semula, rajah naga di punggung kini tampak terlihat lebih nyata. “Liang Zhi...,” sambutnya dengan penuh antusias.


Sementara Yue Liang Zhi yang dipanggil hanya tersenyum manis, dia masih ingat saat mendengar kecil ini menangisinya, kemudian bertanya jahil, “apakah Qiao Qiao tadi tidak tersedak ingus?” Seketika Qiao Qiao menampakan ekspresi cemberut, walau tidak terlalu jelas karena terbentuk dari asap, tapi dia sangat yakin dengan ekspresi itu. Dia terdiam ketika merasa roh sistem masih mempunyai kekhawatiran, “aku baik-baik saja, tidak perlu cemas! Eh... Tapi, bagaimana pedang tadi bisa menyerangmu?”


Wajah Qiao Qiao kaku untuk menjelaskan, “soal itu... Tadi aku tidak sengaja merasakan frekuensi dari dalam ruangan ini, siapa sangka jika ada pedang dengan gagang berbentuk kepala naga. Karna penasaran, aku memutuskan mendekat dan ternyata pedang itu terlihat kesetanan mengejarku. Seperti ingin memutilasi,” jawabnya sedikit disertai cengegesan, “jadi?”


Paham akan pertanyaan yang akan Qiao Qiao lontarkan, Yue Liang Zhi sedikit terenyum masam, “aku tidak tahu, pedang itu tiba-tiba berubah menjadi cahaya dan menembus dadaku.” Dia sedikit mengingat hal yang hampir terlupakan, “saat kesadaranku hilang, ada seseorang yang menyuruhku untuk bangun...”


Qiao Qiao mengangguk seperti anak ayam yang mematuk bera. Walau sedikit terbesit pertanyaan siapa orang tersebut, tapi dia hanya mengabaikannya dan berpikir yang terpenting adalah keselamatan tuannya, “mungkin saja, pedang tadi telah menyatu dengamu?”


Yue Liang Zhi sedikit terkejut, “jika benar, lalu bagaimana memunculkannya kembali?” Dia menatap Qiao Qiao dengan serius.


Dua orang berpandangan dalam kurun waktu setengah menit. Biasanya, seorang kultivator yang mendapatkan senjata akan melakukan satu hal yang bertujuan mengakui senjata yaitu...


“Menamainya!!!” Ucap Yue Liang Zhi dan Qiao Qiao secara bersamaan.


Telapak tangan Yue Liang Zhi mengeluarkan suara tepukan, “baik! Mari kita coba di luar, jika mencoba di sini, bisa-bisa tempat ini hancur karena ketidak tahuanku tentang kekuatan pedang tadi.”


Yue Liang Zhi dan Qiao Qiao keluar dari bangunan besar. Mata Yue Liang Zhi tidak sengaja menangkap seongok mayat tak berguna yang telah kaku dan mengeluarkan bau busuk. Tidak salah lagi, itu adalah mayat kepala pelayan kediaman anggerk putih! Saat dirinya membunuh Yenny dan mendorongnya ke kolam, dia sengaja seolah-olah membuang mayat kepala pelayan ke kolam. Hal yang paling tidak disadari oleh saksi adalah sebenarnya mayat kepala pelayan telah berpindah ke dunia lotus, “sudah menjadi mayat tapi masih tetap menjengkelkan!!”


Roh sistem mencuatkan pertanyaan di pikiran tentang kondisi kejiwaan tuannya, menganggap gila karena sangking tertekan. Pikiran absurd itu seukses mendapat lirikan tajam dari Yue Liang Zhi, dia masih sering lupa akan pikiran keduanya yang saling terhubung. Dia mengumpat dan menyerah, “aku berani bersumpah, aku yang gila bukan tuan,” mengeluarkan rengekan manis memanggil nama anak itu dengan sebutan tuan.


Sudut bibir Yue Liang Zhi terangkat menirukan ucapan Qiao Qiao, sinis dan kemudian acuh tanpa kata berlebih. Dia kembali ke topik utama sambil memanggil nama, “Long huo.”


Tanpa menunggu lama, pedang yang diselimuti cahaya biru segera keluar dari tubuhnya. Pedang dengan aura penindasan, keagungan, kemuliaan dan keberingasan terbang dengan cepat melesat kembali ke arahnya. Begitu terpasang pada gengaman jari yang berpencar bagai rekahan bunga, gagang pedang itu berukuran sangat pas. Rupanya, ukuran pedang tersebut dapat berubah sesuai keinginan sang pemilik. “Bagus...,” dia memuji sambil tersenyum senang.


Pedang tingkat dewa adalah bayi yang bagus!


Qiao Qiao merasakan penindasan yang mutlak dari pedang dan Yue Liang Zhi, “benar-benar pedang naga tingkat dewa!!!” Dia sedikit mengambil jarak agar sedikit terlepas dari zona penindasan tersebut, “Liang Zhi, coba kau menebas ke arah sana.” Tempat yang dia tunjuk merupakan lahan kosong berisi rumput liar dan ada batu besar di arah selatan, tidak ada hal penting atau barang berharga yang perlu dikasihani bila terjadi kerusakan.


Yue Liang Zhi yang tengah penasaran langsung mengangguk ringan, dia mencoba menebas dengan santai ke arah kanan.


Blaamm...


Terdengar suara nyaring memekakan telinga. Beberapa detik kemudian, tanah yang terkena aura tebasan dari pedang Long Huo tiba-tiba terbakar api biru. Yue Liang Zhi sedikit terkejut, dia memajukan tangan kirinya seakan ingin mengipasi api. Hal tak terduga kembali terjadi, api biru melesat dari tangan yang masih berayun, membakar satu meter bidang tanah.


Tanah bekas api yang semula subur sekarang menyisakan jejak gosong.


Dia tidak bisa membatu setelah mengetahui api biru telah melebur dengannya, hanya mampu bersuara ringan memanggil pedang agar segera masuk ke tubuhnya. Memikirkan hal yang baru saja terjadi, dia mulai memiliki hantu dalam pikirannya, “pedang Long Huo memiliki gagang berbentuk kepala naga, kekuatan berelemen api yang berwarna biru.” Dia menatap Qiao Qiao, “menurut Fengyin gege, aku adalah teturunan ras naga, jadi? Mulai sekarang aku sudah bisa mengendalikan dan membangkitkan api dalam tubuhku, peluang menjadi alchemist sangat dekat di depan mata.”


Qiao Qiao berusaha mencerna perkataan Yue Liang Zhi. Setelah memahami niat tuannya, dia segera mendukung, “Liang Zhi, aku akan merubah waktu dalam dunia lotus, kau tenang saja dan berlatih sepuasnya!”


Yue Liang Zhi berlatih alkimia tanpa rasa lelah, walaupun awal-awal gagal, dia tetap mencoba puluhan kali. Beruntung, bangunan besar memiki persediaan berbagai obat, ramuan obat, herbal dan rumput roh. Jangan tanya berapa tungku yang telah dia ledakkan!


Kehancuran itu hanya mengakibatkan alchemist tua muntah darah!


Qiao Qiao seakan tidak perduli dengan keadaan sekitar, dia tengah asyik berkebun, tentu teknik berkebun yang dia gunakan terbilang aneh dan sangat langka. Dia hanya berpikir tanah akan berlubang dengan kedalaman tiga puluh centimeter maka tanah akan berlubang, berpikir bijih akan ditanam maka bijih akan tertanam dengan sendirinya dan menatap langit menunggu hujan lokal atau hujan yang terjadi pada bagian tanah perkebuan miliknya saja.


Dunia lotus memang berada di bawah kendali Qiao Qiao dan Yue Liang Zhi, apa yang mereka pikirkan tentu saja akan terjadi, ingin sungai? Maka akan terbentuk sungai, ingin kebun bunga? Maka akan tumbuh buga rimbun yang membentang sepanjang mata memandang.